Nafkah Batin Sang Ibu Mertua

Nafkah Batin Sang Ibu Mertua
Bab 38 ~ Menerima kenyataan ~


__ADS_3

Beberapa bulan menjalankan beberapa usaha orang tuanya Andre banyak mengalami kesulitan,beberapa toko tidak bisa berjalan dengan lancar apalagi Andre selalu memakai modal tanpa perhitungan membuat usahanya semakin tidak berkembang.


Keributan demi keributan terus terjadi antara Hanna dan Andre,Hanna terus menuntut Andre untuk memberikan sedikit uang kepadanya sementara Andre sangat frustasi melihat toko yang sudah hampir tutup beberapa ruko.


"Ini semua gara-gara kamu yang tidak punya otak!! coba kamu bisa mengendalikan keuangan semuanya tidak akan seperti ini,lihat saja pekerjaan mu setiap hari hannya foya-foya dengan banyak wanita dan kamu memakai uang dari toko.." Ucap Hanna dengan nada sinis.


Keduanya saling mengalahkan atas kejadian saat ini,Hanna hannya bisa menghela napas berat,penyesalannya semakin dalam dia tidak mendapat apa pun bahkan hidupnya semakin berantakan padahal dia sudah menghilangkan dua nyawa untuk mendapat semua ini tapi kenyataanya Andre malah menikmati semuanya dengan sangat bahagia bersama wanita lain.


" Kamu tidak usah banyak bacot,kamu tidak ada hak untuk marah kepada ku,semua ini milik orang tuaku,itu artinya mau aku habiskan itu hak ku." Ucapnya dengan nada sombong lalu pergi begitu saja ke dalam kamarnya.


Itulah yang terjadi di antara mereka setiap harinya,tidak pernah sehari pun mereka tidak berantem membuat Hanna sudah semakin muak.


Saat matanya hampir terlelap pintu rumah mereka di gedor beberapa orang dari luar,Hanna segera beranjak dari tempat duduknya lalu mengintip dari balik jendela ternayata itu semua kariawan penjaga toko entah apa yang mereka lakukan datang ke rumah ini


Karena Hanna sudah mengenali mereka,Hanna langsung membuka pintu,Andre yang tadinya ingin melarang hanna membuka pintu bersembunyi terpaksa mengurungkan niatnya karena semua kariawan sudah melihatnya saat berdiri tidak jauh dari pintu.


" Apa yang kalian lakukan di rumah ini,bukan kah seharusnya kalian menjaga toko,ini kan masih jam kerja?" Tanya Hanna dengan wajah tenang.


Dia tidak punya urusan apa pun dengan mereka jadi dia tidak perlu menjaga apa pun.Sementara Andre sendiri wajahnya sudah pucat karena memikirkan mungkin hari ini seluruh toko milik papanya harus tutup karena sudah kehabisan modal dan bahkan gaji karyawan sudah tidak di bayar selama dua belakangan ini.


"Kami datang kesini mau menemui pak Andre,dia belum membayar gaji kami sejak dua bulan yang lalu."Ucap salah satu dari mereka.

__ADS_1


"Itu orangnya kalian bisa menemuinya." Ucap Hanna lalu dia masuk ke dalam rumah dan tidak mau peduli dengan apa pun urusan mereka.Andre keluar dari rumah lalu menemui mereka ke teras sementara Hanna sama sekali tidak mau ambil pusing dengan masalah mereka karena masalahnya juga sedang banyak.


Beruntung sekali beberapa bulan ini orang tuanya tidak pernah menganggunya lagi untuk meminta uang kepadanya.


Tidak perlu waktu yang lama Andre kembali masuk ke dalam rumah dan para pekerja toko itu sudah meninggalkan rumah,Andre pergi ke kamarnya tanpa memperdulikan Hanna.


Hanna mengikuti Andre masuk ke dalam kamar,dia ingin tau apa yang dia katakan kepada para pegawai itu hingga dia pulang tanpa ada keributan padahal melihat emosi mereka tadi Hanna sudah yakin kalau mereka akan membuat keributan di rumah itu.


"Andre apa yang kamu katakan kepada mereka,kenapa mereka meninggalkan rumah dengan tenang?"


"Tentu saja karena aku orang pintar,aku akan menjual salah satu toko besok dan aku akan membayar semua gaji mereka gampang kan!!"


"Andre...Itu bukan milikmu,aku juga berhak atas harta mas Handoko, dia suamiku_


Andre pergi meninggalkan Hanna karena besok dia juga pagi-pagi harus pergi ke toko untuk menawarkan tokonya kepada orang yang mau membelinya,dan menurutnya akan banyak yang mau membeli toko itu karena berada di pusat kota.


Sementara itu,Tasya dan Handoko semakin dekat dan hubungan mereka juga semakin membaik,Handoko sangat menghormati Tasya dia memang tampak laki-laki baik, dia tidak pernah sekali pun mau menganggu Tasya,dia selalu menghormati Tasya sekali pun mereka tinggal di rumah yang sama.


Pagi ini saat Tasya sedang menyiapkan sarapan,Handoko keluar dari dalam kamar dia sudah rapi dan wangi sepertinya dia sudah mandi.


"Papa mau kemana sudah mandi?" Tanya Tasya saat Handoko sudah duduk di kursi makan yang tidak jauh darinya.

__ADS_1


" Tasya pagi ini kita berangkat ke Surabaya,ada kabar kalau semua toko milik papa sudah bangkrut dan kariawan sudah tidak menerima gaji."Ucap Handoko.


"Tapi pa...Aku takut." Jawab Tasya ragu-ragu.


" Apa yang perlu kamu takutkan serahkan semuanya sama papa,aku akan memberi pelajaran untuk mereka,sudah waktunya kita memberi mereka hukuman,Andre tidak bisa mengembangkan usaha papa, malah dia ingin menghancurkan semuanya." Ucap Handoko dengan wajah emosi.


Usaha peninggalan orang tuanya yang dia kembangkan dengan susah payah,malah hancur di tangan anaknya yang rakus.


Sebenarnya,Handoko tidak bisa menyalahkan Andre,dia juga sebagai pria merasa terlalu bodoh mempertahankan,wanita seperti Hanna pada kenyataanya keduanya malah menghianatinya.Andai saja dari awal Andre melepaskan Hanna mungkin saja Andre tidak akan melakukan hal bodoh seperti itu.Handoko hanya bisa Menyesali kebodohannya selama ini,mempertahankan wanita yang memang hannya ingin memanfaatkan dirinya.


"Sudah mas aku sudah siap." Ucap Tasya yang baru saja keluar dari dalam kamar dengan membawa koper kecil,hari ini dia sangat cantik bahkan kecantikannya tidak sebanding dengan Hanna.


"Kamu cantik sekali hari ini,aku jadi malu jalan sama kamu." Ucap Handoko dengan senyum yang mengambang di wajahnya.


"Untuk apa malu pa..Mungkin kita sudah jodoh." Tambah Tasya membuat Handoko semakin bahagia.


" Terima kasih sudah mau menerima ku dengan tulus aku sangat bangga memiliki mu,kelak masalah ini selesai aku akan melamar mu secara resmi kepada orang tuamu,tidak peduli mereka terima atau tidak."Ucapnya.


"Ya sudah pa..Kita berangkat sekarang,takut kesiangan." Tasya mengingatkan Handoko lalu mereka pergi hari ini juga menuju Surabaya.


Seorang kariawan Handoko menghubunginya tadi malam dan memberi tahu semua keadaan toko yang sudah mulai bangkrut bahkan barang yang mau dijual sudah tidak ada dan Handoko puas mendengar itu,setidaknya anaknya tidak mampu melakukan apa pun dan bahkan dia tidak mau memaafkan anak itu lagi.

__ADS_1


๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบbersambung ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ


__ADS_2