OFFSIDE - Diluar Batas

OFFSIDE - Diluar Batas
Mochi untuk Diana


__ADS_3

🚓Sesampainya di kantor polisi.


Mereka menceritakan kronologi kejadiannya.


👮"Jadi bagaimana ceritanya kang Jalu...?" Tanya Polisi.


🤷‍♂️"Hari ini seperti mimpi..."


"Awalnya Jalu disuruh beli arang oleh Abah... sepulang beli arang... Jalu melihat ada gerak-gerik yang mencurigakan... ada tiga orang yang sedang menggendong seorang perempuan pingsan ke dalam mobil... dan seperti saya mengenal wanita itu... karena memang wanita itu adalah orang yang Jalu layani saat makan di Rumah Makan Abah..."


"Melihat hal tersebut... Jalu coba ikuti dari belakang... sampai akhirnya mereka sampai di gudang..."


"Jalu berusaha menyusup ke dalam gudang... dan benar saja... mereka bertiga lagi melakukan tindakan kriminal... gelang cincin dan dompet mba Diana diambil mereka... bahkan salah satu dari mereka yang mereka panggil Boss... sempat ingin membuka pakaian mba Diana..."


"Alhamdulillah... saat dua orang keluar... Jalu memiliki kesempatan untuk melumpuhkan Bossnya yang sendirian... Alhamdulillah mba Diana dapat diselamatkan dari pemerkosaan..."


"Namun mba Diana yang pingsan tiba-tiba terbangun... saat terbangun... mba Diana terkejut... mba Diana teriak minta tolong... Jalu panik... Jalu berusaha menenangkan dan menjelaskan apa yang terjadi..."


"Teriakan mba Diana membuat dua penculik yang ada di luar itu akhirnya masuk... saat mereka masuk Jalu coba melumpuhkan yang satu dengan bantuan bola yang coba Jalu tendang... Alhamdulillah kena muka dari salah satu penculik tersebut..."


"Tinggal satu lagi penculik yang masih ada... bahkan dia menggunakan pisau... penculik itu berhasil melukai Jalu dan Jalu pun terdesak..."


"Alhamdulillah... mba Diana memukul penculik itu dengan balok kayu kearah kepalanya... setelah mereka terkapar kami lari keluar gudang dan bertemu bapak - bapak polisi diluar gudang..." jelas Jalu.


👮"Kalau dari mba Diana gimana...?


🙆"Awalnya Diana izin ke toilet kepada Pa'e... karena dekat... Diana bilang ke Pa'e tidak perlu ditemani... selesai dari toilet... Diana keluar... beberapa langkah tiba-tiba ada yang menyergap Diana dari belakang..."


"Mereka dengan menggunakan sapu tangan... yang disertai obat bius... membuat Diana pingsan... sampai disitu Diana tidak sadar... "Nah... Diana sadar saat melihat Ada Jalu... Dan terkejut sehingga berteriak... menyebabkan penculik itu masuk menghampiri kami di dalam gudang..."


"Satu penculik berhasil dilumpuhkan Aa Jalu... Dan penculik yang satu lagi Diana pukul menggunakan balok kayu..."


"Setelah semua dilumpuhkan.... Diana dan Aa Jalu bergegas keluar dari gudang... Dan Alhamdulillah diluar sudah ada pak polisi..." jelas Diana


👮"Terima kasih kang Jalu... terima kasih mba Diana atas keterangannya... mereka adalah orang-orang yang selama ini kami cari... mereka adalah pelaku kriminal yang taksegan untuk mencuri... menculik... serta membunuh korban-korbannya dangan memanfaatkan mitos larangan memakai baju hijau di area pantai Selatan..." ujar pak Polisi.


"Kalau begitu kami pamit Pak..." ujar Jalu.


Selesai memberikan keterangan dikantor polisi, mereka mereka bergegas ke Masjid Agung Palabuhanratu.


"Kalian pada tidur di mana...? tanya Jalu.


"Rencana kami tidur di Masjid Agung Palabuhanratu..." jawab Diana.


"Bagaimana kalau tidur di rumah jalu...?" "Walaupun tidak bagus dan tidak luas... namun cukuplah menampung lima orang tamu..." ujar Jalu.


"Kami jadi tidak enak nih... selalu merepotkan Aa Jalu..." ucap Diana.

__ADS_1


"Atau begini saja... anggap saja ini permintaan Jalu yang sudah menolong mba Diana..." Jalu menodong Diana dengan dalil balas budi.


"Hehehe... susah nolaknya kalau begini..." ujar Diana.


"Oke... kalau jemput pak Andi dan coach Fachri..." sahut Ujang.


"Baiklah... Jalu juga ke rumah makan dulu... nanti Jalu nyusul ke masjid... estimasi sampai masjid jam sebelas malam..." kata Jalu sambil menaiki motornya.


🕌Sesampainya di Masjid Agung Palabuhanratu.


"Pa'e..." teriak Diana.


"Kemana saja kamu nduk...? tanya pak Andi.


"Pa'e kenapa...? Diana balik bertanya.


"Pa'e mu pusing... mikirin anak gadisnya yang hilang..." ujar Fachri.


"Ceritanya panjang Pa'e... maafin Diana ya... mungkin kalau tadi dengerin saran Pa'e tidak seperti ini jadinya..." sesal Diana.


"Ya sudah... lebih baik kita bersih-bersih diri..."


"Kita istirahat... sambil menunggu Jalu menjemput kita..." ajak Ujang.


"Jalu siapa...?" tanya Fachri.


Mereka rebahan sambil menunggu Jalu datang, sedangkan Diana dan Pak Andi masih bercengkrama membicarakan kejadian yang dialami.


Tempat jam Dua Belas malam Jalu dan Abah menjemput mereka. 🏍️Abah dan Jalu menggunakan motor, 🚐 sedangkan Diana dan yang lainnya mengikuti Jalu dari belakang dengan mobil.


🏡sesampainya di rumah Jalu.


"Karena sudah larut malam... lebih baik kita semua istirahat... besok Subuh saya bangunin..." ujar Jalu.


😴Tak banyak kata yang terucap, lelah mereka malam itu membuat mereka cepat sekali tertidur.


🌄Selepas Sholat Subuh mereka berkumpul di serambi rumah Jalu untuk menikmati teh, kopi, pisang goreng dan kue mochi khas Sukabumi.


"Mas Fachri... Diana punya kabar gembira..." seru Diana.


"Apa tuh...?" tanya Fachri.


"Semalam Diana melihat dengan mata kepala Diana sendiri kalau ternyata Aa Jalu memiliki tendangan yang cukup bagus..." jelas Diana.


"Ah biasa saja... ujar Jalu.


"Tuh kan... biasa saja... buktinya salah satu dari penculik yang kena bola yang di tendang AA Jalu membuat dia jadi pingsan..." puji Diana.

__ADS_1


"Wah... kamu dapat tendangan sekeras itu... berlatih di mana...?" tanya Fachri


"Saya berlatih di laut coach..." jawab Jalu.


"Pantesan semalem sambil menendang... Aa Jalu berteriak... TENDANGAN MEMECAH OMBAK..." seru Diana.


"Wih... Canggih..." sahut Ujang.


HAHAHAHA.... semua tertawa lepas.


"Kamu biasa main bola...?" tanya Fachri.


"Iya coach... cuman tarkam..." jawab Jalu


"Main di posisi apa...?" tanya Fachri kembali.


"Di posisi center back... namun Jalu spesialis tendangan bebas... karena kata orang-orang tendangan Jalu lumayan keras dan akurat..." jawab Jalu.


"Kira-kira... kamu berminatkah untuk gabung ke klub kami...?" tanya Fachri.


"Jalu berminat namun ada syaratnya..." jawab Jalu.


"Apa syaratnya...?" tanya Diana.


"Syaratnya mba Diana harus makan minimal tiga MOCHI yang ada di piring ini..." tantang Jalu.


"Loh kok Diana...?" tanya Diana heran.


"Iya... karena dari tadi Jalu perhatikan hanya mba Diana yang belum memakan MOCHI ini..." kata Jalu sambil menyodorkan piring yang berisi kue mochi khas Sukabumi.


"Habis kuenya aneh... lembek-lembek gimana gitu...!" ujar Diana.


"Udah... cobain dulu...! rayu Fachri.


"Waduh gimana ini..." keluh Diana yang geli megang kue mochi yang disodorkan Jalu.


Gemetar tangan Diana menggapai kue Mochi itu, dia coba mengusir rasa geli untuk memenuhi syarat dari Jalu.


"Jangan bilang tidak suka jika belum mencobanya..."


"Kalau sudah nyoba trus ngga suka... baru deh... beda persoalan..." sindir Jalu.


Mochi mulai masuk kedalam mulut Diana, dia mulai menggigit Mochi itu, daaaaaan.


Diana memandang Jalu dengan pandangan tajam.


😱"Eeeeenak ternyata..." seru Diana.

__ADS_1


🤭 Diana jadi malu, karena mulai saat itu, dia yang paling banyak menghabiskan mochi-mochi itu.


__ADS_2