
πMasjid Agung Palabuhanratu
"Nah kita istirahat di Masjid ini aja pak..." sahut Ujang.
"Siap... sebentar... saya parkir dulu..." sambut pak Sularjo.
"Sedikit lagi Maghrib... kita mandi dan beres-beres dulu..."
"Habis sholat Maghrib kita kumpul lagi di serambi masjid itu..." ujar Fachri sambil menunjuk kearah serambi Masjid.
Sehabis sholat Maghrib mereka berkumpul di serambi masjid seperti yang membicarakan rencanakan. Mulai dari rencana makan malam, sampai dengan strategi yang akan mereka jalani esok pagi.
Ujang menawarkan untuk makan malam di Rumah Makan Lapak Ikan Abah dekat tempat pelelangan ikan. Dan tentunya banyak pilihan ikan yang masih sangat segar-segar.
"Pada doyan ikan kan...?" sahut Diana.
"Doyan donk..." sambut Fachri.
"Pa'e pilih KMAM ya...." ujar pak Andi.
"Apatuh KMAM...? tanya Diana.
"Kakap Merah Asam Manis..." jawab pak Andi π
"Mas Fachri pilih...NANGKAR..." pilih Fachri.
"Apalagi tuh... NANGKAR...?" tanya Diana bingung.
"Baronang Bakar..." sahut Fachri.π
"Saya mah Bajak Laut..." kata pak Sularjo.
"Hah... Bajak Laut...?" tanya Diana.
"Bawal bumbu Rujak Ikan Laut..." jawab pak Sularjo.π
"Kang Ujang mau makan apa...?" tanya Diana.
"Cumi Balado..." jawab Ujang.
"Apa tuh artinya...?" tanya Diana yang muli tidak fokus.
"Cuuuuuuumi Balaaaaaaado..." ledek Ujang.
"Hah..." Diana terkejut.π±
"Ya... Cumi Balado... ngga pake kepanjangan... hahaha..."π
"Diana pilih apa ya...?"
"Ikan Kuwe Goreng aja deh..." bisik Diana dalam hati.π€
"Aa... ini pilihan menunya..." ujar Diana kepada laki-laki yang melayani mereka saat itu.
__ADS_1
"Terimakasih teh..." sambut laki-laki itu yang bernama Jalu.
"Ini menunya bah..." kata Jalu kepada Abahnya yang sedang menyiapkan arang untuk bakar ikan.
"Oh iya... Lu... kamu beli arang lagi sana..."
"Ini sepertinya mau habis..." pinta Abah kepada Jalu.
"Iya Bah..." ujar Jalu sambil berjalan menuju motor nya yang memiliki tipe motor trail.
Abah melayani Fachri dan kawan-kawan sendiri. Hidangan pun siap.
πMereka makan dengan lahapnya, lelah dan lapar terobati dengan nikmatnya hidangan ikan-ikan yang fresh. Ditemani desir ombak yang tak pernah henti berdesir.π
"Alhamdulillah udah kenyang nih... enak juga ya Baronang Bakarnya... padahal tadi saya lihat ikannya itu tidak terlalu banyak bumbu... tapi kok bisa enak ya...?" ujar Fachri.
"Ini karena ikannya masih segar... jadi terasa manis dan gurih..." jelas pak Sularjo.
"Oh iya... baru sadar saya... mba Diana kok pakai baju hijau ya...!"
"Kalau menurut mitos disini... yang pakai baju hijau nanti diculik Nyi Roro Kidul lho...! seru pak Sularjo.
π±"Wah... yang bener pak Larjo... jangan nakut-nakutin dong..." ujar Diana menjadi parno.
"Ya... namanya juga mitos... bisa bener bisa juga tidak... karena kepercayaan turun menurun membuat Itu seakan-akan nyata..." ujar pak Sularjo.
"Lah... itu Pak Sularjo selama perjalanan dari Ciamis ke Sukabumi... ceritanya Nyi Roro Kidul mulu... ya Alhamdulillah sih jadi nggak ngantuk di perjalanan... walaupun yang lainnya pules... hahaha..." kata Ujang sambil tertawa.
"Ya... paling juga tidur di masjid lebih nyaman tadi sih... marbotnya bilang boleh buat tidur..." jawab Fachri.
"Abah... toilet ada dimana ya...?" teriak Diana.
"Di belakang neng... ya paling kisaran dua puluh meter dari sini... sebelah kanan ya..." kata Abah pemilik rumah makan itu.
"Diana ke toilet dulu ya..." kata Diana kepada Pa'e.
"Mau di temenin ngga...?" Fachri menawarkan dirinya untuk antar Diana ke toilet.
"Ngga usah mas... kelihatannya rame kok..." ujar Diana.
Beberapa menit kemudian.
"Eh... ini Diana belum balik-balik ya...!"
"Buang air kecil apa buang air besar... kok lama sekali...?" ujar Fachri.
"Coba Jang... kamu cek ke toilet..." pinta pak Andi kepada Ujang.
Ujang langsung bergegas ke toilet yang dimaksud. Ujang bertanya kepada penjaga toilet. Penjaga toilet itu bilang beberapa saat yang lalu ada wanita berbaju hijau yang masuk ke toilet ini, namun sudah selesai sejak dua puluh menit yang lalu.
"Berarti kalau sudah dua puluh menit yang lalu..." bisik Ujang dalam hati.
"Terima kasih banyak pak atas informasinya..." ucap Ujang pada penjaga toilet itu.
__ADS_1
Ujang bergegas kembali ke tempat makan, namun saat sampai di tempat makan, Diana masih belum terlihat.
"Gimana Jang... kok nggak ada Diananya...?" tanya pak Andi.
"Nah itu... tadi kata penjaga toilet... kisaran dua puluh menit yang lalu ada seorang wanita berambut panjang memakai baju hijau yang ke toilet namun sudah keluar..." jelas Ujang.
"Waduh... mana ini handphone nya Diana ada di sini... nggak dibawa..." ujar pak Andi.
Semua sudah mulai panik.
"Gini aja... kita berpencar... nanti setelah lima belas menit kita berkumpul lagi ke sini... ketemu maupun tidak ketemu Diana..." ujar Fachri.
Mereka berpencar, setiap sudut mereka telusuri, namun Diana tak kunjung ditemukan.
Dianaaaaaa...
Teriak Fachri yang sangat menyesal tak mendampingi Diana saat ke toilet.
Lima belas menit sudah berlalu, mereka berkumpul lagi ke rumah makan Abah.
"Atau jangan-jangan karena Diana memakai baju warna hijau ya...!" ujar pak Sularjo.
Semua terdiam, seakan percaya dan tidak percaya, namun sepertinya mitos itu mulai menampakkan pembuktiannya.
"Masa sih pak...!" seru Ujang.
"Gimana ya...? pak Andi sudah mulai panik.
"Abah... nanti kalau anak saya yang pakai baju hijau itu balik... ke sini telepon ke nomor saya ini ya...! seru pak Andi.
"Mending kita lapor ke pos keamanan yang ada di sini..." ujar Fachri.
Saat Fachri dan yang lainnya lapor ke pos keamanan yang ada di tempat pelelangan ikan itu. Mereka melihat beberapa foto-foto korban tenggelam di Pelabuhan Ratu. Rata-rata mereka perempuan dan semua korban memakai baju yang berwarna hijau.
"Selamat malam pak... perkenalkan nama saya Andi... saya bermaksud untuk membuat laporan kehilangan..."
"Anak saya satu jam yang lalu hilang... kami sudah mencarinya di setiap sudut..."
"Namun tetap tidak ditemukan..."
"Siap pak Andi... terima kasih atas laporannya... segera kami sampaikan laporan ini..."
"Semoga anak bapak segera ditemukan... kami akan coba sisir semua lokasi jika ada foto terakhir segera kirim ke kami untuk kami sebarkan ke anggota yang lain..." obrolan.
"Ngomong...ngomong itu foto korban tenggelam ya...?" tanya Ujang.
"Iya kang... mereka kami temukan tenggelam di pantai... rata-rata perempuan... dan semua memakai baju hijau..." kata petugas keamanan itu.
"Nah itu yang saya takutkan... anak saya saat hilang dia memakai baju hijau... tapi kami tidak sedang di tepi laut kok..."
"Kami hanya sedang di rumah makan dekat pelelangan ikan itu..."
"Sangat tidak mungkin kalau anak saya tenggelam..." ujar pak Andi yang mulai prustasi.π
__ADS_1