
🏡Masih di kamar Fachri
Diana membuka lembar demi lembar buku diary Fachri yang dia temukan diatas meja kerja Fachri.
Tak terasa air matanya menetes setiap dia baca rangkaian kata-kata dalam diary Fachri.
Hai... Nama saya Fachrisyah... biasa orang memanggil saya Fachri...
Sengaja ku tuliskan perjalanan hidupku ini agar anak cucuku tahu bahwa mereka pernah memiliki seorang kakek... seorang ayah... seorang teman... seorang suami... seorang kakak yang senantiasa semangat dalam menjalani hidup...
Dalam diary nya Fachri menggambarkan keadaan jiwanya saat sebelum bencana Tsunami di Aceh dan perubahan jati dirinya setelah mengalami situasi bahwa kakinya harus di amputasi.
Diana mulai berbunga-bunga saat namanya tercantum dalam rangkaian kata-kata yang Fachri tulis dalam diary nya.
🎼Pertama kali aku tergugah... Dalam setiap kata yang kau ucap... Bila malam t'lah datang... Terkadang ingin kutulis semua Perasaan...
🎼Kata orang rindu itu indah... Namun bagiku ini menyiksa... Sejenak kufikirkan... Untuk ku benci saja dirimu... Namun sulit ku membenci...
🎼Pejamkan mata bila... Ku ingin bernafas lega... Dalam anganku aku berada... Di satu persimpangan... Jalan yang sulit kupilih...
🎼Kupeluk semua indah hidupku... Hikmah yang kurasa sangat tulus... Ada dan tiada cinta... Bagiku tak mengapa... Namun ada yang hilang separuh diriku...
🎼Pejamkan mata bila... Ku ingin bernafas lega... Dalam anganku aku berada... Di satu persimpangan... Jalan yang sulit kupilih...
😴Diana tertidur pulas di kamar Fachri ditemani lagu bimbang membuat angannya melayang, bahkan diary Fachri masih berada dalam pelukannya.
🏟️ Keesokan harinya di markas Harokah FC
"Kang Ujang... nanti habis latihan kita semua kumpul ya... di kantin..."
"Saya mau kasih info terkait kelanjutan Harokah FC..." pinta pak Andi.
"Siap boss..." sambut Ujang.
__ADS_1
Sepertinya Pak Andi sudah mengambil keputusan mengenai kelanjutan dari Harokah FC.
Pagi itu Tatang sudah tidak latihan. Tatang mengajak Lilis untuk kembali ke Garut. Dan Lilis pun ikut ajakan dari Tatang. Karena baik Tatang maupun Lilis memiliki kepentingan yang sama yaitu mereka hadir ke Jakarta hanya karena Coach Fachri.
"Selamat pagi Pak Andi... selamat pagi Mba Diana..." sapa Tatang.
"Kang Tatang tidak latihan...?" tanya Pak Andi.
"Semalam saya dan Lilis sudah diskusi terkait keberadaan kami di sini... yang pertama saya sendiri... saya ingin bergabung di Harokah FC itu semata-mata hanya karena dilatih oleh coach Fachri... namun karena sekarang coach Fachri sudah tiada... saya putuskan untuk kembali ke Garut..." jawab Tatang.
"Lalu teh Lilis ikut juga ke Garut...?" tanya Diana.
"Iya Mba Diana... mohon maaf... sama seperti kang Tatang... Lilis juga ke sini hanya untuk Mas Fachri... dan sekarang kan Mas Fachri sudah tiada... jadi tidak ada yang Lilis cari lagi di Jakarta..." jelas Lilis.
Pak Andi dan Diana hanya bisa mengangguk-anggukan kepala.
"Kalau begitu saya punya satu permintaan sama Kang Tatang dan Teh Lilis..."
"Bagaimana kalau pulangnya nanti saja... kebetulan nanti siang saya ingin berbicara mengenai status kalian sebagai pemain..." pinta pak Andi.
"Nanti kita kumpul di Kantin abis sholat Dzuhur..." ujar Pak Andi sambil menunjuk ke arah kantin
"Iya Pak Andi... saya akan tunda kepulangannya setelah makan siang... sekalian pamit dengan yang lain..." kata Tatang.
🌤️Siang hari selepas shalat Dzuhur mereka kumpul di kantin, Bude Khusnul dan Diana menyiapkan makan siang saat itu.
😋Ikan goreng, sayur asem, sambel, lalapan dan nasi yang hangat, membuat mereka terlena dan menikmati makan siang yang disajikan Bude Khusnul dan Diana.
"Ini boleh nambah boss..." kata Jalu sambil menunjukkan piringnya yang sudah kosong.
"Silakan... silakan... santai saja... kita akan mulai meetingnya setelah makan kok..." ujar pak Andi.
Selesai makan siang, Pak Andi memulai pembicaraan.
__ADS_1
"Sengaja saya kumpulkan kalian di sini untuk menjawab semua hal yang ditanyakan baik langsung maupun tidak langsung kepada kami pengurus Harokah FC..."
"Rata-rata pertanyaan perihal kelanjutan dari pendaftaran Harokah FC ke Liga Indonesia divisi 3... yang kedua menanyakan perihal kontrak kerja... dan yang ketiga menanyakan perihal pelatih..."
"Kemarin saya dan Diana sudah berbicara panjang lebar... baik dan buruk nya... lalu apa yang harus kita lakukan setelah pembicaraan kita ini..."
"Yang pastinya merujuk dari apa yang sudah digagas oleh Coach Fachri sebelumnya... dan dengan melihat kondisi seperti sekarang ini..."
"Saya pribadi berfikiran untuk merger dengan klub divisi 3... namun hal ini bertentangan dengan pesan dan semangat coach Fachri... yang menginginkan Harokah FC untuk melakukan membina dan mengembangkan mulai dari dasar... coach Fachri tidak menyukai sesuatu yang instan..."
"Coach Fachri punya mimpi untuk mendirikan sekolah sepakbola... yang kelak akan menelurkan bibit-bibit pemain baru untuk klub... sedangkan untuk memulainya beliau mencari pemain-pemain senior di seluruh Indonesia untuk menutupi lini yang masih kosong di Harokah FC..."
"Jelas saran saya sangat bertentangan dengan mimpi dari coach Fachri..."
"Bahkan Diana pun mengingatkan kepada saya untuk tidak merger dan join dengan klub lain... maka dari itu saya memutuskan untuk tidak merger dan join dengan klub lain saya akan bina Harokah FC dari awal..."
"Yang kedua... mengenai kontrak kerja... bagi yang ingin bertahan di Harokah FC... tentu saya dengan senang hati menerima dan berharap kalian masih tetap stay di sini... walaupun mungkin tahun ini belum bisa mendaftar ke divisi 3..."
"Sedangkan yang tidak bisa bertahan... kami tidak akan mengenakan denda kepada teman-teman yang ingin meninggalkan Harokah FC.
"Yang terakhir... kami akan segera mencari pelatih baru pengganti coach Fachri.
"Kira-kira ini yang bisa saya sampaikan... semoga kita mampu bertahan dan tetap eksis di persepakbolaaan Indonesia... walaupun berat rintangan yang kita hadapi hari ini... namun saya tetap yakin Harokah FC bisa berbicara banyak di kancah persepakbolaaan nasional..."
Semua terdiam, merenungkan apa yang dikatakan oleh Pak Andi. Namun sepertinya Tatang dan Lilis tetap akan pergi siang itu, karena memang mereka hadir ke Jakarta itu karena pengaruh coach Fachri.
"Kalau begitu saya dan Lilis mohon pamit... kepada Pak Andi dan Mba Diana kami mengucapkan banyak terimakasih... dan juga teman-teman semua mohon maaf saya tidak bisa lanjut karena memang kami hadir ke Harokah FC semata-mata hanya karena ajakan coach Fachri..."
🚐Tiba-tiba muncul mobil Alphard hitam masuk ke parkiran Harokah FC, itu dikarenakan gerbang tidak tertutup, sehingga mobil itu langsung mengarah ke kantor Harokah FC.
Tatang dan Lilis yang semula pamitan, mereka pun mendadak terdiam.
Mereka penasaran kira-kira siapa yang datang menggunakan mobil semewah itu, karena biasanya mobil itu digunakan oleh artis-artis ataupun para pejabat.
__ADS_1
Tak lama setelah mobil berhenti, sopir Alphard itu keluar dan membuka pintu mobil di bagian tengah mobil.
😍Muncul sosok wanita cantik dari dalam mobil Alphard Hitam itu.