
🏟️ Pagi hari di Markas Harokah FC.
Fachri dan kawan-kawan sudah siap untuk menyambut peserta seleksi. Tepat jam enam pagi seleksi dimulai. Grup satu langsung bertugas seperti yang sudah direncanakan.
Sesuai dengan yang telah diprediksikan, seratus empat puluh delapan telah diundang untuk hadir hari ini. Itupun sebenarnya yang mendaftar lebih dari dua ratus lima puluh. Mereka tidak diundang hari ini karena kampusnya diluar area Jakarta Utara.
"Iya nih Pa'e... Pendaftaran di hari kedua ternyata banyak yang berasal dari luar Jakarta Utara jadi terpaksa Diana coret... jumlahnya cukup signifikan... padahal kita sudah cukup jelas dan mencantumkan syarat khusus kampus di wilayah Jakarta Utara..." ujar Diana.
"Ya... harap maklum... mereka nyoba-nyoba berhadiah... siapa tau nyangkut... hehehe..." kata pak Andi.
"Kemarin kita sudah seleksi tiga puluh lima orang... dan hari ini seratus empat puluh delapan orang... semoga sebelas orang yang kita cari bisa tercapai hari ini..." harap Diana.
"Aamiin..." sambut pak Andi.
👧Tiba-tiba Lilis menghampiri Diana.
"Mba Diana mau minum apa...?" tanya Lilis.
"Aku jus mangga... kalau Pa'e katanya kopi..." jawab Diana.
"Kok Pa'e pesannya kopi...? ayo... dijaga kesehatannya...!" seru Lilis.
"Waduh... kamu itu sama kayak Diana..." ujar pak Andi.
"Maksudnya gimana Pa'e...?" tanya Lilis.
"Diana itu selalu ngelarang Pa'e ngerokok... trus sekarang... tambah Lilis... yang ngelarang Pa'e ngopi... lah stress dong Pa'e..." keluh pak Andi.
"Itu tandanya Lilis dan mba Diana sayang sama Pa'e... kita cuman pengen ngeliat Pa'e sehat..." jelas Lilis.
👴"Lah... temen Pa'e tidak merokok... tidak ngopi... bisa sakit... bahkan meninggal lagi... jadi ngerokok dan ngopi itu ngga ngaruh..." ngeles pak Andi mematahkan alibi.
"Yah... yang kayak gini nih... ngeyel kalo dibilangin..." ujar Diana.
"Bukan begitu formatnya... jadi yang bener tuh begini..."
"Yang tidak ngerokok dan ngopi saja bisa sakit apalagi yang merokok dan ngopi... nah begitu cara berpikirnya..." tambah Diana.
"HEHEHE... nyerah Pa'e... diserang dua anak Pa'e yang cantik-cantik dan galak-galak..." ledek pak Andi.
"Yo wis... berarti pesanannya diganti teh Lilis... jus mangga nya jadi dua ya..." pinta Diana.
"Siap mba..." sambut Lilis.
🕘Sesuai dengan yang sudah direncanakan grup satu selesai tepat di jam sembilan pagi. Secara estafet langsung disambung grup dua. Walaupun sudah selesai, beberapa peserta tidak lantas pulang, mereka duduk-duduk beristirahat di tribun penonton. Tentunya ini berkah tersendiri bagi Bude Husnul dan Lilis yang dibuat sibuk melayani pesanan minuman dari para peserta.
Disudut lain Jalu yang bertugas membantu Diana mengabadikan setiap momen seleksi terus berputar mencari momen-momen yang unik-unik.
Disepertinya tugas Diana sudah cukup tercover oleh jalu sehingga Diana mencoba mengalihkan untuk mengerjakan pekerjaan lain yang tak kalah pentingnya. Yaitu pekerjaan menginput data nilai peserta yang kemarin dan pagi itu sudah melakukan seleksi.
__ADS_1
"Kang Jalu... kalau Diana tinggal bisa kah...?"
"Sepertinya data-data nilai itu harus segera diinput..." tanya Diana.
"Beres mba Diana... bisa diatur... paling jangan lupa... jatah minumannya ditambah... hehehe..." canda Jalu.
"Oh... siap... tinggal colek teh Lilis..." sambut Diana.
⚽Rupanya antusias para mahasiswa begitu besar, bahkan tercatat ada banyak sekali yang memiliki bakat dan potensi untuk menjadi pesepakbola profesional.
Beberapa orang ditanya memang mereka hobi bermain bola. Namun tuntutan dari orang tua dan keluarga mereka untuk lebih fokus pada kuliah dan pendidikan.
Tak terasa, grup dua pun sudah mengakhiri proses seleksinya. Bertepatan dengan berkumandang nya suara adzan Dzuhur.
Uniknya, walaupun grup ketiga baru akan mulai di jam satu siang, namun sebagian besar dari mereka sudah berdatangan.
Mereka memadati mushola Harokah FC untuk melaksanakan salat Dzuhur berjamaah.
Ujang memimpin salat Dzuhur berjamaah siang itu.
🏟️Suasana di Markas Harokah FC mulai hening saat mereka melakukan sholat Dzuhur berjamaah.
Disudut parkiran motor pak Sularjo sedang disibukkan dengan alur keluar masuknya motor.
"Nah... ini tempat nya...!" seru Ikhsan teman si penjual pecel lele yang baru datang di sesi ketiga berboncengan dengan Ismail si penjual pecel lele.
"Rame sekali pak... udah dimulai ya...?"
"Wah... kami telat dong...?" tanya Ikhsan pada pak Sularjo yang bertugas mengamankan tempat parkiran.
"Emangnya kalian dapet undangannya untuk jam berapa...?" pak Sularjo balik bertanya.
"Jam satu siang pak..." jawab Ikhsan.
"Ya... berarti belom dong... kan ini masih jam setengah satu siang..."
"Kalian ada di sesi ketiga... sekarang panitianya lagi pada istirahat makan dan sholat Dzuhur..." jelas pak Sularjo.
"Oh... iya pak... terimakasih ya... kami sudah boleh masuk kah...?" tanya Ismail.
"Silahkan... langsung saja ke dalam..." jawab pak Sularjo
Tepat jam satu siang grup ketiga memulai proses seleksi nya.
Fachri, Wahyu, Iqbal, Bayu dan Sandy memimpin jalannya tes di siang hari yang terik itu.
"Oh... ternyata ini yang namanya coach Fachri... salam kenal coach..." salam Ismail sambil menjabat tangan Fachri.
"Coach Fachri yang semalem makan di warung saya kan...?" tanya Ismail untuk lebih meyakinkan ingatannya.
__ADS_1
"Iya... salam kenal mas Ismail..." jawab Fachri.
"Selamat berkompetisi..."
"Siap... terimakasih coach...!" seru Ismail.
TIBA-TIBA...
BAG... BUG... GUBRAK
Terdengar suara pukulan dari arah pos empat.
Terlihat Sandy terjatuh akibat pukulan yang dilancarkan salah satu peserta seleksi.
"Oh... lho rupanya disini... lama udah gue cari..." kata seseorang yang habis memukul Sandy dengan nada lantang.
Semua melerai perkelahian itu. Fachri dan kawan-kawan mencoba menengahi.
"Sebenarnya ada apa ini...?" tanya Fachri yang mulai panik.
"Kayaknya ini hari lho banyak yang lindungi... gue tanyain nih... siap-siap lho diluar... abis lho..." ancam seseorang yang memukul Sandy itu.
Karena terus berusaha menyerang Sandy, orang itu pun di sikep anak-anak yang lain.
"Lepasin gue..." kata orang yang memukul Sandy itu sambil melepaskan diri dari sikepan dan langsung keluar Markas Harokah FC dengan pandangan amarah yang membara.
"Gimana San...?"
"Kamu tidak apa-apa kan...?" tanya Bayu.
"Tidak apa... kang Bayu..." jawab Sandy.
"Yakin...?" tanya Bayu kembali.
"Sepertinya Sandy Harus istirahat dulu... coba tenangi dulu di Kantor..."
"Jika sudah membaik baru dech gabung lagi..."
"Minta bantu Jalu untuk gantiin dulu posisinya..." pinta Fachri.
🤕Sandy pun dibawa ke kantor Harokah FC, pak Andi dan Diana menemaninya.
Kondisi seleksi yang terhenti mulai berjalan lagi. Seleksi baru selesai jam lima sore, molor dari perkiraan waktu yang direncanakan.
Itu disebabkan dari insiden pemukulan dan istirahat Sholat Ashar.
"Oke coach... terimakasih banyak sudah mengadakan seleksi untuk beasiswa seperti ini... saya berharap bisa bergabung ke Harokah FC..." ujar Ismail yang berpamitan saat seleksi selesai kepada Fachri dan panitia yang lain.
"Sama-sama mas Ismail... terimakasih juga mau join seleksi hari ini..." sambut Fachri.
__ADS_1