OFFSIDE - Diluar Batas

OFFSIDE - Diluar Batas
Ajang Promosi


__ADS_3

🏠Dirumah pak Andi.


"Ini maksudnya apa ya?"


"Kok ngadain pertandingan ngga bilang-bilang saya...?" kata pak Andi yang bernada marah sambil membanting undangan pertandingan antara Harokah FC dengan Priok United.


"Maksud pak Andi?" Fachri malah balik bertanya.


"Lho... saya kan juga pemilik Harokah FC..."


"Apapun yang terjadi..."


"Apapun yang diputuskan..."


"Semuanya harus sepengetahuan saya..." ujar pak Andi.


"Pa'e... Pa'e... sabar dulu..."


"Kita kan baru pulang..."


"Kok tiba-tiba Pa'e marah-marah gini..." rayu Diana pada ayahnya.


"Kamu diam..." kata pak Andi menghardik Diana.


"Ayah lagi ngomong sama mas Fachri..."


"Tolong jelaskan..."


"Kenapa ndak bilang ke saya dulu...?" tanya pak Andi.


"Tiga hari yang lalu... Coach Maman dari Priok United datang ke Harokah FC..."


"Mereka berniat untuk latih tanding..."


"Karena ini latihan biasa..."


"Saya kira tidak terlalu penting untuk diketahui pak Andi..." jelas Fachri.


"Apa... latihan biasa...?"


"Coba kamu lihat... mereka mengundang pejabat PSSI... mengundang semua warga Priok... memasang spanduk dan baleho di semua sudut kota..." kata Pak Andi sambil memperlihatkan undangan dari Priok United.


Fachri dan Diana terdiam.


"Mas Fachri..."


"Pertandingan ini adalah akal-akalan nya mereka..."


"Ini siasat mereka untuk menjatuhkan martabat sekolah kita di mata masyarakat dan pejabat daerah..." jelas pak Andi.


"Karena harus kita akui bahwa banyak siswa sekolah sepakbola Priok United yang pindah ke Harokah Football Club..."


"Mereka memanfaatkan momen disaat pemain inti kita banyak yang di karantina karena seleksi Timnas..."


"Dan dipastikan..."


"Mereka akan menang mudah atas kita..." ujar pak Andi.


"Wow..."


"Luar biasa... siasat mereka..."


"Mohon maaf pak Andi... saya tidak berfikir sejauh itu..." Fachri meminta maaf kepada pak Andi.


"Setelah tau begini..."


"Bagaimana strategi mu...?" tanya pak Andi.


"Walaupun awalnya kami menganggap ini latihan biasa..."


"Namun kami juga sudah mempersiapkan pasukan dengan maksimal..."


"Ini data-data para pemain kita besok..." jelas Fachri sambil menyodorkan data siswa Harokah FC kepada pak Andi.


Pak Andi mendengarkan dan melihat data dengan seksama. Fachri dan Diana berusaha menyakinkan pak Andi dengan data dan persiapan yang sudah mereka lakukan. Pak Andi sedikit lega dengan penjelasan Fachri dan Diana.


"Yo... Wis..."


"Semoga besok berjalan sesuai dengan yang kita inginkan..." ujar pak Andi.


"Aamiin..." sambut Fachri dan Diana.


πŸŒ„ Keesokan harinya.

__ADS_1


"Hey Codet...."


"Gimana... udah dapet targetnya apa belom?" tanya Coach Maman.


"Belom dapet boss..." jawab bang Codet.


"Gimana sih loh..."


"Cari begitu aja kagak becus..." timpal coach Maman dengan nada kecewa.


"Saya udah nanya sama beberapa siswa disana..."


"Katanya emang belom ditunjuk siapa pemain intinya..." jelas Bang Codet.


"Ah... masasih...?" kata coach Maman yang merasa bingung.


"Karena ngga jelas yang mau dimaenin itu siapa aja..."


"Jadi saya juga kagak tau..."


"Pemain mana yang bisa disuap..." ujar bang Codet.


"Plan pertama gagal..."


"Kita jalanin plan yang kedua..." perintah coach Maman.


"Siap boss..." sambut bang Codet.


🏟️Disisi lain markas Priok United.


Mobil pak Andi sudah memasuki parkiran markas Priok United. Pak Andi, Fachri dan Diana dalam satu mobil. Sedangkan Ujang datang menggunakan sepeda motor yang baru dia beli hasil dari kerjanya sebagai pelatih kiper.


"Walaupun bekas..."


"Insya Allah... masih bagus..." bisik Ujang dalam hati.


"Hey Jang..."


"Motor baru nih..." sapa Fachri.


"Ini lho Coach yang saya ceritakan kemarin..."


"Terimakasih ya..."


"Oke..."


"Sepertinya beberapa sudah pada datang..."


"Langsung kamu kumpulan disatu titik..."


"Saya akan umumkan siapa saja yang turun di pertandingan hari ini..." pinta Fachri.


"Siap coach..." jawab Ujang.


Siswa Harokah Football Club mengambil sudut di dekat pintu masuk lapangan. Mereka sangat kompak, karena semua diwajibkan datang mengenakan kostum utama Harokah FC.


"Coach Ujang... saya butuh lima orang bantu angkatin drum, bendera dan spanduk di mobil..." pinta Diana.


"Siap mba Diana..." sambut Ujang.


"Satu... dua... tiga... empat... lima..."


"Nah... kalian berlima silahkan bantu Bu Diana ambil drum, bendera dan spanduk dimobil..." sambil menunjuk Ujang memerintahkan anak didiknya.


"Siap Coach..." jawab kelima siswa itu.


"Saya akan umumkan siapa-siapa saja yang akan tampil mewakili Harokah Football Club..."


"Kalian simak..."


"Saya tidak akan mengulang..."


"Jangan berisik..." pinta Fachri.


"Siap Coach..." jawab seluruh siswa.


"Untuk posisi striker saya panggil empat orang..."


"Yang saya panggil silahkan berdiri dibelakang saya..."


"Danu... Firman... Anrihal... Yogi..."


"Diposisi gelandang... Lambang... Karta... Agung... Tatas... Jala... Limas... Syarief... Riza..."

__ADS_1


"Untuk posisi bek... Putra... Yosta... Reza... Hidayat... Purna... Mulyo...."


"Dan untuk kiper... Agus dan Badruz..." Fachri mengumumkan dua puluh line up Harokah Football Club beserta cadangannya.


Ada beberapa pemain yang sepertinya tidak sesuai dengan posisi semula. Contohnya Danu, semula Danu adalah Kiper, namun ekstrim nya hari ini dia dijadikan penyerang.


Lalu ada Putra, semula dia striker malah dijadikan bek.


"Coach... ini tidak salah..."


"Saya kan kiper... kok sekarang jadi striker...?" tanya Danu bingung.


"Nanti akan saya jelaskan..."


"Oke... karena sudah terpilih dua puluh orang..."


"Yang lainnya silahkan menjadi suporter..."


πŸ₯"Minta bantu pak Sularjo security untuk jadi pimpinan suporter Harokah FC..." perintah Fachri.


Tamu undangan sudah pada hadir menduduki kursi VIP. Para orangtuanya siswa kedua sekolah sepakbola pun sudah mulai berdatangan memenuhi tribun penonton.


"Wah bakal seru nih..."


"Dari dua klub dari satu kota bertarung..." kata salah satu dari wali siswa Harokah Football Club.


"Kalo sampe Harokah Football Club kalah...!"


"Langsung gue pindahin mereka ke Priok United..." sahut orang tua siswa yang lain.


Disudut VIP


"Benar dugaan pa'e...."


"Mereka menggunakan ajang ini untuk promosi..." kata Diana.


"Iya... promosi..."


"Tapi ngakali..." sahut pak Andi.


"Moga mas Fachri bisa membuat Harokah FC tetap solid..."


"Walaupun pakai pasukan lapis kedua..." ujar Diana.


Para pemain Priok United sudah memasuki lapangan pertandingan dan mulai pemanasan. Sedangkan para pemain Harokah Football Club masih berkumpul mendengarkan instruksi Coach Fachri.


"Oke..."


"Kita mulai susun strategi..."


"Agus kamu kiper utama..."


"Babak pertama saya pasang lima bek... empat gelandang... dan satu penyerang..."


"Untuk penyerang... siap-siap... Danu..." perintah Fachri.


"Ah... aku...?" tanya Danu mulai panik.


"Mengapa Danu saya pasang sebagai penyerang...?"


"Yang pertama karena dia larinya paling kencang dibandingkan yang lain..."


"Yang kedua... tugasmu bukan untuk mencetak gol..."


"Namun tugasmu hanya untuk membuat pemain belakang lawan menjadi panik..."


"Ketika kamu mendapat bola..."


"Langsung kamu sprint..."


"Buat mereka panik sehingga kamu dijatuhi lawan..."


"Paksa mereka membuat pelanggaran..."


"Nah... saat pelanggaran..."


"Tugas Yogi untuk esekusi tendangan bebas..."


"Kalian faham tugas masing-masing...?" tanya Fachri.


"Faham coach..." jawab mereka kompak.


πŸ‘

__ADS_1


__ADS_2