Nafkah Batin Sang Ibu Mertua

Nafkah Batin Sang Ibu Mertua
Bab 42 ~ Lelaki brengsek ~


__ADS_3

Tasya membantu Handoko untuk istrahat di dalam kamar karena dia terlihat sudah lelah mungkin karena dia seharian menyetir mobil membuatnya kelelahan apalagi tubuhnya belum betul-betul pulih.


" Pa...Kamu istrahat dulu ya,aku keluar sebentar untuk membereskan meja makan." Ucap Tasya sambil menutup tubuh pria itu dengan selimut.Dia sengaja memasang AC agar udara di dalam kamar tidak pengap.Saat Tasya mau meninggalkan dirinya Handoko menahan tangan istrinya,lalu menatapnya dengan tatapan sayu.


" Sudah biarkan saja,besok pagi saja bereskan itu,kamu temani aku disini."


" Pa..Aku hannya sebentar saja,aku tidak nyaman meninggalkan bekas makan berantakan." Ucap Tasya lalu melepaskan pegangan Handoko.


" Tapi sayang,..."


" Sudah mas aku sudah biasa melakukan pekerjaan kecil seperti ini." Ucapnya lalu segera keluar dari dalam kamar tidak lupa mengunci pintu dari luar.


Sebenarnya Handoko hannya gelisah saja kepada Tasya dia takut Andre menganggunya,apalagi dia tau sekali kalau Andre masih belum terima dirinya menikahi mantan istrinya.


" Aahh sudahlah,Tasya wanita baik-baik dia akan menjerit kalau sesuatu terjadi,dan aku yakin kalau Andre tidak berani melakukan hal buruk lagi karena aku sudah kembali." Ucapnya berusaha menenangkan diri.Sebenarnya dia ingin menyusul Tasya kebelakang tapi dia takut Tasya tidak nyaman kalau dia terlalu posesif apalagi dirinya yang sudah semakin tua.


Sementara itu Tasya keluar dengan santai dari dalam kamarnya,dia tidak pernah berpikir sedikit pun kalau Andre mantan suaminya berbuat merebutnya kembali dari papanya.Dia mengira kalau Andre telah melupakan semua masa lalu mereka makanya dia terlihat tenang dan santai di rumah itu.


Semua pikiran Tasya meleset,sejak dia mengantar Handoko masuk ke dalam kamar Andre diam-diam pergi ke dapur lalu bersembunyi di bawah meja makan,dia ingin berbicara terang-terangan kepada Tasya dan ingin meminta maaf secara tulus.

__ADS_1


Sesampainya di dapur Tasya mulai mengangkat piring dari atas meja lalu membawanya ke wastafel,rencananya dia ingin langsung mencuci piring baru istrahat.


Saat Tasya sedang sibuk mencuci piring yang tidak jauh dari meja makan,tiba-tiba Andre keluar dari kolong meja lalu memeluk Tasya dari belakang dan mencium lehernya membuat Tasya kaget setengah mati hingga membuat piring yang ada di tangannya jatuh ke lantai hingga pecah.


" Plak.....Dasar bangsat,lelaki brengsek,berani sekali kamu melecehkan aku,pergi kamu bajingan." Maki Tasya lalu mendorong tubuh Andre hingga terjatuh ke lantai.Untung saja posisi kamar yang ditempati suaminya jauh dari dapur hingga pria itu tidak mendengar kericuhan yang terjadi di dapur.


Andre semakin emosi dia merasa harga dirinya sangat terluka saat Tasya sudah berani berbicara kasar kepadanya bahkan dengan makian yang cukup kejam,dia yang tadi terjatuh ke lantai langsung berdiri lalu mendekati Tasya dan menarik leher bajunya hingga Tasya merasa sulit bernapas.


" Berani sekali kamu memaki ku,aku tau kamu juga bukan wanita baik-baik terbukti saat kamu mau menjadi istri kesekian untuk pria tua itu,kamu mengharapkan hartanya dasar sampah,jangan kamu pikir aku membiarkan kamu begitu saja." Ucap Andre lalu melepaskan tangannya dari kerah baju Tasya hingga dia berusaha menarik napas setelah dia hampir kehilangan nyawa.


Andre meninggalkan Tasya yang masih di dapur dia tidak takut tidak bisa menahan emosinya karena melihat Tasya yang sudah semakin berani melawannya mungkin karena papanya sudah ada sebagai pembelanya baginya.


Tubuh Tasya gemetaran saat mendapat kekerasan dari Andre,selama berumah tangga walaupun pria itu hannya pura-pura mencintainya setidaknya pria itu tidak pernah sekalipun menyakiti perasaanya.


Sebelum membuka pintu kamar suaminya Tasya menarik napas dalam-dalam lalu melepaskan napasnya,dia tidak ingin Handoko curiga dengannya hannya karena dia yang gemetaran dan gugup.


Setelah merasa lebih tenang akhirnaya Tasya membuka pintu kamar dan ternayata suaminya belum juga tidur dia masih membuka laporan-laporan keuangan yang dikirim para kariawan nya ke email pribadinya.


" Kamu belum tidur pa,kenapa belum tidur jangan terlalu memaksakan diri besok kan papa bisa lagi memeriksa itu semua." Ucap Tasya sembari naik ke atas ranjang lalu duduk di samping Handoko.

__ADS_1


" Bagaimana bisa aku tidur sementara semua laporan membuatku stres,ya sudah kamu tidur lebih dulu." Ucapnya seraya mengelus rambut Tasya.


Sementara itu Hanna membuka pintu kamarnya dengan sangat hati-hati seharian ini tidak makan membuatnya sangat kelaparan.Saat melihat suasana di luar sudah gelap gulita dia pelan-pelan membuka pintu lalu keluar dari kamar menuju dapur.


Seharian ini dia sudah menahan lapar,perutnya sudah melilit dia tidak punya uang sama sekali untuk membeli nasi dengan terpaksa dia keluar saat semuanya sudah masuk kamar.


Hanna menghidupkan lampu belakang lalu mencari makanan yang sekiranya bisa dia nikmati untuk menahan rasa lapar di perutnya.Senyumnya mengembang di bibirnya saat melihat begitu banyak makanan yang tersisa tidak sabar akhirnya dia makan dengan sangat lahap hingga dia beberapa kali tersedak.


" Uhuk....Uhuk..." Tasya minum air putih dia hampir mati tersedak saat nasi yang dia makan juga masuk ke hidungnya.


" Maling memang seperti itu,makan di rumah orang tanpa meminta ijin kepada pemiliknya,dasar maling." Maki Andre yang sudah berdiri di belakang Hanna sambil melipat tangan dan menatap Hanna dengan tatapan penuh kebencian.


Semua keindahan yang pernah mereka lakukan seakan hilang begitu saja,Andre dan Hanna saling membenci tidak ada lagi cinta seperti dulu yang mereka katakan.


" Ini juga bukan rumah mu,ingat kamu sudah pernah hampir membunuh mas Handoko, aku yakin dia sudah menghapus mu dari daftar ahli warisnya." Jawab Hanna dengan ketus.Hal itu membuat Andre semakin membenci Hanna bahkan dia hampir menampar wanita tapi dia menahan amarahnya karena tidak ingin terjadi keributan.


" Dasar Murahan,kalau saja kamu tidak murahan aku yakin kamu masih penghuni hati papa tapi karena kehadiran mu rumah tanggaku juga hancur begini." Ucapnya dengan nada rendah hampir tidak terdengar.


" Hahaha kamu menyesal sekarang,bukan kah semua ini juga karena rencanamu,bukan kah kamu sendiri yang bilang kalau istrimu itu sudah tidak bisa memberikan kepuasan batin mu!!?"

__ADS_1


" Sudah....Intinya semua ini karena kamu,aku sangat membencimu bahkan aku tidak ingin melihat wajah keriput mu itu disini,mulai besok kamu pergi dari rumah ini,apa kamu ingin jadi benalu disini." Ucap Andre dengan nada tinggi karena dia begitu kesal dengan jawaban yang di lontarkan Hanna.


🌺🌺🌺 bersambung 🌺🌺🌺


__ADS_2