
Andre mengabaikan kata-kata Tasya dia keluar dari dalam kamar lalu menemui Hanna yang sedang santai menonton di ruang tamu sambil menunggu Handoko.Andre yang sedang frustasi duduk di atas sopa sambil menghela napas berat.
"Sepertinya rencana kita tidak akan berjalan lancar sekarang Tasya sudah berani meminta cerai kepadaku." Ucap Andre dengan pandangan lurus ke depan televisi.
" Aku malah senang kalau kamu dan dia cerai secepat mungkin aku juga malas melihatnya di rumah ini memangnya apa yang kamu pertahankan dari wanita seperti dia bukan kah tugasnya sebagai pesuruh mu sudah selesai cepat ceraikan dia." Hanna sangat senang jika Andre dan Tasya segera cerai.
"Tapi Hanna memangnya kamu mau bekerja di rumah ini sendirian selama ini dialah yang sudah membersihkan rumah memasak dan banyak lagi pekerjaan rumah apa kamu sudah siap melakukan semua itu?"
"Itu bukan alasan mas untuk tidak cerai darinya kamu bisa mencari pembantu untuk mengurus semua pekerjaan rumah." Ucap Hanna membuat Andre tidak berkutik.
Tanpa mereka tau Tasya mendengar semua apa yang mereka katakan tidak terasa air matanya membasahi wajahnya.Tidak ada yang bisa di harapkan dari rumah tangganya itu dia dia tidak pernah menyangka kalau rumah tangganya itu akan berakhir seperti itu.
Tasya masuk ke dalam kamarnya disana dia menumpahkan tangisnya dia kehilangan suami yang begitu dia cintai.
"Kalau wanita itu sudah keluar dari rumah ini kita bisa pokus mengakhiri hidup Handoko apa kamu mau menunggunya lebih lama lagi aku sudah muak mas muak."Ucap Hanna kembali dia menoleh ke arah Andre yang masih diam.
Dalam hatinya Andre belum siap kehilangan Tasya bukan karena Tasya yang rela jadi pembantunya tapi dia tidak tau alasan apa yang membuatnya ingin bertahan terhadap Tasya.
Handoko masuk ke dalam rumah,keduanya sangat kaget melihat Handoko masuk Hanna berusaha mendekati suaminya kembali tapi Handoko lagi-lagi menolaknya secara halus.
"Tasya....Tasya...."Handoko memanggil menantunya Andre yang melihat sikap papanya terhadap Tasya hannya bisa diam saja dia tidak mau berbicara di depan papanya.
__ADS_1
"Ada apa pa?"
"Papa mau makan di luar kamu mau menemani aku?" Tanya Handoko di luar sudah mulai gelap dia sedikit malas kalau di rumah terus apalagi melihat Hanna yang selalu mencoba untuk mencari perhatian kepadanya.
"Hmm ya pa,aku ikut.Aku ke kamar dulu pak ganti pakaian." Jawab Tasya lalu dia masuk ke dalam kamar dan mulai masuk ke kamar mandi.
Hanna sedikit kesal karena suaminya tidak mengajaknya bahkan suaminya terlihat menghindarinya seharusnya dia senang melihat Handoko menjauhinya tapi entah kenapa dia tidak suka saat Handoko lebih peduli kepada Tasya.
"Papa...Kenapa papa lebih peduli dia dari pada aku untuk apa papa pergi berduaan bersamanya sementara aku disini?"Tanya Hanna dengan wajah yang sudah memerah menahan amarahnya.
Handoko tersenyum mendengar ucapan Hanna,sepertinya Hanna tidak senang saat dia ingin pergi bersama Tasya dilihat dari wajahnya dia sangat marah dan kesal.
"Aku tidak bisa terima sikap istrimu yang murahan ini ya...Apa mereka sekarang punya hubungan hingga mereka selalu berdua?"
"Untuk apa kamu marah,bukan kah kamu menginginkan semua ini,bukan kah kamu sudah tidak mencintai suami mu? kenapa kamu harus begitu marah?" Jawab Andre jauh di lubuk hatinya dia juga sangat kesal melihat kepergian Tasya bersama papanya.
Sudah lama memang dia mengabaikan Tasya sejak kehadiran kekasihnya di kota ini ternyata melihat Tasya bersama pria lain sekali pun itu papanya dia ada perasaan cemburu.Malam ini kedua pasangan selingkuh ini sangat marah tidak bisa terima sikap Handoko dan Tasya yang mereka anggap berlebihan.
Sementara itu Tasya dan Handoko hannya bisa diam di dalam mobil Handoko tidak tau harus bicara apa tadi dia mengajak Tasya karena dia tidak mau Hanna lagi-lagi menawarkan racun kepadanya.
"Pa...Mungkin tidak lama lagi aku harus keluar dari rumah aku sudah meminta cerai kepada mas Andre aku sudah tidak ada harapan lagi bisa bersama mas Andre karena mereka sudah semakin berani menunjukkan perselingkuhan mereka di hadapan ku,entah itu sengaja atau tidak mereka sangat berlebihan menurutku." Hanna memulai obrolan di dalam mobil.
__ADS_1
Handoko menepikan mobilnya di pinggir jalan lalu menoleh ke arah Tasya dengan tatapan yang tidak bisa di artikan.Beberapa hari bersama Handoko merasa Tasya adalah wanita yang sangat baik sangat di sayangkan kenapa Andre mau menyakiti Tasya seperti itu.
"Terus kamu mau kemana dan apa jawaban Andre saat kamu meminta cerai darinya apa dia langsung setuju?"
"Tidak pa...Dia malah menolak tapi aku tidak mau lagi bersama aku harus mencari masa depan ku,tidak mungkin aku mempertahankan pria yang memang sama sekali tidak punya rasa terhadap aku." Jawab Tasya dengan wajah datar dan tatapan lurus ke depan.
Entah apa yang dipikirkan Handoko yang jelas dia menghela napas berat beberapa kali ada rasa tidak ikhlas dalam hatinya kehilangan Tasya karena dia sempat berpikir untuk mewariskan seluruh hartanya kepada Tasya.
"Tasya mari kita menikah mau kah kamu menikah dengan ku? "Ucapan Handoko membuat Tasya benar-benar kaget dia tidak pernah menyangka mertuanya itu memiliki pikiran kotor terhadapnya.
"Tasya...Aku minta maaf kalau kata-kata ku ini mengagetkan kamu..Aku tau kamu pasti sangat kaget aku melakukan ini karena aku punya tujuan yang sangat penting di hari tua ku ini aku ingin kamu yang mewarisi semua harta ku,aku tidak rela kalau hartaku jatuh ke tangan Hanna dan juga Andre mereka dengan sengaja ingin membunuhku tidak mungkin aku mau mewariskan hartaku kepadanya."
"Aku akan pikiran pak aku tidak tau harus bagaimana saat ini,rasanya cukup aneh seorang menantu bisa berubah jadi istri."Jawab Tasya dia membuang wajahnya keluar karena dia salah tingkah saat Handoko terus menatapnya.
Handoko kembali menyetir mobilnya dan membawa Tasya ke restoran yang sudah tidak jauh dari mereka dia cukup puas saat semua beban pikirannya selama ini dia ungkapkan kepada Tasya.
Mereka berdua menikmati makanan yang sudah mereka pesan Tasya sama sekali tidak selera dengan makanannya bukan karena tidak enak tapi karena dia masih kepikiran dengan semua ucapan mertuanya.
"Tasya ..Kamu pikiran baik-baik ucapan papa ya...Aku akan membahagiakan kamu di hari tua ku ini,kamu harus memaksa Andre menceraikan kamu setelah itu kita pergi meninggalkan mereka dan kita bisa hidup bahagia." Ucap Handoko penuh harap.
๐บ๐บ๐บbersambung ๐บ๐บ๐บ
__ADS_1