OFFSIDE - Diluar Batas

OFFSIDE - Diluar Batas
Tiba-tiba Aku Melayang... Menembus Lapisan Awan...


__ADS_3

🏟️ Harokah FC hanya punya waktu dua minggu lagi.


"Boss... kita tidak punya banyak waktu lagi untuk mendaftarkan Harokah FC ke Panitia Liga..." ujar Ujang.


"Iya... saya faham... mangkanya saya ajak kamu untuk diskusi..."


"Kita harus ada minimal tiga planning untuk mem-backup segala kemungkinan yang akan terjadi..." kata pak Andi yang sepertinya mulai cemas.


TOK TOK TOK...


Terdengar suara ketukan dari arah pintu kantor Harokah FC.


"Ya silakan masuk..." sahut Pak Andi.


Pintu pun terbuka, terlihat Lilis membawa jus pesanan Pak Andi.


"Ini jusnya Pak Andi sudah jadi..." kata Lilis.


"Oh iya... terima kasih Lis... taruh saja di atas meja..." pinta pak Andi.


Lilis meletakkan jus pesanan Pak Andi di atas meja dengan hati-hati.


"Maaf Pak Andi... Lilis boleh bertanya...?" pinta Lilis


"Ada apa Lis... tanya aja..." seru pak Andi.


"Mau tanya kondisi terakhir mas Fachri... Gimana keadaan nya...?" tanya Lilis.


"Alhamdulillah... mas Fachri kondisinya sudah mulai membaik... namun belum bisa menempuh perjalanan jauh... jadi sementara minta bantu mba Giea untuk merawatnya..." jawab pak Andi.


"Mba Diana juga masih disana...?" tambah Lilis.


"Ndak... mba Diana ada dirumah... hari ini tidak enak badan... jadi lagi istirahat dirumah..." jelas pak Andi.


"Alhamdulillah syukur deh kalau mas Fachri sudah mulai membaik... dan salam buat mba Diana semoga lekas sembuh..." Do'a Lilis.


"Lilis kembali ke kantin ya pak... silakan diminum jusnya..." Lilis pamit kembali ke Kantin.


"Iya Lis... terima kasih ya..." ujar pak Andi.


💻"Kembali ke Laptop..."


"Yah... tadi kita udah sampai mana ya...?" tanya Pak Andi


"Tadi... terakhir kita harus punya minimal tiga planning... untuk membackup segala kemungkinan yang akan terjadi..." ingat Ujang.


"Oh iya... maaf faktor umur... hehehe..." seru pak Andi.


Pak Andi coba mencatat di kertas HVS dengan spidol yang ada di genggaman nya.


"Yang pertama... skenarionya adalah... ketika coach Fachri kembali ke Harokah FC dua sampai tiga Minggu depan berarti peluang kita untuk mendaftar ke Liga Tiga agak lebih mudah... karena dengan bantuan coach Fachri... kita akan sangat efektif dalam pemain..."


"Rencana yang kedua adalah... jika coach Fachri tidak kunjung datang sampai dengan dua minggu ke depan... maka kita harus sudah bergerak di minggu pertama untuk mencari pemain... meskipun tanpa coach Fachri... Sehingga kita bisa langsung daftarkan dengan nama-nama pemain dan tentunya dengan nama pelatih yang masih dengan nama coach Fachri...


"Dan yang ketiga adalah kemungkinan terburuk ketika coach Fachri tidak bisa join lagi dengan Harokah FC..." ujar pak Andi.


"Ya... apa boleh buat... yang penting kita harus sudah mulai bergerak..." ujar Ujang.

__ADS_1


"Oke... kalau begitu kamu yang tetap handle seluruh program latihan... dan saya akan mencari beberapa Club di Jabodetabek untuk membeli pemain-pemainnya... semoga bisa membackup kekurangan kita..." pinta pak Andi


Pak Andi dan Ujang mengakhiri pertemuan mereka siang itu.


☕ Di Kantin Harokah FC


Wajah Lilis terlihat murung, wajahnya tidak lagi bersinar seperti kemarin.


"Lis..." kang Armand coba menghibur Lilis


"Apa Kang Armand...?" tanya Lilis.


"Kamu itu seperti kata sandi..." seru Armand.


"Kata Sandi...? Maksudnya...?" Lilis bingung.


"Iya.. Lilis itu seperti kata sandi... kalau hilang... panik nyarinya..." jawab kang Armand.


🤭ASYIK...


"Lis..." kang Dani memanggil.


"Ada apa Kang Dani...?" tanya Lilis.


"Aku nggak tahu... mana yang lebih mempesona hari ini..." ujar kang Dani.


"Maksudnya kang...?" tanya Lilis bingung.


"Iya... kang Dani bingung... mana yang mempesona dihari ini... cuacanya kah...? atau kamu yang lagi ada di sebelahku saat ini...?" gombalan Dani pada Lilis siang itu.


🤭ASYIK...


"Iya Kang Bayu...!" sahut Lilis.


"Seandainya aku ini gelas... aku pengen deh kamu yang jadi airnya..." ujar kang Bayu.


"Kok gitu kang...?" tanya Lilis bingung.


"Sebab... cuma kamu yang bisa mengisi kekosongan hidup aku..." jawab kang Bayu


🤭ASYIK...


"Neng Lilis..." sapa kang Asep.


"Ada apa Kang Asep...?" tanya Lilis.


"Aku punya kemoceng buat kamu nih..." ujar kang Asep.


"Buat apa kemoceng nya...?" tanya Lilis.


"Buat bersihin hati kamu dari nama-nama cowok yang udah nyakitin kamu..." jawab kang Asep.


🤭ASYIK...


Semua coba menghibur Lilis yang sedang sedih.


"Udah lah Lis... jangan terlalu bersedih... di depanmu itu loh... sudah ada banyak pria-pria ganteng..." ledek Bude Khusnul.

__ADS_1


"Betul kata bude Khusnul... hilang satu tumbuh seribu ya bude..." sambut Bayu.


"Ayo dong Lis... senyum..." rayu Asep.


"Lilis lagi susah senyum..." sahut Lilis sambil cemberut.


"Gini aja... gimana kalau nanti malam kita jalan-jalan ke Mall...!" seru Armand.


"Wah ide bagus tuh... sekalian cuci mata...!" sambut Dani.


"Gimana Lis... mau ikut kan...? Kang Tatang ikut nih..." kang Tatang coba ikut mengajak Lilis.


"Iya... iya... Lilis ikut... mau berangkat jam berapa...?" tanya Lilis.


"Enaknya sih habis shalat Ashar..." kata Bayu.


"Deal... berarti sekarang kita bubar... trus mandi... beres-beres... lalu kita kumpul lagi di sini jam empat sore..." ujar kang Tatang.


Waktu pun berlalu.


Lilis sampai di depan markas Harokah FC tepat jam empat sore. Namun tidak dengan yang lain. Tidak ada satupun yang muncul. Satu menit berlalu, Lilis sudah mulai gusar.


Lilis langsung meraih handphone nya, satu persatu dia hubungi, namun semuanya non aktif. Lilis mulai kesal, ternyata Lilis sedang di PRANK Armand dan teman-teman.


Armand dan yang lainnya sedang bersembunyi dibelakang tumpukan kardus, tepat didekat Lilis yang sedang mondar-mandir karena kesal.


Armand tak tahan lagi menahan tawanya.


HAHAHAHA....


Semua keluar dari persembunyian karena tak tahan lagi menahan tawa mereka melihat Lilis yang sudah mulai kesal.


"Armaaaaaand..." teriak Lilis yang melihat kelakuan Armand dan teman-teman nya yang ternyata sedang Prank dirinya.


😤Lilis cemberut.


"Neng Lilis... maaf ya... kita cuman bercanda kok..." pinta Armand.


"Ngga mau..." seru Lilis.


"Iya teh Lilis... maaf ya... kita cuman ingin teh Lilis terhibur..." ujar Bayu.


😭Lilis jongkok dan tidak mau berdiri. Semua berusaha untuk minta maaf ke Lilis.


"Lilis mau maapin kalau kalian ikut gerakan tiktok Lilis... Gimana... mau...?" pinta Lilis.


"Siap..." semua menjawab dengan kompak.


Lalu Lilis meletakan handphone nya diatas meja dengan kamera video on. Tiba-tiba musik berbunyi.


🎼"Kalian bikin aku KESELLLL..." kata Lilis sambil menyikap kedua tangannya dengan tampang kesel.


"Tiba-tiba Aku Melayang... Menembus Lapisan Awan..."


"Menghempaskan semua sedihku..."


"Tiba-tiba Aku Melayang... Menembus Lapisan Awan..."

__ADS_1


"Aku terbang ke atas bulan... Memeluk bintang-bintang... Bahagia rasa hatiku..." Lilis memaksa mereka untuk joget tiktok, sampai hasilnya sempurna walaupun mesti mereka mencobanya beberapa kali.


😘"Karena sudah kompak... dan video aku save... jadi Lilis maapin semua pranknya hari ini..." ujar Lilis begitu senang karena bisa membalas prank Armand dan teman-teman lainnya.


__ADS_2