
Handoko yang sedang duduk di ruang tunggu rumah sakit hannya bisa menghela napas berat,dia tidak menyangka kalau wanita yang sangat dia cintai ternyata diam-diam sudah mengkhianati cintanya yang begitu dalam.Bahkan anak kandungnya juga tega menyakiti perasaanya yang paling dalam andai kata dia tidak membalas cinta wanita itu mungkin Hanna tidak akan mengkhianati perasaanya.
"Papa...Kenapa melamun disini aku kira papa sudah pulang dari tadi,aku minta maaf ya papah,karena kesibukan ku aku tidak peduli dengan papa." Ucap Tasya dengan nada lirih.
Handoko hannya tersenyum kecil,sebenarnya dia malas untuk pulang terlebih dahulu ke rumah Andre dia takut melihat sesuatu yang bisa membuatnya semakin marah dah kecewa.Beberapa bulan ini Handoko sudah berjuang keras untuk melupakan Hanna yang sudah menyia-nyiakan dirinya.
"Kasihan sekali Tasya padahal dia wanita yang sangat baik tapi suaminya telah menipunya,aku yakin Andre menikahi wanita ini hannya untuk menutupi kebusukannya dari ku." Ucapnya dalam hati.
"Papa bagaimana kalau aku mengantar papa pulang,biar ibuku saja yang menemani papaku disini,mungkin papa sudah capek karena perjalanan panjang." Ucap Tasya perhatian.
"Terserah kamu saja." Ucapnya.Akhirnya mereka meninggalkan rumah sakit setelah ibunya datang karena sebelumnya memang Tasya sudah menghubungi ibunya untuk datang mengantikan dirinya di rumah sakit.
Sepanjang jalan mereka berdua tidak bicara sama sekali mereka larut dalam pikiran masing-masing Tasya sedikit enggan untuk membuka obrolan dengan pria yang duduk di sampingnya.
Handoko membawa mobilnya masuk ke restoran yang cukup mewah membuat Tasya sedikit kaget.
"Ngapain kita kesini pa..Bukannya papa ingin cepat-cepat pulang ke rumah untuk bertemu mama?" Tanya Tasya polos.
Handoko tertawa lepas saat Tasya memanggil istri keduanya itu dengan sebutan mama,dia tidak menyangka Tasya begitu percaya kepada mereka berdua.
"Aku lapar dari pada nanti kamu sibuk lagi di rumah memasak lebih baik kita makan disini saja.Apa di rumah mu Andre menyiapkan pelayan untuk membantu mu?" Tanya Handoko mencari tau saat mereka memasuki restoran.
__ADS_1
"Tidak papa,selama ini aku bekerja sendiri di rumah tapi semenjak mama datang satu Minggu yang lalu mama sering membantuku untuk masak di pagi hari dan dia juga begitu baik untuk melayani mas Andre." Jawab Tasya dengan polosnya.
Handoko menarik kursi lalu duduk dengan tenang,hatinya yang sudah mati tidak mau peduli lagi dengan apa pun tentang Hanna dan untuk saat ini Handoko ingin pura-pura tidak tau dengan apa yang di lakukan istri dan anaknya itu di belakangnya.
"Tasya apa Andre pernah cerita kalau Hanna itu hannya istri kedua ku,istri pertama ku sudah lama mendiang apa dia pernah menceritakan itu?"
Saat itu Tasya sangat kaget mendengar cerita mertua,kali ini dia benar-benar kaget ternyata dugaannya selama ini benar kalau wanita itu bukan lah ibu kandung suaminya.
"Ti_tdak sama sekali papa,bahkan aku pernah tanya karena aku tidak percaya kepada mas Andre tapi saat itu mas Andre malah memarahiku." Ucapnya dengan wajah yang masih begitu kaget.
"Sudahlah cepat atau lambat kamu akan tau apa yang terjadi dengan mereka kamu harus persiapkan mental dan hatimu.Satu lagi jangan terlalu berharap kepada suami mu itu dia pria yang sangat licik." Ucapnya menasehati Tasya dan saat itu pelayan datang membawa berbagai macam makanan.
Sudah beberapa hari ini selera makan Tasya tidak baik karena dia terlalu memikirkan masalah rumah tangganya apalagi suaminya yang terang-terangan menolak untuk membantunya dan sekarang saat dia mendengar semua ucapan mertuanya selera makannya semakin hilang.
"Sudah makan makanan mu kamu butuh tenaga untuk melihat kenyataan kamu akan tau pria seperti apa yang sudah menikahi mu dan kenapa selama ini dia pura-pura mencintai kamu."Ucap mertuanya kembali membuat Tasya semakin sakit hati.
Tasya memasukkan makanan yang ada di hadapannya ke dalam mulutnya walaupun beberapa Minggu ini dia sudah curiga tapi dia belum mempersiapkan hatinya hingga saat dia mendengar ucapan mertuanya dia sangat kaget dan sakit hati.
Tasya mengakhiri menyudahi makanya setelah dia memasukkan beberapa sendok ke mulutnya dia hampir saja memuntahkan semua isi perutnya tapi dia merasa tidak enak sama sekali.
"Apa Andre pernah bilang sama kamu kalau dia belum siap punya anak makannya sampai saat ini kamu belum hamil?" Tanya mertuanya mengagetkan Tasya.
__ADS_1
Tasya hannya bisa mengangguk karena memang kenyataanya awal mereka menikah Andre pernah bilang kalau dia belum siap punya anak dan selama ini Andre selalu memakai pengaman saat mereka melakukan hubungan suami istri.
Tasya pernah merasa curiga kepada suaminya saat dia menolak untuk punya anak ternyata alasannya karena dia bukan lah wanita yang dia inginkan untuk melanjutkan hidupnya dan dia hanya alat bagi suaminya.
Tasya tanpa sadar meneteskan air mata,dia tidak menyangka kalau suami yang begitu dia cintai ternyata seorang penipu yang sangat hebat bahkan orang tuanya sendiri dia tega mempermainkan di belakang.
"Kita pulang sekarang,kamu akan melihat sandiwara apa yang akan di mainkan kedua manusia laknat itu."Ucap mertuanya lalu beranjak dari tempat duduknya dan Tasya pun mengikutinya.
Mereka sampai di rumah suaminya saat hari sudah mulai sore saat itu Andre sedang menonton di ruang tamu,dia terlihat sangat kaget saat melihat papa dan istrinya pulang bersama wajah Andre berubah pucat saat itu.
Andre menyalami tangan papanya,walaupun Handoko menyimpan amarah yang sangat tajam dia tidak mau menunjukkan amarahnya saat ini karena dia ingin melihat wajah asli wanita itu.
Hanna yang baru keluar dari kamar juga tidak kalah kaget melihat suaminya yang sudah duduk di ruang tamu,dia yang memakai pakaian yang sangat minim langsung berlari masuk ke dalam kamar dan mengganti pakainya segera.
"Untuk apa pria impoten itu datang kemari,sialan dia selalu menganggu kesenangan ku bisa-bisanya dia datang saat ini." Ucapnya sambil memakai baju yang sopan.
"Papa.....Kamu datang pa...Aku kangen banget..Untuk apa papa datang menjemput ku padahal dua hari lagi aku sudah kembali karena aku sudah merindukan kamu." Hanna berlari kecil menghampiri suaminya lalu memeluk suaminya yang sedang duduk di sopa.
Handoko mendorong tubuh Hanna dengan lembut,dia sengaja melakukan itu agar Hanna tidak curiga kepadanya.
"Aku kesini bukan untuk menjemputmu tapi aku sengaja datang untuk liburan." Ucapnya dengan senyum yang di paksakan.
__ADS_1
๐บ๐บ๐บbersambung ๐บ๐บ๐บ