OFFSIDE - Diluar Batas

OFFSIDE - Diluar Batas
Malam Jum'at Kliwon


__ADS_3

๐ŸŒŒ"Ini kita mau nginep di Cirebon atau tetap jadi ke Tegal Coach...?" tanya Pak Sularjo.


"Kita nginep di Tegal... sebab sudah janjian sama Pakde Indro..." jawab Fachri.


"Siap coach... ini kalau di Google map sih kisaran satu setengah jam..." ujar pak Sularjo.


TIBA-TIBA handphone Fachri berbunyi.


"Iya Pakde... ini kita baru berangkat dari Cirebon nih... mohon maaf tadi ada insiden... jadi kemaleman..."


"Estimasi sampai sana jam sebelas malam..." kata Fachri saat terima telepon dari Coach Indro.


"Pakde Indro itu siapa Coach...? tanya pak Sularjo sambil nyetir.


"Pakde Indro itu teman dekat saya dan Ilham... selain teman beliau adalah asisten pelatih saya saat itu..."


"Nah... uniknya... dulu saat kami masih muda... dia udah tua..."๐Ÿ˜


"Nah... sekarang kita udah pada tua... kira-kira gimana wujudnya ya...?"๐Ÿคฃ ledek Fachri saat mengenang Coach Indro.


"Sepertinya Coach Fachri sangat akrab dengan pakde Indro...?" tanya pak Sularjo.


"Iya pak... dia satu-satunya pelatih yang lucu... sedangkan yang lain... galak-galak..." kenang Fachri.


"Oh... pantesan... dari tadi senyum-senyum sendiri..." Ujar pak Sularjo.


๐Ÿš Akhirnya mobil sampai di Kecamatan Bumijiwa, Kabupaten Tegal. Mereka disambut Coach Indro yang sudah menunggu mereka dari sore.


Ternyata lokasi rumahnya Coach Indro dekat sekali dengan lokasi pemandian air panas GUCI.


Udara di daerah GUCI cukup dingin, namun sepertinya Coach Indro sengaja mengajak mereka untuk berendam di Tempat Pemandian air panas.


"Gimana perjalanan nya...? tanya Coach Indro.


"Lumayan... cukup melelahkan dan menegangkan..." jawab Fachri.


"Sekarang kan jam sebelas malam... mending kita mandi dulu di Guci..." ajak Coach Indro.


"Waduh... tengah malem gini kita berenang?" tanya Fachri bingung.


"Bisa rematik ini..." tambah Fachri.


"Nah... justru ini bedanya... kalau kita berendam Guci... Insya Allah... rematiknya justru hilang..." Jelas Coach Indro.


Mereka berjalan menuju lokasi pemandian dengan berjalan kaki. Kisaran lima ratus meter jarak rumah Coach Indro dengan lokasi pemandian Guci.


Dalam perjalanan Coach Indro menceritakan sejarah tentang Guci.

__ADS_1


"Gimana sejarah nya tuh Pakde... kok bisa ada tempat pemandian air panas ini...?" tanya Fachri.


"Jadi... Obyek Wisata Guci ini... menyuguhkan wisata berendam air panas... yang airnya berasal dari Kaki Gunung Slamet..."


"Sejarahnya... nama Guci itu... konon berasal dari zaman Walisongo... dalam menyebarkan agama Islam di Jawa Tengah bagian barat... khususnya di sekitar Tegal... diutuslah seorang wali..."


"Wali tersebut dibekali air yang ditempatkan di dalam sebuah guci atau poci... Masyarakat percaya bahwa air dalam guci tersebut bisa berkhasiat sehingga berbondong-bondong meminta kepada sang wali..."


"Namun karena jumlahnya terbatas... sedangkan banyak masyarakat yang ingin menikmatinya... maka sang wali kemudian menancapkan tongkatnya ke tanah..."


"Ketika tongkatnya dicabut... ajaib... dari lubang di tanah bekas tongkat yang ditancapkan mengalir air panas..." jelas Coach Indro.


"Air panas tersebut sampai kini masih mengalir dan dimanfaatkan masyarakat menjadi tempat pemandian..."


"Lalu... tempat pemandiannya sering disebut dengan nama Guci..." tambah Coach Indro.


"Terus... apa hubungannya dengan malem Jum'at Kliwon...?" tanya pak Sularjo.


๐ŸŒ˜"Karena... konon kisahnya... peristiwa ini terjadi di tengah malam saat Malam Jumat Kliwon..."


"Sehingga... sampai kini setiap malam Jumat Kliwon... banyak masyarakat datang ke Guci untuk berendam... Mereka percaya... jika melakukan hal tersebut hajat mereka akan terkabul..." ujar Coach Indro.


"Oh... gitu toh..." sahut pak Sularjo.


Akhirnya mereka sampai ke lokasi pemandian. Coach Indro dan pak Sularjo langsung nyebur kolam yang berisi air yang cukup hangat.


"Ayo mas Fachri... nyebur aja..." bujuk Coach Indro.


"Airnya panas sekali ini..."kata Fachri.


Pak Sularjo merambat menuju pancuran. Kepalanya dia tempatkan persis dibawa kucuran air. Cukup lama dia berdiam diri dibawah kucuran air hangat itu. Membuat aliran darah dari kepala sampai keseluruhan badan menjadi lancar.


Mungkin ini lah mengapa berendam air panas Guci memuat badan sehat.


๐Ÿ™ˆAkhirnya Fachri memberanikan diri untuk berendam dan melakukan hal yang sama seperti pak Sularjo. Yaitu berdiam diri dibawah kucuran air panas yang mengalir dari pancuran kearah kepala mereka.


๐Ÿ•Tak terasa satu jam berlalu.


Akhirnya mereka pulang dan tertidur pules.


๐ŸŸ๏ธSelepas sholat Subuh dan Sarapan Coach Indro mengajak Fachri dan pak Sularjo menuju lapangan bola yang dijanjikan.


"Jadi ini lapangan tempat Pakde sekarang melatih...?" tanya Fachri.


"Iya... Pakde sekarang ndak terlalu ngoyo... cuman sekedar memberikan ilmu sepakbola kepada anak-anak sini saja..." jawab Coach Indro.


Tak seberapa lama muncul dan mulai berdatangan anak-anak muda binaan Coach Indro.

__ADS_1


Mereka sengaja dikumpulkan Coach Indro untuk diseleksi Fachri.


"Kalian saya bagi dua tim... ini nama-nama nya..."


"Silahkan berkumpul sesuai dengan kelompok masing-masing..." perintah Coach Indro sambil menyodorkan nama-nama pemain yang ada di kertas.


Fachri memperkenalkan diri dan menjelaskan maksud dan tujuannya datang ke Tegal hari itu. Sepertinya semua pemain sangat antusias.


Variasi usianya kisaran delapan belas sampai dengan dua puluh lima tahun. Tepat seperti apa yang diminta Fachri.


Kedua tim melakukan pemanasan lalu dimulailah pertandingan yang di wasiti langsung oleh Coach Indro.


Sengaja pertandingan dilakukan full untuk melihat daya tahan tubuh mereka. Setelah pertandingan selesai, Fachri memilih lima pemain yang akan dia seleksi lebih lanjut.


"Terimakasih atas pertandingannya hari ini... kalian sungguh sangat berbakat..."


"Bagi lima orang yang tadi saya sebutkan silahkan kumpul ke depan..."


"Untuk yang lain bisa istirahat dan mengambil makan dan minuman yang ada di Coach Indro..." perintah Fachri.


Setelah istirahat, kelima anak muda yang terpilih itu di seleksi lebih lanjut. Dari mulai melihat power dari tendangan jauh, tendangan pinalti, tendangan bebas, tendangan penjuru dan umpan silang.


"Alhamdulillah... setelah beberapa tendangan yang kalian lakukan... kami sudah berhasil mencatat hasilnya..."


"Dari lima orang... ada satu orang yang kami pilih..."


"Saya pilih yang bernama... Iqbal Ramadhan..."


"Untuk yang lain terimakasih sudah mau ikut seleksi... semoga makin berkembang kualitas permainan nya dikemudian hari..." ujar Fachri.


Ternyata yang terpilih adalah Iqbal Ramadhan, pemuda yang berusia dua puluh tahun itu adalah pekerjaan keras di keluarga nya.


"Gimana Iqbal... bisa ke Jakarta kapan?" tanya Fachri.


"Itulah masalah Coach... saya adalah tulang punggung keluarga..."


"Saya mewarisi peternakan orang tua yang sulit saya tinggal kan..." jelas Iqbal.


"Eh... namun bagi Iqbal sendiri... berminatkah untuk gabung dengan Harokah FC...?" tanya Fachri.


"Saya sangat tertarik Coach... karena memang ini cita-cita saya sejak kecil..." jawab Iqbal.


๐Ÿ˜”Mereka terdiam sejenak.


"Begini saja... boleh saya berkunjung ke rumahmu...?" pinta Fachri.


"Boleh Coach... sungguh kehormatan bagi saya jika Coach Fachri bisa berkunjung kerumah saya..." jawab Iqbal.๐Ÿ˜

__ADS_1


__ADS_2