
Hanna hampir saja meludah ke arah Andre tapi dia tidak berani lagi bertingkah aneh di hadapan pria yang sudah berubah setelah mereka hidup bersama beberapa bulan lalu tanpa ikatan.
" Jadi berhenti lah bersikap sesuka hati di rumah ini,kamu tidak lebih dari bakteri yang tidak di harapkan lagi." Ucapnya lalu pergi begitu saja meninggalkan Hanna yang sangat kesakitan baik seluruh tubuhnya dan juga hatinya.
Hanna benar-benar tidak punya harga diri lagi,bagaimana tidak di saat Andre menggaulinya saja dia malah menyebut wanita lain dan menutup wajahnya seakan dia hannya sampah yang tidak ada harganya.
" Betapa bodohnya aku dulu tergoda dengan Andre yang tidak lain anak tiri ku sendiri,padahal banyak pria yang bisa melayaniku,sekarang aku menerima dari semua perbuatan ku di masa lalu menyia-nyiakan pria yang begitu mencintaiku." Ucapnya.Air matanya tidak berhenti mengalir menyesali semua kebodohannya di masa lalu.Dia mengira Andre akan menikahinya setelah menyingkirkan Handoko dia berharap bisa memamerkan Andre kepada semua orang tanpa rasa malu.Dulu disaat masih bersama Handoko dia tidak pernah sekalipun mau jalan bersama Handoko kemana pun karena dia selalu merasa malu.
" Apa masih ada kesempatan bagiku kembali ke pelukan Handoko aku benar-benar menyesal,jika aku berpisah darinya aku tidak punya tujuan hidup lagi,harga diriku benar-benar tidak ada lagi di rumah ini." Ucapnya lagi lalu dia perlahan beranjak dari tempat tidur lalu mengenakan pakaiannya dan kemabli tidur.
Keesokan paginya semua pelayan tampak sibuk dan panik karena tiba-tiba Handoko keluar kamar lalu memanggil mereka semua dan untuk mencarikan obat untuk Tasya.Entah apa yang terjadi tiba-tiba Tasya demam tinggi,wajahnya pucat dan hidungnya mengeluarkan darah membuat Handoko ketakutan.
Mungkin karena terlalu panik dan ketakutan Handoko tidak tau harus melakukan apa pun dia bahkan tidak kepikiran untuk menghubungi dokter dia hannya berteriak memanggil semua pelayan hingga keributan terjadi di rumah itu.
" Tuan sebaiknya langsung di panggil dokter saja,atau langsung bawa ke rumah sakit saja." Ucap Marni yang juga tampak panik karena melihat majikannya yang panik.
Mendengar suara ribut-ribut,Andre terbangun lalu membuka pintu dia juga penasaran melihat keributan di ruang tamu.Di saat yang bersamaan Handoko keluar sambil menggendong tubuh lemah Tasya lalu membawanya ke dalam mobil dan segera pergi meninggalkan rumah.
" Apa yang terjadi? orang tua itu terlihat panik dan kenapa dia membawa Tasya di gendongannya?" Tanya Andre penasaran dia begitu cemburu saat melihat Tasya di gendong seperti itu.
" Itu tuan_ Nyonya Tasya demam tinggi dan hidungnya mengeluarkan darah segar tuan Handoko sangat ketakutan." Jawab Marni.
__ADS_1
" Hmm...Berlebihan,dia seperti orang kampungan,terus dia membawa Tasya kemana?" Tanya Andre lagi penasaran.Marni merasa curiga dengan sikap Andre karena dia belum tau sama sekali kalau Tasya adalah mantan istri dari Andre.
" Aku tidak tau tuan,tadi tuan Handoko tidak bilang apa-apa pada kami." Jawabnya gugup karena Andre sangat pemarah dan mereka tau akan hal itu.
" Arng...Dasar tidak becus,kalau kalian tidak tau terus kenapa kalian begitu sibuk padahal hari masih sangat pagi.." Sungut Andre sambil pergi meninggalkan mereka semua.
Andre dengan kesal masuk ke dalam kamarnya lalu membanting pintu dengan kasar dari dalam hingga ketiga pelayan itu kaget dan memegangi jantung mereka.
" Kapan ya dia pergi dari rumah ini,kalau dia masih ada rasanya sangat tidak nyaman,aku juga malas kalau dia selalu memancing keributan." Ucap Marni.
" Tapi tunggu kalian curiga tidak dengan sikap tuan Andre,kenapa ya dia selalu ingin tahu tentang nyonya Tasya dan setiap kali melihat tuan Handoko dan Nyonya Tasya di ruang tamu berduaan dia selalu terlihat menyimpan cemburu." Tiba-tiba Marni mengeluarkan rasa penasaran di hatinya.
" Mungkin dia jatuh cinta dengan nyonya Tasya,dia kan masih muda cantik dan menarik tentu saja tuan Andre tertarik." Jawab pelayan yang lain.
" Sudahlah untuk apa kita kepo dengan kehidupan pribadi majikan kita lebih baik kita kerja dari pada mengurusi sesuatu yang belum tentu benar." Ucap salah satu dari mereka lalu dia segera pergi menuju pekerjanya.
Semetara itu Handoko dengan panik membawa Tasya ke rumah sakit sesampainya di rumah sakit dia di bawa ke IGD lalu seorang dokter mulai memeriksanya.
Handoko dengan wajah paniknya dengan sabar menunggu kabar dari dokter sebenarnya dia sudah tidak sabar menunggu tapi dia tidak mau terlalu panik.
" Dokter apa yang terjadi dengan istriku?" Dokter itu sedikit kaget saat mendengar pertanyaan Handoko padahal sebelumnya dia mengira kalau Tasya itu anak dari Handoko.
__ADS_1
" A_itu pasien itu istri bapak,aku belum bisa memastikan dia sakit apa untuk saat ini tunggu saja beberapa jam lagi menunggu darahnya di periksa." Jawab sang dokter Handoko terlihat semakin panik dia takut sekali sesuatu terjadi kepada Tasya istrinya.
Setelah menunggu kurang lebih satu jam seorang dokter memanggilnya lalu menyuruhnya duduk di kursinya.
" bapak Handoko,istri bapak hannya kena demam berdarah dia akan segera sembuh jika mendapat perawatan jadi bapak tidak perlu panik seperti itu." Ucap dokter sambil tersenyum.
" Ooh begitu dokter terima kasih banyak dokter apa aku bisa menemuinya?"
" Oohh silahkan." Jawab sang dokter dengan ramah sambil memandangi Handoko sampai hilang di balik pintu.
" Aku tidak menyangka pria itu sudah tua tapi istrinya begitu muda,hmm sepertinya dia pria banyak uang hingga ada wanita yang begitu muda menerimanya." Ucapnya dalam hati lalu kembali menyelesaikan pekerjaanya.
Handoko masuk ke ruangan Tasya kebetulan keadaan Tasya sudah mulai normal dan bahkan wanita itu sudah bisa tersenyum saat dia membuka pintu kamarnya.
" Papa aku mau kita pulang sekarang juga aku sudah sembuh!!"
" Tidak kata dokter kamu harus di rawat disini sampai beberapa hari ini,aku tidak mau terjadi kepada mu."
" Pa jangan berlebihan,aku tidak papa,aku sudah sembuh aku paling tidak suka aroma rumah sakit jadi tolong temui dokter dan katakan aku harus pulang sekarang juga." Tasya terus memaksa hingga akhirnya Handoko tidak berdaya akhirnya dia keluar dan menemui seorang dokter agar bisa melakukan perawatan di rumah saja.
Tasya terlhat begitu Heppy saat keluar dari rumah sakit,berada di ruangan rumah sakit adalah hal yang paling dia benci dari dulu.Sesampainya di rumah Andre yang sudah menunggu dari tadi langsung mengintip dari celah pintunya dia begitu penasaran dengan Tasya yang tiba-tiba sakit padahal dulu dia tidak pernah sekali pun sakit.
__ADS_1
πΊπΊπΊ bersambung πΊπΊπΊ