Nafkah Batin Sang Ibu Mertua

Nafkah Batin Sang Ibu Mertua
Bab 54 ~ Belum bisa terima ~


__ADS_3

Tasya berjalan menuju belakang rumah,sudah tinggal disana hampir dua Minggu tapi dia belum pernah sekali pun keliling rumah.Saat hendak keluar dari dalam rumah tiba-tiba putra security baru mengikutinya ke belakang membuatnya semakin tidak nyaman.


"Apa kalian berdua harus ikut bersama ku? apa kalian tidak punya kerjaan lain?"


"Nyonya kami dibayar untuk menjaga nyonya tentu saja kami akan terus menjaga nyonya_


"Oke...Oke kalian menjaga ku,aku benar-benar tidak nyaman kalau begini terus,kamu bisa memantau kami dari dalam rumah ini saja aku tidak ingin kamu mengikuti ku sampai ke belakang ini." Ucap Tasya.Putra dengan berat hati menuruti keinginan Tasya dia sedikit tidak enak melihat majikannya mulai memasang wajah menakutkan.


Akhirhya Tasya hannya di temani Marni ke belakang rumah di sana ada kolam yang sudah tidak di pakai lagi airnya kotor dan sampah sangat banyak mungkin karena suaminya sudah lama tidak pulang.


"Bi,apa kolam ini sudah rusak dari dulu? untuk apa pakai kolam renang kalau tidak di pakai seperti ini sayang sekali." Tanya Tasya kepada Marni orang yang lebih lama tinggal disana.


" Dulu kolam ini berfungsi dengan baik nyonya sebelum tuan Handoko pergi ke Jakarta dan akhirnya nyonya Hanna dan tuan Andre kembali,dulu semuanya baik-baik tapi sejak tuan Andre kembali semuanya berubah." Jawab Marni menjelaskan.Setelah puas memandangi kolam yang sudah tidak berfungsi mereka pergi lagi ke arah belakang ternyata belakang rumah sangat lah luas bahkan sanggup untuk membangun rumah yang besar lagi.


"Sayang sekali tempat ini tidak digunakan,bisa-bisa tempat ini menjadi sarang ular' aku akan ubah tempat ini menjadi kebun itu jauh lebih baik." Ucapnya.Tasya mulai duduk di area rerumputan itu lalu dia mulai mencabuti rumput dan mengumpulkan semua sampah.


Saat dia sedang sibuk bersama Marni tiba-tiba Hanna menghampiri mereka,wanita itu berdiri dengan wajah angkuhnya di depan Tasya yang sedang sibuk.

__ADS_1


"Hmm sepertinya ada orang yang sedang terbuai atas kebahagiannya saat ini,sampai-sampai dia selalu cari perhatian bahkan melakukan hal kotor demi sebuah pujian dari pria tua yang mungkin tidak akan lama lagi mati."Sindir Hanna yang sudah berdiri di depan mereka.


Tasya tidak mau ambil pusing dengan semua kata-kata yang di Lontarkan Hanna, dia bisa memaklumi Hanna saat ini mungkin karena dia yang dulu begitu berkuasa sementara sekarang dia tidak lebih dari seorang pelayan.


" Sampai kapan kamu akan bertahan disini,tidak kah kamu ada niat untuk kembali rujuk kepada Andre,kamu tau dia masih sangat mencintai mu,bahkan dia tidak akan berhenti menganggu mu kalau kamu tidak rujuk dengannya." Marni sangat kaget saat mendengar ucapan Hanna,sekarang dia baru sadar kalau ternyata Andre adalah mantan suami istri.


Tasya kesal mendengar kata-kata Hanna,dia sudah menyimpan semua rahasia ini agar tidak ada yang tau baik itu asisten rumah tangga atau siapa pun itu tapi Hanna dengan sengaja membongkar semuanya.


"Apa....Rujuk,hubungan macam apa ini,bagaimana bisa seorang menantu berubah menjadi istri,cerita macam apa ini?" Ucap Marni dalam hati merasa bingung dengan hubungan rumit kedua majikannya.


"Kamu bisa tidak menutup mulut busuk mu itu,kenapa sekarang kamu menyesalinya_


"Apa wanita murahan,mungkin benar apa yang kamu katakan aku ini hannya wanita murahan,tapi semua itu tidak akan terjadi seandainya kamu dan kekasih mu itu tidak mengkhianati kami,bahkan kalian berdua ingin membunuh kami,sudah syukur Handoko tidak memasukkan mu ke penjara, jadi tolong tau diri sedikit." Wajah Hanna memerah saat mendengar kata-kata Tasya dia yang berniat mempermalukan Tasya di depan asisten rumah tangga ternayata dia sendiri yang malu dan tidak berani berkutik.


"Jangan mengalihkan pembicaraan,kenapa kamu malah menuduhku yang tidak-tidak,harusnya kamu sadar kalau apa yang kamu lakukan itu adalah kesalahan besar,atau jangan-jangan orang tua mu tidak mengajari agama untukmu." Ucap Hanna berusaha untuk mengelak agar Marni lebih percaya ucapannya.


"Jangan bawa-bawa orang tua,dan jangan merasa sok suci dari pada kamu membuatku benar-benar marah lebih baik kamu pergi dari sini atau aku suruh pria itu menyeret mu dari tempat ini!! Pergi...." Hanna tetap berusaha mempermalukan Tasya di depan Marni berharap Marni menceritakan keburukan majikan barunya kepada semua orang di rumah itu.

__ADS_1


"Beberapa bulan yang lalu kamu itu tidak lebih dari seorang wanita lemah yang di buang oleh suami mu,dan aku tau kamu dendam kepada ku karena suami mu lebih tergoda denganku dan akhirnya kamu menggoda suamiku,kamu hannya wanita munafik yang pura-pura baik di hadapan semua orang padahal hatimu begitu busuk...."


" Penjaga...Bawa wanita ini pergi dari hadapan ku_ Aku tidak ingin melihatnya disini!!" Tasya menjerit keras hingga putra kaget lalu dia segera datang menghampiri Tasya.


"Jangan sombong kamu wanita murahan,aku juga dulu hidup bahagia dengan Handoko,semua berubah saat kamu menggoda suamiku,ingat aku tidak terima kamu mempermalukan aku."


"Ayo...Jangan membuat keributan di tempat ini,dasar wanita gila sudah tau suaminya punya istri baru bukannya pergi malah bertahan disini jadi wajar saja kamu sakit." Ucap pria itu lalu menarik tangan Hanna dengan kasar dan membawanya masuk ke dalam rumah.


"Tau apa kamu anjing penjaga,aku hannya mau bilang kamu tidak usah percaya kepada wanita bermuka dua itu dia hannya wanita munafik yang pintar menutupi kebusukan hatinya." Ucap Hanna.Dia terhempas ke lantai saat putra mendorongnya dengan kasar dan di saat bersamaan Andre keluar dari kamarnya.


"Apa yang terjadi,kenapa kalian berisik di rumah ini,kamu juga jangan sok berkuasa!!"


"Aku tidak sok berkuasa wanita ini membuat keributan di belakang dan kebetulan nyonya Tasya ada disana,sepertinya dia berkelahi dengan nyonya Tasya.."


"Plak....Seharusnya kamu tau diri di rumah ini,memangnya kamu siapa berani cari masalah dengan Tasya,jika kamu tidak suka silahkan kamu pergi dari rumah ini."


Hanna segera beranjak dia sudah tidak tahan dengan sikap Andre yang selalu menghina dan merendahkannya bahkan dia begitu ringan tangan untuk memukulnya.

__ADS_1


"Bug.....Dasar pria sampah kamu pikir kamu siapa hingga kamu selalu menyakiti aku,dasar lelaki tidak berguna." Maki Hanna yang sudah tidak tahan lagi dia memukul perut Andre hingga pria itu terdorong beberapa langkah ke belakang dan mengerang kesakitan.


🌺🌺🌺 Bersambung 🌺🌺🌺


__ADS_2