OFFSIDE - Diluar Batas

OFFSIDE - Diluar Batas
Kota Kembang yang Menawan


__ADS_3

🌞Pagi hari di kediaman pak Andi


"Perjalanan kita memang sebulan..."


"Namun ngga harus bawa baju sampai tiga puluh pasang gini tuh nduk...! ujar pak Andi.


"Lah... emang Pa'e bawa berapa stel baju...?" tanya Diana.


"Paling bawa tujuh pasang..."


"Nanti kita laundry di jalan..." jawab pak Andi.


"Assalamualaikum... wah... sudah pada siap nih..." sapa Ujang yang baru datang menggunakan ojek.


"Wa'alaikumussalam... nih... tinggal nunggu tuan putri Diana..."


"Yang dari tadi lagi mindahin isi lemari kedalam mobil..." ledek pak Andi pada Diana yang membawa baju begitu banyak sehingga membutuhkan enam koper.


"Nah... Jang..."


"Sini bantu angkatin..."


"Betul kata Pa'e... ternyata satu koper aja cukup..." ujar Diana yang mulai lelah sebelum berangkat.


Akhirnya mereka siap mengarungi Jawa Barat.


Bismillahi, tawakkaltu ’alallah, laa haula wa laa quwwata illaa billaah.


“Dengan nama Allah, aku bertawakkal kepada Allah. Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan Allah.”


Mereka membaca do'a safar, di pimpin oleh Ujang.


"Jadi... rencana kita mau kemana dulu mas Fachri..." tanya pak Sularjo.


"Sekarang kita ke Bandung... lalu Garut... lanjut Tasikmalaya... setelah itu kita ke Ciamis..."


"Dari Ciamis kita balik lewatin Tasik dan Garut menuju Sukabumi..."


"Dari Sukabumi kita lanjut ke Cianjur dan terakhir kita ke Bogor..." jelas Fachri.


"Laptop sudah... kamera sudah... power bank sudah... handphone sudah... apalagi yang belom ya...?" tanya Diana pada dirinya sendiri.


"Bedak... udah belom...!" ledek Fachri.


"Bedak...?"


"Kok bedak sih mas...?"


"Aku jelek ya...?" tanya Diana sedikit baper.


"Hahahaha... cantik kok... paling cantik dimobil ini... hahahaha..." canda Fachri.


🚐Perjalanan pun dimulai.


Ujang duduk didepan menemani pak Sularjo. Jarak tempuh seratus delapan puluh kilo meter. Kisaran tiga jam perjalanan.


Ujang menceritakan tentang teman-temannya semasa di PORDA yang tinggal di Lembang Bandung.


Football Plus Arena, menjadi target Fachri dan kawan-kawan memburu pemain-pemain muda berbakat. Kompleks Graha Puspa, Jl. Sersan Bajuri No. km 4,5, Cihideung, Kec. Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Disana sedang diadakan turnamen ke Kota dan Kabupaten Bandung.


🌬️Ada delapan tim yang berlaga di hari itu.

__ADS_1


Dengan udaranya yang sejuk, membuat semua yang menyaksikan pertandingan demi pertandingan menjadi lebih nyaman.


Fachri mencatat beberapa pemain yang dia sorot sebagai target calon pemain Harokah FC.


Beberapa pemain mereka culik untuk di interview seusai pertandingan.


Diana dan Ujang memiliki peran untuk mengajak pemain-pemain incaran untuk mau diinterview Fachri dan pak Andi di sudut kursi VIP.


"Perkenalkan nama saya Fachri dan ini pak Andi..."


"Kami dari Harokah FC Jakarta..."


"Kami tertarik dengan permainan kang Armand..." ujar Fachri kepada salah satu dari kandidat.


"Terimakasih pak Fachri dan pak Andi..."


"Usia saya dua puluh dua tahun..."


"Posisi saya saat bermain sebagai sayap kiri..."


"Saya belum berkeluarga..."


"Saya anak pertama dari empat bersaudara..."


"Status pekerjaan... saya masih aktif bekerja di pabrik garmen..." jelas Armand.


"Kamu sedang mencari beberapa pemain untuk berlaga di Divisi Tiga Liga Indonesia..."


"Kami akan menawarkan kontrak tiga tahun kepada kang Armand..."


"Tiap bulan akan kami gaji sebesar lima juta rupiah..."


"Lalu bagaimana prosesnya...?" tanya Armand.


"Besok kami jadwalkan kang Armand untuk Medical Check Up di Prodia..."


"Jika hasilnya sehat... Senin depan bisa langsung kontak dan main di Harokah FC..." ujar pak Andi.


"Siap coach Fachri dan pak Andi..."


"saya siap gabung dengan Harokah FC..." ujar Armand.


"Kang Armand minta nomor WhatsApp nya bisa...?" pinta Diana.


"Ini nomornya teh..." kata Armand.


"Nah... coba cek... saya sudah kirim link nya..."


"Silahkan kamu buka dan isi form pendaftaran Harokah FC ya..." tambah Diana.


"Kalau begitu kami pamit dulu..."


"Semoga Medical Check Up nya bagus..."


"Sampai ketemu nanti di Jakarta..." ujar Fachri.


Dari delapan orang yang di interview, hanya satu yang mereka pilih. Armand menjadi pilihan Fachri untuk mengisi sayap kiri.


"Alhamdulillah... dari Bandung kita sudah dapet satu..."


"Semua sudah Diana rekam nih..." seru Diana.

__ADS_1


"Lanjut kemana lagi nih boss...?" tanya pak Sularjo.


"Kita makan SURABI..."


"Ini makanan favorit Pa'e dan Zainab ibumu saat masih pacaran..." kenang pak Andi.


"Oh... siap boss..." sahut Diana meledek ayahnya yang lagi mengenang masa-masa mudanya.


Kalau sedang pergi ke Bandung, jangan sampai melewatkan salah satu jajanan khas yang satu ini, yaitu serabi Bandung. Jajanan yang satu ini sangat mudah di temukan di Bandung. Biasanya, jajanan ini sering dijual saat sore hari. 


Berbeda dengan serabi Solo yang teksturnya cenderung lebih basah, serabi Bandung memiliki tekstur yang lebih padat. Serabi Bandung juga khas dengan berbagai macam pilihan topping di atasnya. Biasanya, penjual menyediakan serabi dengan variasi topping manis dan topping asin.


Surabi terbuat dari tepung beras, parutan kelapa setengah tua, gila, garam, ragi dan santan cair.


Sedangkan toppingnya bisa pakai coklat batang yang di parut atau keju parut.


Yang khas dari Surabi adalah cara memasaknya, Surabi dimasak menggunakan bara kayu, sehingga memiliki rasa dan aroma yang membuat air liur kita mulai keluar. 😋


🌹"Pantesan Pa'e betah... lihat aja... kita makan di kelilingi pemandangan yang indah..."


"Bunga... kembang... menghiasai setiap sudut mata kita memandang..."


"Kota kembang yang menawan..." ujar Diana.


"Menawan siapa...?" ledek Fachri.


"Menawan hatinya Pa'e..." sahut Diana.


"Eeeeenaaaak...." teriak mereka meledek Pa'e yang sedang mengenang masa lalunya.


🌌Mereka tidak menginap di Bandung. Perjalanan dilanjutkan ke daerah Garut. Kondisi jalanan yang berliku-liku, membuat mata pak Sularjo senantiasa terfokus ke jalanan.


Ujang masih setia menemani pak Sularjo. Sedangkan Diana, Fachri dan pak Andi sudah terlelap sejak beranjak dari Kota Bandung.


"Jalanannya ekstrim sekali ini pak Larjo...! seru Ujang.


"Iya... daerah Garut memang seperti ini..."


"Enaknya... ya... kalau siang...bisa lihat pemandangan selama dalam perjalanan..."ujar pak Sularjo.


Di dalam perjalanan terlihat sebuah motor jalan tidak stabil. Motor itu mendadak mengambil lajur tengah dan menghalangi mobil. Dan akhirnya....


🚐CIIIIIIIT...


Pak Sularjo ngerem darurat mobil HIACE...


Sontak pak Andi, Diana dan Fachri yang tertidurpun terbangun.


"Astaghfirullah..."


"Ada apa pak Larjo...?" teriak mereka.


"Entahlah..." kata pak Sularjo.


Pak Sularjo dan Ujang bergegas keluar dari mobil dan menghampiri pengendara motor yang terjatuh itu.


Rupanya seorang tua yang sedang membawa tumpukan kerupuk yang dinamakan DOROKDOK. Atau sering disebut dengan kerupuk kulit.


Setengah sadar orang tua itu saat ditolong Pak Sularjo dan Ujang. Mereka menggotongnya ke tepi jalan. Dan mobil pun terparkir disebelahnya dengan menyalakan lampu darurat.


DOROKDOK yang berserakan dikumpulkan oleh Diana dengan sigap.

__ADS_1


__ADS_2