OFFSIDE - Diluar Batas

OFFSIDE - Diluar Batas
Satu Milyar


__ADS_3

🏟️Masih di Markas Harokah FC


"Nah yang kedua Pa'e..."


"Jika memang kita rekrut pemain baru..."


"Dananya dari mana...?" tanya Diana.


"Itu juga Pa'e udah pikirin kok..."


"Dananya full dari Pa'e..." kata pak Andi.


"Alhamdulillah..." seru Diana dan Fachri.


"Namun ada tapinya...!" kata pak Andi


"Apatuh tapinya...?" tanya Diana.


"Tapinya Pa'e hanya punya budget satu milyar..."


"Tugas kalian adalah..."


"Cari pemain yang bagus tapi murah..."


"Buatkan regulasi gaji dan bonus pemain..."


"Satu milyar itu juga termasuk untuk akomodasi selama setahun..." ujar pak Andi.


"Insya Allah... saya siap..." kata Fachri.


"Insya Allah... Diana juga siap..." ujar Diana begitu bersemangat.


🌌 Malam hari Diana dan Fachri sengaja mengundang Ujang kerumah. Mereka ingin segera merumuskan beberapa agenda perjalanan mereka mencari dua puluh dua pemain.


"Dalam kolam terdapat udang... Udang makanan buat sambilan... Selamat malam Ujang dah datang... Kopi makanan boleh dikeluarkan..." pantun dari Ujang yang baru datang.


πŸ‘"Cakep..." sahut Fachri dan Diana.


"Ayo mas bales..." pinta Diana.


"Bunga Kamboja tumbuh di ladang... Ladang sehari tumbuh ilalang... Kemana saja engkau wahai Ujang... Malam hari kok baru datang..." pantun balasan dari Fachri.


πŸ‘"Cakep..." sahut Diana yang begitu senang.


"Ada apa nih...?"


"Tumben... Ujang disuruh kesini..."


"Makan-makan ya...?" canda Ujang.


"Melanjutkan pembicaraan kita dua hari yang lalu Jang..."


"Alhamdulillah... ternyata pak Andi memang sudah menyiapkan dana untuk mencari dua puluh dua pemain..." ujar Fachri.


"Alhamdulillah... makin semangat nih Coach..." sambut Ujang dengan gembira.


"Coba kalian lihat..." Diana memperlihatkan peta pulau Jawa yang ada dalam laptopnya.


"Silahkan kalian tunjuk... daerah mana saja yang mau kita kunjungi..." ujar Diana.


🌏Fachri dan Ujang melihat peta itu dan menerawang ke beberapa daerah yang pernah mereka kunjungi saat aktif menjadi atlit.


"Kalau Ujang paling tahunya daerah-daerah di Jawa Barat..."


"Daerah-daerah yang harus kita kunjungi..."

__ADS_1


"Bogor... Sukabumi... Bandung... Cimahi... Garut... Tasikmalaya... Ciamis... Jamblang..." sebut Ujang.


"Kok Bekasi ngga disebut Jang...?" tanya Fachri.


"Bekasi dan Jakarta kan deket..." jawab Ujang.


"Kalau dari Banten kita coba ke daerah Serang dan pesisir Pantai Carita..."


"Untuk Jawa Tengah... kita harus kunjungi..."


"Tegal... Kudus... Pati... Juwana... Kendal... Semarang... Magetan... Boyolali... Solo... Sragen..." ujar Fachri.


"Aku request Yogyakarta..." cetus Diana.


"Nih... catet lagi... daerah yang wajib kita kunjungi..."


"Wonogiri... Wonosari... Madiun... Kediri... Blitar... Surabaya... Tuban... Singosari... yang terakhir Malang..." ujar Fachri memberikan masukan.


Mereka sudah menentukan titik-titik daerah yang akan mereka kunjungi. Mereka harus mampu membagi waktu antara kegiatan di sekolah sepakbola Harokah FC dengan kegiatan mereka dalam mencari pemain.


"Coba hitung... berapa daerah yang harus kita kunjungi..." pinta Fachri.


"Sebentar... Diana hitung dulu..." sahut Diana.


"Satu... dua... tiga... ehm..." hitung Diana dalam hati.


"Tiga puluh daerah..." ujar Diana.


"Pas... tiga puluh daerah.... tiga puluh hari..." kata Fachri.


Mereka tiba-tiba terdiam, sepertinya mereka memikirkan hal yang sama.


"Mas Fachri tau apa yang Diana pikirkan?" tanya Diana.


"Hehehe... pasti lagi mikirin mau naik apa...?"


"Luar biasa... seratus untuk mas Fachri..." kata Diana.


🚐"Sepertinya kita harus tidur di mobil..."


"Kita sewa HIACE biar bisa buat tidur dan bagasi yang luas..."


"Pakai dua Driver..."


"Banten dan Jawa Barat... mas Fachri dan Ujang..."


"Untuk Jawa Tengah... Yogyakarta dan Jawa Timur... Ujang ganti dengan Diana..." kata Fachri.


"Oke... Diana sudah catat semuanya..."


"Rencana kita mulai kapan...?" tanya Diana.


"Lusa..." jawab Fachri.


"Mantab..." sahut Ujang.


Tercatat satu milyar itu untuk sewa mobil dan bensin satu bulan, untuk makan dalam perjalanan satu bulan, pakaian dan laundry satu bulan, gaji dan bonus pemain, kostum tim, gaji pelatih, kost pemain. Mereka mulai garuk-garuk kepala.


"Mas Fachri dan Ujang harus belajar mengambil gambar..."


"Baik foto maupun video..."


"Sebab... perjalanan kita dan setiap momen yang kita hadapi ini harus bisa diabadikan..." pinta Diana.


"Boleh Mba...?"

__ADS_1


"Dengan senang hati saya akan serius nya." ujar Ujang.


"Sudah larut malam nih... kita bahas besok lagi ya...? ajak Fachri.


"Siap Coach... sampai ketemu besok..." seru Ujang.


😴Tak butuh waktu lama untuk mereka tidur. Mungkin karena lelahnya mereka beraktivitas hari ini.


Pada semilir angin dini hari, Cobalah kau renungkan semua mimpi, Yang sempat lewat dalam lena semalam, Meski terbias cahaya bintang temaram.


Adamu diantara kata muda dan cita, Memilih jalan atas bisikan asa, Jangan pernah anggap semua sia-sia, Setiap upaya pasti setimpal hasilnya.


Menjadilah bintang paling terang, Meski kadang mendung menghadang, Bukitkan dirimu pantas diandalkan, Menuai harapan indah di masa.


🌞Pagi itu di Markas Harokah FC


"Assalamualaikum bude..." salam Diana menghampiri bude Husnul sambil membawa masakan.


"Wa'alaikumussalam...." jawab bude Husnul.


"Alhamdulillah... akhirnya sekarang masak lagi..."


"Dari kemarin.... pada nanyain..." kata bude Husnul.


"Iya nih... baru kepegang lagi..." ujar Diana.


🚐TIIIN... TIIIN...


Tiba-tiba terdengar suara klakson mobil HIACE dari arah gerbang.


"Perasaan Diana belum pesen mobilnya...?"


"Kok sudah datang aja ya...?" bisik Diana bingung dalam hati.


Kaca mobil terbuka dan terlihat sosok sopir yang ternyata pak Sularjo melambaikan tangannya dari dalam mobil.


"Assalamualaikum... wah sudah pada datang nih..." sapa pak Sularjo.


"Wa'alaikumussalam... pak Sularjo sewa dimana...?"


"Mas Fachri yang pesen ya...?" tebak Diana.


"Ini mobilnya pak Andi..."


"Katanya mau dipakai mba Diana keliling pulau Jawa ya...?" tanya pak Sularjo menegaskan.


"Pa'e...?" Diana bertanya dalam hati.


"Nah... rencana mobil ini mau saya cuci dan kasih stiker Harokah FC..." ujar pak Sularjo.


Fachri dan Ujang keluar dari ruangan. Dilihat nya mobil yang semalam mereka bicarakan. Namun ternyata itu adalah pemberian dari pak Andi. Sebab baik dari Diana, Fachri apalagi Ujang, tidak ada salah satu dari mereka yang pesan mobil tersebut.


Rupanya pak Andi punya mobil HIACE yang beliau sewakan di Bandar Udara Soekarno Hatta. Yang kebetulan sebulan yang lalu kontrak nya sudah habis. Rencana mobil tersebut untuk kendaraan operasional Harokah Football Club.


πŸ“ž"Oh... jadi begitu toh..."


"Terimakasih Pa'e... segera Diana siapkan keperluan untuk perjalanan besok..." ujar Diana saat ditelepon oleh pak Andi yang memberi kabar baik perihal HIACE yang baru datang itu.


"Seperti yang kalian dengar..."


"Mobil ini untuk operasional Harokah FC..."


"Kabar baik yang berikutnya adalah..."


"Besok Pa'e ikut TOURING OF JAVA..." seru Diana.

__ADS_1


"Alhamdulillah..." ucap Fachri dan Ujang yang senang mendengar kan berita baik itu.


"Sukses bukanlah kebetulan. Ia terbentuk dari kerja keras, ketekunan, pembelajaran, pengorbanan, dan yang paling penting, cinta akan hal yang sedang atau ingin kau lakukan." - Pele (legenda sepakbola asal Brazil)


__ADS_2