OFFSIDE - Diluar Batas

OFFSIDE - Diluar Batas
Nasi Jamblang Empal Gentong


__ADS_3

🏟️Masih di Markas Harokah FC


Fachri dan kawan-kawan masih berkumpul saat selesai sholat Dzuhur dan makan siang.


"Nah Jang... kamu kan mantan tukang bubur... aku mau kasih tebakan sama kamu... Apa persamaan tukang soto dan tukang bubur?" tanya pak Sularjo memberikan tebak-tebakan.


"Sama-sama tukang..." jawab Ujang.


"Salah Jang..." sanggah pak Sularjo.


"Sama-sama laki-laki..." Asep bantu menjawab.


"Masih salah..." sanggah pak Sularjo.


πŸ€”"Trus apa...?" tanya Ujang nyerah.


"Jawabannya... sama-sama tidak jual gado-gado..." jawab pak Sularjo.


"Wah... pak Larjo ngajak gelud ini..." ujar Ujang.


HAHAHAHA... semua tertawa...🀣


🚐"Mobil sudah siap nih boss...!" seru pak Sularjo.


"Sepertinya kita setting ulang lagi formasi tim nya..." ujar pak Andi.


"Pencarian pemain harus tetap berjalan... dan sepertinya kita coba bagi tugas..."


"Sepertinya untuk keberangkatan zona Jawa Tengah yang berangkat hanya mas Fachri dan pak Sularjo..." ujar Diana.


"Diana memfollow up hasil medikal dan kontrak pemain... Pa'e ada banyak agenda di PSSI..."


"Kang Ujang dan kang Asep fokus ngajar anak-anak..." tambah Diana.


SIAP TUAN PUTRI... serempak mereka meledek Diana.


"Gantian nih... sebelum kita bubar... ada tebak-tebakan buat pak Sularjo khususnya dan umumnya untuk semua..." tantangan dari Ujang.


πŸ„"Kenapa sapi bisa jalan sendiri?" tanya Ujang.


"Karena ada kakinya dong Jang... kamu ini gimana...?" jawab pak Sularjo.


"Salah..." timpal Ujang.


"Karena sapinya sudah dewasa..." kata Diana.


"Masih salah..." sanggah Ujang.


"Nyerah Jang..." seru pak Sularjo.


"Jawabannya... Karena ada huruf i...." jawab Ujang


"Hah... maksudnya gimana...?" tanya pak Sularjo bingung.


"Lah... iya lah... Coba kalau diganti huruf u... bakal seram deh kalau gerak sendiri...SAPU...😜" jelas Ujang.


"Jang... Jang... kamu belum pernah di sapu ya... sini kamu..." ujar pak Sularjo yang kesel dengan tebakan Ujang.


πŸƒ"Kabur..." teriak Ujang usai meledek pak Sularjo.


β˜€οΈ Keesokan harinya


Fachri dan pak Sularjo berangkat menuju Kuningan.

__ADS_1


"Pak Sularjo... kita mampir dulu yang kerumah teman di Jamblang..."pinta Fachri.


"Siap coach..." pak Sularjo langsung mengarahkan laju mobilnya ke pintu keluar tol Palimanan.


Mereka coba meraba-raba letak rumah Ilham Nurzaman. Ilham adalah teman seperjuangan Fachri saat belum jadi pemain nasional.


"Sepertinya ini rumahnya..." ujar Fachri.


"Sudah banyak yang berubah... wajar sih... udah bertahun-tahun ngga kesini..." tambah Fachri.


"Kita parkir di warung ini coach...?" tanya pak Sularjo.


"Iya pak... ini sepertinya warungnya Ilham..." jawab Fachri.


🚐Mobil parkir di sebuah halaman warung. Fachri dan pak Sularjo turun dari mobil dan bergegas masuk ke dalam warung.


"Assalamualaikum... maaf numpang tanya... apa benar ini warungnya pak Ilham...?" salam dari Fachri kepada pelayan rumah makan itu.


"Wa'alaikumsalam... benar... ada yang bisa saya bantu...?" tanya pelayan itu.


"Pak Ilham nya ada...?" Fachri balik bertanya.


"Ada... sebentar saya panggil kan..." jawab pelayan itu.


Pelayan itu masuk akses pintu menuju sebuah rumah. Setelah ditunggu beberapa menit, muncul seorang yang tinggi besar, berkulit sawo matang, rambut panjang dikuncir kuda.


"Mas Fachri...?" teriak Ilham.


"Ilham...!" seru Fachri.


"Innalilahi wa innailaihi roji'un... kenapa kakimu mas...?" tanya Ilham.


"Panjang ceritanya bro..."


"Aku tau... Mas Fachri berusaha mengalihkan pembicaraan kan...?"


"Ya sudah... mending kita makan dulu..."


"Laper toh...?" tanya Ilham.


"Tadinya ngga laper... tapi saat aku melihat mu kok aku jadi laper ya...!" Ujar Fachri.


"Oh iya... ini kenalin... namanya pak Sularjo..." kata Fachri.


"Salam kenal pak Sularjo... nama saya Ilham..." sambut Ilham sambil menjabat tangan pak Sularjo.


"Dulu mas Fachri sering makan disini... dia paling senang dengan empal gentong..." ujar Ilham.


πŸ§•"Mba Endang... tolong bikinin... dua Nasi Jamblang dan dua Empal Gentong..." perintah Ilham pada pelayannya.


"Minumnya apa mas...?" tanya mba Endang.


"Es Jeruk dua..." teriak Fachri.


Fachri menceritakan perjalanan hidupnya, panjang lebar mereka bercengkrama. Tak terasa Fachri sudah nambah dua kali menu Empal Gentong nya.


"Jadi maksud dan tujuan nya mampir ke Jamblang... yang pertama kangen masakanmu... yang kedua pengen ngajak kamu keliling pulau Jawa..."


"Yang ketiga... pengen minta nomor beberapa teman lama kita..."


"Jadi begitu... semoga kamu punya kontak beberapa teman-teman kita di daerah..." pinta Fachri.


"Aku ada beberapa... semoga nomor handphone nya masih sama..." ujar Ilham.

__ADS_1


"Sepertinya aku sudah tidak segesit dulu... karena aku pun harus membagi waktu dengan kedua orang istriku..." ujar Ilham.


"Wow... dua...?" Fachri kaget mendengar nya.


Tiba-tiba muncul anak kecil dari arah depan warung.


"Assalamualaikum... boss Ilham... gimana... saya masih boleh ngga kerja disini...?" sapa anak kecil itu.


"Wa'alaikumsalam... lah... boleh saja... tapi ngga juga pakai seragam sekolah lah... sana ganti baju dulu... trus baru deh kesini..." pinta Ilham.


"Siap Boss..." teriak anak kecil itu lalu lagi untuk pulang karena ingin ganti baju sekolah nya dengan baju mainnya.


☺️Fachri dan pak Sularjo tersenyum dengan adegan Ilham dan bocah kecil itu.


"Itu siapa...?" tanya Fachri.


"Itu Qowi... anak tetangga..." jawab Ilham.


"Dia kerja disini...?" tambah Fachri.


"Iya... katanya mau beli sepatu bola..." jelas Ilham.


"Kok ngga minta dibeliin sama orang tua nya...?"


"Ayah ibunya buruh tani... mereka tidak mampu membelikan Qowi sepatu..."


Qowi kembali datang dengan baju mainnya.


"Wi...wi... kamu itu mau bantu aku dagang atau mau main bola toh...?"


"Masa jadi pelayan warung pakaiannya kostum bola... mana sudah jelek lagi...!" seru Ilham.


Qowi terdiam.


"Mas Qowi... coba kesini..." sapa Fachri.


"Perkenalkan nama saya Fachri... sahabatnya boss Ilham..."


"Qowi emang bisa main bola...?"


"Kata Boss Ilham mau mau beli sepatu bola ya...?" tanya Fachri.


Qowi hanya terdiam dan terpana dengan kata-kata Fachri. Yang pertama mungkin karena dia belum pernah melihat Fachri, yang kedua mungkin karena Fachri menggunakan tongkat saat berjalan, yang ketiga dia mungkin heran kok Fachri bisa tau apa yang dia inginkan.


πŸ₯…"Saya punya tantangan buat kamu..."


"Kamu lihat gawang disana..." ujar Fachri sambil menunjuk kearah gawang dilapangan bola sebelah warung makannya Ilham.


⚽"Tantangan buat kamu adalah... saya kasih lima kesempatan untuk nendang pinalti... jika dari lima tendangan ada satu saja yang gol... saya akan kasih kamu hadiah..." tantangan dari Fachri.


"Apa tuh om hadiahnya...?" tanya Qowi.


"Hadiahnya adalah... SEPATU BOLA..." jawab Fachri.


"Yang bener om... mau... mau... mau... ayo om..." ajak Qowi.


"Eh... tadi katanya mau bantu saya dagang...?" ledek Ilham.


"Lah... inikan penawaran yang keren boss..." jawab Qowi.


"Om Fachri... lalu kipernya siapa...?" tanya Qowi.


"Kipernya adalah... Boss Ilham..." jawab Fachri

__ADS_1


😱


__ADS_2