Noda Dan Luka

Noda Dan Luka
Bab 27 #Memulai Usaha#


__ADS_3

Gara memulai usahanya bersama Jayden, dia berencana untuk membuka jasa layanan gofood saja dulu. Karena untuk membuka usaha lebih besar dari itu, pasti akan membutuhkan banyak modal. Sementara Gara juga harus benar-benar bisa mengelola uang yang dia miliki saat ini. Itu juga karena Jayden yang juga menanam sejumlah modal untuk usaha yang akan mereka buka ini.


Gara dan Jayden memulai semuanya dengan menyewa sebuah ruko kosong yang akan dijadikan untuk kantor mereka. Menyebarlkan kertas yang berisi lowongan pekerjaan untuk beberapa orang yang akan dipekerjakan sebagai layanan pengantar makanan dan pesanan. Jayden juga sudah join dengan beberapa Restaurant dan tempat makan agar bisa untuk di delivery oleh perusahaan mereka ini.


Gara kembali ker Apartemen setelah selesai menyebarkan lowongan pekerjaan untuk membuat beberapa orang berminat untuk bekerja sama dengan perusahaan barunya ini.


Vania membawakan minum untuk suaminya yang baru saja pulang. "Minum dulu, kamu pasti lelah seharian ini terus berkeliling hanya untuk menyebarkan selembaran lowongan pekerjaan itu"


"Makasih Sayang, Gevin dimana?"


"Dia lagi main di kamanrnya, Gevin benar-benar sangat baik sekarang. Bahkan tidur saja dia mau sendiri. Kalau dulu dirinya selalu ingin tidur denganku"


"Bagus dong, jadi sekarang Gevin sudah siap mempunyai adik"


Vania langsung memukul paha Gara dengan pelan. "Apaan si kamu ini, adik apaan? Aku masih belum siap mempunyai anak lagi. Biar Gevin mempunyai banyak waktu untuk merasakan kasih sayang dari kita berdua"


Gara menyimpan gelas yang sudah kosong itu diatas meja di depannya. Gara menyandarkan kepalanya di bahu Vania. "Sayang, meskipun kamu hamil lagi dan mempunyai seorang anak lagi. Aku tetap akan menyayangi Gevin dan rasa sayangku pada Gevin tidak akan pernah berkurang sedikit pun"


"Iya aku tahu, tapi kayaknya untuk saat ini aku masih belum siap mempunyai anak lagi"


Gara juga tidak bisa memaksanya, meski sebenarnya dia sangat ingin melihat Vania hamil. Gara ingin menebus kesalahannya di masa lalu yang tidak menemani Vania disaat dia hamil dan tidak mempunyai suami yang menemani disaat kesulitannya.


"Mandi dulu"


Gara mengangguk, dia beridiri dan berjalan menuju kamarnya. Gara berendam di dalam bak mandi dengan pikiran yang melayang. Memikirkan tentang usaha yang baru saja dia mulai dan belum mendapatkan pegawai yang mau bergabung dengan usaha dirinya dan Jayden ini.


"Ya Tuhan, tolong dipermudah semuanya"

__ADS_1


Gara selesai mandi dan berganti pakaian, dia keluar dari kamar dan menghampiri istrinya dan Gevin yang sedang menonton televisi di ruang tengah. Melihat senyuman keduanya membuat segala kegelisahan dalam diri Gara hilang seketika. Merasa jika semua masalah dalam hidupnya ini langsung sirna seketika saat melihat senyuman anak dan istrinya.


"Sayang mau makan dulu? Aku sudah masak untuk makan malam"


Gara duduk disamping Vania, mengecup pipi istrinya itu dengan lembut. "Sayang, besok aku akan mulai membersihkan kantor"


"Mau aku bantuin? Aku juga tidak ada pekerjaan. Hanya diam saja di rumah"


Gara menggelang pelan, ya memang dirinya tidak akan membiarkan istrinya harus ikut capek dan susah dengan keadaan dirinya saat ini. "Tidak perlu, aku dan Jayden bisa membereskannya sendiri"


"Sayang, bagaimana kalau aku kembali bekerja di toko bunga milik Kak Jenny?"


"Jangan mulai deh Sayang, kan aku sudah bilang kalo aku tidak mau membuat kamu menjadi ikut susah. Biar aku saja yang berjuang untuk kamu dan Gevin"


Vania menoleh dan menatap suaminya dengan lekat. "Kita 'kan bisa bejuang sama-sama. Jadi tidak perlu hanya kamu saja yang berjuang"


Vania tahu jika Gara memang menjadi pria yang sangat bertanggung jawab saat ini. Dia begitu memikirkan keadaan istri dan anaknya. Namun, Vania juga merasa tidak enak ketika melihat Gara yang berjuang dengan sangat keras untuk dirinya dan Gevin.


"Sayang, jangan terlalu keras. Aku yakin kamu pasti bisa mendirikan usaha kamu ini"


Gara  tersenyum pada Vania yang selalu memberinya semangat. Vania yang selalu menerima Gara dalam keadaan apapun. Dan ini yang harus Gara syukuri saat ini. Dia bisa bersama wanita yang tepat yang menyayanginya dan mau menerimanya dalam keadaan apapun.


######


Gara menghembuskan nafas kasar, sudah dua hari usahanya di buka. Namun belum ada juga yang mau bekerja sama dengan usaha barunya ini. Sampai saat ini belum ada yang memasukan lamaran pekerjaan untuk menjadi kurir makanan di tempatnya ini.


Setiap malam Gara pulang ke rumah dengan wajah lelah yang hampir putus asa. Dia sudah cukup menghabiskan uang untuk menyewa ruko dan beberapa alat lainnya untuk membuka usaha ini. Memang cukup sulit, karena usaha jasa go food sudah cukup banyak di setiap kota. Termasuk dengan kota ini.

__ADS_1


"Sayang, jangan terlalu keras"


Vania memijat bahu suaminya dengan lembut. Dia tahu jika Gara sedang lelah dan letih setelah terus berusaha untuk memajukan usaha yang baru saja dia buka, namun masih belum bisa berjalan karena belum ada seorang pun yang ingin bekerja sama dengannya.


Gara menghela nafas pelan, dia memegang tangan istrinya yang berada di bahunya. "Sayang, aku benar-benar bingung harus bagaimana. Aku sudah menyebarkan selebaran itu di berbagai tempat. Tapi sampai saat ini belum ada yang datang untuk melamar bekerja"


"Emm. Bagaimana kalau kita coba iklan di internet. Kamu 'kan belum menyebar lowongan kerja itu di internet. Kita coba saja, nanti biar aku share sekalian. Siapa tahu ada yang berminat bekerja denganmu"


Gara tidak sempat berpikir ke arah sana, karena dia pikir ini hanya usaha kecil yang baru buka dan dia juga hanya mencari kurang dari 50 orang pekerja. Jadi dia pikir tidak perlu menyebarkannya di internet.


"Benar juga apa katamu, Sayang. Kenapa aku tidak kefikiran ya"


Vania tersenyum melihat semangat suaminya yang kembali setelah dia sempat putus asa dari kemarin. "Iya Sayang, sekarang ayo kita buat pengumuman di internet untuk lowongan kerja itu. Siapa tahu ada yang berminat"


Dan malam ini sebelum tidur, Vania dan Gara membuat pengumuman di internet untuk mencari karyawan dan pekerja untuk usaha Gara dan Jayden ini.


"Selesai, kita tunggu saja ada yang menghubungi kamu. Semoga besok pagi sudah banyak yang melamar kerja ya" kata Vania dengan senyuman tulusnya.


Gara mengecup puncak kepala istrinya, merasa begitu bangga dengan Vania yang begitu mendukung apa yang sedang di jalani Gara saat ini.


"Terima kasih Sayang, karena sudah memberikan aku semangat dan dukunganmu"


"Iya Sayang, aku akan selalu mendukung kamu sampai kapan pun"


Barulah mereka bisa beristirahat setelah selesai menyebarkan pengumanan lowongan pekerjaan di sosial media. Berharap jika hari esok akan ada kabar lebih baik dari hari ini.


Bersambung

__ADS_1



__ADS_2