OFFSIDE - Diluar Batas

OFFSIDE - Diluar Batas
Jamur Bisa Bikin Makmur


__ADS_3

🏡Masih dirumah Jalu.


"Kamu doyan apa laper...?" ledek pak Andi pada Diana yang tak berhenti makanin Mochi.


"Ketagihan Pa'e... hehehe..." jawab Diana.


"Jalu udah siapin Mochi nih buat perjalanan ke Cianjur..." ujar Jalu.


"Asyik..." sambut Diana.


Tepat jam sepuluh pagi mereka pamit, setelah selesai sarapan dan bincang-bincang diserambi rumah Jalu.


Ujang mengeluarkan handphone dari kantong celananya, dia langsung menelepon Asep yang akan mereka jemput di Cianjur.


"Assalamualaikum..." salam Ujang pada Asep lewat telepon.


"Wa'alaikumsalam... udah sampai mana Kang Ujang...?" sahut Asep.


"Baru jalan dari Sukabumi... paling dua jam lagi sampai sana..." ujar Ujang.


"Siap kang... Asep udah packing nih..." kata Asep lewat telepon.


"Oke... estimasi Dzuhur sampai sana..." sahut Ujang.


🚐 Mobil berjalan dengan lancar, jarak Sukabumi ke Cianjur tidaklah jauh. Kondisi cuaca cerah dan terlihat hamparan pemandangan yang sangat indah selama diperjalanan.


"Rumahnya Asep di daerah mana Jang...?" tanya pak Andi.


"Di Desa Ciputri pak Andi..."jawab Ujang.


"Desa Ciputri kecamatan Pacet...?" tanya pak Andi.


"Benar sekali... kok pak Andi tau...?" Ujang balik bertanya.


"Iya... dulu saya pernah dinas disana..."


"Disana desa penghasil Jamur..." seru pak Andi.


"Iya pak Andi... bapaknya Asep juga salah satu petani jamur disana..." jelas Ujang.


"Wah... seru nih... sebab Diana doyan jamur..." seru Diana.


"Kali ini mas Fachri yang ngga doyan..." sela Fachri.


"Apa enaknya makan jamur...?"


"Emang pada doyan ya...?" tanya Fachri.


"Wah... enak Coach Fachri... apalagi sekarang banyak dibikin berbagai jenis masakan bahkan cemilan... misal keripik jamur dan lain-lain..." jawab pak Sularjo sambil nyetir.


🍄"Jamur merupakan salah satu tanaman sayuran di Indonesia yang memiliki rata-rata laju pertumbuhan yang besar per tahun..."


"Salah satu jenis jamur tiram yang mudah untuk dikembangkan dan memiliki pasar yang bagus adalah jamur tiram putih..."


"Kecamatan Pacet merupakan daerah penghasil jamur terbesar di Kabupaten Cianjur..."

__ADS_1


"Salah satu daerah penghasil jamur yang masih berkembang di Kecamatan Pacet adalah Desa Ciputri..." jelas pak Andi


"Usahatani jamur tiram di Desa Ciputri mulai berkembang pada tahun dua ribu sepuluh sehingga sampai penelitian ini dilakukan... semakin banyak jumlah usahatani jamur tiram di Desa Ciputri..."


"Meningkatkan jumlah pengusaha jamur tiram putih karena masih banyak pilihan pasar sedangkan penawaran belum memenuhi permintaan pasar..." tambah Ujang.


🌾Tak terasa sudah berada di daerah Cianjur.


🚦Mobil berhenti sejenak di perempatan karena terhadang lampu merah.


Terdengar suara pengamen yang sedang bernyanyi di lampu merah.


🎼Bukan lautan hanya kolam susu...


Kail dan jala cukup menghidupimu...


Tiada badai tiada topan kau temui...


Ikan dan udang menghampiri dirimu...


Orang bilang tanah kita tanah surga...


Tongkat kayu dan batu jadi tanaman...


Orang bilang tanah kita tanah surga...


Tongkat kayu dan batu jadi tanaman...


Pengamen itu menjulurkan tangannya yang memegang topi seraya meminta sumbangan atas lagu yang sudah mereka nyanyikan.


Diana memberikan uang lima ribu rupiah. Lampu merah kembali hijau, mobil melaju kembali dengan cepat.


"Ini artinya... negeri kita ini adalah negeri yang subur... tongkat kayu dan batu aja bisa jadi tanaman..." ujar Fachri.


"Tongkat kayu yang dimaksud adalah batang pohon singkong... dan batu yang dimaksud adalah kentang dan umbi-umbian..."


"Lagu itu menggambarkan bahwa negeri kita ini kaya raya... selain kaya akan kandungan mineralnya... negeri kita pun memiliki tanah yang subur sehingga dapat ditumbuhi berbagai macam tanaman... nah... orang bilang tanah kita tanah surga tongkat kayu dan batu jadi tanaman..." jelas Fachri.


"Maka... sangat konyol... jika ada rakyat kita yang mati karena kelaparan..." ujar pak Andi.


🚐"Alhamdulillah sudah sampai..." seru Ujang.


Assalamualaikum... kang Asep..." salam Ujang.


"Wa'alaikumsalam... bagaimana perjalanannya...?" sapa Asep.


"Alhamdulillah lancar..." sahut Ujang.


"Apa kabar coach Fachri?... apa kabar mba Diana?... pak Sularjo?..." sapa Asep


"Alhamdulillah... baik..." sahut mereka.


"Kenalin nih Sep... beliau namanya Pak Andi... beliau ayahnya mba Diana..." kata Ujang.


"Salam kenal pak Andi..." sapa Asep.

__ADS_1


"Salam kenal juga kang Asep..." sambut pak Andi.


"Karena sudah adzan Dzuhur... kita sholat dulu... trus abis itu kita makan... ibu sudah masak banyak untuk kita semua..." ajak Asep.


Asep mengajak mereka ke Musholla dekat rumahnya. Sepanjang perjalanan mereka melihat rumah-rumah kayu, sepertinya rumah-rumah itu adalah tempat budidaya jamur.


Sehabis sholat Dzuhur mereka kembali kerumah Asep.


"Perkenalkan... ini ayah saya dan ini ibu saya..." kata Asep memperkenalkan kedua orangtuanya.


"Iya tuh... dari tadi Asep nungguin... resah dia..." ujar ibu Asep.


"Ya... sudah... ngobrol nya nanti saja... mending kita makan dulu..." sela Asep mengalihkan pembicaraan.


"Si Asep emang hobinya main bola... nggak siang nggak malam... main bola terus..." keluh ayahnya Asep.


"Kita mah sebagai orang tua cuman bisa mendoakan dan mendukung semua cita-cita nya..."


"Yang penting nanti di sana... tetap dijaga sholatnya.... tidak pakai narkoba..." pesen Ayahnya Asep


"Dan yang membuat kami nyaman... karena ada Ujang... sebab Ujang lulusan pondok... kalau yang ngajak orang lain... belum tentu kami percaya..." ujar Ibu Ujang


"Sejak lulus SMA... Asep bantu-bantu ayah di kebon dan beberapa tahun terakhir ini ayah sedang menggeluti budidaya jamur... Alhamdulillah dari ternyata JAMUR BISA MEMBUAT MASYARAKAT DISINI MENJADI MAKMUR..." ujar Ayahnya Asep.


"Ayo ngobrolnya sambil ambil makannya... pasti sudah pada lapar kan...!" seru ibunya Asep.


"Wah masaknya banyak sekali... sepertinya ini dari kebon semua ya...?" tanya pak Andi.


"Iya pak Andi... dari mulai berasnya asli Cianjur... lalu cabenya dari kebon sendiri... lalu sayurannya... lauknya... semua tinggal ambil... ikan ambil di kolam... ayam ambil dikandang... telur tiap hari itu ayam bertelur..."


"Alhamdulillah walaupun tidak banyak tapi cukup untuk makan sehari-hari..." ujar ayahnya Asep mensyukuri apa yang mereka miliki saat ini.


🧕Tiba-tiba datang seorang gadis berkerudung dengan paras yang cantik membawa teko berisi teh.


"Ayah Ibu ini tekonya mau diletakan dimana...?" tanya gadis itu.


"Taruh disebelah mba Diana... sekalian kenalan sana..." ujar ibunya Asep.


"Ini tehnya mba Diana... silahkan dicoba..." kata gadis itu.


"Terimakasih... oh iya... ini dengan siapa ya...?" tanya Diana.


"Nama saya Lesti... saya adiknya kang Asep... salam kenal mba Diana..." ujar Lesti yang ternyata adiknya Asep.


Pak Andi dan yang lainnya sudah mulai menyendok nasi dan lauk pauknya. Semua makan dengan lahap kecuali Fachri, dia hanya mengambil ayam, ikan dan telur.


"Coach Fachri kok tidak ambil jamurnya...?" tanya ayahnya Asep.


"Coach Fachri tidak suka jamur katanya..." ujar Ujang.


"Wah... ngga bisa gitu tuh... kemarin Diana dipaksa makan Mochi..."


"Berarti sekarang gantian... mas Fachri harus makan jamur-jamur ini..." kata Diana.


"Ayo... kemarin siapa yang bilang... jangan bilang tidak suka kalau belum nyobain... cobain dulu baru deh boleh bilang tidak suka..." rayu Diana.

__ADS_1


🍄Diana memberikan challenge kepada Fachri, dia mengambil tiga mangkok kecil. Mangkok pertama berisi tumis jamur, mangkok kedua berisi jamur balado, mangkok ketiga berisi jamur krispi.


😰Wajah Fachri mulai pucat.


__ADS_2