One Night Love Devil

One Night Love Devil
Lebih Baik Digigit Oleh Tuannya


__ADS_3

"Buka pintu mobilnya," titahnya pada pria berjas hitam yang datang bersamanya.


"Baik, Tuan." Pria berjas itu berlari mendahului kami untuk membuka pintu mobil.


Aku menggelengkan kepalaku sambil terus berusaha memberontak saat jarak mobil semakin dekat. "Aku tidak mau, lepaskan aku! Tolong lepaskan aku!"


"Diam. Berhenti memberontak kalau kamu tidak mau kepalamu terbentur," katanya, tanpa melepaskan aku dari gendongannya dan langsung memasuki mobil.


Aku memutuskan untuk menuruti ucapannya sebentar, takut kepalaku benar-benar terbentur di badan mobil hingga pingsan. Kalau aku pingsan, aku pasti tidak akan bisa berusaha untuk kabur lagi nanti.


Tapi justru setelah aku dibawa masuk ke dalam mobil, aku semakin merasa sia-sia melakukan perlawanan. Jika sudah seperti ini, aku sudah tidak bisa lagi menyelamatkan diri. Tidak ada lagi gunanya aku berteriak dan memohon-mohon meminta bantuan. Toh, nyatanya di luar saja yang banyak orang yang menyaksikan, tidak ada yang mempedulikanku sama sekali, apalagi saat sudah berada di dalam mobil seperti ini, hanya ada kami bertiga. Aku, dia, dan pengawalnya. Siapa coba yang akan menolongku. Tidak ada 'kan?


"Lepaskan!" Aku kembali berusaha untuk melepaskan diri, tapi dia bahkan tidak membiarkan aku lepas dari pelukannya meski pun kami sudah masuk ke dalam mobil. Mungkin dia takut, aku akan nekat melompat dari mobil saat mobil tengah melaju dengan cepat.


Satu-satunya hal yang bisa aku lakukan saat ini hanya menangis. Aku mulai menangis tersedu-sedu di dalam dekapannya.


Aku merasa sangat sedih, kenapa nasibku malah berakhir seperti ini? Sebisa mungkin aku menghindari pria ini, tapi kenapa ujung-ujungnya aku tetap tertangkap juga olehnya.


"Sudahlah, berhenti menangis, karena aku tidak akan memiliki belas kasihan padamu, apalagi membiarkan kamu lepas begitu saja," ucapnya, dengan nada datar. "Aku sudah bersusah payah mencarimu hingga kamu berhasil aku tangkap."


"Tolong lepaskan aku, aku mohon ...."


"Jangan mimpi, diam saja, aku tidak suka bertindak kasar pada perempuan, tapi jika kamu terlalu keras kepala, maka terpaksa aku harus melakukan sesuatu untuk membuatmu menurut," katanya mengancamku, lalu membuat dekapannya semakin erat.


Kenapa tangannya terasa sangat kuat dan kokoh sekali? Otot lengannya juga terasa sangat padat dan berisi. Aku bisa merasakan saat dia semakin erat mengunci tubuhku.


"Roy! Kita ke Villa saja," katanya, pada pria yang duduk dibalik kemudi.


"Baik, Tuan.


"Lepaskan aku, tolong lepaskan aku, Tuan!" Aku masih berusaha memohon meski pun dia sudah pernah mengancamku sebelumnya.


Aku memohon sambil menatap wajahnya dari bawah. Sial, kenapa dia terlihat sangat tampan sekali sih? Rahang tegasnya, alisnya, matanya, hidungnya, bibirnya, kenapa semuanya terlihat sangat sempurna?


Tidak, tidak. Aku tidak boleh terpesona padanya. Meski pun dia sangat tampan, tapi dia itu pria ******, dan aku sangat benci padanya. Sangat benci.

__ADS_1


Cup.


Tiba-tiba saja dia meng**up bi*irku. Aku sangat terkejut dan seketika juga menjadi sangat marah.


"Laki-laki bre-"


Cup.


Sial. Benar-benar sial. Kenapa dia selalu mengambil keuntungan dariku. Padahal tadi aku ingin memakinya, tapi kenapa dia malah mengambil keuntungan. Aku benar-benar orang yang sangat dirugikan dalam hal ini.


"Kalau kamu tidak mau berhenti berbicara, aku juga tidak akan berhenti menci*mmu," katanya, lalu tersenyum miring.


Aku langsung mengunci mulutku. Aku benar-benar sangat membenci pria ini. Sekarang, aku tidak bisa lagi melakukan apa pun selain diam dan menuruti ucapannya. Aku sangat tidak suka jika dia selalu mengambil keuntungan dariku.


"Mulai detik ini, pikirkan baik-baik, berapa banyak uang yang ingin kamu minta setelah kamu melayaniku nanti," ucapnya, lalu kembali tersenyum miring.


Uang lagi, uang lagi. Kenapa dunia ini terasa begitu kejam karena benda itu? Kenapa benda itu tidak dihilangkan saja sih dari muka bumi ini? Dengan begitu, mungkin hidup akan lebih tenang.


Tapi jika tidak ada uang, bagaimana caranya manusia melakukan transaksi? Ah, aku juga bingung. Terserahlah, mungkin memang lebih baik seperti sekarang ini.


Aku merasakan laju mobil mulai memelan. Aku melihat, mobilnya berhenti tepat di depan sebuah pintu gerbang yang terlihat sangat besar dan tinggi. Setelah pintu gerbang itu terbuka, aku merasa mobil kembali melaju dengan pelan.


Apa mungkin kami sudah hampir sampai? pikirku.


Tidak lama kemudian, sopir yang baru aku ketahui namanya sekitar setengah jam yang lalu itu bernama Roy, akhirnya menghentikan mobilnya di depan sebuah Villa yang terlihat lumayan besar, megah, dan kokoh.


Aku bisa melihat lewat kaca jendela mobil kalau halaman di sekitar villa tersebut terlihat sangat asri dengan banyaknya tanaman buah-buahan dan bunga yang tumbuh terawat di tempat itu. Pasti memang ada orang yang tinggal disini untuk merawat tempat ini dengan sangat baik.


"Ayo bangun," ucapnya, sambil melonggarkan pelukannya dariku.


Hah, serius? Pria ini akhirnya melepaskanku? Aku tidak percaya.


Aku segera bangkit ketika dia menyuruhku untuk bangun. Aku merasakan badanku sedikit pegal. Mungkin karena tidak pernah bergerak selama beberapa saat.


Heh, aku harus mencari kesempatan untuk kabur setelah turun dari mobil nanti. Semoga saja aku bisa lolos darinya.

__ADS_1


"Tempat ini sangat berbahaya untukmu, jadi jangan coba-coba untuk kabur setelah turun dari mobil," ucapnya, mencoba memperingatkanku.


Heh, aku tidak percaya. Tempat seindah ini apanya yang berbahaya? Jangan coba-coba membodohiku. Aku bukan orang bodoh.


Aku terburu-buru turun dari mobil ingin mendahuluinya, agar nantinya aku bisa berlari cukup jauh sebelum dia turun. Apalagi aku melihat pintu gerbangnya belum ditutup, berarti peluangku untuk kabur masih sangat besar. Benar-benar kesempatan emas untukku, tidak boleh disia-siakan.


Saat menginjakkan kakiku di tanah, aku langsung berlari sekuat tenaga. Anehnya, kenapa tidak ada yang mengejarku? Tidak mungkin 'kan mereka membiarkan aku lolos begitu saja setelah bersusah payah mencariku.


Ah, bodo amat. Bukankah ini malah kesempatan bagus untukku jika mereka membiarkan aku lolos. Aku tidak boleh menyia-nyiakan semua kesempatan yang ada. Aku ingin selamat, aku tidak ingin dia menginjak-injak harga diriku dengan uangnya.


Aku terus berlari sekuat tenaga hingga beberapa puluh meter, tapi aku merasa ada sesuatu yang aneh.


Loh, loh, loh, kenapa pintu gerbangnya tertutup sendiri? Siapa yang menutupnya? Aku tidak melihat seorang pun di depan sana. Aneh.


Mataku seketika terbuka lebar. Aku mulai mengurangi kecepatan lariku ketika melihat dua ekor binatang berbulu berwarna hitam yang keluar bersamaan dari balik tembok.


Sial. Dari mana datangnya anjing penjaga itu? Kenapa tiba-tiba muncul dari sana? Dan sepertinya, dua ekor hewan galak itu sedang berlari ke arahku. Oh tidak, bahaya bahaya bahaya, aku dalam bahaya. Anjing penjaga itu sepertinya ingin mengejarku. Aku harus segera putar balik.


Sekarang aku tahu jawabannya. Kenapa mereka tidak mengejarku dan membiarkan aku kabur begitu saja. Ternyata, mereka memang punya sesuatu yang bisa mencegahku untuk kabur.


Aku berlari dengan sekuat tenaga kembali ke arah pria brengsek itu. Dari jarak 20 meter aku melihat dia tersenyum puas saat melihatku berlari ketakutan.


"IBU!!!" Aku berteriak sekencang-kencangnya saat menyadari anjing-anjing penjaga itu semakin dekat di belakangku. Aku akan celaka jika kedua anjing itu berhasil menggigit betisku. Jika diberi pilihan, aku lebih baik digigit oleh tuannya ketimbang aku harus digigit oleh hewan peliharaannya itu. Aku takut terkena rabies.


Saat kedua binatang itu semakin dekat di belakangku, aku semakin mempercepat laju lariku.


"AARGH!!! IBU!!!" Aku langsung melompat ke dalam pelukan pria brengsyek itu saat binatang peliharaannya hampir saja menggigit betisku.


B e r s a m b u n g ...


...__________________________________________...


...Guys!!! Cerita ini akan update gak beraturan ya. Jika biasanya di novel sebelumnya aku up 2 bab baru setiap pukul 00.00 setiap harinya, berbeda dengan cerita yang satu ini. Di sini, aku akan up berapa banyak bab pun yang aku tulis dalam sehari. Jika aku lagi banyak ide, in syaa Allah akan crazy up, tapi jika hanya sedikit ide, berarti cuma sedikit juga yang di update. Hehe🤭...


...Oh iya, aku mengucapkan banyak-banyak terima kasih pada kalian semua yang sudah meluangkan waktu untuk mendukung cerita ini. Terima kasih banyak buat kalian semua yang sudah memberikan dukungan like, komen, favorit, vote, dan hadiah mungkin (jika akhirnya nanti ada yang kasih hadiah😆) dan aku juga mengucapkan banyak terima kasih pada kalian para pembaca yang sudah mampir tanpa jejak🤭 Meski pun tanpa jejak, tapi kehadiran kalian juga sangat dibutuhkan. Hehe🤭 Intinya, aku mengucapkan banyak-banyak terima kasih pada kalian semua tanpa terkecuali. ...

__ADS_1


...Semoga kita semua beserta keluarga kita selalu dalam lindungan Allah, selalu diberi kesehatan, keselamatan, umur yang panjang, kebahagiaan, rezeki yang melimpah, dimudahkan segala urusan, dikeluarkan dari segala macam kesulitan, dan dikabulkan segala hajat. Aamiin allahumma aamiin🤲🤲🤲...


__ADS_2