
Semakin Handoko memikirkan niatnya semakin dia ragu masuk ke dalam rumah sakit dia benar-benar belum siap menerima jika dokter berbicara yang tidak sesuai pikirannya dia takut dia semakin membenci Tasya padahal hatinya terlanjur mencintai wanita itu.
Pada akhirnya dia memutuskan untuk kembali pulang karena takut dengan jawaban yang mungkin semakin melukai hatinya.
"Mungkin benar apa yang di katakan Hanna,aku bukan pria subur perniakahn ku yang usianya panjang bersama Miranda hannya memberikan satu anak yang aku juga tidak percaya sepenuhnya kalau dia anakku dan Menikah dengan Hanna juga aku sama sekali tidak punya anak terus kenapa Tasya bisa hamil setelah kami menikah hannya masih hitungan bulan?" Pertanyaan demi pertanyaan hadir di pikirannya membuatnya semakin pusing dan akhirnya dia memilih pulang.
Sesampainya di depan rumahnya,dia melihat Hanna membuka pintu untuknya dengan wajah yang gembira hal itu membuat Handoko semakin kesal karena menurutnya Hanna selalu hadir untuk mempengaruhi pikirannya.
"Apa yang kamu lakukan disini bukan kah seharusnya kamu bekerja?" Tanya Handoko sambil pergi melewati Hanna tapi Hanna langsung menahan tangan Handoko.
"Mas,kamu jangan bersikap cuek sama aku,kamu tau apa yang aku lihat tadi pagi? aku melihat Tasya dan Andre makan bersama di meja makan kalau tidak percaya tanya saja sama pelayan,mereka juga tampak bingung dengan Tasya yang terlihat baik ternyata penipu,dia telah menipu mu." Kaki Handoko gemetaran saat mendengar kata-kata Hanna dia marah kesal dan emosi tapi dia terlihat pura-pura baik,bahkan ekspresi wajahnya terlihat tenang.
Handoko membalikkan badannya lalu menatap Hanna dengan tatapan yang sulit di artikan membuat Hanna salah tingkah.
" Kamu tidak perlu bersusah payah untuk menghasut ku,jika memang Tasya bermain serong di belakang ku suatu saat pasti semua akan terbongkar,jadi berhenti menganggu hidup ku." Ucap Handoko lalu menepis tangan Hanna yang masih memegangi tangannya.
Wajah Hanna memerah saat Handoko pergi begitu saja meninggalkan dirinya bahkan dia terlihat tidak percaya dengan apa yang dia ucapkan dia tau mantan suaminya itu memang pria yang sulit percaya apa kata orang dia lebih percaya apa yang dia lihat sendiri.
__ADS_1
"Sulit sekali menghasut semua orang di rumah ini,baiklah demi masa depan ku yang gemilang aku memilih sabar saja."Ucapnya dalam hati lalu dia memilih pergi ke kamar Andre.
Hanna mengetuk pintu kamar Andre perlahan,dari dalam terdengar suara serak dari pria itu entah apa yang dia lakukan selalu di dalam kamar.
"Apa kamu ingin minum sesuatu?" Tanya Hanna saat dia sudah membuka pintu kamar milik Andre.
" Buatkan aku kopi,kamu memang babu yang sangat baik,aku bahkan tidak menyangka kamu menjadi babu di rumah orang tua ku hahahah...." Ucapan Andre benar-benar melukai perasaan Hanna tapi dia mengabaiakan kata-kata Andre laku dia pergi ke dapur.
"Hina lah aku sesuka hati mu brengsek sebelum ajal menjemput mu tenang saja di dunia ini tidak ada yang gratis perlahan aku membantu mu untuk mendekatkan dirimu kepada sang pencipta." Ucapnya dalam hati sambil tersenyum jahat.Hanna mencampurkan sedikit sianida ke kopi yang dia buat untuk Andre dia sengaja hannya membuatnya sedikit karena dia tidak ingin Andre mati tiba-tiba.
"Ini kopi yang kamu inginkan aku buat sesuai selera mu." Ucap Hanna lalu meletakan segelas kopi di meja yang ada di hadapan Andre.Hanna segera meninggalkan Andre sedikit pun pria itu tidak mengucapkan terima kasih kepadanya membuat Hanna semakin tidak menyukainya.
Setelah keluar dari kamar Hanna,dia melihat Handoko duduk di ruang tamu sendirian sambil menonton lama sekali dia berdiri sambil memandangi pria itu,ada rasa rindu di hatinya dia mencoba mengingat dulu kenangan manis mereka berdua dia telah bersandar manja di pundak pria itu sambil menonton film romantis.Dia tersentak saat mendengar batuk Handoko, rasanya cinta itu akhirhya datang setelah suaminya itu mulai menjauh dan telah membawa wanita lain.
"Aku memang bodoh,kalau saja aku tidak tergoda aku tidak akan serendah itu di mata para pelayan dan juga Andre,tapi aku begitu bodoh,tapi aku tidak akan membiarkan suasana ini semakin lama,aku akan mengejar cinta lama ku,aku akan merubah semuanya dan aku harus merebut mas Handoko dari tangan Tasya." Ucapnya dalam hati penuh semangat.
Di saat yang bersamaan bel pintu berbunyi Hanna menoleh ke sekelilingnya saat dia tidak melihat ada pelayan lain disana akhirnya dia pergi sendiri ke pintu.
__ADS_1
Saat membuka pintu rumah,Hanna sangat kaget saat melihat papa dan juga adik laki-lakinya sudah berdiri di depan pintu dengan tatapan sinis ke arahnya.
"Papa,Tomi apa yang kalian lakukan disini kenapa kalian datang? Cecar nya dengan beberapa pertanyaan,tidak ingin papanya masuk ke dalam rumah Hanan menarik tangan papanya menjauh dari depan pintu.
"Kenapa kamu membawa ku kesini,aku mau bertemu dengan suami mu,dasar pria kurang ajar kenapa kalian tidak pernah mengunjungi kami ke rumah kamu tau mama kamu sedang sakit keras." Ucap papanya lalu menepis tangan Hanna yang memeganginya.
"Papa,untuk apa lagi kamu menemui mas Handoko,bukan kah kalian sudah menerima uang darinya dulu...Tolonglah pa,jangan membuat ku sulit_"
"Diam kamu,untuk apa papa menikahkan kamu kepada pria tua kalau tidak bisa di manfaatkan pokoknya aku harus menemuinya dan meminta uang lima ratus juta kami butuh uang ibu mu sakit dia butuh uang untuk operasi_"
"Papa...Sadarlah kalian jangan terlalu serakah,bukan kah dulu kalian sudah meminta mahar yang sangat tinggi.. Jadi lebih baik kalian pulang_
"Plak...Dasar anak tidak punya etika berani sekali kamu mengusir papa dan adikmu,kamu hidup enak di rumah mewah ini sementara orang tua mu menderita.."
Tidak ingin lagi berdebat di depan pintu Hanna memilih pergi dari tempat itu dia tidak mau penghuni rumah heboh karena keluarganya apalagi Andre yang selalu merendahkan dirinya.
"Dasar anak durhaka kenapa dia malah pergi,ayo kita ikuti dia,jangan sampai kita tidak mendapat uang lima ratus juta,untuk apa punya anak perempuan kalau tidak bisa di manfaatkan."Ucap pria itu dengan nada sinis lalu mengikuti Hanna yang terus berjalan menuju taman yang tidak terlalu jauh dari rumah mantan suaminya.
__ADS_1
πΊπΊπΊ bersambung πΊπΊπΊ