Nafkah Batin Sang Ibu Mertua

Nafkah Batin Sang Ibu Mertua
Bab 30 ~ Menderita ~


__ADS_3

Alicia berdiri lalu meninggalkan Hanna di dalam kamar sambil menangis, Alicia sama sekali tidak peduli dengan keadaan Hanna yang sudah sekarat.


" Kenapa aku harus mengalami ini semua,Andre...Kamu jahat aku sudah membantu mu mendapatkan ini semua apa ini balasan untukku." Ucap Hanna sambil menagis.


Andre kembali ke dalam kamar karena dia risih mendengar suara tangis Hanna yang sangat menusuk hatinya lalu dia berdiri di samping ranjang sambil memasukkan kedua tangannya ke dalam sakunya.


"Mulut mu bisa diam tidak,menagis untuk apa kamu menagis? apa yang membuatmu menagis? apa kamu sedih melihatku ada pacar baru wajar dong aku juga butuh kepuasan dan kamu tidak bisa memberikan itu lagi kamu sudah jelek tua dan penyakitan,kalau kamu tidak suka silahkan kamu kembali ke orang tua mu jangan mengharapkan apa pun dari ku." Ucap Andre dengan sinis.


"Kamu jahat Andre,apa kamu memanfaatkan aku untuk mendapat semua harta milik orang tua mu,kamu tega melakukan itu kepada ku." Ucap Hanna dengan suara yang lemah karena memang dia merasakan sakit di seluruh tubuhnya.


"Anggap saja begitu,kamu saja yang bodoh terlalu mempercayai ku,kalau mengkhianati papa sama aku sanggup apa susahnya mengkhianati kamu juga." Ucapnya dengan enteng.


Sekarang Hanna baru sadar atas semua kebodohannya selama ini, pikirannya terlalu di kuasai nafsu hingga dia melakukan kejahatan itu karena dia menganggap Andre begitu mencintainya.


Andre keluar dari dalam kamar lalu kembali menemui Alicia yang sedang memasak di dapur,dia sengaja melakukan itu untuk mencari perhatian kepada Andre berharap pria itu mau menikah dengannya dan nasibnya bisa berubah.


"Kamu sedang apa sayang?" tanya Andre sambil memeluk pinggang Alicia dari belakang lalu mengecup lehernya.Andre benar-benar tidak peduli lagi dengan Hanna yang sudah sekarat di dalam kamar.


"Tentu saja aku memasak untukmu sayang,aku ingin kamu tau kalau aku ini pantas menjadi istri mu,aku bisa membahagiakan kamu di ranjang dan juga di dapur."Jawab Alicia.Andre tersenyum kecil mendengar ucapan kekasih barunya itu.


"Jangan biarkan tangan mu kotor untuk melakukan pekerjaan ini,kita bisa memesannya kalau kamu lapar." Ucap Andre dia terus memeluk pinggang Alicia hingga tangganya semakin naik ke atas lalu menyentuh dua gunung yang sangat menantang baginya.

__ADS_1


Permainan mereka semakin memanas akhirnya Andre membawanya ke atas meja lalu membuka seluruh pakaiannya. Mereka mengulangi permainan yang tadi sempat tertunda di dapur hingga mereka tidak mendengar Hanna membuka pintu dan memergoki mereka berdua.


" Kalian tidak punya perasaan?" Ucap Hanna kedua kakinya gemetaran dan tubuhnya hampir tidak sanggup berdiri akhirnya dia kembali ke kamarnya karena tidak ingin melihat pemandangan yang menjijikkan itu.


"Arngg...Si nenek tua itu taunya menganggu saja." Maki Alicia Andre tidak peduli dia terus memaksa Alicia untuk memuaskan dahaganya.


Setelah mereka melakukannya hampir satu jam,akhirnya Andre terkulai lemas dia kembali ke ruang tamu dan membiarkan Alicia memasak di dapur karena Alicia memaksa diri untuk melayani Andre malam ini.


Keesokan harinya Hanna terbangun saat jam sudah menunjukkan pukul sepuluh pagi,dia terbangun karena dia merasa lapar,untung saja dia sudah sembuh.Hanna ke dapur lalu mencari makanan tapi dia tidak menemukan makanan apa pun di dalam kulkas akhirhya dia memasak mie instan.


Setelah merasa kenyang Hanna bersandar di kursi lalu memikirkan rencananya ke depan karena dia tidak mungkin terus menerus tinggal di rumah itu dan melihat semua permainan Andre.


" kau akan menyesal,kamu tega memanfaatkan aku dan menyakiti perasaan ku,lelaki macam apa kamu binatang tunggu pembalasan ku." Makinya dalam hati lalu dia menghubungi keluarganya dan meminta uang.


"Semua orang memang sangat egois,aku menikah dengan pria tua juga hannya karena mereka ingin mendapat uang dengan mudah sekarang mereka malah pelit untuk membantuku." Sungutnya sambil membanting ponselnya ke atas sopa.


****


Sementara itu di lain tempat Tasya sedang mengajari mertuanya untuk berjalan semakin hari memang semakin banyak perubahan mertuanya membuatnya sangat bahagia dan puas.


"Baiklah ibu Tasya kalau pak Handoko semakin membaik mungkin Minggu depan kalian sudah bisa meninggalkan rumah sakit." Ucap seorang dokter saat melewati mereka.

__ADS_1


Tasya tampak bahagia hingga tidak sadar dia menggenggam tangan mertuanya."Apa kata kau pak kamu pasti bisa pilih dan kita bisa keluar dari rumah sakit ini." Ucapnya dengan wajah yang sangat bahagia.


Handoko terdiam merasakan gengaman tulus dari Tasya tidak mungkin lagi baginya untuk melepas wanita ini,apa pun yang terjadi dia sudah berjanji harus bisa menikah dengan Tasya.


"Maaf pak aku tidak sengaja,aku terlalu senang." Ucapnya sambil melepaskan tangan Handoko tapi saat itu Handoko tidak mau melepaskan tangan Tasya.


"Tidak Tasya genggam tangan ku,aku mau hidup bersama mu sampai ajal menjemput ku,aku mencintaimu Tasya maafkan aku karena tidak bisa menahan perasaan ini." Ucapnya.


Tasya menarik tangannya lalu membalikkan tubuhnya membelakangi Handoko,jujur saja di hatinya tidak ada sedikit pun rasa cinta kepada pria itu dan saat ini harapannya hannya ingin Handoko kembali seperti semula dan dia bisa menata hidupnya kembali setelah perceraiannya dengan Andre.


Tidak ingin mendengar semua kata-kata Handoko,Tasya lansung mendorong kursi roda Handoko dan membawanya kembali ke ruangannya lalu membantunya duduk kembali ke ranjangnya.


"Tasya sisakan sedikit perasan mu untukku,aku benar-benar jatuh cinta kepada mu,aku begitu merasakan ketulusan mu." Ucap Handoko saat Tasya ingin pergi meninggalkannya di ruangan itu.


Tasya menghentikan langkahnya lalu membalikkan tubuhnya dan menatap wajah Handoko.


" Bagaimana aku bisa menerima cinta seorang pria yang sama sekali tidak aku cintai? aku tidak ingin menghabiskan masa muda ku melakukan hal yang bodoh." Ucap Tasya.


" Kamu bisa belajar mencintaiku Tasya,aku yakin cinta itu akan datang seiring dengan berjalannya waktu." Ucapnya tanpa sadar air mata jatuh dari sudut matanya membuat Tasya tidak sanggup lalu dia keluar dari dalam kamar.


Tasya duduk di sebuah kursi panjang yang kosong,dia dan Handoko sudah sebulan lebih di rumah sakit,tidak pernah sedikitpun terbesit di dalam pikirannya untuk menikah dengan Handoko.

__ADS_1


"Apa aku harus kembali kembali menikah,tapi aku masih trauma dan di hatiku sama sekali tidak ada cinta,dan perbedaan umur kami sangat jauh." Ucapnya dalam hati lalu menghela napas berat.


๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบBersambung ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ


__ADS_2