
🏟️Kondisi markas Harokah FC pagi itu.
"Untuk Iqbal dan Vino silahkan kalian bersih-bersih diri dulu di asrama... jika sudah silahkan gabung dengan tim di lapangan..." perintah Fachri.
"Siap coach..." sambut Iqbal dan Vino.
Iqbal dan Vino bergegas ke asrama. Ujang dan kawan-kawan lanjut menuju lapangan. Lilis mendampingi Bude Khusnul di kantin. Fachri, Diana dan Pak Andi lanjut diskusi di kantor.
"Kita masih kekurangan beberapa pemain lagi..." kata Diana mengingatkan Pak Andi dan Fachri.
"Kira-kira... kita akan mencari mereka di mana lagi ya...? sedangkan waktu kita tinggal seminggu lagi...! seru pak Andi.
"Sangat tidak mungkin jika kita harus melanjutkan pencarian pemain ke Jawa Tengah dan Jawa Timur..." tambah pak Andi.
"Menurut saya... pemain inti kita sebenarnya sudah lengkap..."
⚽"Kiper ada Ujang... Bek kiri ada Tatang... Bek kanan ada Bayu... Bek tengah ada Dani... Sayap kanan ada Jalu... Sayap kiri ada Armand... Sayap tengah ada Vino... Penyerang ada Asep dan Iqbal..." urai Fachri.
"Kurang dua mas... Bek dan Sayap..." celetuk Diana.
"Tenang... ada satu pemain lagi yang dijanjikan oleh coach Nuralim dari Bekasi... namanya Wahyu Wahyudi... dia akan mengisi bek tengah..."
"Dan satu lagi dari anak asuhnya ustadz Fadlan... namanya Sandy Sandiwara... dia di posisi gelandang serang..." ujar Fachri.
"Itu namanya Sandy Sandiwara...?" tanya Diana kepo sambil tersenyum geli.
"Entahlah... katanya memang dia sering bersandiwara saat main bola..." jawab Fachri mencoba menjelaskan.
"Aya.. Aya wae..." celetuk Diana.🤭
"Berarti tinggal cadangan saja yang harus segera kita cari..."
"Saran saya... mending kita cari di kampus-kampus sekitar Jakarta Utara..."
"Dengan metode beasiswa... jadi tugas mereka hanya membackup pemain inti yang cidera dan akumulasi kartu..." jelas Fachri.
__ADS_1
🤔"Bagaimana dengan latihannya...?" tanya pak Andi.
"Latihan disesuaikan dengan jadwal kuliah mereka... beasiswa akan kita bayarkan per semester dan uang saku akan kita berikan perbulan..." Fachri coba menjabarkan idenya.
"Budget nya per orang kira-kira berapa mas...?" tanya Diana.
"Untuk beasiswa kita ikat per semester... jika satu semester enam juta rupiah... maka sebulan satu juta rupiah... ditambah uang saku dua juta rupiah..."
"Pengeluaran kita untuk program beasiswa ini perorang tiga juta rupiah... dikali sebelas... maka total pengeluaran tiga puluh tiga juta rupiah..." urai Fachri.
"Alhamdulillah... secara konsep saya sudah faham... dan saya setuju..." ujar pak Andi.
☀️ Secercah harapan kembali muncul di Harokah FC, setelah badai sempat menghampiri mereka. Diana mencoba mendesign brosur untuk di sebarkan ke kampus-kampus. Fachri segera membuat konsep seleksi penerimaan beasiswa. Pak Andi membuka laptopnya untuk mencari alamat kampus-kampus yang ada Jakarta Utara.
"Ini ada dua puluh sembilan kampus... gimana nih... mau diundang semua...?" tanya pak Andi.
"Kayaknya akademi keperawatan tidak perlu dech..." jawab Diana.
"Mending semuanya aja diundang... toh bukan masalah jurusan ataupun universitas... yang kita cari kan orang yang bisa main bola... siapa tau ada perawat laki-laki yang jago bola..." cetus Fachri.
"Berikut ini universitas yang ada di Jakarta Utara... Institut Kesehatan Indonesia... Akademi Kebidanan Sismadi... Akademi Keperawatan Bina Insan Jakarta... Akademi Keperawatan Harum... Akademi Maritim Djadajat... Akademi Maritim Nasional Jaya... Akademi Pariwisata Bhakti Nusantara... Akademi Pariwisata Bunda Mulia... Akademi Sekretari & Manajemen Dharma Budhi Bhakti
Institut Bisnis Dan Informatika Kwik Kian Gie... Institute Agama Buddha Nasional Divyarajya... Sekolah Tinggi Agama Buddha Maha Prajna Jakarta... Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi YPIAMI... Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sismadi... Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran Jakarta... Sekolah Tinggi Manajemen Industri Indonesia... Sekolah Tinggi Manajemen Transportasi Malahayati... Sekolah Tinggi Teologi Lintas Budaya Jakarta... Sekolah Tinggi Teologi Rahmat Emmanuel Jakarta... STAI Imam Syafi`i Tomang Jakbar... STAI PTDII Jakarta... STAI Shalahuddin Al-Ayyubi Jakarta Utara... STT EKUMENE JAKARTA... Universitas Bunda Mulia... Akademi Keperawatan Husada Karya Jaya... Politeknik Astra Komplek Astra International... Politeknik Manufaktur Astra... STT Biblika Jakarta (SWASTA)... Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta..." pak Andi membacakannya satu persatu kandidat kampus penerima Beasiswa S1 dari Harokah FC.
🏟️ Kembali melihat kondisi di lapangan
Tidak menunggu waktu yang lama, Vino dan Iqbal langsung bergabung dengan Tim Senior Harokah FC.
"Untuk latihan hari ini kita coba sparing dengan tim yang kemarin mengalahkan Priok United..." ide Ujang.
"Tapi kita kan cuman sembilan orang...!" seru Tatang.
"Hahahaha... ya iya lah... mereka kan U15... tidak mungkin sebelas lawan sebelas... kalau mau imbang... Tim Senior sembilan orang lawan U15 sebelas orang..." ujar Ujang.
"Setuju...!" seru Armand.
__ADS_1
"Eit... tidak cuman itu... yang jadi kiper di Tim U15 adalah saya..." ujar Ujang.
"Trus yang jadi kiper Tim Senior siapa...?" tanya Armand.
"Ini... Namanya Agus... Kiper U15 yang kemarin menang lawan Priok United..." kata Ujang sambil memperkenalkan Agus kepada Tim Senior.
Formula tim yang sangat menarik, Tim Senior dan Tim U15 telah bersiap-siap.
Pertandingan dimulai, Ujang menjadi kapten Tim U15 dan Armand menjadi kapten Tim Senior.
Bola pertama dimiliki oleh Tim Senior. Mereka mencoba memainkan bola di area pertahanan untuk memancing Tim U15 maju mengejar bola.
Namun pola pertahanan berlapis yang diterapkan U15 membuat Tim Senior prustasi.
Kelebihan jumlah pemain sangat dimaksimalkan Tim U15 untuk mengawal setiap pergerakan pemain sayap Tim Senior.
Akhirnya Asep berhasil melakukan gerakan tipu sehingga memaksa pemain belakang Tim U15 melakukan pelanggaran. Tendangan bebas untuk Tim Senior. Vino meminta untuk dirinya mengambil tendangan bebas itu.
Ancang-ancang sudah diambil Vino, tendangan keras kearah pojok kanan atas gawang U15. Memaksa Ujang untuk jatuh bangun mengamankan Tim nya. Kali itu bola Vino berhasil ditepis oleh Ujang. Menghasilkan tendangan sudut untuk Tim U15. Armand mencoba mengambil tendangan sudut itu.
⚽Tendangan sudah dilakukan, bola melambung kearah depan gawang... daaaaaan... Stttt... Ujang melompat dan berhasil memetik bola dengan sempurna. Ujang melihat peluang dihadapannya. Bola langsung di tendang ke arah pertahanan Tim Senior. Enam orang Tim U15 langsung berlari kearah pertahanan Tim Senior.
Terlihat seorang penyerang dan lima orang gelandang siap menyambut umpan dari Ujang. Dengan satu dua sentuhan Penyerang Tim U15 berhasil membuat kocar-kacir pertahanan Tim Senior. Gol tak terhindarkan. Satu Kosong untuk keunggulan Tim U15.
Babak pertama usai, Armand dan kawan-kawan tersenyum, tangan di pinggang, nafas tersengal-sengal dan mereka menggelengkan kepala seakan tak percaya dapat dipecundangi Tim U15.
"Hai teman-teman... gimana rasanya kalah sama Tim U15...?"
"Sakit banget ya...!" ejek Armand.
"Parah Mand... kita harus setting ulang strategi dibabak kedua..." ujar Tatang.
"Mereka mematikan aliran bola dari kanan dan kiri sayap kita..." kata Jalu.
"Menghadapi Tim seperti ini berarti kita harus banyak membuat Tim U15 melakukan banyak pelanggaran di dekat kotak pinalti..." ujar Vino.
__ADS_1
"Itu artinya kalian harus banyak menggocek agar pemain belakang mereka melakukan pelanggaran... saat tendangan bebas... gunakan kepala untuk cetak gol... karena kalian memiliki kelebihan di tinggi badan... ujar Armand. 🤫