One Night Love Devil

One Night Love Devil
Ancaman Baru


__ADS_3

Setelah latihan menembak selama beberapa saat, aku pun akhirnya beristirahat dan duduk tepat di samping suamiku.


"Kemampuanmu sudah lumayan untuk pemula Sayang. Kamu hanya perlu melatih fokus dan konsentrasi yang tinggi saat membidik sasaran."


"Ternyata seru juga ya," ucapku, sembari membuka tutup botol minumku lalu menenggak isinya hingga tersisa setengahnya.


"Dad, aku pergi ke toilet sebentar ya." Aku berkata seraya bangkit dari dudukku.


"Mau aku temani?" tawarnya.


"Tidak perlu," jawabku. Aku lalu beranjak meninggalkan suamiku bersama asisten Roy di sana.


.


Beberapa menit kemudian. Aku akhirnya selesai dengan urusanku di dalam toilet. Begitu keluar dari dalam sana, tiba-tiba pandanganku tertuju pada tali sepatuku yang terlepas sebelahnya. Tanpa berpikir panjang, aku pun segera menunduk dan memperbaikinya.


Tak!


"Astaga. Apa itu?"


Seketika suara benturan sesuatu di belakangku membuatku terkejut. Meski pun suaranya tidak begitu keras akan tetapi tetap sukses membuat jantungku berdetak dengan cepat.

__ADS_1


Begitu aku menoleh, aku menemukan sebuah benda menyerupai jarum suntik dengan cairan berwarna biru di dalamnya.


"Apa ini?" gumamku seraya memungut benda itu.


Aku lalu melihat ke sekeliling. Tidak ada siapa-siapa. Tapi ... dari mana asal benda ini. Apa jatuh dari atas? Tapi tidak mungkin juga jatuh dari atas, jika jatuh dari atas, jarumnya tidak mungkin bengkok begini.


Astaga. Seketika mataku membulat. Jangan-jangan ada seseorang yang ingin berbuat jahat padaku.


Dengan cepat aku kembali masuk kembali ke dalam toilet lalu mengunci pintunya dari dalam, takut pemilik benda aneh ini tiba-tiba muncul.


Saat bersembunyi di dalam toilet, aku pun memutuskan untuk menghubungi suamiku. Disaat ketakutan seperti sekarang ini aku memang sangat membutuhkan perlindungannya.


"Halo Sayang? Kenapa kamu belum kembali dari toilet?" tanyanya.


"Sayang, ada apa? Apa terjadi sesuatu?" Seketika suaranya terdengar panik di ujung telepon.


"Aku juga tidak tahu Dad. Cepatlah datang kemari. Sepertinya ada seseorang yang ingin berbuat jahat padaku," ucapku tidak kalah paniknya.


"Sayang, segera bersembunyi di tempat aman, aku akan segera ke sana bersama Roy," ucapnya.


"Iya, sekarang aku sudah bersembunyi di dalam toilet, dan aku sudah mengunci pintu toiletnya dari dalam," jelasku.

__ADS_1


Tanpa mematikan sambungan telepon kami, suamiku segera menyusulku ke toilet. Sekarang yang aku dengar hanya derap langkah kakinya yang berlari menyusulku kemari bersama asisten Roy.


Hanya butuh waktu sebentar saja, suara teriakan suamiku sudah terdengar di luar sana.


"Rania! Kamu di mana Sayang?!" teriaknya. Aku pun segera membuka pintu toilet dan keluar menemuinya.


"Daddy ... aku takut," ucapku, lalu berlari memeluk suamiku.


"Sudah tidak apa-apa Sayang, sekarang aku sudah ada di sini. Ceritakan padaku, apa sebenarnya yang terjadi?" tanyanya sembari balas memelukku dengan erat.


"Dad, kamu tahu ini apa? Sepertinya ada seseorang yang ingin mencelakaiku menggunakan benda ini." Aku berkata seraya menunjukkan benda menyerupai jarum suntik dengan cairan berwarna biru tersebut.


"Tuan, sepertinya ada yang mengincar keselamatan Nona Rania, dan sepertinya jarum suntik itu berisi obat bius," ucap Roy.


Suamiku terlihat sangat geram. "Kamu benar Roy. Sepertinya ada seseorang yang ingin mencelakai istriku."


B e r s a m b u n g ...


..._________________________________________...


...Hai guys, maaf ya baru sempat update🙏 Dikarenakan aku sibuk menjelang hari raya. Mohon pengertiannya ya....

__ADS_1


...Oh iya, sembari menunggu novel ini up, jangan lupa mampir dan baca juga cerita dari Author luar biasa kita, yaitu Kak Chicha Kolom langit....



__ADS_2