
Sore berganti malam,semua orang masih menunggu kepulangan Marni tapi sampai jam tujuh malam wanita itu belum juga muncul padahal semua orang sudah mulai kelaparan.Di saat semuanya sedang bingung tiba-tiba pintu rumah terbuka ternyata Hanna baru saja pulang entah dari mana.
Tidak seorang pun yang berani menyapanya,mereka hanya diam,melihat Hanna masuk ke dalam kamarnya.Disaat yang bersamaan Hanna juga keluar dari kamar tidak ingin membuat semua orang rumah kelaparan akhirnya dia memesan makanan lewat aplikasi online.
"Mungkin Marni kembali ke rumah orang tuanya,aku sudah memesan makanan untuk kita semua,nanti kalau kurir datang silahkan ambil makanannya dan segera bayar."Ucap Tasya lalu dia memberikan beberapa lembar pecahan ratusan kepada pelayan.
Benar saja tidak lama kemudian kurir memanggil dari luar,pelayan segera berlarian keluar untuk mengambil pesanan makanan,lalu membayarnya malam ini semua orang makan tanpa semangat,suasana di rumah itu tidak biasanya,terlihat semua orang tidak bersemangat untuk melakukan aktifitasnya.
Sampai akhirnya semua orang memilih masuk ke kamar masing-masing,sementara Hanna yang ada di dalam kamarnya selalu memikirkan cara agar cepat menyingkirkan Tasya tapi dia masih sedikit ragu melakukan itu karena dia selalu di awasi dua security.Apalagi saat ini masalah Andre yang belum tuntas membuatnya semakin pusing.
"Kenapa sih pria itu tidak mati saja,aku sudah tidak sabar kembali ke kehidupan lamaku,menjadi nyonya Handoko yang hidup dengan segala kemewahan." Ucapnya dalam hati.Sebenarnya dia cukup muak untuk melakukan semua ini dia tapi dia terpaksa karena keadaan yang tidak pernah berpihak kepadanya.
Andre tetap dengan keadaanya,syarafnya sudah rusak akibat racun sianida yang telah dia konsumsi secara tidak sengaja dalam beberapa Minggu terakhir ini.Handoko menolak untuk pergi ke rumah sakit karena saat melihat Andre hatinya selalu merasa bersalah.
"Mas kamu mau kemana?" Tanya Tasya saat melihat Handoko bersiap-siap padahal pria itu terlihat lemah dan bahkan dia sama sekali tidak bersemangat.
" Aku mau ke toko,kepalaku pusing jika aku selalu di rumah,tadi dokter menghubungi ku tapi aku malas kesana,aku akan pergi kesana kalau keadaanya sudah mulai membaik." Ucap Handoko lalu dia keluar dari kamar diikuti oleh Tasya dari belakang.
Setelah pria itu pergi,Tasya kembali ke dalam rumah,semua pelayan sibuk dengan pekerjaan masing-masing,Hanna keluar dari kamar dia terlalu santai bahkan tidak peduli dengan Tasya yang memandanginya sedari tadi.
__ADS_1
"Hanna,bukan kah seharusnya kamu bekerja di rumah ini,kenapa kamu malah santai tidak membantu semua pelayan,kalau kamu selalu keras kepala dan tetap tidak mau bekerja silahkan kamu pergi dari rumah ini karena kehadiran mu disini hannya beban saja." Ucap Tasya dengan nada sedikit menekan.
Hanna tersenyum kecil,dia menganggap remeh dengan semua kata-kata Tasya,bahkan dia terlihat tidak peduli.Dia mengabaikan ucapan Tasya dia ke belakang lalu mengambil air putih dan meminumnya.Wanita itu tersenyum jahat seakan dia menganggap Tasya orang yang mudah di rendahkan.
" Kamu akan menjadi korban ku yang ketiga kalau kamu terlalu menekan ku,kita lihat apa kamu masih bisa berbicara sombong jika kamu sudah menjadi tahanan ku." Ucapnya dengan nada angkuh.
Tampa sengaja putra yang baru keluar dari kamar mandi mendengar semua kata-kata yang di ucapkan kan Hanna,sebenarnya dia tidak mengerti apa yang di ucapkan Hanna tapi dia merasa ada yang tidak beres atas kehilangan Marni dan pingsannya Andre,putra dari majikannya.
Setelah Hanna masuk kembali ke depan,putra tampak berfikir,tiba-tiba dia mengingat saat Hanna kemarin keluar dari kamar majikannya dan dia sangat gugup saat itu.
" Hanna apa yang telah kamu lakukan di rumah ini,kenapa aku merasa kamu sedang melakukan sesuatu yang jahat di rumah ini." Ucapnya dalam hati.Dia mengikuti Hanna ke ruang tamu ternyata wanita itu kembali ke kamar di ruang tamu hannya ada Tasya dan para pelayan yang sedang sibuk bekerja.
"Memangnya ada urusan apa? kamu mau kemana?" Tanya Tasya penasaran.
"Ini nyonya_aku...Sedikit curiga kepada Hanna,aku ingin mengikutinya kalau dia keluar rumah,soalnya dari beberapa hari ini dia selalu keluar rumah aku ingin tau apa yang dia lakukan di luar sana." Ucapnya jujur karena tidak ingin majikannya curiga kepadanya.
"Untuk apa kamu peduli dengan wanita itu,biarkan saja sampai pada akhirnya dia akan lelah dengan hidupnya." Ucap Tasya menasehati pria itu.
"Tidak nyonya,kali ini tolong ijinkan aku melakukan apa yang ingin kulakukan,aku tidak mau ada lagi korban dari wanita itu."
__ADS_1
"Korban apa maksudmu? "
"Berikan saja apa yang ku minta nyonya,jika nanti semua rasa curiga ku,sudah terbukti maka aku akan menceritakan segalanya." Putra tetap kukuh dengan permintaanya hingga Tasya tidak bisa menolak keinginan pria itu.
"Ya sudah kalau kamu memaksa aku akan menuruti keinginan mu,tunggu sebentar aku akan mengambil kunci mobil dulu." Tasya lalu segera beranjak dari tempat duduknya lalu pergi ke kamarnya.Di saat yang bersamaan,Hanna keluar dari kamarnya dengan pakaian yang bagus,Putra pura-pura tidak melihatnya,rasanya dia tidak percaya wanita secantik Hanna bisa berubah jadi rubah betina yang jahat.
"Menyesal aku pernah jatuh hati kepadanya,aku mengira dia wanita biasa ternyata dia hannya wanita yang licik dan jahat." Ucapnya dalam hati saat Hanna menghilang dari pandangannya.
"Ini kunci mobil,kamu tau kan ini mobil yang mana_
"Aku tau nyonya,aku juga tidak butuh mobil mewah,aku hannya butuh mobil sederhana yang bisa kupakai untuk mencari sesuatu." Ucapnya lalu dia pamit dan pergi meninggalkan Tasya yang masih bingung dengan semua ucapannya.
Putra dengan hati-hati membawa mobil yang baru saja dipinjamnya,dari dalam mobil dia melihat Hanna berjalan sampai ke luar komplek dia yakin kalau Hanna sengaja jalan kaki sampai keluar komplek.
Saat melihat Hanna memasuki sebuah angkutan umum,putra segera mengikuti mobil itu,putra sungguh kagum dengan kehebatan Hanna untuk mengelabui orang-orang agar tidak ada yang curiga dengan apa yang dia lakukan.
Setelah perjalanan kurang lebih satu jam,putra menghentikan mobilnya saat Hanna juga keluar dari dalam angkutan,dia sedikit takut saat Hanna menoleh ke arahnya,untung saja dia dengan cepat menunduk hingga wanita itu tidak curiga sama sekali.
πΊπΊπΊ bersambung πΊπΊπΊ
__ADS_1