
Handoko dengan terpaksa membawa Tasya kembali ke rumah putranya karena Tasya tampak meringis kesakitan mungkin dia merasa kakinya begitu sakit makanya wajahnya selalu kesakitan.
"Pa..Bukannya papa tadi mau ke mall dulu katanya nga jadi pa?" Tanya Tasya dengan wajah tidak enak dia merasa tidak nyaman saat mertuanya menunda jalan-jalan hannya karena kebodohannya.
"Untuk apa lagi kita kesana sementara kamu kesakitan kita bisa kesana kalau kaki ku sudah kembali sehat."Ucap Handoko lalu membawa Tasya kembali ke rumah.
Sesampainya mereka di rumah keadaan rumah masih sangat sepi yang artinya Hanna belum pulang sejak dia pergi tadi.Tasya menghela napas lega setidaknya dia tidak ingin mertua perempuannya nanti curiga yang tidak-tidak terhadap mereka karena mereka pergi berdua ke lokasi proyek hari ini.
"Tasya kamu bisa istrahat tidak perlu memaksakan diri untuk melakukan semua pekerjaan sekarang kamu istrahat di kamar mu."Perhatian mertuanya membuat Tasya salah tingkah lalu segera pergi dari hadapan mertuanya.
Entah kenapa dia selalu merasa segan di hadapan mertuanya berbeda dengan pria itu yang sedikit perhatian terhadapnya.Tasya segera masuk ke dalam kamar lalu mengunci pintu kamarnya dari dalam dan mulai memejamkan mata untuk istrahat.
Sementara itu handoko juga istrahat di ruang tamu dia selonjoran dengan santai hari ini dia cukup senang karena bisa mengunjungi proyeknya yang sudah berjalan dengan lancar.
Sementara itu Hanna duduk di sebuah cafe sambil menunggu Andre keluar dari kantornya dia cukup muak di rumah melihat suaminya itu,perasaanya semakin kesal saat rencana jahatnya tadi pagi batal begitu saja.
"Hai sayang...Tumben kamu datang ke tempat ini?" Ucap Andre lalu menarik kursi dan duduk di hadapan kekasihnya.
"Wajah mu kenapa murung apa sesuatu yang buruk terjadi?" Tanya Andre kembali sambil menatap Hanna yang memang belum bisa menyimpan kekesalan dalam hatinya.
__ADS_1
" Siapa yang tidak kesal,aku susah payah memasukkan racun ke minuman papa mu tadi pagi malah gagal begitu saja."Hanna menceritakan semua kekesalannya dia memang tidak tau kalau tadi pagi Hanna memasukkan racun ke minuman orang taunya.
"Racun.....Kamu terlalu nekat apa kamu tidak takut kalau tiba-tiba papa mati? aku tidak mau suatu saat kita dapat masalah." Ucap Andre lalu membuang wajahnya ke depan pintu melihat setiap orang yang masuk ke dalam cafe.
"Kamu pikir aku bodoh mas,aku memasukkan racun bukan untuk membunuhnya tapi merusak syaraf nya dan lama-lama dia akan struk perlahan lalu mati." Ucap Hanna lalu menyambar minuman yang ada di dekatnya lalu meneguknya hingga tidak tersisa sama sekali.
"Kamu pikir aku tidak muak mas harus melayani si tua bangka itu,coba kamu bayangkan aku harus menciumi bibirnya yang sudah mulai keriput cuih....Papa mu memang keterlaluan sudah tua tapi seleranya orang muda harusnya dia mencari wanita tua juga." Hanna memaki Handoko habis-habisan sementara Andre hannya bisa tersenyum kecil mendengar kata makian yang keluar dari mulut kekasihnya.
" Ya sudah kan masih bisa lain kali kenapa kamu harus marah seperti itu kamu mau kulitmu keriput karena terlalu banyak mikir,sudah lah nanti malam coba lagi." Ucap Andre menenangkan kemarahan dari Hanna.
Lama sekali mereka berbicara di cafe bahkan Andre sampai lupa kalau jam dia pulang sudah tiba mereka merencanakan banyak hal buruk untuk menyingkirkan Handoko,Andre meluapkan status anak di antara mereka hannya karena dia banyak harta warisan Hanna benar-benar ingin menguasai semua mendapat suami kaya dan juga muda seperti Andre.
"Kita pulang saja yuk mas aku sudah bosan disini,aku mau lihat apa yang dilakukan papamu dan wanita itu di rumah jangan-jangan mereka menjalin hubungan di belakang kita mas,coba kamu bayangkan apa yang di lakukan seorang wanita dan pria di rumah." Ucap Hanna mengagetkan Andre.
Hanna sedikit tersinggung dengan ucapan Andre,dia menatap Andre dengan tatapan tidak suka dia kesal mendengar jawaban pria itu.
"Dia tidak murahan ya..Terus siapa yang murahan aku ya...."Hanna merajuk hingga Andre tersadar dari jawaban yang dia keluarkan.Hanna keluar dari tempat duduknya lalu pergi meninggalkan Andre yang merasa bersalah karena kesalahannya dalam berbicara.
"Sayang...Tunggu kamu kok marah memangnya ada yang salah?" Andre menarik tangan Hanna yang semakin menjauh.
__ADS_1
"Lepaskan aku....Ya... Aku tau istrimu memang tidak murahan dia wanita baik dan sopan pokonya dia sempurna sekali."Ucap Hanna dia menghempaskan tangan Andre yang menariknya.
"Aarrngg...Bodoh..Dasar bodoh." Ucapnya dalam hati.Andre meninggalkan Hanna lalu mengambil mobilnya setelah itu dia mengejar Hanna yang semakin jauh.
"Sayang aku benar-benar minta maaf please...Aku tidak menyinggung mu sama sekali cepat masuk ke dalam mobil." Andre berusaha meminta maaf dan membujuk Hanna yang semakin kesal.
Hanna melihat orang-orang menatapnya dengan tatapan aneh akhirhya masuk ke dalam mobil tapi wajahnya tetap masam.Dia sangat tersinggung mendengar ucapan suaminya dia merasa secara tidak sengaja suaminya sudah memuji wanita itu.
"Sudah lah yang...Aku tau aku salah dia memang polos dan tidak tau apa-apa itu yang membuatku tidak menyukainya." Ucap Andre terus berusaha membujuk suaminya.
Sepanjang jalan mereka hannya bisa diam Hanna tetap marah dan kesal melihat suaminya dia belum bisa memaafkan ucapan suaminya barusan padahal Andre sudah berusaha membujuknya dari tadi.
"Ya sudah kalau kamu marah sama ku,lama-lama aku muak memujimu terus menerus hannya karena aku mengatakan dia wanita baik-baik bukan berarti aku mencintainya tidak sama sekali jadi terserah kamu saja." Andre langsung pokus membawa mobil hingga tidak terasa mereka sampai di rumah tepat waktu.
Saat itu Hanna ingin pura-pura belakangan agar Handoko tidak curiga tapi sayang saat itu Handoko juga keluar hingga pria itu memergoki mereka keluar berdua dari dalam mobil.
"Sayang kamu mau kemana? aku ikut." Hanna berlari menghampiri suaminya dan berusaha bersikap manis di hadapan suaminya pura-pura tidak ada yang terjadi di antara mereka.
"Tadi Andre menjemput ku di salon depan itu sayang aku seharian disana aku pusing di rumah tidak ada kegiatan."Ucap Hanna berbohong.
__ADS_1
"Oohh...Hmm kamu tidak perlu memberi tahu apa pun yang kamu lakukan disini aku juga tidak bertanya." Ucap Handoko lalu melepaskan tangan Hanna yang mengapit kedua tangannya.
๐บ๐บ๐บBersambung ๐บ๐บ๐บ