
πHari yang cerah di Markaz Harokah FC.
"Assalamualaikum..."
"Udah sampe aja nih kang Ujang..."
"Tumben..." sapa Diana.
"Wa'alaikumussalam..."
"Alhamdulillah... biasa... anak muda..." sambut Ujang dengan nada bercanda.
"Waduh... kena nih kite..." kata Diana merasa tersindir.π€
"Saya kangen sama anak-anak..." ujar Ujang
"Anak-anak?"
"Anak siapa?" tanya Diana.
"Anak-anak kita...!" seru Ujang.
"Kita..?"
"Bukan kita kali...?"
"Saya mah masih gadis...!" ledek Diana.
"Maksudnya... Firdaus dan yang lainnya..." jelas Ujang.
"Oh... kirain kang Ujang udah punya anak...! seru Diana.π¬
TAK SEBERAPA LAMA
"Assalamualaikum..." sapa Firdaus dan teman-teman nya yang mulai berdatangan.
"Wa'alaikumussalam..." sambut Ujang dan Diana.
"Panjang umur nih bocah...."
"Baru aje kite omongin..." ujar Diana.
"Pagi Coach Ujang..."
"Pagi bu Diana..." sapa Firdaus dan teman-teman nya.
"Gimana ceritanya kemarin...?"
"Berhasilkan... menjalankan instruksi nya...?" tanya Ujang.
"Coach Ujang kepo..." ujar Firdaus bercanda.
HAHAHAHA....
Semua tertawa....
"Cerita nya panjang coach..."
"Bisa dua hari dua malam untuk nyeritainnye..." ujar Salim.
"Waduh..." Ujang terperangah.
HAHAHAHA....
Semua kembali tertawa....
"Naik kereta rodanya dua... Dari selatan menuju utara... Pagi ku buka dengan doa... Do'a keselamatan dan sejahtera..." tiba-tiba Fachri muncul dengan memberikan sebuah pantun.
CAKEP....π
Sahut semua yang sedang asyik bersenda gurau.
"Pagi semua..." sapa Fachri
"Pagi Coach Fachri..." semua menjawab dengan kompak.
"Ayo semua kumpul kelapangan..."
"Mari kita dengarkan..."
"Kemarin mereka ngapain aja..." ajak Fachri ke semua siswa yang sudah hadir Markas Harokah FC.
__ADS_1
"Ayo kita buat lingkaran..."
"Oke... silahkan duduk..."
"Kecuali untuk Firdaus... Salim... Saiful... Danies... Bambang... Faizal... Imam... Dimas..." perintah Fachri.
"Nah... pasti kalian sudah penasaran kan...?"
"Ayo... siapa dari kalian yang akan menceritakannya..?" pinta Fachri pada Firdaus dan teman-teman nya.
"Teman-teman semua..."
"Dua hari kemarin kami menjalankan tugas yang diberikan Coach Fachri..."
"Namun petunjuk yang diberikan..."
"Butuh waktu untuk kami cerna saat itu..." jelas Firdaus.
"Yang pertama... kami diberikan uang dua ratus ribu untuk transport dan makan..."
"Yang kedua... kami diberikan foto dan nama target yang harus kami temukan..."
"Yang ketiga... keberadaan target ada di dekat stasiun Bekasi..."
"Yang keempat... kami disuruh banyak sedekah..."
"Yang kelima... kami disuruh senantiasa bertanya agar tidak sesat dijalan..."
"Yang keenam... kami tidak boleh lengah... walaupun kami pun akhirnya lengah dan ceroboh... kami kecopetan di kereta..."
"Yang ke tujuh... berlaku sopan dan santun..."
"Yang ke delapan... kami disuruh menjadi contoh yang baik bagi orang lain..."
"Yang ke sembilan... kami harus senantiasa sholat lima waktu..."
"Nah yang kesepuluh... kami disuruh senantiasa bersabar..." jelas Firdaus.
π"Cukup... cukup..."
"Tidak perlu kalian jelaskan lagi..."
"Selamat... kalian sudah menjalankan misi ini dengan baik..." ujar Fachri.
"Betul kata coach Fachri..."
"Kalian tidak perlu menjelaskan panjang lebar..."
"Karena saya sudah rekam semuanya..." kata pak Andi sambil menunjukan laptop yang dibawanya.
"Buat Firdaus dan kalian yang berdiri..."
"Bantu saya angkat televisi... meja... yang ada di ruangan..."
"Coach Ujang... bantu saya tarik kabel rol ini kecolokan listrik itu..." pinta pak Andi.
Ternyata pak Andi merekam perjalanan mereka saat berangkat, saat naik truk, saat di stasiun, saat di kereta, saat kecopetan, saat makan di warteg, saat mereka jalan tanpa alas kaki, saat mereka berkelahi, saat mereka tidur di masjid, sat mereka sarapan nasi uduk, saat mereka berhasil ketemu Nuralim, saat mereka terlelap di angkot perjalanan pulang.
Semua terdokumentasi dengan baik.
"Kalian tau... apa isi karung yang saya bawa ini...?"
"Ini Sepatu, sendal dan jam tangan yang kalian gadaikan di warteg..." ujar pak Andi sedikit meledek....
HAHAHA....
Semua tertawa terbahak-bahak...π
Firdaus dan kawan-kawan tersipu malu melihat aktivitas mereka yang direkam lengkap.
Firdaus dan kawan-kawan memeluk coach Fachri dan pak Andi atas pengalaman yang sangat berharga ini.
πSemua siswa Harokah Football Club memberikan standing ovation kepada Firdaus dan kawan-kawan, sudah menjalankan tugas dengan baik dan menjadi contoh yang baik untuk semua siswa.
Lalu coach Fachri berdiri.
"Oke... semuanya duduk..."
"Ada yang ingin saya sampaikan..." pinta Fachri pada semua siswa Harokah Football Club.
"Kalian jangan seperti..."
__ADS_1
"Bagai Katak Dalam Tempurung" ujar Fachri.
"Katak...?" semua siswa merasa tidak faham apa yang dikatakan coach Fachri.
"Ada sebuah penelitian..."
"Seorang peneliti meneliti beberapa katak..."
"Sebagian katak dipelihara ditempat dan wadah yang cukup besar..."
"Namun beberapa katak dipelihara namun di tutup dalam wadah yang kecil dan tertutup..."
"Sebesar tempurung..."
"Berhari-hari katak-katak itu dipelihara..."
"Setelah sebulan... katak-katak yang ada dalam wadah mirip tempurung itu disatukan dengan katak yang tidak ditutup tempurung."
"Hasilnya adalah..."
"Katak yang pernah disekap dalam tempurung..."
"Ternyata lompatan nya tidak setinggi katak-katak yang tidak disekap..."
"Mengapa demikian...?"
"Jawabnya adalah karena katak-katak yang pernah dimasukan dalam tempurung itu terbiasa dengan hal-hal kecil..."
"Sehingga mereka tidak sadar kalau mereka bisa melompat lebih tinggi dari itu..." jelas Fachri begitu detail memberikan analogi nya.
"Sehingga..."
"Bagai Katak Dalam Tempurung..."
"Bisa juga diartikan..."
"Bagai orang yang tidak menyadari akan kemampuan dan potensi dirinya..."
βOrang yang tidak memiliki pengetahuan luas atau Sangat sedikit pengetahuannya, kurang luas pandangannnya...β terang Fachri pada siswa-siswa nya.
πHari berganti hari....
Minggu berganti Minggu...
Bulan berganti bulan...
Sampai pada waktu nya Firdaus dan kawan-kawan dijemput untuk karantina pelatnas Timnas U-16
"Coach Fachri... kami pamit..."
"Do'akan kami agar terpilih sebagai tim inti..." pinta Firdaus dan kawan-kawan.
"Aamiin... semoga tercapai semua yang kalian cita-citakan ya..." do'a Fachri menyertai perjalanan mereka.
π Keesokan harinya, Markas Harokah Football Club kedatangan tamu dari Priok United. Priok United adalah klub sepakbola yang berdekatan dengan Harokah FC.
Sejak berdirinya Harokah FC, memiliki dampak yang signifikan terhadap perkembangan sekolah sepakbola di Priok United. Bahkan beberapa siswa dari Priok United pindah ke Harokah FC.
"Maksud dan tujuan kami kesini adalah untuk mengundang Harokah FC sparing dengan sekolah kami..." pinta Maman seorang pelatih di Priok United.
"Terimakasih atas kunjungan dari teman-teman Priok United ke sekolah kami..."
"Dengan senang hati..."
"Kami akan penuhi permintaan dari Coach Maman dan teman-teman Priok United..."
"Semoga bisa menjadi pengalaman yang berharga bagi sekolah dan siswa-siswa kami..." ujar Fachri yang begitu polos.
"Oh iya...."
"Kalau begitu kami pamit..."
"Jangan lupa Minggu depan kita tanding di Priok United..." kata Coach Maman kembali mengingatkan.
Coach Maman dan teman-teman dari Priok United pun pulang.
"Aku merasakan hal yang aneh..." ujar Diana.
"Aneh gimana...?" tanya Fachri.
__ADS_1
"Tumben mereka mau mampir kesini..." kata Diana sambil menatap kearah Coach Maman yang keluar dari gerbang markas Harokah FC.