One Night Love Devil

One Night Love Devil
Zoeanna Dirgantara & Zacky Dirgantara


__ADS_3

Air mataku tiada hentinya menetes saat aku mencium sepasang bayi kembarku secara bergantian. Meski pun aku sudah berusaha menahannya, akan tetapi air mata itu tetap saja meleleh. Seperti air es yang sedang dipanaskan. Melelehnya pun tidak bisa untuk dicegah.


"Oe ... oe ...."


Tiba-tiba saja kedua bayiku menagis secara bersamaan. Apa jangan-jangan mereka lapar? Tapi aku masih bingung bagaimana cara menyusui mereka. Apakah satu satu ataukah langsung dua duanya sekaligus.


"Cup cup cup ... jangan menangis Sayang," ucapku seraya berusaha untuk bangkit dari posisi berbaringku.


"Biar saya bantu Nona," ucap suster Lala. Aku mengetahui nama suster tersebut dari papan nama yang tertera di seragamnya.


"Terima kasih, Sus."


Saat ini aku sudah dalam posisi duduk dan bersiap untuk menyusui bayiku. Begitu aku mulai menyusui mereka dibantu oleh ibu dan suster Lala, keduanya malah semakin menagis dengan keras.


"Cup cup cup. Bu, Suster, kenapa mereka malah semakin menangis?" tanyaku. Mereka berdua pasti lebih tahu banyak tentang hal seperti ini ketimbang aku.


"Coba periksa ASI kamu, Nia, apa lancar?" ucap ibu. Suster Lala juga mengatakan hal demikian.


Suster Lala pun memberiku petunjuk bagaimana cara memeriksanya. Setelah aku coba, nyatanya tidak ada ASI yang keluar sama sekali biar setetes pun.


"Loh, Sus, kenapa ASI saya tidak ada yang keluar biar sedikit pun?" tanyaku sambil terus memencet kedua p****g s***ku secara bergantian, lalu menatap bingung pada suster Lala dan ibu secara bergantian.


Bukannya menjawab pertanyaanku, suster Lala menyuruh babysitter untuk membuatkan dot baru untuk kedua bayiku.


"Nona, sepertinya ASI Anda tidak keluar karena selama ini Anda terlalu sering stres," jawab suster Lala.

__ADS_1


Mendengar hal itu, aku menunduk sedih. Memang benar apa yang dikatakan oleh suster Lala. Selama ini aku memang terlampau sering stres dan semua itu gara-gara suamiku yang mengurungku di sini. Ditambah lagi dia tidak kunjung pulang-pulang juga sampai sekarang.


"Nona, tidak baik jika Anda selalu bersedih seperti ini, karena suasana hati Anda bisa berpengaruh pada kedua bayi Anda," ucap suster Lala.


"Benarkah bisa seperti itu, Sus?" tanyaku ingin memastikan.


"Iya, Nona. Ikatan batin antara ibu dan anak itu sangat kuat. Jika Anda bersedih, maka kedua bayi Anda pun juga akan merasakan hal yang sama. Contohnya tadi, saat Anda menangis, mereka pun ikut menangis."


Mendengar penjelasan suster Lala, aku mulai menyeka air mataku. Aku tidak ingin kedua bayiku bersedih karena aku.


"Nona, Apa Anda ingin tahu, nama apa yang sudah diberikan oleh tuan Kaaran pada kedua bayi Anda." Suster Lala berkata sambil tersenyum.


"Apa, Sus? Suster serius? Kapan dia- eh maksudku kapan suamiku memberikan nama untuk anak-anak kami?" tanyaku penasaran.


"Sesaat setelah Anda melahirkan, Nona. Tuan Kaaran memberi nama Zoeanna Dirgantara untuk si sulung, dan Zacky Dirgantara untuk si bungsu," jelasnya lagi.


"Zoeanna dan Zacky. Zoe dan Zack." Aku tersenyum mendengar nama kedua anakku. Nama yang bagus. Daddy mereka memang sangat pandai memberikan nama untuk anak-anak kami. Tapi sayang, dia tidak datang saat anaknya dilahirkan.


Tidak terasa sekarang anakku si kembar Zoe dan Zack sudah berusia 2 bulan, akan tetapi mereka belum pernah bertemu dengan daddy mereka secara langsung. Sudah 3 bulan lebih suamiku pergi meninggalkan aku tanpa pernah pulang sekali pun.


Rasanya kesabaranku sudah habis. Dia jauh lebih mementingkan bisnisnya ketimbang aku dan anak-anak. Aku benar-benar sangat marah padanya, mungkin akan sangat sulit untuk aku memaafkannya nanti. Apalagi sekarang sudah 2 bulan lebih aku dan dia tidak pernah saling berkomunikasi karena aku sudah memblokir nomornya.


Lupakan tentang suamiku, rasanya aku malas membahas semua tentangnya, yang ada hanya membuatku emosi saja. Sekarang ini aku hanya ingin fokus pada kedua buah hatiku. Mereka berdua adalah penyemangatku selama ini.


Selama 2 bulan ini kedua bayiku tumbuh dengan sangat baik. Tapi sayangnya aku tidak bisa menyusui mereka karena ASI-ku tidak ada sampai sekarang.

__ADS_1


"Sayang, anak Mommy ... tidur ya Nak, Mommy sama Suster sudah sangat mengantuk. Kalian berdua jago sekali sih begadangnya."


Saat ini aku tengah menimang-nimang putriku Zoe untuk menidurkannya, sedangkan putraku Zack sedang ditidurkan oleh suster Lili. Suster Lili adalah salah satu dari dua babysitter yang bertugas mengurus si kembar.


Saat ini jam sudah menunjuk pukul 2 dinihari. Hampir setiap malam si kembar selalu terbangun tengah malam seperti ini. Jika dibiarkan, mereka akan menangis dengan keras, mereka baru akan diam saat diajak mengobrol atau pun bermain. Untungnya ada suster Lili dan suster Ria yang membantuku menjaga mereka. Karena kalau tidak, sudah pasti aku akan sangat kewalahan mengurus keduanya.


Setelah sekitar hampir 20 menit aku menimang-nimang Zoe, putri kecilku ini akhirnya tertidur. Sedangkan Zack, dia sudah ditidurkan lebih dulu oleh Suster Lili. Tidak tahu kenapa selama ini Zoe jauh lebih rewel ketimbang adiknya, Zack. Zoe hanya ingin aku yang menidurkannya, sedangkan Zack, siapa pun bisa menidurkan putra kecilku itu.


"Sus, saya kembali ke kamar saya dulu ya. Saya sangat mengantuk," ucapku pada suster Lili dengan nada setengah berbisik, takut si kembar kembali terbangun.


"Silahkan, Nona," jawabnya.


"Kalian juga istirahatlah," ucapku sebelum akhirnya aku keluar dari kamar si kembar.


Semenjak Zoe dan Zack lahir, aku tidak lagi tinggal di kamarku yang dulu. Dikarenakan di sana jaraknya cukup jauh dari kamar si kembar. Sekarang ini kamarku berada tepat di samping kamar mereka. Itu agar memudahkan aku ketika Zoe rewel. Kalau Zack yang rewel tidak ada masalah karena putra kecilku itu bisa ditenangkan oleh siapa pun.


Dengan mata yang menahan kantuk berat, aku berjalan masuk ke dalam kamarku. Sebelum tidur, aku terlebih dahulu mematikan semua lampu kecuali lampu tidur yang ada di atas meja nakas samping tempat tidurku.


Akan tetapi sebelum aku merebahkan tubuhku untuk beristirahat, aku dikejutkan oleh sesosok bayangan hitam tinggi besar yang terlihat sedang berjalan ke arahku.


"Siapa itu?!" teriakku. Rasa kantukku seketika saja menghilang.


B e r s a m b u n g ...


...___________________________________________...

__ADS_1


Jangan lupa, setelah kalian baca tekan tombol like nya dan tinggalkan komentar kalian, biar rame🤭


__ADS_2