OFFSIDE - Diluar Batas

OFFSIDE - Diluar Batas
Sepuluh Petunjuk untuk Para Kapten


__ADS_3

"Apa yang dimiliki gajah tetapi tidak dimiliki hewan lain?" kata Firdaus


"Gading..." tebak Imam.


"Salah... jawabnya... Anak gajah..." jawab Firdaus.


"Eh Busyet..." kata Imam kaget mendengar jawaban Firdaus.


"Kalo gitu ane juga punya tebakan nih..."


"Ikan apa yang bisa terbang hayo?" tanya Imam


"Ikan terbang lah..." jawab Firdaus.


"Salah..." kata Imam.


"Ikan dilempar tukang ikan..." tebak Bambang.


"Salah..." kata Imam.


😜"Jawabannya...Lele-lawar..." kata Imam.


"Waduh... parah nemen..." ujar Bambang.


"Kalo gitu gue juga punya tebakan nih...."


"Sayur apa yang hobi nunjuk orang lain?" tanya Bambang.


"Sayur apa ya...? kata Firdaus sambil berfikir.


"Jawabannya... Sayur Lodeh!" kata Bambang


"Suwe lho..." teriak Firdaus yang mulai bingung dengan tebak-tebakan teman-temannya.


Fachri dan Diana datang dari menghampiri mereka.


"Wah... seru amat kelihatan nya nih..." kata Fachri menghampiri mereka.


"Karena sudah pada kumpul..."


"Ini tugas dari saya untuk kalian berdelapan..." perintah Fachri sambil mengeluarkan amplop dari saku celananya yang sebelah kanan.


"Didalam amplop itu ada uang dua ratus ribu, foto dan beberapa petunjuk yang kalian harus laksanakan..." kata Fachri sambil memberikan amplop itu ke Firdaus mewakili yang lain.


Tidak banyak perintah, Fachri dan Diana bergegas masuk kedalam ruang pelatih.


"Coba kita buka amplopnya..." pinta Faizal.


"Sabarlah Minang... ini juga aku mau buka..." sambut Firdaus.


Didalam amplop ada foto seorang laki-laki, lalu uang dua ratus ribu dan sepuluh petunjuk.


"Sebentar... aku bacakan petunjuknya..."


"Yang pertama... silahkan kalian gunakan uang ini untuk transport makan dan lain-lain..."


"Yang kedua... silahkan kalian cari orang yang ada di foto itu..."


"Nama nya ada dibelakang foto..." kata Firdaus yang sedang membacakan petunjuk yang diberikan.


"Di foto ini namanya NURALIM..." kata Firdaus yang membacakan nama yang tertera difoto itu.


"Petunjuk yang ketiga... Kalian bisa temui orang ini di Kota Bekasi... dekat stasiun Bekasi..."


"Yang ke empat... walaupun uang terbatas namun tetap sedekah kepada sesama..."


"Yang ke lima... malu bertanya sesat dijalan..."


"Lalu yang ke enam... tetap fokus, jangan meleng, jangan lengah..."


"Yang ke tujuh... sopan dan santun kepada yang lebih tua..."


"Yang ke delapan... menjadi contoh yang baik dalam segala hal..."


"Yang ke sembilan... jaga sholat lima waktu..."


"Sedangkan yang terakhir... bersabar jika ada teman yang mengalami keterbatasan..." kata Firdaus yang selesai membaca sepuluh petunjuk dari Coach Fachri.


🎼Mimpi adalah kunci... Untuk kita menaklukkan dunia... Berlarilah tanpa lelah... Sampai engkau meraihnya...


Laskar pelangi... Takkan terikat waktu... Bebaskan mimpimu di angkasa... Warnai bintang di jiwa...

__ADS_1


Menarilah dan terus tertawa... Walau dunia tak seindah surga... Bersyukurlah pada Yang Kuasa... Cinta kita di dunia... Selamanya...


🌈Lagu Laskar Pelangi menyertai perjalanan mereka.


"Kalau kita naik taksi..."


"Pasti uang ini tidak cukup..." ujar Firdaus.


"Ya... tidak ada pilihan..."


"Kita harus naik kendaraan umum..." kata Imam.


"Saya pikir... naik kendaraan umum juga ngga cukup deh..."


"Coba saja kau hitung... dari sini aja ke terminal perorang lima ribu..."


"Belum naik bus menuju Bekasi..." jelas Bambang.


"Kita jalan kaki saja ke Terminal...!" ujar Saiful.


"Waduh... jangan dech..."


"Baru mulai perjalanan sudah terasa letih..." sahut Faizal.


⏳ Cukup lama mereka berdiskusi.


"Coba kita simak lagi petunjuk yang tadi dibacakan..."


"Mungkin ada hal-hal yang bisa menjadi petunjuk kita..." ujar Dimas.


"Hahaha.... ada sih petunjuk nya..." kata Faizal sambil tertawa.


"Apatuh...? tanya Dimas.


"Kalian bisa temui orang yang ada dalam foto di Kota Bekasi... dekat stasiun Bekasi..."


😁"Bukan petunjuk ke terminal.... hahaha..." Faizal kembali tertawa.


💡"Nah.... itu lah petunjuknya..." ujar Dimas.


"Petunjuk yang mana?" tanya Faizal.


"Kita jangan hanya fokus menuju Bekasi..."


"Petunjuk nya adalah diarea dekat stasiun Bekasi..."


"Berarti fix... kita jangan naik bus..."


"Namun naik kereta... karena kalau stasiun naiknya kereta..." jelas Dimas.


"Ehm.... masuk akal sih..." timpal Faizal.


"Nah... berarti sekarang yang kita pikirkan adalah cara hebat menuju stasiun terdekat..." sambut Imam.


"Jawabannya adalah itu..." kata Salim sambil menunjuk truk pengangkut sayur yang belum terisi sayur.


🚚Salim menghentikan laju truk yang ada dihadapannya.


"Maaf pak... boleh numpang ke arah stasiun Tanjung Priok?


"Eh.... elo Lim...." sepertinya sopir truk itu mengenal Salim.


"Eh... bang Mail..."


"Saya dan teman-teman mau ke arah stasiun Tanjung Priok." kata Salim yang juga mengenal sopir truk sayur itu.


Sopir itu yang biasa bawa semangka dan melon di Pasar Baru.


"Gue sih sebenernye ngga Lewat stasiun..."


"Tapi karena lho yang minta dan kebetulan juga gue ngga lagi bawa barang..."


"Ya... dengan senang hati nganterin kalian ke stasiun..." ujar bang Ismail yang biasa dipanggil bang Mail.


"Ayo teman-teman... segera kita naik ke dalam truk..." ajak Salim.


Semua bergegas naik ke dalam truk.


Pengalaman yang unik ini membuat mereka tersenyum bahagia.


🎼Laskar pelangi... Takkan terikat waktu... Jangan berhenti mewarnai... Jutaan mimpi di bumi... oh...

__ADS_1


Menarilah dan terus tertawa... Walau dunia tak seindah surga... Bersyukurlah pada Yang Kuasa


Cinta kita di dunia... ho-oh...


Menarilah dan terus tertawa... Walau dunia tak seindah surga... Bersyukurlah pada Yang Kuasa... Cinta kita di dunia...


Selamanya...


Selamanya... ☺️


Sesampainya di stasiun Tanjung Priok mereka turun.


Pengalaman yang unik bagi kedelapan kapten itu menjadi catatan tersendiri dihati mereka.


"Sebentar... saya tanya dulu harga tiket kereta dari Tanjung Priok ke Bekasi..." ujar Firdaus.


🚂Stasiun Tanjung Priok merupakan stasiun kereta api kelas I yang terletak di seberang Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Stasiun yang terletak pada ketinggian +4 meter dan termasuk ke dalam Daerah Operasi I Jakarta dan menjadi stasiun paling utara dalam pengelolaan KAI Commuter.


"Nah... ini tiketnya... perorang empat ribu rupiah..."


"Empat ribu dikali delapan orang..."


"Jadi uang kita sudah berkurang tiga puluh dua ribu rupiah..." ujar Firdaus.


"Mantul..." teriak Dimas.


"Apatuh....mantul?" tanya Bambang.


"Mantab Betul..." jawab Dimas.


"Hahaha...." semua tertawa lepas.


Tak seberapa lama mereka memasuki area stasiun.


Kereta menuju stasiun Bekasi pun datang.


"Alhamdulillah..."


"Hey Geis..."


"Ayo segera naik... ini kereta nya..." teriak Firdaus.


"Nah, karena kita ada di stasiun yang paling ujung..."


"Jadi gerbongnya masih kosong..." ujar Salim.


"Ini pertama kali saya naik kereta..." kata Saiful.


"Sama Pul... saya juga baru pertama kali naek kereta..."


"Buka hanya kereta... bahkan baru pertama kali naek truk..." sambut Faizal.


"Hahahaha...." mereka kembali tertawa lepas.


"Hei bro.... coba tebak...?"


"Mengapa PT Kereta Api Indonesia selalu mengalami kerugian...?" tanya Firdaus memberikan tebakan keteman-temannya.


"Waduh... apa ya...?"


"Pertanyaan mu kelas tinggi bro..." kata Dimas.


"Jawabannya... karena kita dari kecil diajarin nyanyian lagi naik kereta api... trus naiknya ngga usah bayar...!!!" jawab Firdaus.


"Ah masa...?" tanya Dimas sedikit bingung.


"Nyuk coba kite nyanyiin lagi..."


🎼Naik kereta api... tut-tut-tut... Siapa hendak turut?... Ke Bandung... Surabaya... Bolehlah NAIK DENGAN PERCUMA...


"Tuh kan... NAIK DENGAN PERCUMA itu artinya gratis... tidak bayar..." ujar Firdaus.


"Hahaha..." mereka tertawa kembali.


"Udah ngga bayar.... jaraknya jauh lagi..."


"Ke Bandung... trus Surabaya..." kata Firdaus.


"Waduh..." sahut Dimas


"Dari Priok ke Bekasi aja empat ribu..."

__ADS_1


"Apalagi dari Priok ke Surabaya...?" timpal Faizal.


"hahaha..." mereka kembali tertawa lepas.


__ADS_2