
🏟️ Masih di Stadion Pakansari Bogor.
"Jadi... gimana coach Fachri...? Dewa tidak berminat gabung ke Harokah FC... walaupun hanya sekedar bertemu dengan kita disini..." ujar Ujang.
"Sepertinya dia masih kecewa dengan keputusan wasit di pertandingan tadi..." jawab Fachri.
"Ya sudah... jika dia tidak mau... berarti agenda kita malam ini... pulang ke Priok..." ujar Fachri.
"Iya nih... lumayan lelah... sudah jam sepuluh malam..." kata pak Andi.
"Sepertinya jalur tol lagi padat nih boss... kita lewat jalur biasa ya boss...? tanya pak Sularjo.
"Iya... sing penting sampe rumah..." jawab pak Andi
🚐Semua masuk dalam mobil dengan kondisi yang cukup letih. Mobil melaju keluar dari parkiran Stadion. Tak banyak kata yang terucap, bahkan tak butuh waktu lama untuk membuat mereka tertidur cantik ☺️😴
"Wah... si Ujang juga ikut molor nih..."
"Kayaknya mesti setel musik nih... biar ngga ngantuk..." bisik pak Sularjo dalam hati.
🤔"Setel lagu apa ya...?"
"Nah... yang ini saja..." seru pak Sularjo yang mulai merasa ngantuk karena semua nya sudah tertidur.
🎼Koyo ngene rasane wong nandang kangen...
Rino wengi atiku rasane peteng...
Tansah kelingan kepengen nyawang...
sedelo wae uwis emoh tenan...
Cidro janji tegane kowe ngapusi...
Nganti seprene suwene aku ngenteni...
nangis batinku nggrantes uripku...
teles kebes netes eluh neng dadaku...
Dudu klambi anyar...
sing neng njero lemariku...
Nanging bojo anyar sing mbo pamerke neng aku...
Tak terasa mobil sudah masuk ke daerah Pasar Rebo.
🚐NGIIIIIIK...
Mobil berhenti mendadak, semua terbangun.
"Ada apa pak Sularjo...?" tanya Diana yang terbangun.
"Itu ada ibu-ibu menghalangi mobil kita..." kata pak Sularjo sambil membuka pintu dan menghampiri wanita itu.
"Ada apa bu...?" tanya pak Sularjo.
"Maaf... Minta tolong pak... ibu saya lagi sakit... mobil saya mogok..." pinta seorang wanita muda yang tiba-tiba muncul di depan mobil Diana dan kawan-kawan saat itu.
__ADS_1
Diana dan yang lainnya bergegas menghampiri wanita itu dan ibunya yang sedang sakit. Wanita muda itu meninggalkan mobil yang mogok itu dipinggir jalan.
"Ayo... cepat diangkat ke mobil kita..." perintah Diana.
🏥Mereka membawa ibu-ibu yang sakit itu ke Rumah Sakit Harapan Bunda Jakarta. Wanita muda itu terus menangis melihat kondisi ibunya yang terus merintih kesakitan.
Sesampainya di Rumah Sakit mereka bergegas ke IGD.
👩⚕️"Bapak ibu semua bisa tunggu disini ya... segera kami tangani pasien ini..." perintah suster yang dengan sigap.
Wanita muda itu gelisah, mondar-mandir didepan ruang IGD. Diana menghampiri wanita muda itu.
"Yang sabar ya mba... ini minum dan duduk dulu ya..." kata Diana yang menghampiri wanita itu dengan membawa air putih didalam botol.
Wanita itu duduk dan meminum minuman yang diberikan Diana.
"Oh iya... terimakasih atas bantuannya ya mba... perkenalkan nama saya Putri..." kata wanita muda itu yang bernama Putri.
"Nama saya Diana... salam kenal juga ya..." kata Diana sambil memperkenalkan yang lain.
Ternyata Putri tinggal di Ciracas, terpaksa antar ibunya ke Rumah Sakit dengan mobil yang tidak fit. Karena pacarnya sejak sore tidak bisa dihubungi.
📱Tiba-tiba handphone Putri berdering.
"Iya kang... ibu lagi diperiksa dokter di IGD Rumah Sakit Harapan Bunda..." jelas Putri saat ditelepon
"Iya maaf ya de... Akang segera meluncur ke Rumah Sakit..." kata seseorang yang menelepon Putri.
🙏Diana menghampiri Putri yang habis terima telepon.
"Mba Putri... kami pamit dulu ya... jika ada apa-apa bisa telepon Diana ke nomor telepon ini..." ujar Diana sambil menyodorkan handphone nya kehadapan Putri.
🚐Diana dan yang lainnya melanjutkan perjalanan nya. Tepat jam satu pagi mereka sampai dirumah pak Andi. Semua menginap dirumah pak Andi.
"Akhirnya... kita bisa menghirup udara di markas lagi..." ujar Ujang.
Tepat jam sembilan mereka latihan, Fachri, Ujang dan Asep memberikan beberapa gerakan teknik kepada semua siswa.
Ujang memberikan Instruksi kepada kiper-kiper muda. Asep memberikan arahan kepada striker-striker muda Harokah FC, dan Fachri membimbing pemain belakang dan tengah.
Diana dan bude Khusnul sibuk di kantin, pak Andi sibuk di Kantor Harokah FC dan pak Sularjo lagi asyik menyuci mobil sambil menyalakan musik di tipe mobil.
🎼Keroso sepet empinge mlinjo..
Sirah mumet, dik, nduwe bojo loro...
Mikir sing enom, mikir sing tuwo...
Ro karone podo le tresno...
Cekut-cekut mumet temenan...
Ati bingung, dik, le mbagi katresnan...
Butuhe akeh, duwit pas-pasan...
Tanggal enom wis kebingungan...
Mrono mrene saben dino...
__ADS_1
Iki mrene sesuke mrono...
Bojo enom mung sedelo...
Bojo tuwo nggondeli celono...
"Waduh... asyike... yang punya Bojo Loro..." ledek bude Khusnul.
"Aku mung nembang se toh..." ujar pak Sularjo.
"Alah... baru seminggu mas...mas... Kowe wis punya Bojo Loro toh...?" kata bude Khusnul sambil cemberut.
"Mba Diana... tolongin saya... aku diserang bude nih...!" pinta pak Sularjo pada Diana yang mendengar permintaannya.
HAHAHAHA...
🙈"Aku ndak mau ikut-ikutan ya..." ujar Diana.
"Waduh... help me..." teriak pak Sularjo yang dicubit-cubitin perutnya oleh bude Khusnul.
TINTIN....
Suara klakson dari petugas pengantar paket.
"Paket-paket..." teriak petugas pengantar paket itu.
"Iya pak... sebentar..." sahut Diana menghampiri.
"Ini ibu Diana ya...?" tanya petugas pengantar paket itu sambil memberikan paket
"Iya saya Diana... terimakasih paketnya pak..." jawab Diana.
Ternyata paket itu adalah hasil MCU Prodia dari Bandung, Garut, Tasikmalaya dan Ciamis.
Alhamdulillah semua hasilnya adalah sehat.
Diana langsung menghubungi Armand Mulyana Bandung, Tatang Iskandar Garut, Bayu Sugara Tasikmalaya, dan Dani Mardani Ciamis.
Adzan Shalat Dzuhur menghentikan aktivitas latihan Fachri dan kawan-kawan.
"Pak Andi... bagaimana kalau di pojok sana kita bikin musholla..." kata Ujang.
"Oke... aku sih setuju... tapi coba kita tanya Diana dan Coach Fachri..." ujar pak Andi.
"Kata mas Fachri tidak boleh..." sahut Diana.
"Waduh... yang bener coach...?" tanya Ujang.
"Benar apa yang dikatakan Diana... saya tidak setuju jika musholla berada di sudut sana..."
"Rencana musholla akan diletakkan di depan Stadion..." jelas Fachri.
"Wih... ini baru canggih..." ujar Ujang.
"Ya canggih toh... siapa dulu... mas ku tercinta... mas Fachri" ledek Diana.
AAASYIIIK.... teriak yang lainnya menanggapi ledekan Diana.
"Yo... wis... jangan ngerumpi wae... ayo kita sholat Dzuhur..." seru pak Andi.
__ADS_1
"Iya... sementara kita pakai tiker ini aja..." ujar Fachri sambil menggotong tiker lipat.
👳Tiker mereka gelar, satu sajadah besar digelar didepan untuk imam sholat. Ujang diamanahkan untuk menjadi imam dalam sholat Dzuhur saat itu.