
🤷♂️"Aku wis nyerah Mas Fachri... itu urusanmu... aku minggir wae..." ledek Pak Andi.
"Loh pak Andi... mau ke mana...? tolong saya Pak..." teriak Fachri.
"Wes atur wae... dua-duane ora popo..." sahut pak Andi sambil keluar dari kamar rawat.
👨⚕️Tak lama berselang pintu kamar dua satu dua terbuka, ternyata kedatangan dokter dan suster untuk mengecek kondisi Fachri sore itu.
"Wah... Alhamdulillah ya mas Fachri... pantesan mas Fachri cepat sembuh... wong dijagain dua orang wanita cantik..." ledek pak Dokter yang baru saja masuk.
"Loh yang ini siapa ya...? kayaknya saya baru lihat... biasanya kan mba Giea saja yang nunggu..." tanya dokter yang melihat Diana tepat di samping Fachri.
"Perkenalkan nama saya Diana... calon istrinya mas Fachri..." jawab Diana.
Seketika itu Fachri dan Giea langsung memandang Diana, dan dibalas Diana dengan senyuman.
"Kemarin kata mba Giea... mba Giea itu calon istrinya mas Fachri...! ini mana yang bener ya...? tanya Pak dokter yang mendadak bingung.
"Dua-duanya bener Dok..." Jawab Pak Andi yang tiba-tiba muncul dari belakang.
"Gimana ceritanya...? Kayaknya seru nih...! Tapi tumben... kok bisa akur ya...?" Tanya pak Dokter.
"Akur apaan... dikit lagi juga jenggut-jenggutan..." ledek pak Andi.
🤣HAHAHAHA...
Mereka semua tertawa.
"Alhamdulillah... berdasarkan hasil pemeriksaan kemarin untuk mas Fachri... kondisi kepala dan organ dalam lainnya tidak ada masalah... jadi besok sudah bisa pulang..." kata pak Dokter.
"Alhamdulillah..." ucap semua yang ada di ruangan.
"Kalau begitu... saya ucapkan selamat untuk mas Fachri... semoga lekas pulih dan bisa beraktivitas seperti biasa..." ucap pak Dokter. "Terima kasih banyak Dok... atas pelayanan dan penanganannya selama ini... semoga pak Dokter dan bu Suster senantiasa diberikan kesehatan dan keselamatan oleh Allah Subhanahu wa ta'ala..." do'a Fachri.
Tak lama setelah dokter keluar dari ruangan Diana dan Giea menghampiri Fachri.
"Jadi gimana...? Mas Fachri besok ikut Giea atau ikut Diana...?" tanya Giea kepada Fachri.
Itulah Giea, dia merupakan seorang wanita yang bijaksana. Sebenarnya dia sangat unggul dan berpeluang besar untuk mendapatkan hati dan raganya Fachri. Namun Giea masih memberikan kesempatan Fachri untuk memilih dan tetap menjaga hati Diana yang sedang terluka.
🙏"Mba Giea... bolehkah saya berbicara empat mata sebentar dengan Diana...?" pinta Fachri.
"Iya mas... tidak apa-apa... Giea tunggu di luar ya..." jawab Giea sambil keluar ruangan.
Cukup lama Fachri berbicara dengan Diana. Semua tidak tau apa yang mereka bicarakan. Namun yang pasti deraian air mata Diana membasahi pipinya untuk yang kesekian kali.
🕗Setelah satu jam lebih mereka berbicara, Diana menghubungi ayahnya dan memberitahukan bahwa malam ini juga dia berniat untuk pulang ke Jakarta.
__ADS_1
"Terima kasih banyak mba Giea... sudah mau dan tulus menjaga mas Fachri selama ini... kami pamit untuk kembali ke Jakarta..." kata pak Andi.
"Iya pak Andi... mba Diana... hati-hati dijalan ya... saya akan selalu menjaga mas Fachri dengan baik..." ujar Giea.
Saat itu Diana tidak mampu untuk berkata-kata, dia tak henti-hentinya menangis. Pertemuan itu tutup oleh Diana dengan memeluk Giea dan Fachri.
🌌Malam itu Diana dan pak Andi kembali ke Jakarta.
Keesokan harinya Giea membawa Fachri kerumahnya. Tentunya Dona dan Doni sangat senang saat itu. Selama perjalanan Dona dan Doni tak henti-hentinya bercerita tentang dirinya, tentang cita-citanya dan tentang harapannya kepada Fachri.
"Ayah Fachri... Dona punya tebakan nih..." kata Dona.
"Wah... apa tuh tebakannya...!" seru Fachri.
"Kenapa kodok kalau lewat rel kereta... mesti lompat...?" tanya Dona.
"Lah emang kodok jalannya lompat..." Jawab Fachri.
"Salah ayah..."
"Kenapa kodok kalau lewat rel kereta mesti lompat... itu karena... kalau muter kejauhan... masa harus ke Jakarta dulu...! seru Dona
😁Hihihihi... tawa Dona.
"Ayah-ayah.... Doni juga punya tebak-tebakan nih...!" seru Doni.
"Kenapa anak kancil... jalannya lompat-lompatan...?" tanya Doni.
"Wah kenapa ya...? mungkin karena dia menghindari batu... atau mungkin dia lagi seneng... jadi dia lompat-lompatan..." jawab Fachri.
"Ayah Fachri masih salah..." kata Doni.
"Waduh... jadi apa dong...?" tanya Fachri.
"Kenapa anak kancil jalanan lompat-lompatan...?" ya... biarin aja... namanya juga anak-anak..." Jawab Doni yang membuat Fachri dan Giea ketawa terbahak-bahak mendengar tingkah laku anak-anaknya yang lucu dan menggemaskan.
Pagi itu begitu cerah dan ceria setelah bertahun-tahun Giea dan anak-anak dirundung kesepian. Kini Fachri memberi warna dan semangat baru dalam kehidupan mereka.
🚐Mobil Alphard Hitam itupun akhirnya sampai di rumah Giea.
"Luar biasa rumah Giea sudah seperti istana..." Bisik Fachri dalam hati.
Fachri mendapatkan kamar yang begitu mewah. Giea begitu memanjakan Fachri.
"Mba Giea nggak usah repot-repot... mba Giea sudah banyak membantu saya selama ini..." ujar Fachri.
"Jangan panggil aku... mba... dong mas..." "Panggil aja aku Giea..." pinta Giea.
__ADS_1
"Iya mba Giea... eh Giea... maaf belum terbiasa..." ujar Fachri.
"Iya mas... ntar lama-lama juga terbiasa..."
TIBA-TIBA Dona dan Doni masuk ke kamar Fachri.
"Nah kalau begitu... Dona dan Doni malam ini tidur sama ayah ya...!" pinta Dona pada bundanya.
"Loh ayah Fachri kan belum sembuh..." ujar Giea pada Dona dan Doni.
"Sudah kok... kata dokter sudah sembuh... ini juga sudah boleh pulang... ya kan berarti Ayah udah sembuh..." Jelas Dona yang sudah mulai bisa menimpal pembicaraan bundanya.
"Iya sudah sembuh... malam ini Dona dan Doni boleh tidur sama ayah Fachri..." ujar Fachri.
"Bunda juga mau tidur sama ayah Fachri...?" tanya Doni.
"Waduh... mau dong... tapi sepertinya tidak bisa... nanti kalau sudah halal baru boleh tidur sama ayah Fachri..." ujar Giea.
🤭"Semoga cepat halal... aamiin..." kata Dona dan Doni dengan kompak.
🏡Di rumah Pak Andi Jakarta
"Hari ini mau ke Markas ngga non...?" tanya Pak Andi pada Diana.
"Aku libur dulu Pa'e... lagi kurang enak badan..." jawab Diana.
"Yo wis... istirahat dulu... Pa'e ingin koordinasi dengan yang lain..." ujar pak Andi
"Iya Pa'e... hati-hati di jalan ya..." do'a Diana.
Setelah mengantar ayahnya keluar dari gerbang, Diana menutup gerbang dan langsung masuk ke kamar Fachri Diana.
Diana melirik ke arah diary Fachri yang ada di atas meja. Namun tangannya tak mampu untuk menyentuh diary tersebut. Akhirnya Diana merebahkan tubuhnya di kasur dia membayangkan dan mengingat apa yang dikatakan Fachri saat di Rumah Sakit kemarin.
Rupanya Fachri berjanji kepada Diana untuk segera kembali ke Harokah FC tiga sampai dengan lima hari ke depan.
Inilah yang membuat Diana sedikit lega dengan apa yang dijanjikan oleh Fachri.
Namun tentunya hal ini tidak lepas dari apa yang nanti akan diucapkan dan diputuskan Fachri saat berbicara nanti dengan Giea. Semoga apa yang dibicarakan Fachri bisa sesuai dengan apa yang sudah direncanakan.
"Kan selalu ku Ingat saat engkau membisikan sesuatu saat itu..." ingat Diana saat kemarin Fachri membisikan sesuatu di kuping saat memeluknya
Cinta tak pernah salah, namun cinta tak selalu indah...
Cinta tak pernah menyiksa, ia hanya menguji rasa...
Cinta tak akan pergi jika hasrat ingin bersama selalu kembali...
__ADS_1
☀️"Aku kan selalu menantimu... wahai MATAHARI BIRU..." ucap Diana saat berharap Fachri akan memenuhi janjinya.