
Hanna dan Andre menikmati sarapan yang baru saja dimasak oleh Hanna,keduanya sangat menikmati sarapan itu.Tasya yang masih berdiri tidak jauh dari mereka sama persis seperti orang yang tidak di harapkan di tempati itu.
Disaat Tasya membalikkan tubuhnya dan ingin meninggalkan mereka berdua suaminya batuk kecil seakan mengatakan untuk tidak pergi dari tempat itu.Tasya tidak peduli kode dari suaminya yang dia rasakan saat ini adalah luka yang sangat dalam dari suaminya.Air mata yang sudah dia tahan dengan cepat merembes keluar dari matanya.
"Tasya.....Apa kamu tidak mengerti maksudku,apa kamu tidak bisa menunggu sebentar saja."Andre memekik lalu menyudahi sarapan paginya dan menggeser tempat duduknya dan menoleh ke arah Tasya yang sudah menghentikan langkahnya.
Andre membuka dompetnya lalu mengambil uang pecahan ratusan sekitar tiga juta rupiah dan meletakkan di atas meja.
"Tasya ini uang bulanan untuk keluargamu,apa mereka tidak membutuhkan uang ini lagi?"
__ADS_1
"Sampai kapan kamu harus membiayai keluarganya,bukan kah dia tidak bisa menghasilkan uang untuk apa kamu terus memberikan mereka uang,apa keluarganya tidak bisa lagi mencari uang...?Wajah mertuanya benar-benar tidak bisa di tebak Tasya tidak mengerti arti kata dari mertuanya entah dia cemburu atau marah Tasya tidak tau.
"Sudahlah untuk apa di bahas masalah tidak penting ma,aku sudah membiayai keluarganya sejak kami menikah." Ucap Andre dengan wajah datar.
"Lama-lama keluarganya seperti benalu saja,lintah penghisap darah." Ucap Hanna dengan suara yang sangat rendah tapi Tasya masih bisa di dengarnya.Tasya sangat sakit hati mendengar ucapan mertuanya,dia tidak menyangka wanita itu berani berbicara terang-terangan seperti itu.
"Ibu aku bisa mendengar ucapan ibu,aku tau mas Andre selalu menyisihkan sedikit rejekinya untuk keluargaku tapi kami bukan orang rendahan seperti itu ibu!!"
"Mas mulai sekarang kamu tidak usah memberikan uang kepada keluargaku,aku tau keluargaku memang miskin dan butuh bantuan mu untuk membiayai perobatan ayahku tapi aku tidak terima saat ibumu menghina keluargaku." Ucap Tasya lalu pergi meninggalkan mereka menuju kamarnya.
__ADS_1
Disana dia melampiaskan tangisnya,yang sudah dia pendam sejak ibu mertuanya datang dia benar-benar tidak sanggup lagi hidup serumah dengan mereka.
Sementara itu Andre tidak ambil pusing keributan Hanna dan istrinya menurutnya apa yang di katakan oleh Hanna ada benarnya semakin lama dia semakin muak melihat keluarga istrinya.
"Andre kita jadi kan hari ini belanja? pokoknya seharian ini kita harus pergi berduaan.Uang ini biar aku yang simpan lumayan untuk beli tas." Ucap Hanna lalu dia simpan ke saku celananya.
Andre selalu menuruti apa yang di katakan Hanna,perasannya terhadap ibu tirinya memang semakin dalam,dia tidak tau apa yang terjadi hingga perasannya terhadap wanita itu semakin dalam.
"Ayo sayang aku akan menuruti apa pun yang kamu mau selagi aku ada waktu." Ucapnya dengan senyum yang merekah di bibirnya.
__ADS_1
๐บ๐บ๐บbersambung ๐บ๐บ๐บ