
๐ต"Mas Fachri... saya mulai terasa pusing..." keluh pak Andi.
Tak lama kemudian pak Andi terjatuh, sepertinya dia drop dengar berita Diana hilang. Pak Andi diantar ke masjid untuk beristirahat ditemani Fachri. Sedangkan Ujang dan pak Sularjo melanjutkan pencarian Diana.
"Bagaimana kalau kita balik lagi ke rumah makan Abah... mungkin Diana sudah kembali ke sana..." harap Ujang
"Iya... kita coba balik lagi kesana... mending kita naik ojek aja..." kata pak Sularjo.
Sesampainya di rumah makan Abah, Ujang dan Pak larjo langsung bertanya kepada pemilik rumah makan itu.
"Maaf Abah... sudah ada kabar tentang Diana teman kami...?" tanya Ujang.
Belum Den... ini juga tumben... anak saya juga belum balik-balik... tadi saya suruh beli arang... sudah satu jam lebih belum kembali..." keluh Abah pemilik rumah makan.
Abah yang kesal dengan kelakuan anaknya, bergegas merogoh kantong celananya untuk meraih handphone dan langsung menghubungi anaknya.
"Hai Jalu... aduuuuh... ke mana aja kamu... ini pengunjung banyak banget malam ini... Abah keteter nih..." keluh Abah pada Jalu saat di telepon.
"Maaf Abah... Jalu sedang mengikutin komplotan penculik... Jalu butuh bantuan nih... minta bantu hubungi pihak keamanan ya... nanti Jalu kirimin foto dan share lokasinya..." ujar Jalu dalam telepon.
๐ฑTelepon terputus.
"Waduh bocah... main matiin telepon aja..." kata Abah ngedumel sendiri.
"Ada apa Abah...? tanya Ujang.
"Ini si Jalu... ditelepon malah dimatiin teleponnya..."
"Katanya dia sedang mengikuti komplotan penculik..." ujar Abah.
๐ค"Komplotan penculik!" seru Ujang dan pak Sularjo.
Tiba-tiba ponsel Abah berbunyi, sepertinya ada pesan masuk. Rupanya ada pesan dari Jalu.
Jalu mengirim foto lokasi dan share lokasi kejadian. Terlihat tiga orang laki-laki yang sedang menggendong seorang wanita yang memakai baju hijau. Namun wajahnya tidak jelas. Pakaiannya mirip sekali dengan pakaian yang dipakai Diana saat hilang.
Jalu juga bilang untuk tidak menghubunginya, karena dia sedang mengintai dan bersembunyi dari komplotan penculik itu.
"Kalau begitu kami segera ke pos keamanan..."
"Abah... minta bantu foto dan share lokasi kirim ke Ujang..." pinta Ujang.
๐๏ธ Di Gudang, Lokasi Kejadian.
Jalu masih mengintai tiga orang laki-laki yang sedang menggendong masuk kedalam gudang seorang wanita yang sedang pingsan itu.
Lokasi gudang agak jauh dari tempat pelelangan ikan. Jalu mengikuti komplotan itu saat mereka memasukkan wanita itu kedalam mobil. Karena merasa ada yang aneh, Jalu akhirnya membuntuti mobil komplotan penculik itu.
Cukup jauh wanita itu di bawah menggunakan mobil, kisaran dua kilo meter dari tempat pelelangan ikan.
"Waduh... mereka masuk dalam gudang..."
"Kalau dari sini kagak bakal kelihatan nih..."
"Kayak nya mending masuk ke gudang nih..." bisik Jalu dalam hati.
Jalu pengendap-ngendap masuk ke dalam gudang. Disana terdapat tiga orang laki-laki dan satu orang perempuan yang sedang pingsan.
"Tuh kan betul.... wanita itu adalah orang yang sedang makan di rumah makan Abah..."
__ADS_1
"Aku tahu persis... karena dia yang memesan menu tadi padaku..." kata Jalu dalam hati.
๐ค"Ayo... segera kita lucuti semua perhiasannya... lumayan ini gelang dan cincinnya... sepertinya mahal..." kata Penculik 1
"Coba lihat ini boss... isi dompetnya tebel banget... kisaran lima jutaan...
"Hari ini kita bisa pesta-pesta bos..." ujar Penculik 2
"Uangnya buat kalian saja... saya hanya butuh tubuh wanita ini... dia cantik sekali..." seru seseorang yang dipanggil Boss oleh teman-temannya
"Ah si Boss.... bisa aja..." ujar Penculik 1.
"Oke... silahkan si Boss dulu aja..."
"Nanti habis si Boss gantian saya ya...! seru Penculik 1.
"Kamu wani piro...?" tanya Penculik 2 yang tidak terima pendapat temannya itu.
"Kamu aku kasih lima ratus ribu gimana...?" tanya Penculik 1.
"Oke deal.... lima ratus ribu... biarin aku yang terakhir... yang penting dapat bagian..." jawab Penculik 2.
"Sedang apa mereka...?"
"Sepertinya penculik itu mulai mengambil barang-barang milik wanita itu..." bisik Jalu dalam hati.
"Waduh... itu satu orang lagi ngapain ya...?"
Ternyata si Boss nya sedang berusaha melepas Diana.
"Sepertinya aku harus melumpuhkan satu orang dulu nih..." bisik Jalu dalam hati.
"Boss... kami keluar dulu ya..." ujar Penculik 1 dan Penculik 2.
"Oke Boss... selamat menikmati..." ujar Penculik 1.
Jalu melihat kesempatan untuk melumpuhkan salah satu dari mereka.
"Nah ini baru cewek... putih... bersih... wangi... cantik banget nih cewek..." ujar orang yang dipanggil Boss saat memandangi tubuh Diana yang tertidur tak berdaya.
Orang itu mulai mencoba melepas satu persatu pakaian Diana. Mulai dari melepas sepatu dan kaos kaki. Lalu tangan orang itu mulai menuju ke arah kancing celana Diana.
Tiba-tiba
โ ๏ธBUG
Terdengar suara pukulan keras sebuah balok kayu yang mendarat tepat ke leher orang yang dipanggil Boss itu. Ternyata jalu mampu melumpuhkan salah satu dari mereka.
"Lumayan... tinggal dua orang lagi..." ujar Jalu merasa puas.
"Suara apa tuh...?" tanya Penculik 1
"Si Boss... nafsu banget... suaranya sampai kayak begitu... ujar Penculik 2
HAHAHA.... tawa mereka.
"Nih lima ratus ribu buat kamu..."
"Berarti habis si Boss... berarti gua yang mainin itu cewek..."
__ADS_1
"Jarang-jarang sih Boss bisa senafsu itu..." ujar Penculik 1
Tiba-tiba Diana terbangun.
Dian kaget saat melihat ada sosok laki-laki di dekatnya. lalu Diana teriak...
"Tolooooong"
Jalu terlihat panik, karena teriakan Diana membuat dua penculik yang ada di luar itu bergegas masuk ke dalam gudang.
๐คฆโโ๏ธ"Waduh mba... jangan teriak..."
"Saya Jalu... saya lagi berusaha menyelamatkan mba dari penculikan..."
"Tuh lihat... satu penculik sudah saya lumpuhkan..." ujar Jalu sambil menunjuk kearah Boss penculik yang terkapar di lantai gudang.
Tiba-tiba pintu gudang terbuka.
"Wah... parah si bos pingsan..." teriak kedua penculik itu.
Penculik itu langsung mengeluarkan pisau dari kantong celananya.
Kebutulan didalam gudang terlihat bola tepat didekat Jalu berdiri.
โฝ"TENDANGAN PEMECAH OMBAK"
Teriak Jalu sambil menendang bola itu kearah muka penculik 1. Tendangan Jalu begitu keras, membuat penculik 1 tersungkur karena tidak mampu menghindar dari bola yang ditendang keras ke arah mukanya.
Tersisa satu penculik lagi Yang sepertinya mulai marah dan langsung menyerang Jalu dengan membabi buta.
Pisau yang diarahkan ke Jalu dengan membabi buta membuat Jalu terluka.
Jalu mencoba menghindar dari serangan demi serangan penculik 2. Jalu mulai terdesak dan penculik 2 mulai mengayunkan pisaunya.
DAAAAAAN...
BUG
Rupanya Diana mengayunkan balok kayu ke arah kepala penculik 2, membuat penculik 2 pun jatuh tersungkur.
Jalu dan Diana segera berlari keluar gudang, Diana melihat Ujang dan pak Sularjo sedang berjalan menuju gudang bersama beberapa polisi.
"Mba Diana...." teriak Ujang
"Ya Allah... Alhamdulillah... apa yang terjadi...? tanya pak Sularjo.
"Pak polisi... didalam ada tiga orang penculik... tolong segera diamankan..." pinta Jalu pada polisi yang datang bersama Ujang dan pak Sularjo.
Polisi bergegas meringkus dan menangkap tiga orang penculik itu
"Saya minta kalian ikut bersama kami ke pos untuk membuat berita acara..." perintah pak Polisi.
"Iya pak..."
"Namun saya nanti pakai motor ya..."
"Karena tadi saya ke sini menggunakan motor..."
"Itu motor nya... tadi saya sembunyikan di balik semak-semak..." ujar Jalu sambil menunjuk kearah motornya.
__ADS_1
๐Semua diangkut dengan mobil patroli.
Dan Jalu mengikuti mereka dari belakang dengan menggunakan sepeda motornya.๐๏ธ