
🥁 Sepertinya suporter dari Harokah FC yang paling kompak. Bayangkan lebih dari lima puluh siswa Harokah FC memakai kostum yang sama. Ditambah lagi bendera dan spanduk yang dibuat Diana. Membuat situasi sedikit menguntungkan Harokah FC.
"Eh... Codet... sini lho...!"
"Kok malah Harokah FC yang meriah" ujar Coach Maman.
"Lah... iya ya..." Bang Codet merasa bingung.
"Mereka pada pakai seragam..."
"Bawa bendera..."
"Pakai spanduk..."
"Ada yang bawa drum..."
"Ada pimpinan suporter nye..." keluh Coach Maman kepada bang Codet yang kerjanya kurang gesit.
"Maaf boss... saya kagak kepikiran..." sahut bang Codet.
"Ah... otak lho di dengkul sih..." kata coach Maman yang cukup emosi melihat situasi itu.
⚽Kick off babak pertama dimulai.
Kedua kesebelasan sudah siap dengan atribut kebesaran mereka. Harokah FC dengan kostum dominasi hijau dan Priok United dengan kostum dominasi putih.
Bola dikuasai Priok United. Sepuluh menit pertama pertahanan Harokah FC dikurung. Semua menjaga pertahanan dengan baik. Bahkan terlihat semua pemain berkumpul di belakang.
"Tempel terus..."
"Jangan kasih kendor..." teriak Fachri.
Bahkan sampai dengan dua puluh menit permainan masih belum menarik. Semua serangan Priok United mampu dipatahkan para pemain Harokah FC.
"Sepertinya harus pakai planning yang kedua..." bisik coach Maman dalam hati.
"Hey...PU...." coach Maman memanggil pasukannya dengan panggilan PU, dia memberikan kode dengan mengacungkan dua jari.✌️
Kode itu bertanda, mereka disuruh bermain kasar. Benar saja, baru dua menit kode itu diberikan sudah terjadi pelanggaran. Kartu kuning pertama untuk pemain Priok United.
Namun itu tidak terlalu berarti. Yang disesalkan adalah cideranya pemain belakang Harokah FC sehingga harus ditarik keluar lapangan.
"Waduh...."
"Baru menit ke dua puluh kita sudah kehilangan satu pemain..." keluh Ujang.
"Mulyo... kamu siap-siap gantiin Hidayat yang cidera..." perintah Fachri.
"Siap coach..." sahut Mulyo.
Sudah menit ke tiga puluh lima dibabak pertama. Kedudukan masih kosong-kosong.
"Satu orang pemain belakang sudah kita jegal..."
"Kok masih rapet aja ya pertahanan nya?" bisik coach Maman dalam hati.
Coach Maman sudah mulai gelisah. Mondar-mandir dia memperhatikan jalannya pertandingan. Semua strategi nya mampu dimentahkan Harokah Football Club.
Sampai pada satu kejadian, penyerang Priok United berusaha untuk membuat pelanggaran. Pemain belakang Harokah FC pun terjatuh, kebetulan bola masih dikuasai pemain Harokah FC sehingga wasit membiarkan pelanggaran itu. Dan bola diarahkan ke depan, dengan kecepatan nya Danu berlari kencang, mendekati kotak pinalti daaaaaan...
Sliding Tackle pemain belakang Priok United membuat Danu mengerang kesakitan.
"Hey... wasit... mereka bermain kasar..." teriak Fachri kepada wasit yang terlalu membiarkan kekerasan demi kekerasan yang terjadi di pertandingan itu.
Wasit hanya mengganjar kartu kuning pada pemain Priok United yang melakukan pelanggaran itu.
"Hey... Yogi..."
"Bersiap gantiin Danu..." pinta Fachri.
Harokah FC mendapatkan hadiah tendangan bebas. Coach Fachri menunjuk Yogi untuk mengambil tendangan bebas itu.
__ADS_1
"Mengapa coach Fachri lebih memilih Yogi dari pada pemain lainnya...?" tanya Ujang.
"Dua bulan belakangan ini saya sering lihat Yogi berlatih sendiri ditembok kamar ganti pemain..." jawab Fachri.
"Kok latihan di tembok...?" Ujang kembali bertanya.
"Sebab dia cuman sendirian..."
"Bolanya tidak akan lari jauh saat dia menendangnya..." jelas Fachri.
"Trus... tidak ada kiper dan gawangnya...?" tanya Ujang yang makin heran.
"Iya.... tidak ada kiper dan gawangnya..."
"Namun dia beri target lingkaran pada tembok..." jelas Fachri untuk menggambarkan begitu seriusnya Yogi dalam berlatih.
🥁 Suporter Harokah Football Club kembali bergemuruh.
🎼Harokah didadaku...
Harokah kebanggaanku...
Ku yakin hari ini pasti menang...
Kobarkan semangatmu...
Tunjukkan sportivitasmu...
Ku yakin hari ini pasti menang...
Ooooo...aaa.....ooooo...aaaa
Ooooo...aaa.....ooooo...aaaa
Pemain belakang Priok United mulai membuat pagar betis. Mulyo dan Danu ditarik dari lapangan karena cidera. Sisa jatah satu pemain lagi untuk pergantian pemain.
Yogi mengambil ancang-ancang, matanya menatap gawang, dan sekarang pandangannya fokus ke bola. Rupanya dia akan memakai trik menendang yang beberapa hari ini dia pelajari.
Dan bola pun di tendang...
Tendangan Yogi keras dan melengkung ke sudut kanan atas gawang Priok United.
🥅Goool....
Tendangan Pisang ala Yogi Harokah FC tercipta. Semua bersorak Sorai menyambut gol yang cantik itu.
🥁 Suporter Harokah Football Club kembali bergemuruh.
🎼Harokah didadaku...
Harokah kebanggaanku...
Ku yakin hari ini pasti menang...
Kobarkan semangatmu...
Tunjukkan sportivitasmu...
Ku yakin hari ini pasti menang...
Ooooo...aaa.....ooooo...aaaa
Ooooo...aaa.....ooooo...aaaa
Satu kosong untuk keunggulan Harokah Football Club. Diluar dugaan Harokah mampu mencetak gol dalam kondisi tertekan dari menit pertama.
🍌"Good Job... Banana Kick Man..." Fachri memberi tos kepada Yogi yang menghampirinya saat merayakan gol.
"Oke... semua kembali fokus bertahan...
"Tempel terus..."
__ADS_1
"Jangan kasih kendor..." perintah Fachri pada pasukannya.
PRIIIIIT....
Peluit berbunyi menandakan berakhirnya pertandingan babak pertama dengan keunggulan Harokah FC satu kosong atas Priok United.
"Mereka tinggal punya satu kesempatan lagi untuk mengganti pemain..."
"Hajar pemain belakang Harokah FC..." perintah Coach Maman.
PRIIIIIT....
Peluit berbunyi kembali menandakan pertandingan babak kedua dimulai.
🥁 Suporter Harokah Football Club kembali bergemuruh.
🎼Harokah didadaku...
Harokah kebanggaanku...
Ku yakin hari ini pasti menang...
Kobarkan semangatmu...
Tunjukkan sportivitasmu...
Ku yakin hari ini pasti menang...
Ooooo...aaa.....ooooo...aaaa
Ooooo...aaa.....ooooo...aaaa
Priok United kembali menyerang, lewat kanan, lewat kiri, umpan lambung sudah dilakukan. Namun pertahanan Harokah FC tetap solid dan rapat.
Saking prustasi nya, para pemain Priok United mencoba dengan tendangan-tendangan langsung kearah gawang. Karena jaraknya cukup jauh, sangat mudah diantisipasi kiper Harokah FC.
Priok United memasukan dua penyerang baru sekaligus. Tentunya untuk menambah daya serang mereka.
Sepertinya mulai mendapatkan hasil. Priok United mendapatkan tendangan sudut yang pertama dibabak kedua. Satu dua tiga empat lima eman tujuh delapan pemain berada area kotak penalti Harokah FC.
Situasi makin genting. Tendangan sudut dilakukan.
Daaaaaan....
Agus berhasil memetik bola hasil dari tendangan sudut yang dilakukan Priok United.
"Mantul...."
"Langsung tendang ke depan..." ujar Ujang yang mulai lega karena Agus binaannya mampu memetik bola diudara dengan baik.
Bola langsung ditendang Agus ke depan. Selain memiliki tendangan yang bagus, Yogi juga memiliki kecepatan lari diatas rata-rata.
Yogi berhasil lolos dari jebakan offside. Dia menggiring bola menjauh dari kejaran para pemain belakang Priok United. Berhadapan langsung dengan penjaga gawang. Masuk ka area kotak penalti.
Daaaaaan....
Ketika Yogi berhasil menggocek penjaga gawang Priok United, Yogi terjatuh karena kakinya terkena tangan kiper Priok United.
Harokah FC mendapatkan hadiah pinalti. Dan lagi-lagi Priok United hanya mendapatkan ganjaran kartu kuning. Padahal beberapa pelanggaran dikategorikan terlalu keras.
🚑"Gimana kondisi mu Yog?" tanya Fachri.
"Kakiku terkilir..." jawab Yogi.
"Oke... Firman... siap-siap gantikan Yogi..." perintah Fachri.
"Siap Coach..." sahut Firman.
"Lalu siapa yang akan ambil tendangan penaltinya coach...?" tanya Firman.
"Penalti nya kasih ke Putra..." kata Fachri dengan tegas.
__ADS_1
"Terimakasih atas kepercayaan nya Caoch..."
"Saya coba balas dengan gol..." ujar Putra.