OFFSIDE - Diluar Batas

OFFSIDE - Diluar Batas
Pilih Gadis atau Janda


__ADS_3

🏥Masih di Rumah Sakit, kamar dua satu dua tempat Fachri dirawat.


😭Diana terus memandangi Fachri yang sedang tertidur pulas. Tak terasa air matanya mengalir di pipinya. Banyak yang ada berseliweran di pikirannya, dari mulai rasa kasihan nya terhadap Fachri yang sedang sakit, sampai dengan rasa cemburu saat Giea begitu dekat dengan Fachri, bahkan sampai dengan anak-anaknya Giea yang sangat menginginkan Fachri sebagai pengganti ayahnya yang telah tiada.


Semua rasa yang di alami Diana menghasilkan air mata. Giea mencoba untuk menghibur Diana. Giea menarik Diana ke sofa yang ada di sebelah tempat tidur pasien.


"Sudah mba Diana... jangan bersedih lagi... Insya Allah mas Fachri akan segera sembuh..." Rayu Giea sambil tersenyum di hadapan Diana.


"Iya mba... terima kasih atas bantuan mba Giea selama ini...." ujar Diana.


Diana tidak berani untuk mengungkapkan kecemburuannya kepada Giea. Bahkan Diana pun tidak sanggup untuk melarang mas Fachri untuk tidak tinggal di Slawi bersama Giea dan anak-anaknya. Karena Diana tahu, Fachri pasti merasa berhutang nyawa kepada keluarga Giea.


Di satu sisi Diana menginginkan Fachri untuk kembali ke Harokah FC, namun di sisi lain Diana pun menyadari bahwa Fachri pun tidak bisa mengelak jika Dona dan Doni memintanya untuk tetap tinggal bersama mereka.


"Mas Fachri banyak cerita tentang Diana..." kata Giea.


"Yang baik-baik... apa yang buruk-buruk mba...?" tanya Diana merasa ingin tahu apa yang dibicarakan Fachri dengan Giea.


"Dari semua pembicaraan mas Fachri sepertinya tidak ada yang buruk-buruk tentangmu... justru sebaliknya... orang yang dekat dengannya... dan selama ini bersamanya baik di saat suka maupun duka... senang dan sedih... itu adalah Diana..." ujar Giea.


"Mas Fachri juga cerita tentang kondisi istrinya yang sampai dengan saat ini belum ditemukan..." tambah Giea.


☺️Diana terdiam dan tersipu malu.


"Diana suka ya sama mas Fachri...?" tanya Giea yang membuat Diana tersedak.


"Emangnya mas Fachri cerita kalau Diana nembak mas Fachri Diana..." Diana balik bertanya.


"Oh... jadi Diana sempat nembak mas Fachri...? Mas Fachri tidak bilang sih..." kata Giea dengan nada meledek.


"Waduh... aku jadi malu..." ujar Diana.

__ADS_1


"Lah terus... kenapa mba Giea nanya... aku suka sama mas Fachri atau tidak...?


memang kelihatan banget ya kalau Diana suka sama mas Fachri...? tanya Diana mengomentari apa yang dikatakan Giea.


"Iyalah... mba kan juga perempuan... mba juga ngerti kok bagaimana caramu menatap mas Fachri..." ujar Giea.


"Iya mba... saya memang suka sama mas Fachri... dan saya pernah nembak namun mas Fachri... namun mas Fachri belum memberikan jawaban... karena dia masih harus memastikan status istrinya..." ujar Diana.


"Maksudnya...?" tanya Giea.


"Jadi kata mas Fachri... jika istrinya belum menikah lagi... dia pun tidak ingin menikah lagi dengan yang lain... namun jika istrinya sudah menikah lagi dengan orang lain maka dia mau menerima Diana..." jawab Diana.


😊Giea terdiam dan tersenyum ke arah Diana.


"Mba Giea kenapa tersenyum gitu...?" tanya Diana heran.


"Kira-kira Diana marah kah...? jika mba Giea berniat untuk menjadikan mas Fachri sebagai suami... Diana lihat sendiri kan tadi... bagaimana Dona dan Doni sangat akrab dengan mas Fachri... maklum... Dona dan Doni sudah dua tahun ini kehilangan sosok ayah yang sangat didambakan oleh semua anak di usianya..." ujar Giea.


"Akhirnya yang Diana takutkan terjadi juga... situasi yang seperti ini... baik Diana... mba Giea dan mas Fachri adalah situasi yang paling sulit..."


"Kok Diana jadi pesimis gitu...?" tanya Giea.


"Kalau lawan yang lain Diana percaya diri mba... kalau lawannya mba Giea... Diana nyerah dah..." ujar Diana.


"Maaf ya... mbak Giea memang begini cara bicaranya... blak-blakan... terus terang... tapi mba ingin... Diana tetap optimis..."


"Tenang saja... walaupun mas Fachri berhutang nyawa sama mba... namun keputusan semua ada di mas Fachri... jika mas Fachri lebih memilih Diana... tidak ada masalah bagi mba..." ujar Giea.


"Jadi Diana tetap harus optimis dan bersemangat... Ayo saingan sama mba Giea... kita bertanding secara sportif... siapa yang akan dipilih mas Fachri..." seru Giea sambil menyodorkan tangannya kearah Diana untuk salaman.


"Oke... keputusan mutlak ada di mas Fachri... Dian akan pilih gadis atau Janda..." ujar Diana.

__ADS_1


"Deal...?" seru Gea


"Deal..." sambut Diana.


Karena panjang lebar Giea dan Diana berbicara, akhirnya mereka lelah dan tertidur di sofa. Mereka terlihat akur saat itu walaupun sebenarnya mereka sedang bersaing untuk memperebutkan hati Fachri.


Jiwa usil Pak Andi muncul, momen Giea dan Diana saat tidur di sofa berdua itupun difoto oleh Pak Andi.


Satu jam kemudian Fachri terbangun, Giea dan Diana pun ikut terbangun dan di saat itulah terjadi sesuatu yang sangat membuat Pak Andi geleng-geleng kepala.


Giea dengan senyum manisnya dan suara khasnya yang lembut menawarkan banyak pelayanan untuk Fachri. Diana pun tidak mau kalah, dengan kemampuannya yang sudah bertahun-tahun saat menjadi suster di rumah sakit, Diana pun tahu apa yang seharusnya dilakukan bahkan sebelum Fachri meminta.


Momen persaingan itu direkam semua oleh Pak Andi.


Pak Andi tersenyum-senyum sendiri melihat kelakuan Giea dan Diana. Fachri hanya bisa diam dan pasrah. Dia berusaha mengikuti alur apa yang diinginkan oleh Giea dan Diana.


"Gimana coach... mau pilih yang mana...?"


"Pilih gadis atau Janda..." ledek Pak Andi pada Fachri yang kebetulan ada Giea dan Diana di sampingnya.


Diana langsung menimpa


"Ya tentunya pilih gadis dong... lebih enerjik..." seru Diana.


"Loh loh loh... jangan salah... justru enak janda toh... janda itu kan lebih berpengalaman..." sambut Giea dengan nada sinis sambil melirik kearah Diana.


"Gadis..." seru Diana.


"Janda..." sahut Giea.


"Mas Fachri pilih gadis kan...?" rayu Diana sambil memegang tangan kanan Fachri.

__ADS_1


"Mas Fachri pilih janda kan...?" Giea pun ikut merayu Fachri dan meraih tangan kiri Fachri.


"Pak Andi... tolong saya..." teriak Fachri yang sedang di tarik-tarik tangannya oleh Giea dan Diana.


__ADS_2