
🍜Masih di acara dinner pemain Harokah FC
Pak Andi mengambil alih mic yang sedang di pegang Diana.
"Teman-teman... yuk kita kumpul di area taman..."
"Ada beberapa hal yang ingin saya sampaikan termasuk tentang coach Fachri..." pinta pak Andi pada semua yang hadir.
Pak Andi mencoba untuk merangkai kata-kata yang tentunya ini adalah hal tersulit yang dia alami untuk dipaksa berbicara tentang kondisi Fachri.
"Jadi seminggu yang lalu... Pak Sularjo dan Coach Fachri melanjutkan pencarian pemain ke daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur..."
"Mulai dari Jamblang... Cirebon... Tegal... sampai akhirnya kami kehilangan kontak dengan coach Fachri..."
"Awalnya kami curiga karena setiap hari coach Fachri memberikan kabar dan informasi..."
"Tau sendiri kan... mba Diana termasuk yang paling bucin dengan coach Fachri... sehari saja tidak di telepon... pasti sudah uring-uringan..."
"Setelah selang dua hari barulah ada kabar dari pak Sularjo... namun kadarullah... ternyata mereka mengalami perampokan di daerah Tegal..."
"Bahkan mobil mereka terperosok dalam jurang Pak Sularjo dan Coach Fachri ikut terjatuh dalam jurang..."
"Mereka berhasil keluar dari mobil... karena mobil tenggelam di sungai... namun arus sungai yang sangat deras itu menyeret mereka..."
"Pak Sularjo tersangkut di bebatuan besar namun coach Fachri sampai saat ini belum ditemukan..." cerita Pak Andi pada semua pemain.
😭"Mas Fachriiiiiii..." teriak Lilis histeris.
Uraian air mata tak terbendung dari semua pemain, termasuk Pak Andi yang sedari tadi mencoba menahan sesak didada.
"Kami dan Tim SAR sudah seminggu di sana untuk mencari coach dengan maksimal... sampai Tim SAR menyatakan untuk menghentikan pencarian..."
"Mereka mempertimbangkan banyak hal... bisa kemungkinan jasad sudah hancur terseret arus yang deras... ada kemungkinan dimakan binatang buas... dan banyak kemungkinan lainnya..." pak Andi menceritakan begitu detail, membawa suasana Dinner yang tadinya ceria menjadi penuh dengan keheningan.
🕙 Sepuluh menit berlalu.
Semua masih tertunduk larut dalam kesedihan.
Ujang mengambil alih mic yang ada ditangan pak Andi.
"Teman-teman semua... kita tidak boleh larut terlalu jauh dalam kesedihan..."
"Coach Fachri punya banyak mimpi... punya banyak Harapan... punya banyak cita-cita..."
"Mari kita bantu beliau untuk mewujudkan semua cita-cita..."
"Untuk itu... marilah kita kirimkan Al Fatihah..."
"Agar arwah beliau tenang di sisi Allah subhanahu wa ta'ala..."
"Al Fatihah..." Ujang memimpin doa untuk keselamatan coach pada malam itu.
__ADS_1
🌌Dan acara dinner itu pun usai.
NAMUN
"Teh Lilis pingsan..." teriak Tatang membuat semua yang hadir berdiri dan berusaha menolong.
Lilis memang sangat emosional, apalagi ketika mendengar Fachri dinyatakan meninggal dunia. Wajar saja karena Lilis pernah kehilangan orang yang sangat ia cintai, yaitu Kang Hari yang mirip sekali dengan Fachri.
Sehingga Lilis memaksa Tatang untuk ikut ke Jakarta, salah satu nya untuk bertemu dengan Fachri.
Walaupun Lilis tahu, dia pasti akan berhadapan dengan Diana.
Lilis mengalami goncangan jiwa, yang banyak orang bilang, ditinggal pas lagi sayang-sayangnya.
"Begini saja... untuk teh Lilis biar istirahat dan tidur disini bersama Diana..."
"Untuk yang lain silahkan kembali ke asrama..." ujar pak Andi.
Dan semua kembali ke asrama masing-masing.
Lilis digotong dan direbahkan dikamar Diana. Setelah lima menit rebahan Lilis siuman. Dia menyebut-nyebut nama mas Fachri. Diana ikut bersedih dan sedikit kesal karena cemburu. Karena Diana pun suka dengan Fachri.
"Lis... Lilis... ayo minum dulu... tenangkan pikiran mu..." rayu Diana.
Lilis meminum air hangat yang diberikan Diana.
"Terimakasih mba Diana... maaf Lilis sudah merepotkan..." ujar Lilis.
"Tiap kali Lilis suka sama seseorang selalu diambil Allah SWT..." keluh Lilis.
"Istighfar Lis... jangan begitu... berbaik sangka lah pada Allah SWT..." Diana coba menasehati.
"Kekuatan cinta Lilis lah yang mampu menggerakkan Lilis untuk datang ke Jakarta..."
"Kalau tidak begini kan Lilis ngga tau Jakarta seperti apa..." Diana coba sedikit menghibur Lilis.
"Mba Diana kayak suster aja... begitu telaten merawat Lilis..." ujar Lilis.
"Hahahaha... aku memang perawat... karena mas Fachri lah... aku resign dari rumah sakit..." kenang Diana.
Diana menceritakan awal mula bertemu dengan Fachri kepada Lilis. Sepertinya mereka sedang mengenang saat-saat bersama dengan Fachri.
Tak terasa sudah larut malam mereka bercengkrama.
"Mba Diana tidak cemburu sama Lilis...?" tanya Lilis.
"Cemburu lah Lis... tapi cemburu yang mba alami adalah... mba kok ngga bisa se emosional kamu..."
"Pasti mas Fachri seneng ngeliat ada wanita cantik seperti Lilis menyukai dirinya..." ujar Diana.
"Dan mas Fachri juga pasti seneng karena senantiasa dirawat sama suster yang cantik dan baik hati kayak mba Diana..." Lilis balik memuji Diana.
__ADS_1
"Mba belum pernah punya pacar... sekalinya suka sama seseorang... ya... dia adalah mas Fachri..."
"Dan akhirnya aku pun merasakan yang kamu rasakan..." kata Diana.
"Apa tuh mba...?" tanya Diana.
"Sedih... karena ditinggal pas lagi sayang-sayangnya..." jawab Diana.
😭Lilis memeluk Diana yang sedang melow.
Lelah yang mereka alami mengantarkan mereka dapat tidur yang nyenyak.
🏟️ Keesokan harinya di markas Harokah FC
Ujang, Asep, Tatang, Armand, Jalu, Dani dan Bayu sudah berlatih pagi-pagi sekali.
Mereka berlatih sebelum siswa Harokah FC datang untuk latihan.
⚽Atraksi bola mereka membuat beberapa siswa yang sudah hadir terkesima dan begitu asyik melihat apa yang mereka peragakan.
"Oke... latihan kita hari ini cukup... saya dan pak Andi sedang mencoba membuat modul untuk kalian pelajari agar juga dapat bantu melatih adik-adik kita itu di posisi masing-masing..." ujar Ujang.
"Karena ada tujuh orang... saya akan bagi tujuh kelompok... semoga teman-teman bisa enjoy dalam melatih mereka..."
"Semangat..." teriak Ujang.
💪SEMANGAT... yang lain sambut teriakan Ujang.
"Pagi bude Khusnul..." sapa Diana yang baru datang bersama pak Andi dan Lilis.
"Pagi non Diana... ceria sekali pagi ini..." kata bude Khusnul.
"Iya... Alhamdulillah... semalam tidur nya nyenyak sekali..." ujar Diana.
"Bude... hari ini kita ada bantuan tenaga dari Garut... namanya Lilis..." Diana memperkenalkan Lilis pada bude Khusnul.
"Salam kenal bude..." sapa Lilis.
"Salam kenal juga... Alhamdulillah... jadi tambah seru nih ngerumpinya...
HAHAHAHA....
"Huh... dasar ibu-ibu... kerjaannya ngerumpi mulu..." sindir pak Andi.
"Wah... sepertinya ada yang terusik nih..." ledek Diana.
HAHAHAHA....
"Udah ah... Pa'e langsung ke dalam kantor dulu... biar ngga digosipin..." kata pak Andi sambil berjalan menuju kantor Harokah FC.
Hari itu Harokah FC mencoba berdamai dengan takdir. Takdir yang membawa mereka untuk belajar mandiri dari arahan sang maestro Coach Fachri.
__ADS_1
😍Berat, ya itu pasti. Namun yang dapat membuat mereka mampu berdiri tegak adalah semangat dan cita-cita dari Coach Fachri yang harus mereka wujudkan.