Nafkah Batin Sang Ibu Mertua

Nafkah Batin Sang Ibu Mertua
46 ~ Rasakan itu ~


__ADS_3

Tasya yang mendengar keributan di dapur segera beranjak dari tempat duduknya lalu pergi ke dapur dia ingin tau apa yang terjadi di dapur hingga terjadi keributan.


" Kenapa kalian menjerit,apa yang terjadi?" Tasya berdiri tidak jauh dari mereka,dia ingin tau apa yang terjadi di dapur tapi anehnya dia hannya menemukan para pelayan yang sedang bekerja.


" Itu nyonya,aku menolak perintah nyonya Hanna tapi dia malah memaki kami semua dia kan bukan nyonya lagi di rumah ini tapi dia sesuka hati saja mengatur kami di rumah ini dan karena dia juga nya makanya tuan Andre memecat kami semua." Marni mengadu kepada Tasya.


Sebenarnya Tasya tidak peduli keberadaan Hanna di rumah itu selagi dia tidak mengusik dirinya dan juga suaminya dia juga merasa enggan untuk saling menyapa dengan wanita yang pernah menjadi mertunaya.


Tasya hannya diam mendengar pengaduan semua pelayannya itu,tanpa bicara apa pun dia memeriksa masakan yang di masak juru masak,melihat masakan yang begitu nikmat tiba-tiba dia merasa lapar.


Marni sedikit malu saat Tasya mengabaikan pengaduannya,dia tidak menyangka kalau majikan barunya ini memiliki hati yang baik dan sederhana hingga dia tidak peduli dengan Hanna padahal Hanna termasuk saingannya.


" Nyonya mau apa?" Tanya juru masak saat Tasya membantunya memotong sayuran yang sudah di cuci di atas meja.


" Aku mau memotong sayuran ini,apa ada yang salah?"


" A_ itu nyonya biar kami saja,nyonya duduk saja di ruang tamu nanti kami akan memanggil nyonya saat masakan sudah selesai." Ucap pelayan itu dengan salah tingkah dan merasa tidak nyaman di temani majikannya.


" Sudahlah tidak papa,aku biasa kalau hannya melakukan pekerjaan seperti ini." Jawab Tasya tanpa menghentikan kegiatannya.Para asisten saling menatap mereka heran melihat jauhnya perbedaan Tasya dan Hanna.


" Biar saja dia sendiri yang melakukannya,dulu dia juga biasnya melakukan hal itu,kalian bisa melakukan pekerjaan yang lain." Ucap Andre yang tiba-tiba sudah berada di dekat pintu.Tasya yang mendengar suara Andre langsung bergegas pergi meninggalkan dapur tanpa mengucapkan sepatah kata apa pun dia pergi begitu saja.

__ADS_1


Melihat Tasya pergi dan Andre sedang mengawasi mereka semua pelayan mengambil kesibukan sendiri dan mengabaikan Andre yang masih berada di dapur.


Marni yang paling lama bekerja di rumah itu sudah hapal betul sikap Andre yang sulit di tebak kadang sangat baik dan kadang bisa juga berubah jadi setan kalau keinginannya tidak bisa tercapai.


" Tuan aku buatkan kopi?"


" Hmm...Dari tadi kek,entah apa yang kalian lakukan di rumah ini hingga harus bekerja begitu banyak." Sungutnya dengan wajah masam.


" Ini perintah tuan Handoko tuan,kami hannya melakukan apa pun yang di suruh tuan." Jawab Marni membuat mood Andre semakin memburuk.


" Sampai kapan orang tua itu hidup,rasanya muak sekali melihatnya terus di rumah ini!! bug..." Andre memukul meja dengan kasar hingga semua pelayan ketakutan melihat Andre.Mereka semua sangat kaget mendengar kata-kata yang keluar dari mulut Andre.


Sudah cukup muak berada di rumah beberapa hari ini,Andre menghabiskan kopinya setelah itu dia beranjak dari tempat duduknya dia dengan sangat terpaksa berusaha merendahkan harga dirinya untuk meminta uang kepada papanya karena pria itu telah memblokir semua ATM miliknya.


Andre sama sekali tidak punya uang,dia sudah lama menghabiskan uang pesangonnya sewaktu keluar dari tempat pekerjaanya dulu.Saat masih berada di ruang tamu dia sudah melihat pemandangan yang membuat kepalanya makin pusing tapi berhubung saat ini dia tidak bisa melakukan apa pun karena dia berada di posisi paling rendah saat ini.


" Ehem..." Tasya sangat kaget saat mendengar batuk kecil yang dilontarkan mantan suaminya,sebisa mungkin Andre berusaha tenang,dia membiarkan pemandangan yang sangat melukai hatinya itu.


" Aku tidak tau sejak kapan Tasya berubah jadi wanita rendahan seperti ini,apa dia melakukan semua ini karena uang?" Pikirnya dalam hati.


" Ada apa? apa kamu datang ketempat ini hannya untuk bingung dan melamun di depan kami?" Tanya Handoko dengan ucapan sinis.Sejak Andre berusaha untuk menghilangkan nyawanya demi semua hartanya dia sudah tidak menganggap Andre lagi sebagai anaknya sebenarnya dia ingin mengusir Andre dari rumahnya tapi dia takut Andre melakukan sesuatu yang merugikan dirinya.

__ADS_1


" A_itu,pa aku mau minta uang, saat ini aku sama sekali tidak punya uang,aku ingin keluar sebentar." Handoko hampir saja tertawa mendengar kata-kata putranya yang sudah durhaka tapi dia mengontrol dirinya.Dia tidak mau Andre tersinggung apalagi sampai sakit hati karena dia tidak tau rencana busuk apa lagi yang ada di otak anaknya.


Handoko beranjak dari tempat duduknya lalu pergi ke kamarnya, disana dia membuka brankas yang sudah lama dia tidak buka lalu dia mengambil beberapa ikat uang.


Handoko memperhatikan brangkas itu,dia tersenyum kecil saat melihat perubahan pada bentuknya,dia sangat yakin kalau sebelumnya Andre telah memaksa untuk membuka brankas itu.


Handoko melempar uang sepuluh juta rupiah ke atas meja,tampa sepatah kata apa pun dia meninggalkan Andre di ruang tamu dan masuk ke dalam kamarnya untuk menghampiri Tasya yang tadi bersamanya masuk kamar.


Andre mengambil uang pemberian ayahnya,dia tersenyum bahagia saat mendapat uang,beberapa hari ini tidak punya uang dan tidak keluar rumah membuatnya bagai hidup di neraka.


" Untung saja pria tua itu dengan mudah memberiku uang,andai saja dia menghina ku,aku tidak akan segan-segan benar-benar menghabisinya,tapi berhubung dia masih berguna untukku tidak papa biarkan saja dia hidup beberapa tahun lagi." Ucapnya dalam hati lalu dia masuk ke dalam mobilnya dan pergi entah kemana.


Sementara itu Handoko menghampiri Tasya yang sedang duduk santai di atas ranjang sambil membaca novel online di ponselnya.


" Sepertinya aku harus membayar security di rumah ini,jujur saja aku selalu gelisah dan tidak tenang tinggal di rumah ini kalau Andre masih tinggal disini dan mengusirnya aku benar-benar tidak berani." Ucap Handoko.Tasya menutup ponselnya lalu menatap suaminya.


" Jika kamu merasa takut pa,tidak masalah kamu membayar orang untuk menjaga rumah ini,aku juga baru tau kalau Andre adalah pria jahat,dan wajahnya yang tulus ternyata menyimpan perilaku yang sangat jahat." Jawab Tasya.


" Itulah,aku juga tidak menyangka telah membesarkan anak yang memiliki perilaku iblis yang sangat jahat." Tambah Handoko yang selalu merasa takut dengan keberadaan Hanna dan juga Andre di rumahnya.


🌺🌺🌺 bersambung 🌺🌺🌺

__ADS_1


__ADS_2