
Alicia dan Andre memasuki sebuah hotel disana mereka menghabiskan waktu sepanjang hari dengan memadu kasih yang begitu menggairahkan bagi Andre.
"Sayang kapan nih kamu bawa aku ke rumah mu?" Tanya Alicia seraya memakai pakaiannya,Andre memang bukan pria pertama yang menidurinya tapi Andre begitu puas atas pelayanan Alicia maklum lah sudah lama dia di kekang oleh istrinya dan juga Hanna yang selalu ingin menguasai dirinya.
"Kamu kan tau sayang masih ada wanita lain di rumah,aku males ribut dengan Hanna, dia wanita yang keras dan dia juga tidak akan mudah menyerah atas diriku kamu kan tau dia itu mantan istri papa ku yang sudah exit." Ucap Andre tanpa merasa berdosa sama sekali.
"Aku sudah bosan sayang selalu bermain di hotel sesekali di rumah mu saja."
"Sabar ya sayang..." Ucap Andre lalu mendaratkan kecupan di bibir Alicia yang membuat Alicia semakin terbang ke langit.
Andre sudah mulai lelah akhirnya dia mengajak Alicia keluar dari hotel lalu mengantarkannya pulang ke kos nya yang tidak jauh dari tokonya.Setelah itu Andre membawa mobilnya menuju rumahnya.
Sementara itu Hanna di rumah sedang tiduran di atas ranjang dia belum melakukan apa pun seharian ini karena dia merasa tubuhnya kurang sehat.
"Uhuk...Uhuk..Uhuk..." sejak tadi pagi Hanna merasa tubuhnya kurang sehat,dia ingin membeli obat demam tapi dia sama sekali tidak punya uang,bahkan saat dia ingin menghubungi Andre dia tidak punya paket data hingga dia tidak bisa melakukan panggilan.
"Kejam sekali kamu Andre,kamu tega menyakiti ku setelah semua pengorbanan ku,bahkan kamu bisa mendapat semua ini karena aku yang membantu mu." Ucap Hanna.Dia menyeka air mata yang sudah jatuh dari matanya.
Hanna tidak menyangka Andre begitu cepat berubah setelah dia mendapat semua harta papanya.Saat mendengar suara mobil masuk ke halaman rumah Hanna tidak bergeming sedikit pun,dia merasa sakit di seluruh tubuhnya.
"Apa ini karma atas semua dosa-dosa ku terhadap Handoko dan juga Tasya istrinya Andre,badanku panas semua bahkan seperti di bakar." Ucapnya dalam hati.
"Hanna.....Hanna...Kamu tidur sore-sore begini rumah begitu berantakan apa kamu tidak bisa membereskan semua ini?" Ucap Andre dengan wajah yang masam.
__ADS_1
"Andre!...Apa kamu tidak tau kalau aku sakit,berikan aku uang aku ingin berobat."Ucap Hanna dengan suara yang menahan rasa sakit di hati dan sekujur tubuhnya.
Andre menoleh ke arah Hanna,dia memang terlihat lemas dan wajahnya memerah seperti terbakar tapi Andre terlihat biasa saja bahkan seperti tidak peduli.
"Kamu istrahat saja nanti juga bakal sembuh,aku tidak punya uang kamu tau aku belom bisa buka brangkas milik papa dari mana aku dapat uang." Ucapnya membuat Hanna semakin sakit hati.
Sekarang hanna baru sadar kalau Andre hannya memanfaatkan dirinya agar Andre bisa menguasai harta papanya yang memang dari awal sedikit pelit kepadanya.
"Kamu keterlaluan sekali Andre!! kamu tega kepada ku setelah apa yang aku lakukan kepada mu,apa kamu sudah tidak mencintai ku karena kamu sudah dapat apa yang kamu inginkan? katakan sekarang." Bentak Hanna,dia mencoba mengeluarkan segala masalah dalam hatinya dengan sisa tenaganya.
"Bagaimana ya...Sebenarnya tidak sama sekali tapi kamu sudah tidak menarik lagi tubuhmu yang sudah berlemak wajahmu yang penuh jerawat membuatku kehilangan perasaaan kamu sudah tidak menarik lagi Hanna!!" Ucap Andre tanpa perasaan membuat hati Hanna semakin terluka.
"Baiklah Andre kalau kamu tidak menyukai ku lagi,kamu bisa meninggalkan aku tapi serahkan satu toko milik mas Handoko untukku,aku juga butuh uang untuk melanjutkan hidupku." Ucapnya.
"Tapi ...
" Sudahlah aku tidak ingin mendengar ocehan mu,cepat kamu sembuh kamu lihat rumah begitu berantakan kalau bukan kamu siapa lagi yang akan mengurus rumah ini,kamu ingin makan gratis di rumah ini?" Ucap Andre lalu dia keluar dari dalam kamar Hanna.
Hanna menagis sesenggukan,dia tidak bisa terima atas semua perbuatan pacar gelapnya,semua tinggal penyesalan padahal sebelumnya dia begitu bahagia Handoko menuruti semua keinginannya bahkan dia tidak pernah melakukan apa pun di rumah itu dia hannya menghabiskan uang suaminya.
"Mas Handoko maafkan aku,aku menyesal atas semua dosa-dosa ku." Ucapnya sambil menyeka air mata di wajahnya.
Saat matanya hampir terlelap tiba-tiba dia mendengar suara wanita di ruang tamu,dia mencoba untuk mendengarkan suara itu tapi dia tidak tau itu suara siapa.
__ADS_1
Hanna ingin turun dari atas ranjang tapi dia tidak bisa mengerjakan kakinya,tubuhnya begitu lemah dan kepalanya begitu pusing membuatnya tidak berdaya.
Semakin lama suara itu semakin jelas apalagi saat itu dia mendengar suara ******* yang sangat jelas.
"Mas Andre...Mas...Suara siapa itu mas?" Hanna memanggil Andre dari dalam kamar,hingga membuat Andre dan Alicia kesal karena Hanna terus berteriak dari dalam kamar.
"Dasar si tua bangka kenapa sih dia memanggil terus apa dia tidak bisa kesini kenapa harus berteriak dari dalam kamar?" Ucap Andre dengan wajah masam karena dia merasa terganggu dengan suara Hanna padahal mereka sedang memadu kasih.
"Alicia...Cepat lihat wanita itu, apa dia ingin buang air kecil?" Andre mengakhiri permainannya .
"Dasar wanita tua tidak tau diri ganggu aja itu."
"Sudah lah nanti kita lanjut dulu sekarang kamu periksa dia." Ucap Andre lalu menghidupkan rokoknya.Alicia memakai bajunya yang sangat seksi tanpa memakai bra lalu beranjak dari tempat duduknya dengan wajah masam.
Dia masuk ke kamar Hanna,saat itu dia melihat Hanna yang sedang terbaring lemah di atas ranjang.
"Eehh...Nenek tua apa yang kamu lakukan kenapa kamu menganggu kegiatan kami?"
"Siapa kamu,kenapa kamu ada disini dan pakaian apa yang kamu pakai ini?" Ucap Hanna dia berusaha untuk duduk di atas ranjang walau tubuhnya begitu lemah.
"Siapa aku...Tentu saja aku pacar mas Andre,kapan sih kamu nenek tua pergi dari rumah ini,aku sudah tidak tahan ingin tinggal disini dan menikah dengan mas Andre kamu memang wanita tidak ada harga diri bagaimana bisa kamu bertahan di rumah ini sementara kamu tidak bisa lagi melakukan apa pun." Ucap Alicia dia mencengkram dagu Hanna dengan kasar lalu membuangnya dengan kasar.
๐บ๐บ๐บBersambung ๐บ๐บ๐บ
__ADS_1