OFFSIDE - Diluar Batas

OFFSIDE - Diluar Batas
Geng Motor


__ADS_3

📱Bewok masih mengamati Fachri dari sudut jalan. Dia mengeluarkan handphone dari saku celananya.


"Hey Pancong... gua ada gawean nih... lho segera temuin gua di basecamp... jangan lupa ajak Badrun..." kata Bewok saat berbicara di telepon.


Tak lama Pancong dan Badrun muncul menghadap Bewok.


"Ini uang satu juta... buat DP...."


"Dan nanti kalau tugas kalian berhasil... akan gua kasih sisanya..."


"Tugas kalian adalah menghabisi orang ini..." kata Bewok sambil memperlihatkan foto Fachri.


🕌Di sudut yang lain Fachri siap-siap 88bergegas jalan menuju mobil untuk melanjutkan perjalanan.7


Fachri dan Pak Sularjo meluncur ke arah Pati, sepertinya Fachri sudah sangat lelah, dan akhirnya Fachri tertidur, namun Pak Sularjo tetap memacu mobilnya dengan cepat.


Sampai akhirnya tibalah di pertigaan, terlihat ada seorang yang membawa bendera sambil mengarahkan kendaraan ke arah kanan dan terlihat tulisan dilarang belok kiri karena ada perbaikan jalan.


🚐Mobil langsung dibelokkan ke arah kanan.


"Waduh... pake dibuang ke kanan lagi..."


"Sepertinya harus aktifin google map..." keluh pak Sularjo.


"Oh.... ternyata bisa lewat sini toh..."


"Tetapi memang agak lebih jauh... dan juga melintasi daerah hutan..." gerutu pak Sularjo sambil melihat google map.


Mobil dipacu lebih cepat karena kondisi jalanan yang lengang.


Tepat di tengah hutan terdapat pohon tumbang yang melintang di tengah jalan. Mobil dihentikan tepat didepan pohon tumbang itu.


"Sepertinya ada yang aneh... ini pohon tumbang dari mana ya...?" tanya pak Sularjo dalam hati.


"Sebab kalau pun ada pohon tumbang... tidak mungkin melintang ke jalan..."


"Kayaknya ada yang ngga beres nih..." ujar pak Sularjo.


Karena melihat kejanggalan, pak Sularjo langsung memutar balik arah mobilnya.


Namun....


BUG... terdengar suara pukulan keras di kaca mobil nya.


😱Sontak membuat Fachri terbangun.


"Ada apa pak Larjo...?" tanya Fachri.


"Ada yang mau ajak balapan sepertinya..." kata pak Sularjo mengayun setir mobilnya untuk berbalik arah.


🏍️Ada kisaran enam motor yang meneror mobil yang ditumpangi Fachri. Masing-masing motor berisi dua orang. Dan orang yang membonceng masing-masing membawa kayu kaso.

__ADS_1


Geng motor itu berusaha melumpuhkan mobil. Bahkan salah satu dari mereka mampu memecahkan kaca mobil yang ditumpangi Fachri.


Pak Sularjo berhasil meloloskan diri. Aksi kejar-kejaran pun tak terhindarkan. Namun ternyata geng motor itu sudah menutup jalan dengan batang pohon yang sangat besar.


"Ya Allah... gimana nih pak Larjo...?" tanya Fachri yang mulai panik.


"Tenang coach... kita coba masuk ke jalan setapak itu..." jawab pak Sularjo sambil membanting setir kearah jalan setapak diantar pepohonan.


🚐Mobil dipaksa untuk melaju kencang. Kawanan geng motor terus mengejar. Sampai akhirnya mobil tak mampu dikendalikan karena sudut kemiringan jalan setapak memaksa rem untuk bekerja keras. Mengakibatkan rem menjadi blong.


Mobil terguling jauh dan terlempar ke dasar jurang, geng motor menghentikan pengejaran nya. Siapa sebenarnya geng motor itu?


"Tugas sudah beres boss... kita tunggu sisa pembayaran nya..." kata salah satu dari geng motor itu.


"Oke... kita kembali ke basecamp..." teriak ketua geng motor tersebut.


🏍️Mereka memacu motornya dengan kencang.


🧔🏾Rupanya ada salah satu dari penduduk desa yang melihat kejadian itu. Namanya pak Rudi, dia adalah petani duren yang saat itu sedang mencari kayu bakar untuk kebutuhan memasak dirumahnya.


Pak Rudi langsung bergegas kekantor desa untuk melaporkan kejadian tersebut.


🏟️ Suasana lain di Markas Harokah FC.


🥛GUMPRANG....


Suara gelas pecah yang terjatuh dari genggaman bude Khusnul istri pak Sularjo.


"Entahlah... bude jadi kepikiran bapa'e..." jawab bude Khusnul.


"Iya...ya... sudah hampir seminggu tidak bersama mereka terasa sepi markas ini..." ujar Diana.


"Terbesit bude kebayang wajah bapa'e..." kata bude Khusnul.


"Kalau kangen... telepon aja bude..." hibur Diana.


📱Bude langsung meraih handphone nya dari meja kantin. Nada sambung, namun sudah beberapa kali tidak juga diangkat.


"Mungkin lagi ditinggal kali handphone nya... ini Diana coba telepon mas Fachri..." ujar Diana.


Masih sama, telepon Fachri pun tidak diangkat. Mereka berdua mulai panik.


"Gini aja bude... mending warungnya segera kita tutup... trus nanti kita minta bantu Pa'e untuk menghubungi mereka..." saran Diana


"Iya non... Bude ikut aja..." sahut bude Khusnul.


🌌Sampai dengan malam hari belum ada info dan telepon balik dari Fachri dan pak Sularjo.


Pak Andi, Diana, Ujang, Asep dan bude Khusnul masih berkumpul di kantor Harokah FC.


"Mending malam ini kita semua pulang dan istirahat..."

__ADS_1


"Saya sudah minta bantu teman-teman Kapolres dibeberapa daerah Jawa Tengah... semoga secepatnya ada kabar dari Fachri dan pak Sularjo..." jelas pak Andi.


"Kalau begitu saya pamit dulu..." bude Khusnul izin untuk pamit pulang.


"Iya bude... yang sabar ya... nanti kalau ada kabar... segera kami informasikan..." ujar pak Andi.


"Mas Fachri... Diana kangen mas Fachri..."


"Ada apa sebenarnya yang telah terjadi...?" Diana bertanya-tanya dalam hati.


"Ayo kita pulang..." ajak pak Andi pada Diana yang sedang gelisah.


Dengan langkah berat Diana meninggalkan kantor Harokah FC. Mereka berharap tidak terjadi sesuatu yang membahayakan Fachri dan pak Sularjo.


🚐Diana hanya terdiam didalam mobil saat pulang kerumah bersama pak Andi. Tak banyak kata yang terucap, mereka hanya mendengarkan lagu yang ada didalam audio mobil.


Kemarin... Kulihat awan membentuk wajahmu... Desau angin meniupkan namamu...Tubuhku terpaku....


Semalam... Bulan sabit melengkungkan senyummu... Tabur bintang serupa kilau auramu... Aku pun sadari... ku segera berlari...


Cepat pulang... Cepat kembali... jangan pergi lagi... Firasat ku ingin kau 'tuk cepat pulang....


Cepat kembali... jangan pergi lagi...


Akhirnya... Bagai sungai yang mendamba samudra... Ku tahu pasti ke mana 'kan ku bermuara... S'moga ada waktu... sayangku


Ku percaya alam pun berbahasa... Ada makna di balik semua pertanda... Firasat ini... Rasa rindukah ataukah tanda bayang?


Aku tak peduli... Ku terus berlari...


Cepat pulang... Cepat kembali... jangan pergi lagi... Firasat ku ingin kau 'tuk cepat pulang


Cepat kembali... jangan pergi lagi...


Dan lihatlah sayang... Hujan turun membasahi...Seolah turun air mata...


Cepat pulang... Cepat kembali... jangan pergi lagi... Firasat ku ingin kau 'tuk cepat pulang....


Cepat kembali... jangan pergi lagi...


Firasatku ingin kau 'tuk cepat pulang...


Pulang...


Aku pun sadari... Engkaulah firasat hati...


"Ayo bangun... pindah tidur di kamar... pules amat... Pa'e jadi ngga enak bangunin Diana..." ujar pak Andi.


😴"Iya Pa'e... maaf ya... Diana ngantuk bener nih..." kata Diana yang sepertinya masih sangat ngantuk.


Dengan langkah yang berat Diana turun dari mobil yang langsung masuk kedalam rumah.

__ADS_1


__ADS_2