
🌌Sulit bagi Diana dan yang lainnya menerima kenyataan bahwa sudah seminggu Fachri tidak ditemukan.
Namun itulah kenyataannya, kita sebagai hamba hanya bisa berusaha, namun tetap Allah SWT yang menentukan.
"Kalau begitu kami pamit... terima kasih atas bantuan bapak-bapak dari tim SAR..." ucap pak Andi pada Tim SAR yang senantiasa membantu pencarian selama ini.
"Siap pak Andi... mohon maaf jika penanganan dari kami tidak sesuai dengan apa yang pak Andi dan yang lainnya harapkan..." ujar Komandan Ismail.
Pak Andi, Diana, Pak Suharjo dan bude Khusnul kembali ke Jakarta.
Satu jam sudah berlalu, perjalanan menuju Jakarta saat itu terasa sunyi, semua terdiam di dalam mobil dari awal perjalanan. Tak sepatah kata pun mereka ucapkan, terlihat mereka sedang menahan kesedihan yang mendalam, mencoba untuk mengikhlaskan apa yang sedang terjadi.
Mimpi, harapan, cita-cita seakan-akan terkubur saat itu.
"Sepertinya Pa'e nih yang harus membuka obrolan..." kata Pak Andi yang tiba-tiba memecah kesunyian.
Pak Andi mencoba menghibur Diana yang sedang sangat kehilangan dan Pak Sularrjo yang masih sangat trauma.
"Sudah... sudah... bismillah... mimpi... harapan dan cita-cita mas Fachri harus terus kita lanjutkan... itu mungkin yang bisa membuat arwah mas Fachri tenang di sisi Allah subhanahu wa ta'ala..." ujar pak Andi.
"Jangan terlalu larut dalam kesedihan... coba ingat... besok itu ada jadwal kedatangan beberapa orang dari Jawa Barat yang akan datang ke markas..."
"Kita harus tetap semangat... karena kita hanya punya waktu dua minggu dari sekarang untuk menyiapkan tim..."
"Semoga Ujang dan Asep bisa maksimal untuk membantu Harokah FC..." kata pak Andi yang sepertinya sangat berusaha untuk membangkitkan mental Diana yang sangat terpukul.
"Iya toh mba Diana... biar mas Fachri tenang di sisi Gusti Allah... mba Diana ndak boleh larut dalam kesedihan..." rayu bude Khusnul.
☺️Diana hanya membalasnya dengan senyuman dan kembali terdiam.
Mereka hanya sekali beristirahat di rest area dan langsung melanjutkan menuju Jakarta.
🏡Bahkan sesampainya di Jakarta, mereka langsung pulang ke rumah masing-masing dan ke kamar masing-masing, tidak butuh waktu lama untuk mereka tertidur pulas. Sepertinya tenaga mereka sudah cukup terkuras dalam seminggu terakhir ini.
🏟️Keesokan harinya di markas harokah FC.
Pak Andi mengumpulkan semua official dan siswa Harokah FC di tengah lapangan.
Semua dalam kondisi berwudhu karena mereka akan melaksanakan shalat ghaib untuk coach Fachri.
__ADS_1
Shalat ghaib dan do'a saat itu dipimpin oleh Ujang. Suasana berkabung menyelimuti pagi itu di markas harokah FC.
🤲"INNALILLAHI WA INNAILAIHI RAAJI’UUN..."
"Sesungguhnya semua ini hanyalah milik Allah... dan hanya pada-Nya kami kembali..."
"ALLAHUMMAGHFIRLI WA LA HU WA’QIBNI MIN HU ‘UQBAA HASANAH..."
"Ya Allah... ampunilah diriku dan dia serta berikan padaku darinya pengganti yang lebih baik..."
"ALLAAHUMMAGHFIR LAHU WARHAM HU WA’AAFI HII WA’FU ANHU WA AKRIM NUZULA HU WA WASSI’ MADKHOLA HU WAGHSIL HU BILMAAI WATS-TSALJI WALBARODI WANAQQI HI MINAL KHOTHOOYAA KAMAA YUNAQQOTS TSAUBUL ABYADLU MINADDANASI WA ABDIL HU DAARON KHOIRON MIN DAARI HI WA AHLAN KHOIRON MIN AHLI HI WAZAUJAN KHOIRON MIN ZAOJI HI WA ADKHIL HUL JANNATA WA ‘AIDZ HU MIN ‘ADZAABIL QOBRI WA FITNATI HI WA MIN ‘ADZAABIN NAAR..."
"Ya Allah... ampunilah dan rahmatilah... bebaskanlah dan lepaskanlah dia.... Dan muliakanlah tempat tinggalnya... luaskan lah dia... Dan muliakanlah tempat tinggalnya... luaskan lah jalan masuknya... cucilah dia dengan air yang jernih lagi sejuk... dan bersihkanlah dia dari segala kesalahan bagaikan baju putih yang bersih dari kotoran... dan gantilan rumahnya dengan rumah yang lebih baik daripada yang ditinggalkannya... dan keluarga yang lebih baik... dari yang ditinggalkan... serta suami atau istri yang lebih baik dari yang ditinggalkannya pula... Masukkanlah dia ke dalam surga... dan lindungilah dia dari siksa kubur serta fitnahnya, dan dari siksa api neraka..."
"Tsumma ila jami'i ahlil kubur minal muslimiina wal muslimaati walmukminiina wal mukminaati min masyaariqil ardhi ila maghoo ribiha barriha wa bahriha, khushushon ilaa Fachrisyah bin Fulan... Alfatihah..."
Begitu hikmat Ujang memimpin doa untuk arwah Fachri di pagi itu.
⚽Sehabis shalat ghaib, latihan masih tetap berjalan sampai dengan siang hari.
Setelah shalat Dzuhur, Pak Andi, Diana, Ujang dan Asep makan siang di kantin Harokah FC.
Tiba-tiba muncul dari arah gerbang markas Harokah FC sosok pemuda tampan asli Bandung. Siapakah dia? Seharusnya kalian masih ingat.
Pak Andi dan yang lainnya bersikap seperti tidak terjadi apa-apa. Mereka masih menyimpan berita kematian Fachri dikarenakan akan ada sesi khusus untuk menjelaskan kepada para pemain baru yang hari ini akan berdatangan ke markas Harokah FC.
"Ayo nak Armand... silahkan makan dulu... sudah kami siapkan..."
"Setelah makan kan diantar kang Ujang ke Asrama..." ajak pak Andi.
Beberapa saat kemudian turun dua orang muda mudi dari taksi, rupanya dia adalah Tatang Iskandar dan Teh Lilis dari Garut.
"Teh Lilis ikut juga...?" tanya Ujang.
"Tau nih... udah dibilang jangan ikut... dia malah maksa... katanya kangen sama mas Fachri..." sahut Tatang.
"Waduh..." Ujang tersentak kaget.
☺️🙏Diana hanya bisa terdiam saat Lilis tersenyum kepadanya.
__ADS_1
TIN... TIN...
🏍️Suara klakson dua buah motor yang masuk ke markas Harokah FC membuat semua orang disana menoleh.
Ternyata yang datang adalah Bayu Sugara dari Tasikmalaya dan Dani Mardani dari Ciamis.
"Nah... sekalian deh... kalian makan... mumpung masih hangat..."
"Setelah itu bersih-bersih dan istirahat di asrama..." ajak pak Andi.
"Kok yang ditawarin makan mereka aja sih... Jalu ngga diajak nih..." keluh Jalu yang tiba-tiba nongol jalan kaki dari arah gerbang markas Harokah FC.
😱"Jalu...." teriak Diana.
"Hai Diana... ini saya bawain mochi khusus buat Diana..." rayu Jalu.
"Alhamdulillah... semua sudah kumpul..."
"Silahkan dinikmati makanan nya..."
"Setelah itu kalian bisa mandi dan istirahat di asrama..." ujar pak Andi.
"Siap boss..." celetuk Jalu.
"Nanti malam habis sholat Isya kita kumpul dirumah saya..."
"Biar kalian saling mengenal..." ujar pak Andi.
"Trus Lilis tidur dimana...?" tanya Lilis.
"Ya... kamu pulang Lis... kan disini laki-laki semua..." ledek Tatang.
"Lilis sama mas Fachri aja ah..."
"Mas Fachri mana ya...? kok ngga kelihatan...?" tanya Lilis.
Semua terdiam dan saling tatap-tatapan.
"Terpaksa... Lilis juga harus tidur di asrama..." perintah pak Andi.
__ADS_1
"Nanti malam kumpul dirumah saya... ada kado spesial dari coach Fachri..." kata pak Andi yang sedang berusaha menahan perih di dada.
"Iya pak Andi... sampai bertemu nanti malam..." ujar Tatang.