
ποΈ Peserta seleksi yang siang tadi memukul Sandy, secara tidak sengaja menabrak Bang Codet. Masih kenalkan sama bang Codet? Itu lho, anak buahnya coach Maman dari Priok United.
Dirinya yang tergesa-gesa menyebabkan dirinya tidak fokus saat mengendarai motor.
saat keluar dari markas harokah FC
"Maaf bang maaf... maaf saya tidak sengaja..." kata anak muda itu.
"Aduh... untung gue ngga modar..."
"Loh kenapa sih...?"
"Gue liat abis keluar dari Markas Harokah FC kayak abis dikejar-kejar setan..." tanya bang Codet.
Pemuda itu pun menceritakan panjang lebar tentang apa yang dialaminya saat seleksi di Markas Harokah FC.
Bang Codet yang awalnya marah, coba menahan karena melihat peluang untuk mengusik kehidupan Fachri dan kawan-kawan dengan cara mengorek keterangan dari pemuda itu.
Pemuda itu bernama Sony, tahun lalu Sandy berpacaran dengan wanita yang disukai oleh Sony. Wanita itu satu kampus dengannya, berbulan-bulan dia memang sudah mengincar wanita itu, namun tidak juga mendapatkan respon yang positif.
Sampai suatu ketika wanita itu bilang sudah memiliki kekasih yang bernama Sandy.
Sony terkenal dengan julukan Playboy di kampus nya. Wajar saja disebut Playboy karena dia sering berganti-ganti pacar.
Bahkan dia mampu menaklukan semua wanita cantik yang ada di kampus.
Namun tidak dengan wanita itu. Dia tidak tertarik sama sekali dengan Sony.
Seperti biasa, Sony selalu menjadikan wanita-wanita incarannya sebagai bahan taruhan.
Sony sesumbar kepada teman-temannya, jangan bilang gue Sony kalau ngga berhasil dapetin cintanya Sulistyantika.
Ternyata wanita itu bernama Sulistyantika.
Dan pada waktu yang sudah ditentukan, Sony dinyatakan kalah dari taruhan, bahkan dia dipermalukan oleh teman-temannya.
"Gue bisa bantu loh... buat bales dendam sama si Sandy..."
"Loh mau ngga gue bantu...?" tanya bang Codet.
"Wah... bener bang...?" Sony bertanya balik.
"Yah... ini bocah ngeraguin gue..." ujar bang Codet.
"Emang kenapa bang Codet mau bantuin saya...?" tanya Sony.
__ADS_1
"Karena Harokah FC Sudan ngancurin mata pencaharian gue di Priok United..." jawab bang Codet.
"Oh... bang Codet dari Priok United toh...!" seru Sony yang melihat amarah bang Codet sama dengan dirinya.
π Malam itu di kediaman Pak Andi sepulang dari Markas Harokah FC.
Pak Andi, Diana dan Fachri masih disibukkan dengan hasil seleksi tadi siang. Semua berkas mereka bawa pulang, karena setelah makan dan sholat Isya, mereka berniat berkumpul di teras untuk membahas hasil seleksi tadi siang.
"Tinggal lima peserta lagi yang belum Diana input nih..."
"Ya... paling lima menit lagi selesai...!" seru Diana.
"Mantab... good job..." sambut Fachri.
"Lusa adalah batas terakhir pendaftaran Liga Tiga... mau tidak mau siang ini sudah harus kita daftarkan..." kata Pak Andi.
"Semua berkas sudah siap kok... kecuali data sebelas orang hasil seleksi ini aja yang harus segera kita selesaikan..." ujar Diana.
"Rencana mau diumumkan kapan hasil seleksinya...?" tanya pak Andi.
"Jika memang sudah selesai... malam ini juga tidak apa-apa..."
"Kan kita ada Instagram... sepertinya mending kita live IG... lumayan buat menambah jumlah follower kita..." jawab Fachri.
"Oh atau mungkin besok pagi saja... biar lebih fresh..." kata pak Andi.
"Paling satu jam..." jawab Fachri.
"Ya sudah... kalau begitu... berarti malam ini kita akan harus segera umumkan... bahwa besok akan ada pengumuman seleksi secara online via live Instagram... sehingga mereka bisa simak pengumuman dari kita di Instagram masing-masing...!" seru Diana.
"Sebentar... ini Diana langsung bikin aja undangan live Instagram nya..." kata Diana sambil mengutak-atik Instagram nya.
"Ini undangannya Diana setting jam tujuh ya...!" seru Diana.
"Sip... berarti jam enam kita semua sudah harus sampai Markas Harokah FC..." kata Fachri.
Karena harus standby jam enam pagi, akhirnya pertemuan malam itu mereka sudahi untuk segera beristirahat tidur.
ποΈ Keesokan harinya Fachri dan semua panitia seleksi sudah berkumpul di Markas Harokah FC.
Mereka memilih live di area dekat kantin, karena di sana terdapat tulisan Markas Harokah FC yang cukup besar. Pak Andi, Fachri dan Diana duduk menghadap kamera. Sedangkan panitia lainnya berdiri di belakang mereka.
Walaupun hanya kurang dari dua ratus peserta seleksi, namun yang join live di Instagram Harokah FC sudah mencapai lima ribu dua ratusan akun. Suatu berita yang sangat membanggakan bagi tim khususnya.
π±Di sisi yang lain, Ismail salah satu peserta seleksi menyimak siaran langsung lewat handphone milik temannya.
"Semoga aku bisa lulus seleksi..." ujar Ismail.
"Aamiin..." sambut Ikhsan, temannya Ismail yang setia, bahkan bersedia meminjamkan handphone nya untuk melihat pengumuman seleksi pagi itu.
__ADS_1
"Kalian berdua lagi pada ngapain toh...le...?" tanya ibunya Ismail yang bingung melihat tingkah laku Ismail dan Ikhsan.
"Eh... ibu... kita lagi nungguin pengumuman hasil seleksi beasiswa..." jawab Ikhsan.
"Oh... Yo wis... abis ibu lihat dari tadi sepertinya seru sekali kalian padahal cuman berdua..."
"Ini ibu bikinin martabak telor... sambil menyimak... sambil dimakan martabak nya...!" seru ibunya Ismail.
"Alhamdulillah... ibu tau saja saya lagi laper..." canda Ikhsan.
"Yah... si Ikhsan mah... kagak usah ditawarin kali Bu... dia mah sama makanan paling GERCEP..." ujar Ismail.
"GERCEP...?"
"Apa Tuh GERCEP...?" tanya ibunya Ismail.
"GERCEP itu kepanjangan dari GERAK CEPET..." jelas Ikhsan.
ποΈKembali ke Markas Harokah FC
Fachri dan kawan-kawan sudah siap mengumumkan siapa saja yang terpilih untuk menerima beasiswa kuliah dari Harokah FC.
"Berikut ini para peserta yang berhasil mendapatkan beasiswa dari Harokah FC..."
"Yang pertama Indrawan sebagai penjaga gawang..."
"Yang kedua dijajaran pemain belakang adalah Ikhsan Haris di center bek... Malik Abdul di center bek... Deden Kosasih di bek kanan... Chandra Bagas di bek kiri..."
"Yang ketiga dijajaran pemain tengah adalah Rayyanka Mirza Rivaldi di sayap kanan... Faiz Mahmudi di gelandang serang... Gilang Pratama di sayap kiri... Muhammad Farid Ihsan Afandi gelandang serang..."
"Yang terakhir diposisi penyerang ada Mursito dan... Ismail Saleh..." Kata Fachri saat Live di Instagram pagi itu.
π±"Alhamdulillah... akhirnya kita lolos San...!" Seru Ismail kepada Ikhsan yang juga lolos sebagai penerima beasiswa kuliah dari Harokah FC.
Mereka terlihat begitu berbahagia. Ismail dan Ikhsan langsung bersujud syukur dan memeluk ibundanya tercinta yang senantiasa menyemangati dan mendukung setiap yang Ismail cita-citakan.
ποΈKembali ke Markas Harokah FC
"Alhamdulillah... pengumuman berjalan lancar... berarti saya dan Diana akan langsung mendaftarkan Harokah FC ke Liga Tiga pagi ini..." ujar pak Andi.
"Iya pak Andi... selamat ya... semoga kita bisa memaksimalkan kemampuan kita di Liga Tiga... aamiin..."
"Hati-hati dijalan... hari ini saya dan yang lainnya lanjut latihan ringan..." kata Fachri sambil berjabat tangan dengan semua anggota yang hadir.
Pak Andi dan Diana bergegas keluar dari Markas Harokah FC. Kala itu mobil mereka di parkir di luar Markas karena tempat parkir nya terpakai view saat Live Instagram pagi itu.
Tak lama kemudian.
ππ₯ποΈ BRAAAAK... terdengar suara benturan dari luar Markas Harokah FC.
__ADS_1