
🏟️Masih di markas Harokah FC.
"Tubuh kita adalah dokter yang terbaik..." kata seseorang datang dari arah kantin.
👀Semua mata tertuju pada sumber suara itu.
"COACH FACHRI..." Teriakan semua siswa Harokah FC.
Seketika semua penghuni markas Harokah FC menjadi melow. Tangisan haru tak dapat dihindari mewarnai pertemuan mereka dengan sang pelatih tercinta.
Sontak Diana dan pak Andi yang ada didalam kantor penasaran dengan kegaduhan yang ada diluar kantor Harokah FC itu.
"Ada kegaduhan apa itu Pa'e diluar...?" tanya Diana.
"Entahlah... coba Pa'e cek dulu" jawab pak Andi sambil melangkah kearah pintu untuk melihat kejadian diluar kantor itu.
Pak Andi dan Diana keluar dari ruangan. Mereka melihat semua siswa Harokah FC berkerumun dan memeluk seseorang yang berdiri menggunakan tongkat.
Pak Andi dan Diana terkejut melihat sosok Fachri berdiri dihadapan mereka.
🗣️"MAS FACHRIIIIII..." teriak Diana histeris sambil berlari kearah Fachri dan langsung memeluknya.
Tak ada satupun kata yang Diana ucapkan, dia hanya mampu memeluk dengan erat Sang Matahari Biru.
Pak Andi mencoba untuk membubarkan semua siswa. Bahkan Ujang dan yang lainnya diarahkan untuk kembali ke asrama.
"Sudah... sudah... ayo ajak mas Fachri ke kantor..." ujar pak Andi.
Diana mentah Fachri sampai dalam kantor. Diana duduk persis di samping Fachri. Matanya terus memandangi Fachri tak berkedip.
"Aku jadi canggung dilihatin Diana seperti ini..." seru Fachri.
"Izinkan aku memandangi mu mas..." sahut Diana yang terus memandangi wajah Fachri sambil terus memegang kedua tangan Fachri.
😍Wajar jika Diana melakukan hal tersebut, karena ini seperti mimpi baginya. Fachri muncul disaat Diana tidak begitu yakin bahwa Fachri akan kembali.
"Seharian suntuk Diana tidak ngomong... Pa'e jadi pusing... untung kamu segera datang... mukanya jadi berubah ceria..." ledek pak Andi pada anaknya Diana.
"Pantesan... dari kemarin kuping gatel... ternyata ada yang kangenin ya..." tambah Fachri ikut meledek Diana.
"Ndak Pa'e... ndak mas Fachri... kompak ya ngeledek nya..." sindir Diana.
"Eh... ada yang mukanya merah nih..." komentar pak Andi membuat Diana salah tingkah, Diana langsung menutup mukanya dengan kedua tangannya.
Beberapa kali Diana menanyakan perihal Fachri yang mampu kembali bergabung ke Harokah FC, namun Fachri mampu untuk mengalihkan pembicaraan.
"Kalau begitu... Fix... besok kita akan mendaftarkan Harokah FC ke Liga Tiga... ujar pak Andi dengan begitu semangat.
"Belum bisa toh Pa'e... kan pemainnya belum lengkap..." sahut Diana.
__ADS_1
"Oh iya ya... Pa'e terlalu semangat kalau lihat mas Fachri..." kata pak Andi.
🤔Sejenak mereka terdiam.
"Mending kita istirahat dulu... lanjut besok pagi aja... hari ini sudah begitu melelahkan... Diana mau melepas rindu sama mas Fachri tercinta..." seru Diana.
🚗 Sore itu mereka bergegas pulang, akhirnya Fachri kembali menghuni kamar yang telah lama ditinggalkan. Ya, kini dia telah kembali, kembali menghiasi semua sudut ruang hati Diana. Kembalinya Sang Matahari Biru.
Sesampainya dirumah, Diana sangat memanjakan Fachri. Fachri hanya bisa mengikuti apa yang diarahkan Diana.
Seakan tidak ingin setiap detik yang berdetak terlewatkan dari pandang dan perhatiannya pada Fachri.
"Selamat istirahat Matahari Biru ku, sampai bertemu besok pagi ya..." salam Diana.
🌌 Tak butuh waktu lama untuk Fachri tertidur pulas setelah perjalanan panjangnya dari Tegal pagi itu.
🌄 Keesokan harinya di markas Harokah FC.
"Assalamualaikum... selamat pagi Bude..." sapa Diana.
"Wa'alaikumsalam... pagi juga mba Diana... Gimana kabarnya...?"
"Wah sepertinya mba Diana pagi ini terlihat lebih ceria... sambut Bude Khusnul. "Alhamdulillah Bude... sesuatu..." canda Diana.
"Apanya yang sesuatu...?"
"Maksudnya Mas Fachri sesuatu nya itu...? tanya Fachri.
🤣HAHAHA semua tertawa.
TIBA-TIBA
🏃♀️"MAS FACHRIIII...." terdengar teriakan seorang wanita dari arah gerbang, ternyata Lilis, dia memanggil-manggil nama Fachri sambil berlari dan langsung memeluk Fachri.
"Untung masih pagi..." ujar Diana ini yang melihat kelakuan Lilis.
"Waduh yang datang dari tadi aja ngga berani nomplok... eh... ini bocah malah langsung nomplok..." kata Diana yang mencoba menata hati.
"Ayo ingat... Lilis kan sudah jadian sama Kang Armand..." ajak Tatang sambil melirik ke arah Armand yang lagi cemberut.
"Oh... udah pada jadian toh..." cetus Diana.
Lilis tetap acuh dan terus memeluk Fachri.
"Ternyata baru beberapa hari tidak ketemu mas Fachri... ternyata kamu sudah langsung ke lain hati..." ledek Fahri sambil memegang kepala Lilis dengan kedua tangannya.
"Aku terpaksa mas... mereka menjadikan aku barang taruhan..." kata Lilis kepada Fachri.
"Waduh bahaya nih... ada sanksi pidananya nih..." ancam Fachri bernada bercanda.
__ADS_1
"Bukan kami yang nantang-menantang... Kang Armand yang tidak terima Lilis menyudutkannya.
"Emang ceritanya gimana sih...?" tanya Fachri.
"Jadi beberapa waktu lalu... Dani mentraktir kita makan di restoran Jepang... karena kita semua belum pernah makan masakan Jepang... tiba-tiba Lilis menantang kita untuk tanding..." jelas Armand.
"Trus yang menang tantangan dari Lilis... maka dia berhak jadi pacarnya Lilis gitu...?" tanya Fachri kembali menegaskan.
"Betul... betul... betul..." sambut Armand.
🤨"Oh jadi gitu toh..."
"Kamu sudah ngga cinta lagi sama mas Fachri...?" Fachri meledek Lilis yang sudah mulai tidak bisa berkata apa-apa.
Lilis yang semula mulai merenggangkan pelukannya, tiba-tiba saat mendengarkan Fachri berkata seperti itu, dia langsung kembali memeluk Fachri dengan eratnya.
"Lilis tidak bermaksud begitu..." bantah Lilis kepada Fachri.
"Benar kata mba Diana... Untung masih pagi-pagi..." kata Armand mengulang kalimat Diana yang sepertinya dia sudah mulai paham apa yang dimaksud oleh Diana.
"Cuman mba Diana dan Armand saja yang faham maksudnya untung masih pagi-pagi itu apa ya...?" tanya Jalu.
"Hahahaha... jadi maksudnya gini... karena ini masih pagi... hasrat kita buat ngomel itu tidak terlalu besar... karena ini otak masih cenderung adem... nah... beda tuh... jika nanti sudah rada siang.... trus sudah kena panas matahari... udah lelah letih laper... ngeliat adegan kayak gini... beh... kita pasti langsung naik pitam..." jelas Armand.
🤣HAHAHAHA... semua tertawa mendengar penjelasan dari Armand.
🧒Seorang laki-laki datang dari arah gerbang.
"Assalamualaikum..." salam laki-laki itu.
"Wa'alaikumsalam..." semua menjawab salam laki-laki itu.
"Iqbal... Alhamdulillah... akhirnya sampai kamu di Harokah FC..." sapa Fachri.
"Siap coach... Alhamdulillah kondisi sudah aman... jadi saya bisa langsung berangkat ke Jakarta..." sambut Iqbal.
"Teman-teman... kenalin ini Iqbal... dia tinggal di Tegal di daerah Guci.
"Kok saya tidak dikenalin juga...!"
terdengar suara laki-laki dari arah belakang Fachri yang sedang memperkenalkan Iqbal.
👨👩Laki-laki itu datang dengan seorang perempuan.
"Subhanallah... mas Vino..." kata Fachri sedikit terkejut.
"Apa kabar coach...?" tanya Vino.
"Alhamdulillah... baik..." jawab Fachri.
__ADS_1
"Saya dan Istri memutuskan untuk ikut bergabung di Harokah FC..." ujar Vino.
😍Fachri dan yang lainnya begitu berbunga-bunga dengan kedatangan Iqbal dan Vino pagi itu.