
"Oh... jadi begitu asal mula nama CIREBON..." ujar Fachri.
"Saya juga baru tahu Coach..." kata pak Sularjo.
🏍️TIBA-TIBA DATANG ROMBONGAN MOTOR MENGHAMPIRI MEREKA.
"Hai Vino... kite butuh tenaga lho... ayo joint..." ajak seorang pemuda kepada tukang tahu gejrot yang ternyata bernama Vino.
"Asal harganya cocok..." ledek Vino.
"Beres itu mah... apalagi kalau kita menang..." jelas salah seorang dari mereka.
"Mohon maaf bapak-bapak... saya ada kerjaan dadakan..." ujar Vino.
"Jadi totalnya berapa bang?" tanya Fachri.
"Per porsi lima ribu... jadi kalau lima porsi jadi dua puluh lima ribu..." jawab Vino.
"Memang ini pada mau ke mana ya...?" tanya Fachri.
"Kami mau tanding bola..." jawab salah satu dari mereka.
"Oh... Abang ini jago main bola ya...? tanya Fachri pada Vino.
"Ah... biasa aja kok... terpaksa pak... tergantung bayarannya... kalau cocok... kite ambil..." ujar Vino.
"Saya boleh ikut kah...?" pinta Fachri.
"Bapak mau nonton...?" Vino balik bertanya.
"Iya... kebetulan saya suka bola..." jawab Fachri.
"Kalau begitu nyuk... kita segera berangkat... bapak-bapak ini kalau mau nonton silahkan ikuti motor kami..." kata salah satu dari mereka.
🚐"Coach Fachri yakin mau ngikutin mereka...?" tanya pak Sularjo.
"Iya... kita ikuti mereka..." jawab Fachri.
Sesampainya di lapangan ternyata sudah banyak pengunjung yang hadir, rupanya di sana ada pertandingan sepakbola. Menurut informasi bahwa pertandingan itu adalah pertandingan antar dua kampung.
Kali itu adalah pertandingan antara Kampung Kesambi dengan Kampung Pekiringan.
⚽PERTANDINGAN DIMULAI.
Sejak awal laga, jalannya pertandingan itu berjalan cukup kasar. Bukan hanya itu, kondisi lapangannya pun kurang bagus. Menyebabkan banyak pemain yang cidera dan sulit mengembangkan permainan.
__ADS_1
Sampai pada menit ke dua puluh empat, Kampung Kesambi yang dibela Vino si tukang tahu gejrot mendapatkan hadiah tendangan bebas.
Rupanya Vino yang mengambil tendangan bebas itu. Terlihat dari awal memang sepertinya Vino mendapatkan tugas mengambil semua tendangan bebas dan tendangan penjuru.
🥅Vino memang memiliki perawakan tubuh yang ideal untuk seorang atlit sepakbola. Bahkan dia memiliki tendangan yang keras dan akurat. Dan tendangan bebasnya saat itupun mampu merobek jala tim kampung Pekiringan.
Setelah gol itu, pertandingan makin menjadi panas pelanggaran demi pelanggaran tak terhindarkan. Babak pertama usai dengan kedudukan satu kosong untuk keunggulan kampung Kesambi.
Di babak kedua, tim Kampung Kesambi mengganti strategi, mereka menggunakan formasi bertahan. Mereka hanya menyisakan satu penyerang dan satu gelandang serang yaitu Vino, sedangkan yang lainnya full bertahan.
Pada menit ke delapan puluh tiga, Vino lolos dari jebakan offside, bola digiring meninggalkan pemain-pemain belakang Kampung Pekiringan. Kiper Pekiringan mencoba maju untuk memblok serangan Vino, namun cerdiknya, Vino melihat temannya berdiri bebas, lalu bola dioper ke striker kampung Kesambi.
Bola berhasil disarangkan kegawang kampung Pekiringan. Tercatat satu gol dan satu Aksis yang dilakukan oleh Vino. Hal itu membuat Fachri tertarik dengan cara bermain Vino si tukang tahu gejrot.
Namun anehnya, suporter kampung Pekiringan malah menyoraki Vino dengan sebutan "CURANG". Terdengar luapan emosi para suporter yang meneriakkan Vino adalah pemain cabutan, bukan pemain asli dari kampung Kesambi.
Seperti yang sudah diprediksi oleh Fachri, bahwa pertandingan ini adalah pertandingan judi bola. Mereka memperebutkan taruhan yang jumlahnya tidak sedikit. Oleh sebab itu, hal-hal sekecil apapun akan mampu mengundang dan memicu perkelahian antar suporter yang melakukan judi bola.
"Pak Sularjo, sepertinya kita siap-siap pergih ke arah mobil..." pinta Fachri.
Sepertinya akan terjadi kerusuhan, Fachri dan Pak Sularjo bergegas menuju mobil untuk menghindari kemungkinan-kemungkinan terburuk.
🚐Sesampainya di mobil.
Fachri dan pak Sularjo stand by di dalam mobil. Dan benar saja, beberapa saat kemudian terjadi perkelahian antar suporter.
"Hei... Mas Vino... ayo masuk..." ajak Fachri sambil menarik Vino yang lari di kejar-kejar suporter.
"Ayo pak Larjo... kebuuut..." pinta Fachri.
😵 Terlihat Vino begitu panik dan pusing.
"Sebenarnya apa yang terjadi...?" tanya Fachri kepada Vino.
😔Vino menarik nafas cukup dalam.
"Jadi sebenarnya saya ini pemain cabutan untuk kampung Kesambi... awalnya saya diterima dan tidak ada masalah... namun setelah kami unggul satu kosong... bahkan terlebih unggul dua kosong... mereka mempermasalahkan status saya sebagai pemain cabutan..."
"Karena memang terlihat dilapangan... kebetulan saya yang paling menonjol diantara yang lain... satu gol dan satu assist membuat mereka coba mencari tahu asal-usul saya..." jelas Vino.
"Ditambah lagi pertandingan ini juga memang ajang taruhan... jadi yang memegang tim yang kalah memang menginginkan kericuhan ini..." tambah Vino.
📱 TIBA-TIBA handphone Vino berbunyi.
Rupanya telepon dari istrinya yang sedang kesakitan dirumah. Vino diminta untuk segera pulang.
__ADS_1
Vino meminta bantuan Fachri untuk mengantarkannya ke rumah.
🏡 Sesampainya dirumah Vino.
"Gimana kondisi istrinya...?" tanya Fachri yang melihat Vino begitu gusar.
"Sepertinya istri saya harus dibawa kerumah sakit..." ujar Vino.
"Ayo segera... pakai mobil kami saja..." ajak Fachri.
"Namun... saya tidak punya banyak dana untuk biaya rumah sakit..." keluh Vino.
"Sekarang yang penting kita bawa ke rumah sakit... untuk biaya... kita lihat nanti... yang penting istrimu ditangani secara medis dulu..." bujuk Fachri sambil mendorong Vino untuk bergegas mengangkut istrinya ke Rumah Sakit.
🏥RSUD Gunung Jati Cirebon.
"Terimakasih pak Fachri... terimakasih pak Sularjo sudah banyak membantu saya..." ucap Vino.
"Alhamdulillah... sekarang istrimu sudah ditangani Dokter... semoga lekas pulih..." do'a Fachri.
"Oh iya... mas Vino... ada yang mau saya bicarakan..." kata Fachri.
"Ada apa pak Fachri...?" tanya Vino.
"Yang pertama... kami berdua ingin memperkenalkan diri..."
"Jadi... saya berdua adalah tim pencari bakat untuk pemain sepakbola..."
"Klub kami bernama Harokah FC... bermarkas di Tanjung Priok Jakarta Utara..."
"Terus terang saya sangat tertarik untuk merekrut mas Vino..."
"Jika mas Vino berminat... silahkan hubungi saya... ini kartu nama saya..." kata Fachri sambil memberikan sebuah kartu nama.
"Kalau boleh tau... mekanisme nya bagai mana ya?" tanya Vino.
"Mekanisme nya mudah saja... mas Vino akan kami kontrak dua tahun... dan akan kami berikan gaji disetiap bulannya sebesar lima juta rupiah... belum termasuk tunjangan dan bonus... misalnya jika tim kita menang dan lain-lain..." jelas Fachri.
"Lalu apakah diberikan tempat tinggal?" tanya Vino.
"Kami tidak memfasilitasi tempat tinggal... namun kebetulan disana banyak kontrak yang biasanya kita gunakan untuk tempat tinggal pemain..." jelas Fachri.
"Terimakasih infonya pak Fachri... eh... Coach Fachri... saya akan diskusikan segera dengan istri..." kata Vino.
"Kalau begitu kami pamit ya... sebab kami ada janji dengan teman di Tegal..." ujar Fachri.
__ADS_1
"Dan ini ada sedikit dana untuk biaya rumah sakit istrimu... semoga lekas sembuh..." tambah Fachri.
😭"Alhamdulillah... terimakasih banyak Coach Fachri... semoga Allah SWT membalas segala amal baik Coach Fachri dan pak Sularjo..." sambut Vino sambil meneteskan air mata.