
๐Pada malam itu semua pemain Harokah FC kumpul di rumah Pak Andi.
"Bagi yang sudah hadir... disilahkan makan terlebih dahulu sambil menunggu beberapa teman kita yang belum hadir..." pinta Diana yang berbicara menggunakan mic.
Malam itu terasa hangat, para pemain Harokah FC saling berbaur, mereka saling berinteraksi satu dengan yang lain penuh dengan keakraban.
Dinner malam itu ditemani lagu Keroncong Kemayoran yang membuat suasana semakin akrab.
๐ผLa-la-la-la-la-la-la...
Dari mana datangnya lintah?...
Jiwa manis indung disayang...
La-la-la-la-la-la-la-la...
ooooh...
darilah sawah...
Darilah sawah turun ke kali...
Dari mana datangnya cinta?...
Darilah mata, turun ke hati...
Dari mana datangnya cinta?...
Darilah mata, turun ke hati...
๐ผLa-la-la-la-la-la-la...
Laju, laju, perahu laju...
Jiwa manis, indung disayang...
La-la-la-la-la-la-la-la...
ooooh...
laju sekali...
Laju sekali ke Surabaya...
Berenang di pinggir kali...
Dengar keroncong, enak sekali...
Berenang di pinggir kali...
Dengar keroncong, enak sekali...
๐ผLa-la-la-la-la-la-la...
Kaulah susah karena tua...
Jiwa manis indung disayang...
La-la-la-la-la-la-la-la...
ooooh...
tidaklah sampai...
Tidaklah sampai saya kemari...
Cuci-cuci di pinggir sumur...
Kawan sejati tak akan luntur...
Cuci-cuci di pinggir sumur...
Kawan sejati tak akan luntur...
๐ผLa-la-la-la-la-la-la...
__ADS_1
Boleh lupa kain dan baju...
Jiwa manis, indung disayang...
La-la-la-la-la-la-la-la...
ooooh...
janganlah lupa...
Janganlah lupa kepada saya...
Keladi dalam almari...
Yang baik budi, yang saya cari...
Keladi dalam almari...
Yang baik budi, yang saya cari...
Kedondong di atas peti...
Ini keroncong, mohon berhenti...๐
"Kami ucapkan selamat datang teman-teman kita dari Bandung..." teriak Diana dan disambut tepuk tangan dari yang lain.
"Dari Garut... dari Tasikmalaya... dari Ciamis..." tambah Diana dan disambut kembali dengan tepuk tangan dari yang lain.
"Dari Sukabumi dan dari Cianjur..." tambah Diana dengan nada ceria.๐
"Malam ini akan kita gunakan untuk perkenalkan para pemain inti Harokah FC..." ujar Diana.
"Kalau begitu untuk memulai perkenalan... kita awali dari Bandung..." seru Diana.
Armand maju kearah mic yang di pegang Diana.
"Disana hujan disini mendung... Cuacanya hikmat sangat mendukung... Kenalin kawan saya Armand dari Bandung... Datang kesini niat ingin bergabung..." Armand memulainya dengan pantun.
"Cakep..." teriak Diana.
"Huuuu...." teriak yang lain.
HAHAHAHA...
"Kang Armand emang bisa aja dah... yang selanjutnya kita panggil kan teman kita dari Ciamis..." teriak Diana disambut dengan tepukan tangan.
"Hai teman-teman... perkenalkan namaku Dani Mardani..."
"Malam selalu membuatku bingung antara menahan ngantuk atau rindu... tapi biasanya aku selalu terperangkap di sudut kamar dengan merindukanmu... wahai teman-teman ku..." sapa Dani saat memberikan ucapan perkenalan.
"So Sweet...." sambut Diana.
"Terima kasih kang Dani atas perkenalannya... yang selanjutnya... pemain yang satu ini berasal dari Tasikmalaya..." teriak Diana kembali di sambut dengan tepuk tangan.
"Hai teman-teman... nama saya Bayu Sagara..."
"Saya mau kasih tebakan ke teman-teman... yang berhasil jawab akan saya kasih hadiah..."
"Apa yang dimiliki gajah tetapi tidak dimiliki hewan lain?" tanya Bayu membuat semua yang hadir sedikit berfikir.
"Belalai..." teriak Diana.
"Salah..." kata Bayu
"Gading..." teriak Ujang.
"Salah..." kata Bayu.
"Jawabannya... ANAK GAJAH..." jawab Bayu.
๐HAHAHAHA...
"Terimakasih kang Bayu... yang selanjutnya kita sambut dengan tepuk tangan... teman kita dari Sukabumi..." teriak Diana.
"Hai teman-teman... saya ada cerita unik diperjalanan saya menuju Jakarta ini..."
__ADS_1
"Saat ingin berangkat ke Jakarta saya mampir dulu untuk membeli oleh-oleh..."
"Saya beli kue Mochi kesukaan mba Diana..."
"Kue di packing begitu rapih... agar tidak tertular dengan kardus milik orang lain... saya tuliskan nama Diana... karena memang kue ini untuk Diana..."
"Dan sampailah saya di terminal bus... karena bawaan saya banyak... beberapa saya taruh di bagasi bus... kecuali kue mochi..."
"Kue mochi itu saya taruh di bagasi atas..."
"Beberapa penumpang ada yang sudah turun... karena tidak semuanya menuju Jakarta..."
"Termasuk salah satu gadis yang duduk dibelakang saya... dia turun di daerah Bogor... di saat dia turun kebetulan saya tertidur pulas..."
"Rupanya dia membawa kardus oleh-oleh kue mochi itu..."
"Saya baru menyadari setelah bus berhenti di terminal akhir... semua penumpang sudah pulang dengan barang bawaannya masing-masing..."
๐ก"Saya marah besar dengan kondektur bus itu... mereka terdiam..."
"Semua penumpang sudah kosong... namun ada satu kardus yang masih tertinggal di bagasi bawah bus... kebetulan kardus itu mirip sekali dengan kardus saya yang hilang..."
"Namun bedanya... tidak ada nama Diana pada kardus itu... kami semua bingung... itu kardus siapa...?"
"Tiba-tiba ada telepon masuk kantor agen bus yang mengabarkan kalau ada barangnya yang tertukar..."
"Ternyata... gadis itu juga bernama Diana... dia lupa kalau kardus miliknya ditaruh di bagasi bawah..."
"Yang membuat dia terkecoh adalah nama Nadia yang ada di kardus itu..."
"Karena toko oleh-oleh nya sama... firasat saya isi oleh-oleh nya juga kemungkinan sama... maka saya iseng-iseng menanyakan isi dari oleh-oleh tersebut..."
"Beruntung isinya sama dengan yang saya bawa... sehingga kami tidak perlu menukar kardus itu..."
"Jadi mohon maaf... tadi datangnya agak ke sorean..."
"Cuman satu yang saya ingin sampaikan ke mba Diana..." ujar Jalu.
"Apatuh...?" tanya Diana penasaran.
"Cuman satu yang saya ingin sampaikan... JODOH TAKKAN KEMANA..." kata Jalu merayu Diana.
"Terimakasih... Nama saya Jalu Nagara... dari Sukabumi..." kata Jalu mengakhiri cerita nya.
semua kompak teriak...
AAAAA...ASYIK....
๐"Biasa ae... juragan cilok..." ledek Diana.
"Oh iya... satu lagi yang belom kenalan... temen kita dari Garut..." teriak Diana.
"Hai... nama saya Tatang Iskandar... saya berasal dari Garut..."
"Mohon maaf... saya hanya membawa dua oleh-oleh ke Jakarta..."
"Yang pertama... Ini nih... Dorokdok Cinta..." ujar Tatang sambil memperlihatkan kardus yang berisi Dorokdok.
"Wah... enak tuh..." seru Diana.
"Ini untuk mba Diana dan temen-temen semua..." ujar Tatang.
"Siiip... terimakasih kang Tatang... trus yang kedua apa...?" tanya Diana.
"Yang kedua... ini dia... teh Lilis..." kata Tatang sambil menarik Lilis ke depan.
"Saya bawa Teh Lilis... oleh-oleh khusus buat coach Fachri..." tambah Tatang.
๐ฐDiana, Pak Andi, Ujang dan Asep terdiam dan saling menatap.
"Oh iya... ngomong-ngomong dari tadi Lilis tidak melihat mas Fachri...!" seru Lilis sambil melihat sekeliling rumah pak Andi.
"Mba Diana... maaf... mas Fachri lagi dimana ya...?"
"Kok ngga kelihatan dari tadi...?" tanya Lilis yang mulai mendesak.
__ADS_1