Nafkah Batin Sang Ibu Mertua

Nafkah Batin Sang Ibu Mertua
Bab 15 ~ Aku lebih pintar ~


__ADS_3

Tasya dengan berat hati pergi meninggalkan dapur dan masuk ke dalam kamar mandi.Hanna memasak dengan lincah sesuatu yang tidak pernah dia lakukan selama bersama suaminya.


Handoko dan Andre sudah duduk di ruang makan mereka sedang menunggu Hanna membuat makanan untuk mereka semua Handoko hannya bisa tersenyum saat melihat Hanna yang sedang memasak sesuatu yang tidak pernah dia lakukan saat mereka bersama semua di lakukan oleh pembantu rumah tangga.


Saat Hanna sibuk menyiapkan makanan Handoko tertawa kecil tawanya seakan merendahkan Hanna yang saat itu sibuk melayani mereka.


" Hebat ya sejak kamu tinggal bersama Andre dan istrinya kamu bisa menjadi wanita yang baik sepertinya kamu harus lebih lama tinggal di rumah ini." Ucap Handoko menyindir Hanna.


"Benarkah sayang...Dengan senang hati aku masih pengen liburan disini mas kamu tau sendiri kalau aku bosan dirumah kamu memang suami yang sangat baik." Jawab Hanna dengan wajah gembira.Dia tidak tau kalau suaminya sedang menilai dirinya.


Saat Hanna membawa minuman dari dapur untuknya Handoko sudah curiga kalau Hanna memasukan sesuatu ke dalam gelas miliknya.


Handoko pura-pura mengambil minuman dari atas meja dan ingin meminumnya saat itu dia pura-pura batuk dan minuman yang ada di tangannya langsung dia tumpahkan semuanya.


"Papa....Kenapa tidak hati-hati?" Hanna terlihat marah dan kesal Handoko semakin yakin kalau Hanna memasukan sesuatu ke minumannya.


" Tasya ambilkan minuman untuk papa."Handoko memanggil Tasya yang keluar dari dalam kamar mandi Hanna menatap Tasya dengan tatapan yang tidak bisa di artikan.


"Biar aku saja pa.."


"Jangan sayang kan ada Tasya dia bisa menggantikan dirimu tidak usah memaksakan diri sayang...Aku tidak mau kamu lelah." Ucap Handoko dengan senyuman yang sangat aneh di mata Tasya.

__ADS_1


Tasya pergi ke dapur lalu mengambil minuman kepada mertuanya,lalu meletakkan minuman di hadapan mertuanya.Mereka semua sarapan dengan suasana yang sangat mencekam.


Hanna terlihat tidak selera untuk makan sarapan yang dia buat sendiri karena suaminya yang sengaja membuang minuman yang dia sudah campur racun yang bisa merusak otak suaminya secara perlahan.


Handoko tersenyum dalam hati melihat raut wajah Hanna,dia puas hari ini dia bisa melewati rencana jahat yang di buat suaminya.


"Mampus kamu Hanna,kamu pikir aku pria bodoh yang bisa kamu permainkan....Jangan pernah bermimpi kamu bisa mendapat harta dariku,aku ikhlas kalau pun kalian bisa menikah nanti tapi jangan pernah bermimpi untuk bisa mendapat harta dariku." Ucapnya dalam hati sambil menikmati sarapan yang di buat istrinya.


Walaupun mereka sudah menikah beberapa tahun baru kali Handoko menikmati makanan yang di buat oleh wanita itu,selama ini dia terlalu memanjakan Hanna hingga dia tidak pernah melakukan tanggung jawabnya sebagai seorang istri yang dia lakukan hannya menghabiskan uang miliknya Handoko tidak pernah keberatan selama ini dan ternyata itu tidak bisa membuat Hanna mencintainya seperti yang dia harapkan.


Handoko meninggalkan ruang makan setelah menghabiskan makanan,Tasya juga langsung menyudahi sarapannya lalu pergi dari ruang makan menuju kamar mandi rasanya dia tidak ingin lama-lama di tempat yang sama dengan dua manusia yang begitu munafik.


Andre bergegas ingin meninggalkan rumahnya karena jam sudah semakin siang,dia harus tetap bekerja di perusahan orang lain sebelum papanya mewariskan semua harta dan usahanya.


"Papa Aku pergi kerja dulu semoga papa betah tinggal di rumah ini."


"Tentu saja betah...Aku masih lama tinggal di sini." Ucap Handoko tanpa menoleh sedikit pun ke arah putra tunggalnya.Hanna segera memberi kode kepada suaminya untuk segera pergi dari sana dia kembali ingin melancarkan rencana jahatnya kepada suaminya yang sudah gagal sekali.


"Oke papa..Aku berangkat dulu." Ucap Andre lalu pergi dari rumah meninggalkan mereka semua.Hanna mendekati Handoko lalu duduk di samping suaminya dan berusaha menggoda suaminya dengan menyandarkan kepalanya di pundak suaminya tapi dengan halus Handoko menolak.


Hanna menghela napas berat,lalu menoleh ke arah suaminya sebenarnya dia senang saat Handoko selalu menolaknya itu artinya dia tidak perlu melayani pria tua itu.

__ADS_1


"Mas...Bisa kah kamu membelikan aku mobil baru,aku ingin lama di kota ini kalau aku ingin jalan aku tidak punya mobil masak aku kemana-mana naik angkutan Pajero pun nga papa lah pa...Andre tidak memberikan mobilnya aku pakai dan berikan juga aku kartu pa...Aku sudah lama tidak belanja."Hanna meminta berbagai macam kepada suaminya karena memang sebelumnya Handoko menarik semau kartu miliknya.


Hanna berusaha membujuk suaminya dia belum menyadari perubahan sikap Handoko kepadanya dia mengira semuanya masih baik-baik saja hingga dengan manjanya dia meminta keinginannya kepada suaminya.


"Aku tidak membawa apa pun saat datang ke kota ini,kalau kamu mau kamu kembali kerumah dan kamu bisa ambil semua kartu yang biasa kamu pakai." Jawab Handoko dengan wajah datar.Dia begitu muak dengan sikap Hanna dia menyesal pernah menjadi pria yang begitu baik kepada Hanna bahkan memberikan apa pun yang di inginkan wanita itu.


Wajah Hanna langsung berubah,dia kesal dan marah karena sikap Handoko yang acuh semenjak dia datang.


" Dasar tua Bangka bajingan...Jadi kamu datang ke kota ini hannya karena kamu merindukan aku,apa kamu pikir aku juga menciantai mu? mimpi aku tidak Sudi melayani mu di atas ranjang lagi tua Bangka." Makinya dalam hati.


Tasya datang dari dapur setelah selesai membereskan semua pekerjaannya dia mulai sibuk dengan semua pekerjaannya di rumah.Handoko merasa iba melihat Tasya dia begitu baik dan tulus padahal dia juga tidak kalah cantik dari pada Hanna.


"Tasya kamu istirahatlah sesekali jangan terlalu memaksakan diri." Ucapnya Handoko.Hanna yang sudah kesal melihat Handoko karena menolak permintaanya dengan banyak alasan akhirnya beranjak dari tempat duduknya.


"Papa aku mau keluar dulu,rasanya aku sangat bosan disini gerah lagi." Ucap Hanna lalu pergi dari ruang tamu tanpa mendengar jawaban dari suaminya.


Handoko begitu puas melihat raut wajah Hanna yang selalu murung dia memang sengaja datang ke rumah Andre ingin memberikan wanita tidak tau diri itu pelajaran secara perlahan dan Handoko juga sudah tidak peduli lagi dengan hidup Andre setelah ini.


"Tasya kamu masih tahan melihat kemesraan keduanya apa kamu masih berharap kepada Andre yang sudah melukai perasaan mu?"


๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบbersambung ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ

__ADS_1


__ADS_2