OFFSIDE - Diluar Batas

OFFSIDE - Diluar Batas
VIRAL... tembus satu juta follower...


__ADS_3

🏟️ Di Markas Harokah FC.


Tiga puluh lima peserta seleksi sudah datang memenuhi undangan panitia seleksi. mereka berkumpul di tengah lapangan dengan memakai baju olahraga.


Setelah registrasi mereka lanjut ke pos satu untuk mendapatkan nilai fisik. Lanjut ke pos dua, untuk mendapatkan nilai mereka harus melakukan tendangan penalti dan membendung tendangan penalti. Lanjut ke pos tiga, mereka dituntut untuk mampu menendang bola sejauh mungkin dan juga dituntut untuk menahan bola dari bola hasil tendangan jarak jauh. Yang terakhir pos empat, mereka diharuskan melakukan tendangan sudut dan tendangan bebas.


Untuk menyelesaikan tes di pos satu, mereka semua hanya membutuhkan waktu tidak lebih dari sepuluh menit, karena tes lari dua kilometer, tiga puluh lima orang langsung dilakukan bersama-sama.


Sedangkan di pos dua, tiga dan empat, hanya bisa dilakukan satu persatu, jadi harus antri.


Coba kita hitung-hitung, di pos dua saja, satu peserta membutuhkan waktu lima menit. Sehingga jika satu jam itu sama dengan enam puluh menit, maka dalam satu jam hanya bisa menghasilkan dua belas orang.


Sehingga tiga puluh lima orang membutuhkan lebih kurang tiga jam untuk menyelesaikan semua tes. Dan tepat jam lima sore proses seleksi pun selesai.


Hasil hari pertama tidak langsung diumumkan. Harokah FC menjanjikan maksimal lima hari ke depan untuk mengumumkan hasil seleksi hari ini.


😌"Alhamdulillah... akhirnya selesai juga ya..." ujar Ujang.


"Ternyata melelahkan juga ya proses tes nya... padahal kita kan cuman menilai..." kata Tatang.


"Yang tidak terpikirkan oleh saya... ternyata butuh waktu lama ya untuk menyelesaikan semua pos...!" seru Jalu.


"Menurut saya... yang hebat adalah konseptornya... yang mendesign seleksi ini sehingga terlihat berjalan lancar..." ujar Armand.


"Betul..." sahut pak Andi yang tiba-tiba datang dari arah kantor Harokah FC.


"Eh... pak Andi..." semua terkejut sambil menoleh kearah suara pak Andi.


"Kalian betul... untuk membuat seleksi selancar tadi... butuh konseptor yang handal untuk membuat konsep yang efektif sehingga menghasilkan hasil yang di inginkan..." jelas pak Andi.


"Alhamdulillah... saya dan Diana berhasil mengabadikan semua rangkaian tes dengan kamera yang kelak bisa kita lihat sebagai bahan pertimbangan..." kata pak Andi sambil memperlihatkan kamera ditangannya.


🤔Semua menyimak apa yang disampaikan pak Andi dan di instruksi kan Fachri untuk persiapan selesai besok.


"Sampai sore ini tercatat seratus tiga puluh orang peserta yang akan mengikuti seleksi besok..." kata Diana.


"Waduh... mau selesai sampai kapan tuh..." celetuk Jalu.


"Hahahaha..." ternyata cuman Fachri yang tertawa disaat semua berfikir keras membayangkan besok adalah hari yang berat.


"Kalau coach Fachri tertawa... biasanya ada yang diluar dari prediksi kita..." tebak Armand.


"Prediksi saya yang akan mendaftar kisaran seratus lima puluhan orang... jadi proses seleksi saya akan bagi tiga grup..."


"Grup pagi jam enam sampai sembilan kisaran lima puluh orang... grup siang jam sembilan sampai jam dua belas kisaran lima puluh orang... grup sore jam satu siang sampai jam empat sore kisaran lima puluh orang..." ujar Fachri.

__ADS_1


"Waduh... trus kita full dari pagi sampai sore coach...?" tanya Armand.


"Hahahaha... ya tidak lah... peserta nya dibagi tiga grup... panitianya juga dibagi tiga grup..."


"Grup pagi... saya... Wahyu... Ujang... Dani... Vino..."


"Grup siang... saya... Wahyu... Asep... Tatang... Armand...


"Grup sore... saya... Wahyu... Iqbal... Bayu... Sandy..." jelas Fachri.


😱"Wah... kok grup nya ada yang aneh kayaknya...?" tanya Jalu bingung karena namanya tidak ada di grup.


"Aneh gimana Lu...?" Armand bertanya balik.


"Namaku kok ngga ada...!" seru Jalu.


"Sepertinya tergantung amal dan ibadah mungkin Lu..." ledek Armand pada Jalu.


🤣HAHAHAHA... semua tertawa lepas.


"Khusus Jalu... besok bantu pak Andi dan Diana untuk mendokumentasikan proses seleksinya..." ujar Fachri.


☺️Akhirnya Jalu kembali tersenyum.


Sebelum Maghrib mereka sudah bubar dan kemudian ke asrama. Sedangkan pak Andi, Fachri dan Diana sengaja tidak langsung pulang, karena mereka mencari makan malam diluar.


"Pecel Lele langganan kita Pa'e...!" seru Diana.


🚗 Mobil langsung diarahkan ke tukang pecel ayam yang letaknya tak jauh dari rumah.


"Bu... lelenya satu... ayamnya dua ya... pake nasi uduk..." pinta Diana.


"Minum nya apa neng...?" tanya ibu penjual pecel ayam itu.


"es jeruk Bu..." seru Diana.


Tiba-tiba datang seorang pengunjung.


"Bu... ayamnya ada...?" tanya orang yang baru datang itu.


"Ada..." jawab ibu penjual pecel lele itu.


"Ya udah... diusir-usirin Bu... kan saya mau makan..." canda orang yang baru datang itu.


"Hah... mas ini bisa aja... hehehe" ibu penjual pecel lele itu pun tertawa.

__ADS_1


"Mail mana Bu...?" tanya orang yang baru datang itu.


"Kamu kenal Mail...?" ibu penjual pecel lele itu bertanya balik.


"Kenal bu... kan kita satu kampus... nama saya Ikhsan... " jawab orang yang baru datang itu yang ternyata bernama Ikhsan.


"Mail nya lagi ngambil nasi... paling dikit lagi sampai... oh iya... kamu mau makan pakai apa...?" tanya ibunya Ismail itu.


"Aku pake ayam bagian paha... minumnya es teh manis..." pinta Ikhsan.


"Iya... sebentar ya..." kata ibunya Ismail.


Tak lama kemudian.


"Hai San... ngapain lho... tumben amat lho kemari...?" sapa Ismail yang baru datang sambil membawa termos nasi.


"Nah... ini diye orang nye dateng... lho kemana aje dua hari kagak ke kampus... mana susah lagi dihubungin...?" tanya Ikhsan.


"Sorry... hp gue rusak... dua hari yang lalu kehujanan... ternyata hpnya kena aer..." jawab Ismail.


"Ini ada kabar bagus bro...!" seru Ikhsan.


"Apa tuh...?" Ismail mulai kepo.


"Beasiswa kuliah untuk mahasiswa yang terpilih sebagai pemain inti di Harokah FC..." jawab Ikhsan.


Mendengar obrolan dua pemuda itu, Pak Andi, Diana dan Fachri langsung saling berpandangan.


Mereka sengaja tidak ingin berkata-kata, hanya ingin mendengar apa yang sedang beredar dimasyarakat.


Bahkan sampai selesai makan pak Andi, Diana dan Fachri tidak mau memperkenalkan bahwa mereka adalah panitia nya.


Akhirnya mereka pun pulang, mandi dan bersiap untuk istirahat. Namun...


"Mas Fachri... Pa'e..." teriak Diana membuat pak Andi dan Fachri keluar dari kamar.


"Diana kenapa...?" tanya pak Andi panik.


"Instagram kita VIRAL... Instagram kita tembus sampai lebih dari satu juta follower...!" seru Diana.


"Alhamdulillah... berarti Instagram kita sudah bisa buat nambah penghasilan dong..." kata Fachri.


"Benar mas... itu artinya harus segera serius mengurusi media sosial kita..." ujar Diana.


"Iya... Pa'e pasti dukung... silahkan kalian atur aja... sebab Pa'e ngga ngerti masalah media sosial..." sahut pak Andi.

__ADS_1


"Siap Boss..." ujar Diana.


__ADS_2