OFFSIDE - Diluar Batas

OFFSIDE - Diluar Batas
Giea Nabela Iswati


__ADS_3

🚐 Wanita cantik itu turun dari mobilnya. Dia berjalan menghampiri pak Andi yang sedang terdiam memperhatikan mobil Alphard hitam yang parkir itu.


"Assalamualaikum... maaf ganggu waktunya..." sapa wanita cantik itu.


"Wa'alaikumsalam..." sambut semua orang yang kebetulan masih berkumpul di kantin Harokah FC


"Apa benar ini Markas Harokah FC...?"


"Saya mau bertemu dengan Pak Andi dan Mba Diana..." tanya wanita cantik itu.


"Iya benar... saya Pak Andi... dan ini anak saya Diana..." jawab pak Andi


"Ada yang bisa saya bantu..." pak Andi balik bertanya.


"Alhamdulillah... dari tadi pagi saya sudah keliling di Jakarta... akhirnya ketemu juga... perkenalkan nama saya Giea Nabela Iswati... saya datang dari Slawi..." ucap wanita cantik itu sambil menyodorkan tangannya untuk salaman.


"Jadi begini... beberapa minggu yang lalu saya sedang berlibur ke sungai di daerah Tegal... saya dan teman-teman menemukan orang yang hanyut terbawa arus sungai..." ujar Giea.


SONTAK SEMUANYA BERDIRI


"Setelah dicek... ternyata beliau masih hidup... lalu kami membawanya ke rumah sakit... karena korban tanpa identitas... sehingga kami kesulitan untuk mencari asal muasal korban..."


"Korban mengalami koma... seminggu di ICU korban tak kunjung sadar... namun Alhamdulillah kemarin korban sudah sadar..."


"Namanya Fachrisyah..."


"ALHAMDULILLAH..." semua teriak begitu gembira.


Diana begitu histeris dan langsung memeluk wanita cantik itu. Tangisan haru tak dapat terbendung siang itu.


"Kalau begitu... silahkan semua kembali ke asrama... untuk Kang Tatang dan Teh Lilis... diharapkan tetap stay di Harokah FC... karena ada kabar baik dari coach Fachri... saya dan Diana coba untuk konfirmasi perihal berita ini... pinta Pak Andi.


"SIAP BOSS..." semua menjawab dan langsung meninggalkan kantin.


Giea dibawa ke dalam kantor Harokah FC oleh Pak Andi dan Diana.


Pak Andi menceritakan panjang lebar tentang kejadian yang dialami Fachri kepada Giea.


Setelah pak Andi bercerita, giliran Giea yang bercerita.

__ADS_1


"Oh... kalau begitu berarti nyambung nih... karena Mas Fachri saat saya temukan itu berada di tepi sungai yang arusnya cukup deras... namun beliau tersangkut di bebatuan..."ujar Giea


"Ternyata cukup jauh ya... jarak antara tempat kejadian dengan lokasi ditemukannya mas Fachri..." seru Diana.


"Saat itu saya sedang berlibur dengan teman-teman alumni SMAN 1 Slawi... kebetulan saya melihat mas Fachri tersangkut di bebatuan... kami langsung mengecek kondisinya... dan ternyata mas Fachri masih hidup... langsung kami bawa mas Fachri ke rumah sakit di daerah Tegal..." sambung Giea.


"Mas Fachri tak sadar selama dua minggu ini... tidak ada identitas dan keterangan saat ditemukan membuat kami kebingungan... akhirnya saya beranikan diri untuk memberikan jaminan ke rumah sakit... agar mas Fachri bisa cepat ditangani..."


"Alhamdulillah... kemarin mas Fachri sudah sadar... dan kami berusaha menanyakan beberapa hal... yang pertama... kami menanyakan nama... lalu yang kedua... orang-orang yang bisa dihubungi perihal identitas mas Fachri..."


"Dokter tidak membolehkan kami untuk banyak mengintrogasi mas Fachri... namun beliau sempat memberikan informasi bahwa namanya Fachrisyah... dan beliau minta tolong untuk menghubungi Pak Andi dan Mba Diana di Harokah FC... Jakarta..." jelas Giea yang sangat gembira, tidak sia-sia perjalanan nya ke Jakarta hari ini.


"Kami atas nama keluarga mengucapkan banyak terima kasih kepada mba Giea yang sudah sangat banyak membantu... terus terang awalnya kami sudah menyerah dan mengikhlaskan... karena memang tim SAR pada saat itu pun menyatakan sudah maksimal dalam pencarian mas Fachri..." ujar pak Andi.


"Mba Giea ini asli mana... dan tinggal di mana...?" tanya Pak Andi.


"Saya asli Slawi... saya janda anak dua... suami saya mantan anggota DPRD... meninggal dunia 2 tahun yang lalu..." jawab Giea dengan lugas.


"Ini diminum dulu..." tiba-tiba bude Khusnul yang masuk ke dalam kantor dengan membawa empat buah jus buah naga.


"Terima kasih Bude..." ucap Diana.


"Iya dong... bude kan bisa membaca hati dan fikiranmu cah ayu..." sahut bude Khusnul.


"Bude langsung pamit dulu ya... mau beres-beres di kantin..." tambah bude Khusnul.


"Iya bude... terima kasih ya..." ujar semua yang ada di dalam ruangan.


"Jadi mas Fachri pelatih sepakbola disini toh...!" seru Giea.


"Iya mba... hampir saja kami bubar karena kehilangan sosok mas Fachri..." sahut pak Andi.


"Wah... sama kalau begitu... suami saya juga punya klub sepakbola di Slawi... namun karena beliau meninggal dunia... klub nya jadi tidak terurus..." ujar Giea.


"Yah... saya dong..." kata Diana.


"Ya... sayang ngga sayang... wong Ndak ada yang urus... aku mana bisa ngurus sepakbola..." sambut Giea.


"Karena saya sudah mendapatkan nomor telepon pak Andi dan mba Diana... dan sudah juga memberikan informasi perihal keberadaan mas Fachri... jadi saya pamit ya... karena harus menemani mas Fachri yang masih dalam penanganan di Rumah Sakit..." ujar Giea.

__ADS_1


"Jadi yang nungguin mas Fachri tiap hari itu mba Giea sendiri...?" tanya Diana.


"Iya... kan karena mas Fachri tidak punya siapa-siapa di sana... kasihan kalau beliau sendirian..." jawab Giea yang begitu care dengan Fachri.


Sepertinya Diana merasa sedikit cemburu, karena dia berhadapan dengan wanita yang cantik, dewasa, kaya raya dan sangat peduli dengan mas Fachri.


"Aduh... aku mikir apa sih...?"


"Jadi ngelantur gini..." bisik Diana dalam hati.


Wajar saja karena Diana dulu pernah mengalami hal yang sama. Dulu ketika dia menangani mas Fachri saat usaha pembunuhan di daerah pelabuhan Tanjung Priok


Diana jadi teringat masa-masa itu, kenangan indah bersama mas Fachri, yang bahkan membuat dirinya jatuh cinta dan rela meninggalkan profesinya sebagai suster. Itulah salah satu alasan Diana resign sebagai suster, dikarenakan ingin senantiasa di samping mas Fachri.


"Kalau begitu saya pamit pulang ya pak Andi... mbak Diana... ini kartu nama saya... dan nanti saya share lokasi rumah saya dan posisi rumah sakitnya..." ujar Giea.


🚐Giea pamit meninggalkan Markas Harokah FC, sekejap mobil Alphard hitam itu menghilang dari pandangan mata.


"Ayo kita siap-siap... biar besok pagi kita berangkat siap berangkat ke Tegal..." ujar Pak Andi.


"Iya Pa'e ada baiknya sekarang kita istirahat... Diana akan packing kebutuhan untuk beberapa hari di Tegal..." sambut Diana dengan semangat.


🏡 Sesampainya di rumah.


Diana bergegas ke kamar Fachri untuk membereskan dan membersihkan kamar yang akan segera dihuni kembali oleh Fachri.


Begitu senang Diana saat mendengar Fachri masih hidup. Diana mengembalikan diary milik Fahri yang kemarin sempat dia ambil dari atas meja.


"Aku belum sempat membaca semua isi diary ini... namun aku sempat membaca... ternyata mas Fachri sempat menuliskan namaku di bagian depan diary... semoga mas Fachri bisa lanjut menulis kembali di diary ini... menuliskan tentang perjalanan hidupmu cintamu dan masa depanmu... harap Diana dalam hati sambil memandangi diary itu.


🌄 keesokan harinya Pak Andi dan Diana bergegas menuju Tegal.


🚗 Di dalam mobil Diana dan Fachri bercerita.


"Kok kejadiannya bisa mirip ya...!" ingat Pak Andi.


"Dulu mas Fachri pernah mengalami hal yang sama lho... yaitu rencana pembunuhan dan lalu dibawa ke Rumah Sakit dalam kondisi koma..." kata pak Andi.


"Iya Pa'e... tapi bedanya... dulu yang merawat mas Fachri Itu Diana... namun sekarang yang ngerawat mas Fachri adalah Giea..." sahut Diana sambil cemberut.

__ADS_1


"Udah cantik... begitu dewasa... kaya raya... dan sayang sekali dengan mas Fachri..." kata Diana kepada Pak Andi sambil mata dan pikiran nya menerawang jauh.😔


__ADS_2