Nafkah Batin Sang Ibu Mertua

Nafkah Batin Sang Ibu Mertua
Bab 43 ~ Menyesal ~


__ADS_3

Hanna beranjak dari tempat duduknya sebelum menghabiskan makan malamnya,dia meninggalkan meja dan semua makanan yang sempat dia ambil tadi dari tempatnya rasa laparnya seketika hilang setelah mendengar kata-kata hinaan dari pria yang begitu memanjakan dirinya dulu.


Sebelum menghilang di balik pintu,Andre memanggil Hanna dengan sebutan yang membuatnya semakin tidak tahan lagi.


" Nenek tua,kamu mau meninggalkan meja makan ini berantakan kamu pikir kamu masih nyonya di rumah ini hingga kamu meninggalkan bekas makan mu seperti ini!!" Teriak Andre dengan nada yang berusaha ditahannya.Dia sengaja memaki Hanna dan merendahkan Hanna berharap wanita itu segera keluar dari rumah papanya.


Hanna menoleh ke belakang lalu menatap Andre dengan sinis dan penuh kebencian,entah apa yang dia rasakan saat ini yang jelas dia sangat menyesal untuk semua yang dia lakukan beberapa bulan yang lalu.


" Aku pastikan kamu menyesal telah merendahkan aku sedemikian rupa,kamu memang pria bajingan pantas saja Tasya dengan mudah menerima papa mu sebagai suaminya." Ucap Hanna lalu dia pergi meninggalkan Andre dang menghiraukan semua perintah dari pria itu.


Andre hampir saja tidak bisa menahan amarahnya,dia ingin mengejar Hanna dan memberinya pelajaran tapi dia mengurungkan niatnya karena takut membuat keributan.Sejak kedatang papanya dan juga mantan istrinya yang sudah menikah dengan papanya,Andre tidak bisa menahan amarahnya di hatinya dia benar-benar tidak bisa terima Tasya menikah dengan papanya yang artinya sekarang Tasya menjadi ibu sambungnya.


Andre kembali ke dalam kamarnya,lalu dia menutup pintu kamar dan membuka seluruh tubuhnya lalu masuk ke dalam kamar mandi dan merendam tubuhnya yang selalu marah di dalam bathub.


Air dingin yang sudah merendam tubuhnya seakan tidak bisa menyejukkan hatinya yang sedang panas dia memejamkan matanya dan mencoba untuk membuang pikiran-pikiran kotor di hatinya.


" Bug....." Andre memukul pinggiran bathub dengan pukulan yang sangat keras hingga tangannya terluka dan mengeluarkan tetesan darah segar.Tiba-tiba saja terlintas di pikirannya kalau papanya sedang bermesraan dengan Tasya,dia tidak bisa menerima semua itu bahkan saking marahnya dia sampai mengigit bibirnya sampai terluka.

__ADS_1


Andre merasakan perih di tangan dan juga bibirnya,setelah itu dia keluar dari dalam bathub lalu dia segera mengambil handuk dan keluar dari dalam kamar mandi.


" Tasya,tidak boleh lelaki mana pun yang bisa memilikimu,maafkan aku,ternyata aku terlalu naif menyakiti perasaan mu yang lembut hingga sekarang aku terlalu marah walau hannya membayangkan kamu saja mendesah di pelukan pria lain,tidak,kamu tidak bisa menikah dengan papa." Ucapnya kembali.


Keesokan harinya Andre bangun pagi-pagi sekali dia ingin melihat Tasya pagi ini memastikan kalau tadi malam tidak terjadi apa-apa di kamar mereka.


" Saat melihat Tasya keluar dari kamar mandi dan rambutnya tidak basah Andre akhirhya tersenyum lalu masuk kembali ke dalam kamar.Sementara itu Tasya bangun pagi seperti biasanya dia ingin membersihkan rumah tapi Handoko melarangnya.


" Sayang stop jangan lakukan itu,aku tidak mau kamu kelelahan,hari ini semua pelayan kembali bekerja kamu tidak usah melakukan pekerjaan apa pun,aku tidak mengijinkan kamu untuk melakukan apa pun,tugasmu hannya melayaniku dan aku berharap kamu segera hamil dan memberiku keturunan." Ucap Handoko saat dia hendak meninggalkan kamar tapi Handoko melarangnya.


Tasnya tersenyum,dia sangat terharu mendengar ucapan pria itu,kalau dulu Andre dengan keras melarangnya untuk memiliki anak pria tua itu berharap punya anak meskipun umurnya sudah tidak muda lagi.


" Tentu saja sayang,melihat sikap Andre yang telah durhaka kepada ku,aku tidak berniat lagi untuk berharap apa pun kepadanya,papa telah salah mendidiknya dan papa tidak pernah menyangka kalau dia pria jahat dan kejam.Aku tau semua itu juga tidak lepas dari hasutan Hanna tapi sebagai seorang lelaki dewasa seharusnya dia bisa membedakan mana yang baik dan mana yang jahat." Ucapnya sambil membalas pelukan Tasnya.


" Sudahlah mas,tidak usah mengungkit kejahatannya itu lagi,kalau pun kita melaporkan dia kita tidak punya bukti apa pun,dan kalau kita terlalu menekannya aku takut dia semakin nekat,intinya kita tetap waspada dan jaga diri saja lah pa.." Jawab Tasya seraya melepaskan tubuhnya dari pelukan suaminya.


Tidak terasa jam sudah menunjukan pukul sembilan pagi,Handoko dan Tasya bersiap-siap berangkat ke pusat toko milik mereka,hari ini Handoko membuat rapat dadakan dengan menyuruh semua manajer toko berkumpul di pusat toko mereka.

__ADS_1


Pagi ini Tasya terlihat sangat cantik pakaian yang dia pakai sangat cocok sederhana tapi mewah dan elegan,hal itu membuat Handoko sedikit minder karena terlihat sekali perbedaan di antara mereka.


" Melihatmu cantik seperti ini aku jadi sedikit minder!!" Ucap Handoko saat Tasya menghampirinya.


" Untuk apa minder,aku malah bangga memiliki mu,sudah lah pa jangan bahas yang kayak gitu lebih kita segera berangkat takutnya mereka menunggu kita terlalu lama." Ucap Tasya lalu mengandeng tangan Handoko dan mereka keluar dari dalam kamar.


Di saat yang bersamaan Andre juga keluar dari dalam kamarnya,kebetulan kamar mereka berdekatan saat melihat Tasya yang begitu mempesona,rasa cemburu di hatinya semakin besar dan meluap.


Tidak ambil pusing dengan tatapan Andre, Handoko dan Tasya mengabaikan Andre mereka pergi tanpa menoleh ke arah Andre atau menyapanya.


" Dasar tua bangka apa dia tidak malu jalan bersama dengan wanita yang lebih pantas jadi anaknya dan Tasya sejak kapan dia berubah jadi wanita matre seperti itu." Darahnya seakan mendidih melihat pemandangan itu bahkan sampai mereka menghilang dari tatapannya hatinya tetap saja marah.


" Bagaimana,apa kamu masih kuat melihat kebahagian pasangan itu,jika kamu masih mencintai wanita itu kenapa kamu tidak membawanya kabur dari rumah ini,sampai kapan kamu memendam rasa cemburu di hatimu." Ucap Hanna yang tiba-tiba sudah berdiri di depan pintu sambil bersandar di dinding.


Hanna bertahan di rumah itu,karena beberapa hal apalagi saat ini dia tidak punya tempat tujuan dan tidak punya uang sama sekali.


" Urus saja urusan mu nenek tua,jangan ikut campur dan satu lagi sebelum mereka pergi segeralah keluar dari rumah ini karena kamu bukan siapa-siapa lagi disini." Ucap Andre dengan wajah yang tampak kesal.

__ADS_1


🌺🌺🌺 Bersambung 🌺🌺🌺


__ADS_2