Noda Dan Luka

Noda Dan Luka
Bab 32 #Terpaksa Melawan Restu#


__ADS_3

"Mau kemana?" Gara langsung menatap tajam istrinya yang telah rapi di akhir pekan ini.


Vania tersenyum lembut, dia menghampiri suaminya. "Sayang, aku  mau ketemu dengan Kak Jenny, sebentar saja"


Gara menyipitkan matanya, merasa tidak suka ketika Vania malah pergi disaat dia berada di rumah. "Kenapa harus disaat aku ada dirumah dan kamu malah ingin pergi meninggalkan aku"


Vania tersenyum, dia tahu bagaimana manja suaminya ini. Vania duduk diatas pangkuan Gara dan mengalungkan tangannya di leher suaminya. Mengecup bibir dan kedua pipi Gara dengan lembut.


"Sayang, aku hanya sebentar. Hanya ingin mengantar Kak Jenny yang katanya ingin mencari baju untuk nikahan temannya"


Gara tidak bisa juga melihat tatapan memelas istrinya. Akhirnya dia mengizinkan Vania pergi dengan berbagai syarat. Vania harus kembali sebelum jam 5 sore. Dan Vania menyetujuinya.


Vania pergi tanpa membawa Gevin hari ini,  sengaja karena memang Gara ingin Gevin menemaninya dirinya di Aparteman. Vania menghela nafas ketika dia turun dari ojek onlne itu. Menatap Resaturant yang berada di depannya.


Masuk ke dalam Restaurant dan menemui seseorang di ruangan VVIP. Vania terdiam melihat dua orang yang berada di ruangan itu. Dia kira hanya seorang saja, tapi ternyata dua orang yang ingin menemuinya itu.


"Duduklah"


Vania mengangguk, dengan ragu dan perasaan yang tidak enak dia duduk di depan mereka. Terhalang meja bundar di depan mereka.


"Jadi apa kau tahu kenapa aku meminta bertemu denganmu saat ini?"


Vania menggeleng pelan, dia memang tidak tahu ketika kemarin dia mendapatkan telepon dari nomor yang tidak di kenal yang ternyata itu adalah nomor ponsel Papa. Dia mengajak Vania bertemu dengan alasan akan membicarakan tentang Gara. Hal itu membuat Vania menurut dan mengiyakan untuk bertemu dengannya.Tapi ternyata dia bertemu dengan Papa dan dia tidak sendiri. Papa datang dengan Yunita.


"Begini ya Vania, apa kamu tidak berpikir lebih dulu ketika kamu memutuskan untuk menikah dengan Gara? Apa kamu tahu jika kehidupan Gara akan sangat sulit ketika dia lebih memilih kamu daripada orang tuanya sendiri.


Vania menunduk dengan tangan yang meremas rok yang dia pakai di bawah meja. Vania sadar dan tahu jika kehidupan Gara semakin kacau ketika dia bersama Vania saat ini.

__ADS_1


"Kau seharusnya sadar jika kehadiran kamu di kehidupan Gara hanya sebuah beban dan masalah untuknya" tekan Yunita dalam setiap kata yang terucap dari bibirnya.


Vania menghembuskan nafas pelan, dia mendongak dan menatap dua orang yang ada di depannya saat ini. "Saya hanya sedang memperjuangkan cinta saya selama ini. Karena saya sadar jika kebahagiaan seseorang bukan hanya karena uang dan harta saja. Buktinya Gara terlihat lebih bahagia saat dia bisa bersama dengan wanita yang sangat dia cintai selama ini"


Yunita dan Papa terdiam, mereka tidak menyangka jika Vania akan menjawab ucapan mereka dengan begitu berani. Ternyata selama 5 tahun ini telah membuat mental Vania lebih kuat. Dia yang dulu begitu takut dengan Papa dan menuruti apa saja yang diucapkn oleh Papap.


Tapi sekarang Vania benar-benar telah menjadi wanita yang kuat dan berani. Waktu 5 tahun telah banyak hal lebih sulit dari ini yang dihadapi oleh Vania. Jadi mentalnya sudah lebih kuat dari sebelumnya.


"JIka tidak ada yang dibicarakan lagi, saya permisi duluan" Vania berdiri dari duduknya dan berbalik, melangkah menuju pintu keluar. Namun langkahnya terhenti ketika suara Papa terdengar.


"Silahkan kamu sombong saat ini dan merasa tidak akan meminta bantuan pada kami. Tapi lihat saja, beberapa waktu lagi Gara pasti akan meninggalkan kamu"


Vania tidak menjawab apapun, dia melanjutkan langkah kakinya dan keluar dari Restaurant itu. Sampai di parkiran, Vania menghembuskan nafas panjang dengan memegang dadanya sendiri. Matanya mulai berkaca-kaca dengan dada yang terasa sangat sesak saat ini.


Ya Tuhan, kenapa harus seperti ini? Kenapa aku harus menjadi wanita yang di benci oleh Ayah suamiku sendiri.


Vania menghela nafas pelan, dia sedang mencoba menetralkan kembali perasaannya sebelum dia kembali ke Apartemen. Vania tidak boleh sampai terlihat sedih di depan suaminya ini.


Dan ketika Vania kembali ke Apartemen, maka dia sudah kembali menjadi Vania yang ceria dan selalu bersikap lembut dan penyayang.


"Kok tidak lama? Apa  sudah mengantar Jenny membeli baju?"


Vania mengangguk, dia duduk diatas karoet bersama anaknya. Menyandarkan kepalanya di paha suaminya yang duduk diatas sofa.


"Sudah, memang rencananya juga tidak bisa pergi lama-lama karena Kak Jenny juga harus buka toko karena belum ada karyawan pengganti aku"


Gara mengangguk mengerti, dia mengecup puncak kepala istrinya itu. Memeluk istrinya di bagian dadanya. Mengecup bahu  Vania beberapa kali.

__ADS_1


"Sayang, kemarin sudah a da orderan untuk pertama kalinya sejak usaha aku ini buka"


Vania langsung menoleh pada suaminya dan tersenyum ketika dia mendengar itu. "Beneran? Syukur deh Sayang, aku harap usaha kamu akan lebih maju lagi dari sekarang. Pokoknya kamu harus tetap semangat dan terus berusaha. Aku yakin usaha kamu dan Jayden ini akan sukses suatu saat nanti"


Cup..


Gara mengecup pipi istrinya dengan gemas. Selalu merasa sangat bersyukur ketika Vania berada di sampingnya dan selalu memberinya semangat dan selalu mendukung Gara dalam keadaan apapun.


"Terima kasih karena selalu mendukung aku"


Vania hanya tersenyum dan mengangguk, dia memegang tangan suaminya yang berada di dadanya, Mengecup lengan suaminya itu dengan lembut. Vania hanya sedang berjuang mempertahankan pernikahan dan cintanya dengan Gara. Tidak peduli dengan rintangan dan cobaan apalagi yang akan datang menghampiri mereka. Vania akan mencoba bertahan selama Gara juga masih bisa bertahan.


######


Pagi ini Gara kembali ke tempat kerjanya, masuk ke dalam ruko yang dia sewa dan dia jadaikan sebagai kantor. Disana suadah ada Jayden yang sedang memeriksa laptop dengan kening berkerut dalam.


"Ada apa Jay?"


Jayden menoleh pada Gara, dia menghela nafas pelan dan memutar laptop agar Gara bisa melihat apa yang dia lihat di layar laptop itu. "Ada konsumen yang protes karena katanya pesanan dia tidak datang sementara dia sudah mentransfer uangnya. Terus ada juga yang protes karena makanan yang dia pesan tertukar. Hal ini membuat rating usaha kita ini semakin rendah"


Gara meghembuskan nafas pelan, merasa sangat bingung dengan masalah yang belum terhenti menimpa dirinya dan keluarganya ini.


"Yang lebih parah lagi, ada satu Restaurant yang menghentikan kerja samanya dengan kita dengan alasan karena kelalaian pegawai kita, Restaurant mereka juga terpengaruh"


"Lalu apa yang akan kita lakukan?"


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2