
Handoko langsung meninggalkan Hanna,Handoko tau kalau Hanna saat itu sedang salah tingkah dan dia sedang berusaha untuk menghilangkan salah tingkah yang ada di hatinya saat ini.Handoko tidak peduli lagi dengan sikap Hanna yang pura-pura peduli dan pura-pura cinta terhadapnya dia sudah keburu tau niat jahat yang ada di hatinya.
Andre dan Hanna saling menatap Andre seakan bertanya kepada Hanna dan saat itu Hanna hannya menaikkan pundaknya dia juga bingung dengan sikap suaminya yang sekarang lebih acuh kepadanya.
"Aku sedikit heran dengan sikap papa mu tidak biasanya dia bersikap acuh kepadaku dan kamu tau dulu dia sangat takut kehilangan diri ku." Ucapnya dengan wajah bingung.
"Aah..Sudahlah bodoh amat,sekarang yang ada di pikiranku hannya warisannya kalau kamu sudah mendapat warisan darinya aku bisa segera pisah darinya." Ucap Hanna lalu masuk ke dalam rumah sambil menggandeng tangan selingkuhannya.
Tanpa mereka sadari Handoko berada di balik tembok dia mendengar semua ucapan mereka hingga membuatnya semakin murka lalu mengepalkan tangannya.
"Jangan berharap kalian mendapat apa pun dariku..."Ucapnya dalam hati dia duduk di luar sambil merokok walaupun sudah tidak tersisa perasaan cinta di hatinya terhadap Hanna tapi kebencian itu tetap ada di hatinya terhadap Andre dan juga istrinya.
Handoko selalu bertanya dalam hati kenapa Andre tega melakukan itu kenapa harus Andre yang menjadi pria selingkuhannya kalau saja itu pria lain dia tidak akan hancur seperti ini.
Handoko tampak frustasi di luar dia terus menghisap rokoknya dia akan merokok disaat pikirannya sedang tidak mood.
Sementara itu Tasya baru saja bangun kakinya masih pincang hingga dia sulit berjalan.Melihat itu Andre hannya bisa diam dia sama sekali tidak ambil pusing dengan wanita itu yang sudah dinikahinya secara resmi.
__ADS_1
Saat Tasya melewati mereka berdua Hanna terdengar tertawa kecil lalu memukul dada Andre mereka sudah tidak segan lagi menunjukan kemesraan mereka berdua di hadapan Tasya.
"Tasya apa saja yang sudah kamu lakukan hari ini di rumah kenapa rumah begitu berantakan kamu pikir kamu dirumah ini hannya makan tidur...Kamu tinggal di rumah ini harus bayar walaupun pakai tenaga mu jangan seenaknya saja kamu di rumah ini." Hanna mulai mencari keributan dia sudah tidak tahan menunggu Tasya di rumah itu dia menilai kalau Tasya masih bersama mereka semua rencananya akan gagal.
"Aku minta maaf aku kurang enak badan...Aku akan melakukanya besok saat tubuh ku sudah sehat." Tasya menjawab dengan lantang seakan dia tidak takut lagi terhadap Hanna.
Tasya masuk ke dalam kamar dia tidak ingin ribut lagi dengan Hanna wanita yang sudah menghancurkan mimpi indahnya bersama suaminya.
Sekarang Hanna seperti orang lain di rumah ini suaminya yang tidak pernah lagi mau bicara baik-baik bersamanya membuatnya seperti orang yang tidak di inginkan di rumah itu keputusan Tasya sudah bulat untuk bercerai dari suaminya.
Tasya yang sudah masuk ke dalam kamarnya sangat kaget saat suaminya datang ke kamarnya dan membuka pintu dengan kasar.
"Menghargai kamu bilang mas..."Tasya terdiam saat mengucapkan kata-katanya lalu menghela napas berat.
"Mas mari kita cerai? aku ingin kamu segera menceraikan aku." Tasya menghentikan ucapannya sementara itu Andre terlihat kaget mendengar ucapan wanita itu.
Dia sama sekali tidak tau alasannya mempertahankan Tasya di rumahnya karena dia sudah punya Hanna yang mau menikah dengannya kalau papanya menikah.
__ADS_1
"Cerai?"
"Iya cerai!!setelah aku tau semua kebohongan mu mas perasan ku sudah hilang terhadap kamu,mulai saat ini aku sudah tidak peduli apa pun yang kamu lakukan di belakang ku,"
"Apa maksud ucapan mu itu Tasya kamu mau cari perhatian kepada ku atau keluargamu butuh uang aku baja kasih kepada mereka!!" Ucap Andre dengan ucapan mencemooh dia hanya menganggap kata-katanya masih wajar.
Tasya menelan saliva nya semakin hari dia semakin sadar akan sikap Andre yang begitu jelek Endah kenapa dia bertemu pria seperti Andre.
"Mas aku serius aku mau kita cerai tidak ada gunanya kita bertahan kalau satu di antara kita sudah mendua." Ucap Tasya sudah tidak tahan lagi.
Andre semakin gugup dia tidak ingin Tasya meninggalkan dirinya di saat papa nya sedang bersama mereka dia tidak mau kalau sampai papanya curiga lagi kepadanya.
"Cerai...Kenapa tiba-tiba kamu minta cerai...Tasya selama ini kita tidak ada masalah apa pun kenapa kita harus bercerai? tunggu...Mendua siapa yang kamu maksud mendua?" Sampai saat ini Andre masih pura-pura polos dia tidak tau kalau Tasya sudah tau rahasia yang sedang di tutupinya.
"Mas aku sudah tidak tahan dan tidak mampu lagi mempertahankan rumah tangga ini,aku ingin mencari pria yang benar-benar tulus bukan pria sepertimu yang sangat pandai dalam mengarang sebuah cerita.
Andre terdiam mendengar ucapan istrinya untuk saat ini dia sama sekali belum siap kehilangan Tasya yang selama ini mengurusnya dengan tulus,apalagi posisi papanya juga sedang bersama mereka dia tidak mau papanya semakin curiga kepadanya.
__ADS_1
๐บ๐บ๐บbersambung ๐บ๐บ๐บ