OFFSIDE - Diluar Batas

OFFSIDE - Diluar Batas
Engkau lah sandaran hati


__ADS_3

๐Ÿž๏ธDi tengah hutan.


Pak Rudi berhasil menghubungi pihak kepolisian, dan polisi dengan sigap mendatangi lokasi kejadian. Beberapa polisi dikerahkan bahkan menurunkan tim SAR dari kesatuan Kabupaten Tegal.


๐Ÿ•ต๏ธTim SAR menyisir lokasi kejadian, mereka turun ke jurang, karena disinyalir mobil yang ditumpangi Fachri dan Pak Sularjo terjun ke dasar jurang.


Di dasar jurang memiliki sungai yang arus airnya begitu deras, membuat Tim SAR kesulitan untuk melakukan evakuasi.


"Lapor kijang... disini kijang dua...." kata salah satu Tim SAR yang turun ke Jurang.


"Iya... kijang dua disini... ada yang bisa dibantu gitu ganti..." sahut Tim SAR yang bertugas diatas jurang.


"Kijang satu menemukan mobil yang diduga milik korban... kami coba cek kondisi didalam mobil..." Tim SAR memberikan informasi kepada rekannya yang menunggu diatas jurang.


Tim SAR menggeledah semua isi mobil, namun mereka tidak menemukan satu orang pun.


Namun tiba-tiba salah satu dari tim SAR berteriak.


"HEY.... coba kalian kesini... itu sepertinya ada sosok tubuh yang tersangkut batu besar..." kata salah seorang dari Tim SAR.


Tim SAR berhasil mengangkat orang itu keatas jurang. Sepertinya masih hidup.


"Maaf pak Rudi... kira-kira ada berapa penumpang mobil itu...?" tanya seorang petugas polisi


"Maaf pak... saya tidak tahu persisnya... tapi sepertinya lebih dari satu... karena saya hanya melihat kejadian ini dari kejauhan... jelas pak Rudi.


"Sepertinya dia masih hidup... segera kirim ke Rumah Sakit..." teriak salah satu dari tim SAR.


๐ŸŒŒHari sudah mulai gelap. Pencarian terpaksa mereka hentikan.


Ternyata yang ditemukan adalah Pak Sularjo. Pak Sularjo baru saja siuman di pagi harinya Setelah pagi hari siuman siangnya pak Sularjo menceritakan kronologi kejadian kepada pihak kepolisian. Itu artinya Fachri yang belum ditemukan.


๐ŸŒค๏ธ Dua hari berlalu. Fachri tak kunjung ditemukan. Tim SAR berhasil mengangkat mobil dan mengambil beberapa barang salah satunya adalah handphone milik Pak Sularjo yang kondisinya mati karena terendam air.


Polisi mengaktifkan nomor pak Sularjo dengan handphone yang lainnya. Terlihat beberapa pesan singkat yang masuk dalam handphone pak Sularjo.


Pak Sularjo memperhatikan SMS satu persatu.


"Nah ini sepertinya nomor istri saya..."


"Sebentar saya hubungi dulu..." seru pak Sularjo.


Panjang lebar mereka berbicara lewat handphone, pertanyaan bertubi-tubi ditanyakan oleh bude Khusnul, melebihi pertanyaan dari pihak kepolisian ๐Ÿคญ. Tentunya wajar, karena istrinya sangat khawatir dengan keadaan pak Sularjo.

__ADS_1


๐ŸŸ๏ธKondisi di markas Harokah FC


Mendengar berita dari bude Khusnul, Diana langsung bergegas mempersiapkan perjalanan.


"Kalau begitu saya... Diana dan bude Khusnul yang berangkat ke Tegal..."


"Buat Ujang dan Asep... saya titip Markas ya..." pinta pak Andi.


"Siap pak... hati-hati dijalan..." sambut Ujang.


๐Ÿ•” Empat jam perjalanan mereka tempuh, akhirnya sampai ke rumah sakit.


Sesampainya di rumah sakit Pak Andi langsung menemui pihak kepolisian yang sedang mendampingi pak Sularjo.


Diana sangat terpukul, karena ternyata Fachri belum juga ditemukan. Pak Andi berusaha menghibur Diana.


"Ada baiknya kita istirahat dulu di hotel... sebab ini sudah larut malam... besok kita ke sini lagi..." pinta pak Andi.


"Saya nunggu di sini aja..." kata bude Khusnul.


"Iya Bude... kalau ada apa-apa segera hubungi kami..." ujar pak Andi.


Pak Andi dan Diana bergegas meninggalkan Rumah Sakit menuju hotel.


"Diana sangat yakin... mas Fachri masih hidup... jadi Diana pengen tunggu kabar dari tim SAR paling lama seminggu..." pinta Diana kepada pak Andi


๐ŸฅDi rumah sakit bude Khusnul menemani pak Sularjo yang sedang terbaring lemas.


"Gimana ceritane toh paaaapa... kok bisa celaka...?" tanya bude Khusnul.


"Ya... namanya juga kecelakaan..." jawab pak Sularjo.


"Piye toh...?" desak bude Khusnul.


"Jadi gini... dari Guci... aku dan coach Fachri pamit menuju Pati... namun saat kami berada di pertigaan jalan utama menuju Pemalang... sedang ada perbaikan... lalu kita dialihkan ke jalan yang lain... anehnya... jalan itu sepi... bahkan arahnya menuju hutan..."


Dan betul saja... saat di tengah hutan ada batang pohon besar melintang menutupi jalan... Aku curiga... karena tidak mungkin ada pohon tumbang sampai ke jalan... sedangkan posisi jalanan itu jauh dari pepohonan..."


"Akhirnya aku memutar arah balik... tiba-tiba muncul lah gerombolan geng motor... bahkan salah satu dari mereka berhasil memecahkan kaca mobil... dan menyuruh kita untuk turun..."


"Biasanya memang kejadian seperti ini dilakukan oleh para perampok jalanan..." jelas pak Sularjo.


"Trus kok bisa jatuh ke jurang..." tanya bude Khusnul.

__ADS_1


"Ini belum selesai... tunggu se..." sanggah pak Sularjo.


"Kita berhasil putar balik bahkan lolos dari kejaran mereka... namun sepertinya mereka sudah punya strategi jika kita putar balik..."


"Yang mereka lakukan adalah menutup lagi jalan balik dengan pohon besar..."


"Karena panik... lalu aku banting setir ke arah hutan... menyusuri jalan setapak... dan ternyata... jalan setapak itu semakin curam... menyebabkan rem blong... aku tidak mampu mengendalikan mobil dan mobil terperosok ke jurang..." kenang pak Sularjo.


"Trus kemana coach Fachri...?" tanya bude Khusnul.


"Kita berdua dalam kondisi sadar saat terjatuh ke jurang... dibawah jurang terdapat sungai... mobil tercebur ke sungai... kita terjebak didalam mobil..."


"Coach Fachri berhasil keluar dari mobil... karena arusnya kuat... coach Fachri akhirnya terseret arus..."


"Aku pun berhasil keluar dari mobil... Alhamdulillah nya... aku tersangkut di sebuah batu besar... aku coba bertahan sampai akhirnya tim SAR berhasil menemukan ku..." kata pak Sularjo menjelaskan kejadian ini pada istrinya.


"Lalu gimana...? pelakunya sudah ketangkep apa belum...? tanya bude Khusnul.


"Sementara dugaan kepolisian adalah perampokan, yang kerap terjadi di daerah itu..." jawab pak Sularjo.


"Gimana nasib coach Fachri ya...?" pak Sularjo bertanya pada dirinya sendiri.


"Iya ya Pak... semoga coach Fachri segera ditemukan... mba Diana sangat terpukul dengan kejadian ini..." kata bude Khusnul.


๐ŸŒ„ Keesokan harinya.


"Diana mau ikut ke lokasi kejadian boleh kan...?" tanya Diana pada ayahnya.


"Boleh... ayo siap-siap..." jawab pak Andi.


Pak Andi dan Diana meluncur ke lokasi kejadian ikut rombongan tim SAR. Sampai lokasi mereka mengatur strategi pencarian, mereka membuat tidak grup pencarian.


Tim SAR bekerja keras menyusuri sungai yang arusnya cukup kuat.


Pak Andi dan Diana hanya diperbolehkan menunggu diatas jurang, sesekali mereka dikirimkan foto dan video pencarian oleh pak Ismail.


๐Ÿ•ต๏ธPak Ismail adalah komandan satuan Tim SAR yang bertugas pada saat itu.


"Karena sudah mulai senja... pencarian hari ini kita hentikan... besok pagi kita mulai lagi ke titik yang belum kita singgahi... semua siaaaap..." teriak komandan Ismail.


"Siap Komandan..." balas teriak tim SAR.


Diana masih terlihat lemas, pak Andi menggandeng tangan anaknya yang pikirannya sedang kosong itu.

__ADS_1


๐Ÿ˜ญ"Dimana kamu mas... kamu tidak kangen aku apa mas...?"


"Engkau lah sandaran hati..." teriak Diana dalam hati.


__ADS_2